Menu

  • 🌷 Hello ~
  • 📌 Place
  • 🪐 Space
  • 🍊 Taste
  • 🍀 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • 💡 Extra

demilestari

Powered by Blogger.
 

Hello~

Minggu lalu aku nonton trailer film Avengers: Doomsday yang baru aja dirilis, ya Allah... meni asa waas kieu 😁. Tetiba kangen hari-hari nonton film MCU di Ubertos dan makan pecel lele di seberangnya sambil ngobrol 🥲. Ada beberapa trailer yang dirilis, salah satunya berisi momen warga Wakanda dan Fantastic Four kenalan, udah fix join berarti niya. Tapi yang bikinku kepikiran malah bayi yang digendong oleh Steve Rogers, anak siapa itu bwang??? Beri aku penjelasan 😂.

Paska perang antar galaksi memperebutkan batu akik. aku merasa MCU udah nggak asyik lagi. Lebih ke capek aja siya ini mengikuti perjalanan para superhero kerja lembur membangun jembatan menuju Avengers: Doomsday. Apalagi saat nonton serial Loki, melihat infinity stone dibiarkan dia atas meja (bahkan dijadikan pemberat kertas) bikinku cengo. Astagfirullahaladzim... batu-batu itu setara 10 tahun perjalananku nonton MCU loh ya, simpan yang apik napa 🫵🏻😭.

Rekap musuh yang dilawan udah di-spill di awal ya

Sambil menunggu film Avengers: Doomsday dirilis, MCU merilis film Spider-Man: Brand New Day. Aww... gunting pita nih di peresmian jembatan baru 😍. Saat nonton Spider-Man: No Way Home aku mengira ini adalah film terakhirnya Tom Holland sebagai Peter Parker. Karena nggak biasanya film Spider-Man dibikin lebih dari 3 film, Spider-Man versi Tobey Maguire 3 film (Spider-Man 1, 2, dan 3) dan Spiderman versi Andrew Garfield 2 film (The Amazing Spider-Man 1 dan 2).

Jadi, pertanyaannya...

MENGAPA MESTI ADA SPIDER-MAN: BRAND NEW DAY?

Menurut kesusotoyanku mah, karena Peter Parker aka Spider-Man (Tom Holland) mesti membereskan kekacauan yang diciptakannya di Spider-Man: No Way Home, serta membawa X-Men Universe menuju kapal induk MCU. Seperti yang kita tahu, saat bergabung dengan The Avengers doi adalah bocah cerewet yang excited akan peran barunya. Setelah mengalami berbagai pertualangan bersama The Avengers *termasuk Thanos finger snap, kini tibalah saatnya doi transisi.

Yha~ Spider-Man: Brand New Day adalah filmnya Peter Parker.

Biar nanti nggak bingung, kusarankan kalyan nonton film di bawah ini, tapi kalau nggak pun gpp siya.

Captain America: Civil War (2026)
Spider-Man: Homecoming (2018)
Spider-Man: Far From Home (2020)
Spider-Man: No Way Home (2022) 

Oh ya, aku nonton Spider-Man: Brand New Day di NSC Subang setelah ambil obat di rumah sakit, agak gercep siya, kalau kalyan nggak mau kena spoiler silakan di-skip post-nya.

***

Product placement-nya ketara banget, apalagi Samsung dan BMW.
Spider-Man: Brand New Deal 👍🏻

Spider-Man: Brand New Day ini bercerita tentang apa yang terjadi setelah keinginannya Peter Parker (untuk dilupakan) terkabul. Ternyata... life goes on, sedang Peter masih stuck macem lagunya The Script yang The Man Who Can't Be Moved 😅. Untuk timeline-nya menyesuaikan dengan durasi kuliah MJ (Zendaya) dan Ned Leeds (Jacob Batalon) di MIT, jadi ada gap selama 4 tahun yang diisi oleh Peter dengan mantengin social media mereka macem fans militan.

Padahal ya kalau dipikir-pikir mah, dengan warisan Tante May doi bisa kuliah di MIT dan berteman (lagi) dengan mereka. Atau minimal tinggal di tempat yang lebih proper gitu, bukan tenggelam dalam kesepian. Jujur niya, aku penasaran dari mana Peter punya uang secara doi nggak 'terlihat' kerja *netizen julid 😂. Kubilang begini karena Spider-Man versi Tobey dan Andrew mah kismin sampai mesti kerja jadi kurir pizza. Pemerintah New York ada kasih tunjangan superhero atau apa gitu? kepo 🤔.

Selama 4 tahun doi nggak kepikiran healing gitu? Mendaki gunung, menyusuri sungai, merasakan ombak 🫠

Hari-hari yang meranggas lara akhirnya usai saat Peter bertemu dengan Ned dan MJ yang pulang kampung ke New York. Dilema banget yekan... jangankan meluk, mau nyapa aja pikir-pikir dulu niya si Peter 🥲. Kalau di film-film sebelumnya mereka (Peter, Ned dan MJ) susah senang selalu bersama, di film Spider-Man: Brand New Day mereka 'asing'. Menyadari bahwa kenyataan nggak sesuai angan-angan, terjadi lonjakan emosi yang bikin tubuh Peter malfungsi.

