La La Land

by - 2.5.17


Apa karena ada yang mereview film La La Land ini bagus maka yang lain harus ikutan setuju untuk mengatakannya bagus juga? Sebaiknya tidak, karena setiap orang memiliki kesannya masing-masing. But hey, this is Indonesia ... everything hype is a (new) worship.

Mungkin karena sudah banyak membaca tentang review dan komentar-komentar positif tentang film La La Land aku malah jadi agak kecewa ketika menontonnya. Gini doang? Serius nih, gini doang?

Apa hanya aku yang berfikir kisah cinta Mia Dolan dan Sebastian terlalu naif untuk zaman sekarang? . Ketika 2 orang bertemu untuk pertama kalinya and think they are meant for each other, please ... Apa kabar kekasih yang sebelumnya, orang yang ditampilkan dengan membosankan meski ia bersedia menerima segala kekurangan Mia, ehm ... lebih dulu dari Sebastian.

Mungkin Mia akan menjawab ‘because love is blind’, yang kemudian akan ditanggap Sebastian dengan ‘yes, love is blinded’, saking butanya si masnya nggak kelihatan ya?

Bagiku ini terlihat seperti FTV.
Ketika 2 orang pemeran utama bertemu, mantan hanyalah figuran semata.

Aku bahkan melewatkan scene (yang katanya) adalah scene terbaper di film La La Land, scene angan-angan Mia dan Sebastian di dalam hati. Scene semacam expectation vs reality ini terlalu biasa untuk film sekelas La La Land. Mana klimaksnya?

Tadinya aku pikir La La Land adalah the new (500) Days of Summer. Tapi tidak.

La La Land menarik secara visual, namun tidak menarik dari segi cerita. Dramatic tone color yang so Hollywood ini sangat memukau, komposisi angle yang apik, editing scene yang rapi dan musik yang (ah ... ini sih tidak perlu dikomentari lagi) amazing.

Perfect.

Saking perfectnya, it’s too good to be true.

Sedari awal La La Land memang menjual mimpi. Jangan salahkan panitia Oscar yang membuat gimmick keliru memberi amplop kepada host, it’s too good to be true kalau La La Land sampai memenangkan piala Oscar untuk film terbaik. Aku sendiri lebih suka menyebut La La Land sebagai film terindah di tahun 2016 ketimbang film terbaik.

La La Land adalah film yang indah, tapi tidak membuatku jatuh hati. Perlu lebih dari sekedar indah untuk membuat jatuh hati bukan?

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.