The Uncut

by - May 05, 2017


Aku mulai mengenal blog saat masih duduk di bangku SMA, bersamaan dengan Friendster, MiRC  dan MySpace yang hadir mengisi malam-malam geje dengan Mpyur di Lab Komputer yang bucok 😓. Bagiku blog adalah sebuah konsep yang menarik, semacam virtual scrapbook, apalagi sih yang didambakan remaja cewek yang kePinterest-Pinterestan sepertiku ini? haha 😆

Mempelajari cara membuat layout website abal-abal saja sudah membuatku cengengesan di sepanjang  pelajaran TIK. Apalagi blog. It’s a legend ... (wait for it) ... dary ... 👏👏👏

Blog pertamaku adalah http://demilestari.multiply.com yang terbuat dari rasa haus akan eksistensi dan rasa gerah kepada teman yang sudah lebih dulu punya blog. Kelihatannya asyik. Jujur ya, aku sendiri bingung mau menulis apa di blog karena sama sekali tidak tertarik menulis cerpen atau cerita bersambung. Satu-satunya yang ingin kutuliskan adalah cerita keseharianku.

Meski sudah punya diary, aku tetap merasa harus memiliki blog karena ... Berprospek hehe 😊 Aku melihat blog sebagai bagian dari dunia baru bernama internet.

Blogku memang random, tapi aku bhangga 😋 Isinya (masih) seputar kehidupan santriwati labil yang girang dengan keajaiban blog. Tulisan yang dibuat berwarna warni dengan font yang berbeda-beda, gif-gif yang (dianggap) lucu, cursor icon yang dirubah menjadi dinosaurus dan template bertema dark yang ke emo-emoan.

Emo adalah Kak Ikcwan di awal masuk kuliah, tubuh kurus, rambut polem (poni lempar), pakaian sendu dan editan foto dengan vignete yang kontras. Ngeri juga ya jadi anak emo. Selain terkesan gloomy, emo identik dengan suicide atau death kaya si L di Death Note. Saat itu nggak keren kalau nggak emo, kalau sekarang mah kaya cabe-cabean kali ya ... 😵 Duh-Ku-Masih-Tak-Percaya-Pernah-Khilaf-Menjadi-Anak-Emo 🙏

Blog tersebut berlanjut sampai di awal masa kuliah, namun terpaksa dihentikan karena ketahuan oleh salah satu dosen yang mengumumkan di kelas, yaudah lah ya ... Wassalamualaikum ... Lapaknya ditutup dulu.

Di akhir kuliah studio yang melelahkan, ketika dosen mereview hasil kerja keras sesiangan ini, ia menambahkan satu pengumuman penting yang kalau intonation speednya dipercepat akan menjadi:
“Ada salah teman kalian yang memiliki bakat dalam hal menulis ... Dan ia adalah seorang blogger ... OK. Tepuk tangan untuk teman kita, Lestari!”

Percaya atau tidak, tapi teman-teman yang baru kukenal selama ± sebulan itu bertepuk tangan untukku, sementara aku sendiri tertegun nggak ngerti lagi mau apa atau gimana. Yang kuingat mataku kemudian sibuk mencari-cari candid camera di setiap sudut, kelakuan yang tidak berguna, sebab yang ada hanyalah sarang laba-laba dan debu kusut tergerai memamah biak.

Mungkin tujuannya untuk mengapresiasi, namun bagiku terasa seperti ‘congratulation al4yers, we’ve got your life’. 😱😱😱

KZL 322008003 X

Durian benar-benar runtuh padaku. Bertubi-tubi.

Yap! Hampir setengah (atau malah seluruh) blogku isinya adalah curhat, puisi-puisian dan keinginan-keinginan terpendam di dalam hati, sisanya adalah pengalaman pertama kuliah. Tentang mata kuliah yang (hampir semuanya) tidak ku mengerti, tentang adaptasi  di lingkungan baru, tentang teman-teman baru yang baik, tentang tugas-tugasnya yang membingungkan, tentang dosen-dosen yang penjelasannya nggak jelas dan tentang OSPEK!

Ehm ... Saat itu OSPEK adalah topik yang sensitif 😔

Semuanya kutulis dengan bahasa yang ke diary-diaryan, termasuk penggunaan kata-katanya yang aL4y. Saat aku sekolah dulu, format terkeren tulisan adalah penggunaan huruf capital yang random dan penggantian huruf dengan angka. FYI, semua tulisan capital randomnya diketik manual loh ... Karena belum mengenal fungsi ‘replace’ di tab Microsoft Word. Sedih juga kalau inget ini 😭. Maka adalah sebuah perjuangan bagi aL4yers sepertiku membuat sebuah postingan di blog 😫.

Aku bahkan pernah menemukan salah satu dosen yang sedang membaca blogku ketika menyerahkan tugas ke kantor. Ingin sekali rasanya menenggelamkan diri atau berteriak sekencang-kencangnya “Woy! Ngapain lu baca-baca blog gueh???” 😠

Ternyata, blogku itu muncul di search engine dengan keyword nama jurusan dan universitas tempatku kuliah. Aku sendiri baru tahu beberapa tahun ke belakang ketika sedang iseng searching tentang akreditasi jurusanku di sela-sela mengerjakan tugas. Huft .

Pada masa itu wajar untuk memiliki lebih dari satu blog, mungkin karena anggapannya blog adalah semacam buku virtual yang bisa dibaca siapa saja, jadi mesti dibedakan menurut jenis dan peruntukannya. Kaya misalnya, blog yang ini untuk curhat, blog yang itu untuk tulisan yang lebih serius dan blog yang satunya lagi untuk tugas-tugas. Padahal ya sebenarnya untuk membedakannya aku hanya perlu memberi label pada tiap postingan 😤

Ketika www.multiply.com memutuskan untuk menutup amal usahanya, aku segera membuat akun blog baru di www.blogspot.com, kemudian di www.wordpress.com, kemudian di www.tumblr.com. Tujuannya cuma satu, membandingkan mana yang lebih cocok untukku. 

Selanjutnya, aku hanya posting ‘sedikit’ saja dan sebisa mungkin tidak tergoda untuk mengklik share button karena terlampau malu kalau dibaca keluarga dan kawan-kawan kepo lainnya. Paling maksimal mencantumkan alamat blog di bio, itu juga dengan notifikasi yang dihapus. Intinya sih masih keki karena dapet promosi gratis di waktu awal kuliah dulu ...

Nggak tahu ya tapi bagiku ini membingungkan , di satu sisi aku ingin sharing tentang kehidupan personalku dengan orang lain, tapi di sisi lainnya aku juga tidak ingin orang lain tahu. 

Beginiqah dilema seorang blogger? 😶

You May Also Like

0 comments

Feel free to leave some feedback after, also don't hesitate to poke me through any social media where we are connected. Have a nice day everyone~