Ada momen di mana Peter nggak bisa mengontrol pikiran dan tubuhnya, yang mana bikin E. V. (AI macem Jarvis yang mengkoneksikan kostum dan PC-nya) khawatir. Peter bahkan bertemu dengan rang-o-rang yang entah mengapa menyentil keputusannya. Kukira itu adalah proyeksi alam bawah sadarnya untuk bisa menerima kenyataan, eh ai pek teh ada musuh baru yang bisa mengontrol pikiran dari jarak jauh yakni Jean Grey (Sadie Sink). Assalamuaikum warga... izin join di grub ya 🙏🏻.

Tiba-tiba ngelindur bikin kepompong

Seperti Spider-Man, Jane Grey ada beberapa versi yang populer, salah duanya adalah versi boomer Famke Janssen (X-Men trilogy, X-Men Days of future Past) dan versi millenials Sophie Turner (X-men: Apocalypse,Dark Phoenix). Di X-Men universe, Jean Grey termasuk mutan omega (level tinggi) namun kisah cintanya agak hadehhh... 🥹. Udah bener sama Scott Summer (Cyclops), eh malah kecantol Wolverine (Logan), mana Professor X (Charles Xavier) diam-diam naksir pula. Dengki aku ih 😂.

Aku pun penasaran apakah MCU akan me-reset karakter Jean Grey atau dibiarkan sesuai template. Terhitung udah 3 kali Jean metong di X-Men universe, yang artinya udah 3 kali juga aku nangis bombay 🥹. Di X2 Jean mengorbankan diri demi menyelamatkan manteman, di X-Men: Last Stand Jean terpaksa dieksekusi oleh Logan dan di Dark Phoenix Jean kembali ke haribaannya. Nah, di Spider-Man: Brand New Day, Jean mengobrak abrik Damage Control demi mencari V-Max.

Kewren wey 😍

Damage Control ini konsepnya ala-ala Justice League yang memberdayakan penjahat menjadi penjahit biar bisa dimanfaatkan oleh pemerintul. Scene perkelahian antara Spider-Man dan The Hand mantips pisan wey, terutama koreografi panjat pinangnya 🧑🏻‍🍳💋. Mengingatkanku pada Red Ninja's di G. I. Joe: Retallion, eh kalyan udah nonton belum? Dan scene Spider-Man mengeluarkan jaring laba-laba ala air mancur tuh ada rasa-rasa Shang-Chi-nya dikit.

Sejujurnya formula yang dipake di film Spider-Man: Brand New Day termasuk usang siya.

Ada musuh menyerang - superhero dan pemerintul bersatu melawan musuh - musuh kasih 'clue' - superhero dan musuh bersatu melawan pemerintul

Makanya begitu Jean ngomong "Sara" sebelum pingsan, ah udah pasti ini mah gini deh ceritanya, nanti si ini gini, nanti si itu gitu 😅. Back story-nya Sara Grey memang klise namun plot twist-nya sungguh warbyasa, bikinku tertawa sekaligus meringis 🥹. Sepanjang durasi aku menebak-nebak apa itu V-Max namun entah mengapa yang nyangkut di kepala malah Vecna Max mulu 😂 #randomcrossover. Mana di ending ada scene doi naik bis melewati hutan, balik ke Hawkins yuteh? 😁.

Kalau gini mah nggak kenaleun

Di antara semua manusia yang ada di dunia benarkah nggak ada seorang pun yang mengingat Peter? Iya. karena Hulk aka Dr. Bruce Banner (Mark Rufallo) mah bukan manusia 😅. Demi keselamatan bersama, Dr. Banner bikin inhibitor untuk mengontrol kekuatannya, Peter bikin versi sachet-nya. Kalau melihat fungsinya sih kuyakin kelak inhibitor ini akan jadi sumber pertikaian antara para mutan dan pemerintul macem yang terjadi di X-Men Days of Future Past. 

Mungkin karena udah lama nggak rewatch filmnya MCU aku lupa sebesar dan seganas apa si Hulk teh. Daya hancurnya ngeray, tapi cucok sih kalau doi mau switch career jadi tukang ngeprukin tembok mah 😅. Kupikir salah satu alasan mengapa Hulk muncul di film Spider-Man: Brand New Day adalah untuk mengingatkan Peter bahwa: there always a monster inside us. Dan sebagai inang, mau nggak mau kita (mereka maksudnya 😁) mesti menerimanya.

Tektokannya OK

Di rentang 4 tahun ternyata Peter punya bestie dongs, yakni Frank Castle aka The Punisher (Jon Berthal). Aku belum nonton serialnya ya, makanya begitu doi ngobrolin Staten Island daku gagal faham. Apakah ada scene penting yang terlewat? Saking penasarnnya aku sampai googling, ternyata memang nggak ada, Staten Island hanya cerita personal antara Frank dan Peter layaknya Budapest antara Natasha Romanoff aka Black Widow (Scarlett Johansson) dan Clint Barton aka Hawkeye (Jeremy Reiner).

Saat MJ bilang "I don't love you" otakku auto nambahin "like I did yesterday..." 🤣 iyadeh si paling emo pada masanya 🫠. Kalau dinding elektromagnetik Jean bisa bikin rang-o-rang kembali mengingat Peter, seharusnya ini adalah saat yang tepat bagi Peter untuk me-recall memori MJ dan Ned. Mon maap niya duhai segenap warga yang tetiba bikin kapal, kalyan tahu nggak Jean tuh rada red flag? 🫣. Tyda pernah terbayangkan euy si Peter bakal kecantol Jean, bisa-bisa fanbase rarungkad wkwk.

Udah ditolak terus minta dianter pulang tuh gimana konsepnya 😂

Scene favorite-ku ofkors adalah footage kota New York di ending, terasa hidup dan hangat 😍. Scene favorite kalyan apa? Aku cukup mengikuti film MCU namun nggak senior banget yaini, aku cuma suka nonton dan vibing the hype aja. Makanya nggak masalah juga kalau kelewat nonton film dan serialnya, paling bingung aja mengapa begini mengapa begitu 😅.

Kalau kalyan berminat rewatch atau melengkapi ceklis yang masih bolong sebelum Avengers: Doomsday, kusarankan nonton sesuai urutan tahun rilis. 

Untuk post yang terkait dengan film MCU bisa dibaca di sini ya:

Doctor Strange (2017) review 
Thor: Ragnarok (2017) review 
Avengers: Infinity War (2018) review 
Deadpool 2 (2018) review 
Captain Marvel (2019) review 
Avengers: Endgame (2019) review 
Wandavision (2021) review 
Spider-Man: No Way Home (2022) review
Doctor Strange in The Multiverse of Madness (2022) review
Wakanda Forever (2022) review
Guardians of The Galaxy vol. 3 (2023) review
Deadpool & Wolverine (2024) review

Spider Tracker 🕸️

***

Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Annyeonghaseyo yeorobun...

Udah nonton drakor apa di semester 1 ini? Adakah rekomendasi drakor yang OK? So far... aku nonton banyak drakor namun hanya sebagian yang berhasil kuselesaikan, feel-nya nggak dapet euy... apalagi kalau udah ada potongan scene-nya di TikTok. Syebal syekali ya... Anyway, ada beberapa drakor yang kutonton secara marathon saking nggak bisa di-skip-nya 😁.

Sejujurnya aku kangen era drakor hura-hura dengan plot cetek dan cast yang gemash 😍. Drakor era jigeum mah plot-nya lapis legit, apalagi yang genre-nya kriminal dan politik, wadududuh... Tapi memang siya, dari dulu drakor Korea tuh apik, produksinya mantips dan marketing-nya nggak takut bakar wang. Indonesia juga pernah kok punya drama yang OK cuma stasiun TV-nya malah bangkrut 😂.

Di bawah ini adalah post recap drakor yang kutonton sejak tahun 2020, silakan dibaca kalau kalyan butuh referensi atau kelewat gabut nungguin post baru 😉. Perlu diingat, bagimu taste-mu bagiku taste-ku, selera kita bisa aja sama bisa aja nggak. Feel free to skip ya...

RECAP DRAKOR 2020
RECAP DRAKOR 2021
RECAP DRAKOR 2022
RECAP DRAKOR 2023 part 1
RECAP DRAKOR 2023 part 2
RECAP DRAKOR 2024 part 1
RECAP DRAKOR 2024 part 2
RECAP DRAKOR 2025 part 1
RECAP DRAKOR 2025 part 2

***

Di bawah ini adalah list drakor di semester 1, yang kususun berdasarkan waktu nonton. Here we go...

TYPHOON FAMILY (2025)

tvN | 16 episodes
⭐⭐⭐⭐✩

Bercerita tentang perjuangan Kang Tae-poong (Lee Jun-ho) mempertahankan Typhoon Trading paska bapake Kang Jin-young (Sung Dong-il) meninggal. Bukan hal mudah tentcunya, mengingat di tahun 1997 asia terkena krisis ekonomi yang bikin perusahaan pada gulung tikar. Untungnya ada Oh Mi-seon (Kim Min-ha) yang membantu Tae-poong meng-handle Typhoon Trading.

Kalau kalyan suka drakor from zero to hero, yang main character-nya struggle banget menggapai mimpi macem Itaewon Class, kurasa kalyan akan suka Typhoon Family ini. Setting-nya memang jadul siya namun ceritanya mantips, realistis (dengan situesyen saat itu) dan menghangatkan hati. Awal nonton kita dibikin gregetan karena Tae-poong kalah mulu, slow but sure... kekalahannya ini yang mengantarkannya pada kemenangan.


PRO BONO (2025)

tvN | 16 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang seorang jaksa ambis dan narsis bernama Kang Da-wit (Jung Kyung-ho) yang mesti mengundurkan diri karena terlibat kasus penyuapan. Atas rekomendasi Oh Jung-in (Lee Yoo-young) doi pun bergabung di firma Oh & Partners sebagai pengacara publik yang mengerjakan berbagai kasus non profit. Timnya beranggotakan Park Gi-ppeum (So Ju-yeon), Jang Yeong-sill (Yoon Na-moo), Yoo Nan-hui (Seo Hye-won) dan Hwang Jun-u (Kang Hyoung-suk).

Tadinya aku malasan nonton karena genre jaksa-pengacara-terdakwa mah udah banyak, namun seiring waktu aku bisa menikmati Pro Bono. Alur ceritanya satset, timnya effort banget dan kasusnya up to date jadi nggak bosan nontonnya. Kalau kalyan nonton Pro Bono tanpa di-skip pasti pasti udah ngeh nih siapa yang sedekat itu dengan Kang Da-wit sampai tahu 'rahasianya'.


CAN THIS LOVE BE TRANSLATED? (2026)

Netflix| 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Joo Ho-jin (Kim Seon-ho) seorang multi interpreter yang bergabung dalam reality show berjudul Romantic Trip yang dibintangi oleh Cha Mu-hee (Go Youn-jung) dan Hiro Kurosawa (Sota Fukushi). Sebelumnya Joo Ho-jin pernah bertemu dengan Cha Mu-hee yang saat itu jadi skuter, setelah itu life goes on yekan... namun kemistri mereka ternyata masih ketinggalan di Jepang 😁.

Intinya mah, Can This Love Be Translated tuh adalah perjalanan Joo Ho-jin dan Cha Mu-hee menyamakan 'bahasa' mereka, ini cinta ya, bukan coding *ytta 😅. Sejujurnya aku waswas Go Youn-jung kurang cocok dipasangkan dengan Kim Seon-ho karena hobinya yang ngang ngong ngang ngong bengong, ternyata cocok-cocok aja siya *ah dengki 😂. Aku suka setting-nya yang pindah-pindah negara, sungguh sangat memanjakan mata.


THE ART OF SARAH (2026)

Netflix | 08 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang kehidupan ganda yang dijalani oleh Sarah Kim (Shin Hye-sun), seorang pengusaha sekaligus sosialita misterius. Suatu hari ditemukan mayat tanpa identitas di gorong-gorong mall, satu-satunya petunjuk hanyalah tas Boudoir yang dibawanya. Detektif Park Mu-gyeong (Lee Jun-hyuk) yang melakukan penyelidikan akhirnya menemukan berbagai kejanggalan antara Sarah Kim dan Boudoir.

Maafkan daku wahai drakor mania (mantap!) meski review-nya OK dan drakornya memang OK, aku kurang sreg euy dengan desain tas Boudoir yang agak norce kumaha kitu. Mungkin karena pemilihan buckle dan aksesorisnya too much jadi kurang bisa kasih impresi 'ini tuh tas mahal yah', sebagai desainer tentcunya aku berharap 'lebih' dongs. Kalau kalyan adalah bala-balanya Shin Hye-sun, plis... jangan sampai melewatkan The Art of Sarah ini.


UNDERCOVER MISS HONG (2026)

tvN | 16 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Hong Keum-bo (Park Shin-hye), seorang supervisor di lembaga keuangan, let's say... OJK-nya Korea yang memutuskan untuk melamar di perusahaan yang selidikinya. Karena batas usia, doi menggunakan identitas adiknya, Hong Jang-mi (Yuna) yang berusia 10 tahun di bawahnya. Untuk memuluskan rencananya, doi tinggal di mess bersama Go Book-he (Ha Yoon-kyung), Kang No-ra (Choi Ji-su) dan Kim Mi-seok (Kang Chae-young).

Sumvah, udah lama banget rasanya aku nggak menemukan drakor semenyenangkan ini, Park Shin-hye effect kali ya 😍 Meski plot-nya mah mirip-mirip dengan drakor lain, eksekusinya cucok dan ceritanya cukup fresh untuk era 1990an. Aku suka expired romance-nya Hong Keum-bo dan Shin Jung-woo (Ko Kyung-po), yaudah sih kalau nggak cocok nggak usah lanjut 😁. Oh ya, plot twist buku besarnya nya bikin ngakak wkwk.

PHANTOM LAWYER (2026)

tvN | 16 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang I-Rang (Yoo Yeon-seok), seorang pengacara muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Doi pun nekat menyewa kantor dan membuka firmanya sendiri, ternyata dulunya kantornya merupakan tempat praktek dukun. Sejak saat itu I-Rang mulai kedatangan klien lintas dimensi yakni para hantu gentayangan. Setelah beberapa kali bersinggungan, Han Na-hyeon (Esom) akhirnya bergabung di firmanya I-Rang.

Phantom Lawyer ini agak lawak siya apalagi kalau ada iparnya, untungnya mereka coy banget saat menghadapi kasus para hantu. Selama nonton aku penasaran, I-rang dan Han Na-hyeon digaji apa nggak sih? 🤔. In this economic gitu loh... Sewa kantor pake wang bukan pake daun. Tapi yaudalaya... yang penting kita semua terhibur dengan tingkahnya I-rang saat kesurupan 😂.


PERFECT CROWN (2026)

tvN | 12 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang percintaan antara pangeran I-An (Byeng Woo-seok) dan owner skincare Castle Beauty, Seong Hui-ju (IU). Hubungan antara bangsawan dan rakyat jelita ini sempat ditentang namun berakhir manits, sayangnya intrik kerajaan yang pelik bikin hubungan mereka berada di ujung tanduk. Duo galau ibu suri Yoon Yi-rang (Gong Seung-yeon) dan Min Jeong-woo (Noh Sang-hyun) nggak berhasil bikinku deg-degan, yang ada malah cringe... cringe... cringe... ada sepeda 🫠.

Awal nonton aku smangats tyada duwa, eh begitu Min Jeong-woo confess ke Hui-ju langsung ilfil hamba, aimane... kenapa nggak dari dulu 😓🔨. Kagak faham mengapa istana nggak punya pemadam api padahal sebelumnya udah pernah kebakaran. Kupikir alasan sebenarnya mengapa Perfect Crown kena hujat adalah episodenya kurang banyaakkkk 😁. Ending-nya terlalu satset dan kentang, minimal 16 episodes atuh laya.


THE WANDERFOOLS (2026)

tvN | 8 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Eun Chae-ni (Park Eun-bin), Kang Ro-bin (Im Seong-jae) dan Son Kyng-hoon (Choi Dae-hoon) yang tetiba berubah jadi mutan paska menyerap limbah rekayasa genetik di saluran pembuangan. Setelah 20 tahun Lee Woon-jung (Cha Eun-woo) kembali ke Hwasong dan menyelidiki kejadian yang menimpanya, tanpa doi sadari 'keluarganya' nggak pernah pergi dari sana.

Kalau kalyan butuh tontonan ringan yang menghibur, kayan bisa coba nonton Wonderfools ini. Ada aja kelakuan mereka yang bikin ngakak mana pada berisik mulu, sangat nggak meyakinkan untuk jadi super hero. Eh, justru karena ini mereka dinamai Wonderfools. Credit di ending tentcunya bikin kita ngarep banget Wonderfools lanjut ke season 2.


THE LEGEND OF KITCHEN SOLDIER (2026)

tvN | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Kang Seong-jae (Park Ji-hoon) yang sedang mengikuti wamil, karena keadaanya yang kurang stabil doi ditransfer ke post Ganglim. Kang Seong-jae pun ditugaskan di bagian dapur dengan Yoon Dong-hyun (Lee hong-nae) nggak ada bakat masak. Sejak saat itu game Cook's Path muncul terus di hadapannya, doi pun akhirnya mengikuti memainkan Cook's Path dan mengasah skill di dapur.

Kalau kalyan suka drakor lebay macem Bon Apettitte Your Majesty atau Mr. Queen, plis nonton The Legend of Kitchen Soldier ini. Ya Allah aku ngakak banget ngetawain suling tulang iganya 🤣, dibayar berapa yu bwang selebrasi begini? Selama ini kukira oknum halodek hanya ada di Indonesia, ternyata di Koriya juga ada. Saking populernya, ompreng MBG dijadiin merchandise dongs 😂.

MY ROYAL NEMESIS (2026)

SBS | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang seorang selir bernama Kang Da-sim (Lim Ji-yeon) yang tetiba terbangun di masa depan sebagai Shin Seo-ri, seorang figuran yang mengejar mimpinya menjadi aktris. Di dunia baru ini doi dipertemukan lagi dengan Cha Se-gye (Heo Nam-jun) dan Choi Moon-do (Jang Seung-jo). Tadinya kukira konsepnya My Royal Nemesis ini adalah time travel, ternyata time paralel 😱.

Kukira romcom yang mempersatukan 3 orang bengis ini akan membosankan, ternyata malah kocak. Memang ya ada plot hole, namun masih bisa ditambal oleh akting para aktor dan aktrisnya. Sumvah, Cha Se-gye kuat iman banget menghadapi kelakuannya Shin Seo-ri yang pi-ilfil-eun sejujurnya sebagai penonton aku sering merasa malu sendiri nontonin mereka 🤣🤣🤣.


TEACH YOU A LESSON (2026)

Netflix | 10 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) yang hadir atas keresahan akan nasib para pengajar di Koriya. Selain berusaha mengambalikan marwah para pengajar, mereka juga membantu sekolah menangani masalah para siswanya. BPHP ini ada di bawah menteri pendidikan, dengan pelaksana: Na Hwa-jin (Kim Mu-yeol), Im Ha-rim (Jin Ki-joo) dan Bong Geun-dae (Pyo Ji-hoon).

Di antara semua episode tentcunya yang paling bikin gregetan adalah episodenya bu guru TK, kuyakin manteman (terutama yang nyemplung di dunia pendidikan) relate banget. Kalau kalyan ada waktu mending nonton, insya Allah ikut gregetan. Oh ya, Teach You a Lesson ini satu universe dengan Study Group dan Friendly Rivalry.


***
Pictures were taken from Asianwiki website 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

How was your day? Mine wasn't good at all... 😶

Aku nggak jadi nonton Para Perasuk karena sesi fisioterapiku selesai sebelum jam 12 (jarang-jarang yekan) yang mana nggak match dengan jadwal tayang filmnya. Bisa sih nunggu dulu, namun aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena kanjeng mami tantrum gegara aku nggak pamit pergi tadi pagi 😅. Yaudalaya... Sampai di rumah aku menyerahkan upeti 1 cup buah segar dan 1 cup bubur sumsum, mohon diterima nyi... 🙇🏻‍♀️.

Malamnya aku nonton Memories of Murder-nya Bong Joon-ho yang udah masuk watch list-ku sejak entah kapan.

Sejujurnya selama nonton aku merasa ada janggal, macem: kok ceritanya nggak kaya di review rang-o-rang ya? apakah aku kurang teliti baca review-nya? Kenapa doi malah pikun? Ini Song Kang-ho kapan keluarnya? Dari tadi yang muncul Kim Nam-gil mulu 🤔.


Setelah film berakhir biasanya aplikasi akan kasih rekomendasi film sejenis yekan. Salah satu film yang direkomendasikan adalah Memories of Murder, lahhh... bukannya aku barusan nonton ini ya? Kenapa direkomendasikan? 🤔. Setelah kucek tenyata film yang kutonton adalah Memoirs of A Murderer, hahahanjirrr... Bisa-bisanya salah baca judul film 🫵🏻😭, mana nonton sampai selesai pula *puk-pukin diri sendiri.

Meski bitter, aku mesti mengakui Memoirs of A Murderer ini sangat worth to watch apalagi kalau kalyan suka tontonan ber-genre psychological thriller. Mantips 👍🏻. Sepanjang durasi kita dibikin bingung karena persepsi kita bagai di-ping-pong, mantul sana mantul sini. Batas antara kenyataan dan imajinasi beda tipis coy makanya gregetan mulu 😯. Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Memoir of A Murderer


***

Memoirs of A Murderer adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul A Murderer's Guide to Memorization karya Kim Young-ha yang dirilis pada tahun 2013. Bercerita tentang mantan pembunuh berantai bernama Kim Byeong-soo (Sul Kyung-gu) yang berusaha melindungi Kim Eun-hye (Kim Seol-hyun) dari Tae-joo (Kim Nam-gil) yang diyakininya sebagai pembunuh berantai.

Filmnya sendiri dibuka dengan scene mobil Kim Byeong-soo dan Tae-joo yang bertabrakan saat hujan di hutan. Tanpa sengaja Kim Byeong-soo melihat kantong mayat di bagasinya Tae-jo. Sebagai mantan pembunuh berantai tentcunya insting Kim Byeong-soo langsung menyala yekan 📶, dan begitu melihat Tae-jo doi langsung merasa terkoneksi. Gils... apakah ini saatnya sertijab? 🤔.


Kim Byeong-soo dan Kim Eun-hae tinggal di sebuah kota kecil di kaki gunung, setelah pensiun Kim Byeong-soo membeli kebun bambu dan menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. Mereka hidup adem ayem hingga suatu hari kota kecil mereka digemparkan oleh kasus pembunuhan beruntun. Sayangnya, karena keterbatasan SDM dan teknologi kepolisian belum bisa memecahkan kasus-kasus tersebut.

Sebagai pembunuh berantai insyaf *ceunah, Kim Byeong-soo melaporkan temuannya dan meminta Byeong-man (Oh Dal-su) menyelidiki Tae-joo. Sebagai kepala kepolisian tentcunya Byeong-man nggak bisa menahan Tae-joo begitu aja. Yang pertama, doi adalah child fruit-nya di kantor. Yang kedua, nggak ada barang bukti. Yang ketiga, Kim Byeong-soo mengidap alzheimer.



Bayangkan, yu disuruh rang pikun menahan child fruit bermodal insting, apa nggak puyeng tuh pak kepala diteror 'udah belum nangkepnya?' 😅. Sadar bahwa laporannya 'kurang dianggap' Kim Byeong-soo berusaha membuktikan bahwa Tae-joo adalah seorang pembunuh berantai. Alih-alih jadi pembunuh berantai, yang ada Tae-joo malah jadi pacarnya Kim Eun-hae, makin kelabakan aja yekan bapake yang satu ini 😁.

Nah, di momen ini aku meraba-raba, apakah Tae-joo sebenarnya memory slip-nya Kim Byeong-soo? Atau pure sebel aja Tae-joo pacaran dengan Kim Eun-hye makanya bikin doi menuduhnya jadi pembunuh berantai? 🤔. Jujur, aku merasa Kim Byeong-soo udah terlalu renta untuk kembali ke khittoh-nya sebagai pembunuh, pikawatireun pisanlah pokona mah.



Slow but sure, Tae-joo yang tadinya objek berubah menjadi subjek. Sialnya, satu-satunya yang sadar Tae-joo memanipulasi keadaan hanyalah Kim Byeong-soo (dan kita tentcunya 😉). Masalahnya, siapa yang akan percaya rang pikun? Di sini aku cuma bisa melongo karena transisi antara pov-nya Kim Byeong-soo dan Tae-joo sungguh sangat smooth. Daebak!

Oh ya, A Memoirs of A Murderer ini adalah tipikal fim slow burn, that's why kalyan mesti sabar menunggu sampai... film berakhir. Nggak deng. Minimal sampai Tae-Joo fix jadi pembunuh berantai dan semua imajinasinya Kim Byeong-soo menjadi kenyataan. Well... Aku nggak akan nge-spill ending-nya karena kalyan harus nonton sendiri untuk merasakan apa yang kurasakan 😂.



Sejujurnya, setelah nonton Memoirs of A Murderer ini aku mengalami moment of silence (selain karena salah pilih judul film 😅) sebab pikiranku terlanjur diacak-acak oleh si tuwa bangka Kim Byeong-soo. Tapi ya.. Aku udah di tahap nggak sanggup marah karena karena judul novelnya memang A Murderer's Guide to Memorization 🥲. Kalau kalyan suka film dengan twist lapis legit kurasa kalyan mesti nonton Memoirs of A Murderer ini.

Ingat ya, Memoirs of A Murderer.

***

Pictures were taken from IMDb website
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Aku ingin kalyan tahu hari ini aku nonton Project Hail Mary 😭😭😭.

Tadinya aku ingin menikmati weekend (yang udah terasa bagai weekday 😅) dengan sans karena Widy main ke Bandung dan mama menginap di rumah mbah. Dipikir-pikir gabut juga ya hamba 😁 sambil ngemil kue sisa ramadan aku ngecek akunnya NSC kali aja ada film yang OK untuk kutonton seteleh fisioterapi. Eh, Project Hail Mary udah ada dongs... kuy markinton! Menimbang sore mah biasanya hujan aku nonton di jam siang, buseddd... panas pisan di luar 🫠.

Project Hail Mary ini adalah film sci-fi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Andy Weir yang juga menulis The Martian. Eh, udah pada nonton belum? Project Hail Mary terlambat masuk ke Indonesia karena terhalang Idul Fitri makanya kita nggak bisa vibing the hype bareng 🥲. Alasanku gercep nonton Project Hail Mary tuh karena khawatir filmnya keburu turun layar, dan menyesal aja gitu dulu nggak nonton Interstellar di bioskop 🥹.

***

Project Hail Mary bercerita tentang misi menyelamatkan bumi yang disebabkan oleh meredupnya matahari. Tanpa matahari umat manusia akan kesulitan bertahan hidup entah karena supply chain makanan yang terganggu, perpecahan dan perebutan sumber daya, perubahan iklim atau ancaman wabah. Para ilmuwan tentcunya nggak tinggal diam dongs, mereka bekerja keras menemukan solusi agar matahari tetap bersinar 🌞.

Para ilmuwan menemukan bahwa ada garis infra merah yang terbentang antara matahari dan planet Venus (garis Petrova). Ternyata garis infra merah itu adalah mikro organisme asing yang memakan energi dan radiasi elektromagnetik, kelak dinamai astrophage. Hanya ada satu bintang di tata surya yang nggak terpengaruh oleh astrophage yakni Tau Ceti, karenanya uni eropa bikin proyek Hail Mary yang bertujuan untuk menemukan alasan mengapa hanya Tau Ceti yang 'selamat' 🤔.

Ada kuda nggak di luar angkasa? *ytta

Makanya ke Tau Ceti dongs 😅

Ryland Grace (Ryan Gosling) adalah seorang ilmuwan biologi molekuler yang shifting career menjadi pengajar di SMP, suatu hari Eva Stratt (Sandra Hullër) 'mampir' dan memintanya untuk bergabung di proyek Hail Mary. Doi bertugas mempersiapkan Martin Dubois (Malachi Kirby) dan Annie Sapiro (Liz Kingsman), sayangnya terjadi masalah yang bikin Grace mesti menggantikan mereka ke Tau Ceti bersama Yao Li-jie (Ken Leung) dan Olesya Ilyukhina (Milana Vayntrub).

Saat terbangun Grace mendapati Yao dan Ilyukhina meninggal dalam perjalanan, ada fase denial dulu dongs ya... Bayangkan, betapa bitter-nya Grace... dipaksa pergi, sendiri di luar angkasa, jauh dari mana-mana, udah gitu mesti kerja 😂. Karena jarak bumi dan Tau Ceti yang panjang (± 4 tahun) bahan bakarnya hanya cukup untuk pergi aja. Makanya ada scene Yao dan Ilyukhina saling nge-spill gimana mereka akan mengakhiri proyek Hail Mary.

Yawla... Gini banget ya hidup 😭

🤣🤣🤣🤣🤣

Menyadari bahwa doi adalah harapan umat manusia yang tersisa, ceilahhh... 👩🏻‍🎤 Grace akhirnya back on the track. Saat mengamati garis Petrova, Grace menyadari bahwa ada makhluk lain selain dirinya di sana. Sumvah scene mereka main benteng-bentangan tuh kocak banget deh 😂, macem mau kemana nih? Ayo... Ayo... Hadapi aku 🤣. Pun scene kirim-kirim santet paket antar pesawat, astaga... sungguh sangat su'udzhon 😭.

Jujur, ada untungnya aku belum baca buku Project Hail Mary, udah degdegan aja niya khawatir Grace akan berhadapan dengan alien predator macem yang udah-udah. Ternyata malah lenong 🤣🤣🤣... Rocky (tanpa Gerung dongs) adalah alien dari planet Eridian, bentukannya berbatu-batu namun bergerak seperti laba-laba. Yang mana mengingatkanku pada pokemon Geodude yang berevolusi jadi Graveler.

Bayangkan... Tidur sambil diliatin 😁

Kebersamaan Grace dan Rocky di simulator 

Seperti Grace, Rocky adalah yang terakhir di krunya. Bisa dimengerti laya mengapa Rocky begitu excited menjalin hubungan diplomatik antar galaksi 😆. Puluhan tahun dalam keheningan gitu loh, syukur nggak gila 😅. Yha~ namanya juga luar angkasa... tentcunya ada banyak moment of silence yang terasa mencekam dan mengerikan. Nggak mungkin yekan tetiba ada mang nasgor lewat di jendela kokpit pesawat macem di jendela kampus 🥲.

Perlu kalyan tahu, scoring-nya Project Hail Mary ini juwara ya... sungguh sangat menggugah sanubari 🥰. Kukira komposernya Hans Zimmer, ternyata Daniel Pamberton. Aku suka saat Stratt yang (biasanya) kaku kek kanebo kering menyanyikan Sign of Time-nya Harry Styles, hadudu manitsnya... 😍. Pemilihan Two of Us-ya The Beatles juga cucok untuk mengiringi Grace dan Rocky yang bekerja keras demi bisa pulang kampung.

Kacamata yu viral bwanggg...

Living for the moment... Sebelum kerja keras bagai kuda
*lah kesebut lagi 😅

Untuk Rocky, tim produksi memilih mengunakan animatronik macem di film Jurassic Park dan E. T. . Jauh sebelum ada CGI dan AI, kita pernah mengalami era puncak craftmanship dalam film, dimana setting dan property dibikin secara tradisional. It's so damn good. Secara teknis animatronik agak merepotkan namun feel-nya lebih dapet. Kenapa kita nggak melakukannya lagi?.

Kebetulan Project Hail Mary ini dirilis berdekatan dengan misi Artemis II yang berhasil mengelilingi bulan, beneran to the moon and back... 😁. Syudah bisa ditebak ya... fyp-ku isinya gantian antara Project Hail Mary dan Artemis II, aku sih yes ya... mengingat sejauh apa usaha manusia untuk melampaui batas semesta. Di tengah pergolakan tambang minyak dan cup plastik yang mehong, berita tentang misi Artemis II tentcunya berhasil ngademin pikiranku 😆.

From this 

To this 

Menurutku Project Hail Mary ini adalah a complete package of cinematic experience, saking terpukaunya aku sampai lupa minum 😅. Alur ceritanya asyik, twist-nya lapis legit, editing-nya smooth dan flashback-nya pun nggak clingy. Ryan Gosling bonus laya 😁. Beberapa bulan yang lalu aku nonton Barbie, makanya ngeh banget koreografinya doi saat bertemu dengan Rocky, bersyukr nggak ada kuda di luar angkasa 😭.

Scene favorite-ku tentcu adalah saat Grace ada di garis Petrova, dimana astrophage berkelap kelip macem kunang-kunang, absolut cinema ✨👌🏻 . Yha~ kurasa ini favorite scene sejuta umat siya 😁.  Selama nonton hatiku berisik, bangsaaddd... memang harus nonton di IMAX ini mah hahahasyeuummm.... 🫵🏻😭. Kalau kalyan ada waktu dan kebetulan Project Hail Mary masih tayang, kuy geura nonton...

📌Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.

***

Di bawah ini adalah list film yang menurutku masih satu universe dengan Project Hail Mary, mungkin bisa masuk watch list kalyan.

Gravity (2013)
Interstellar (2014) 
The Martian (2015)
The Arrival (2016)
The Silent Sea (2021)





•••
If you like my writing, send me some ❤️ to cheer me up.
•••
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

Hello~

Gimana hari pertama back to reality? Udah semangats cari wang atau masih holiday blues? 😁. Aku melalui hari pertama back to reality dengan cukup seru, yha~ meski udah nggak kerja kantoran aku mesti ke rumah sakit karena ada jadwal fisioterapi. Udalaya... intinya, hari pertama poliklinik buka paska liburan lebaran tuh hectic tyada duwa 🥺, semuanya bercampur jadi satu sampai aku kepikiran untuk pulang ke rumah 😆.

Menimbang situesyen di ruang tunggu yang kurang kondusif (saking penuhnya cuma bisa berdiri) aku memutuskan untuk caw ke bioskop sebelah 😁. Di Subang ada 2 bioskop yakni Sams Studio dan NSC, yuyur... kalau nggak searching kepanjangan dari singkatan NSC aku nggak percaya doi masih ada hubungan dengan Cineplex *maap *tapi pemilihan namanya memang kurang meyakinkan sih 😅. Let's say, NSC adalah Cineplex-nya warga kabupaten.

Fyi, lokasi NSC ini ada di lantai 2 main entrance Planet Waterboom, sayangnya nggak disabilitas friendly karena pake tangga biasa. Studio-nya nggak jauh berbeza dengan studio pada umumnya, yang membedakan ukuran studio-nya lebih minimalis, kita bahkan bisa mendengar suara 'psssttt' pengharum ruangan dengan jelas 😂. Harga tiketnya standar siya tapi udah termasuk minuman (bisa pilih Fruit Tea, Teh Botol *versi kotak atau Le Minerale) 😍.

Saat kucek, hanya ada 2 film di jadwal terpagi yakni Na Willa dan Danur: The Last Chapter. Syudah bisa ditebak ya, aku nonton Na Willa. Tadinya aku khawatir akan nonton sendirian karena anak-anak udah pada masuk sekolah, ternyata masih ada remaja yang belum masuk sekolah. Sejujurnya aku happy mereka lebih memilih nonton Na Willa ketimbang nonton Danur: The Last Chapter. Eh, apa mereka salah masuk studio gitu ya? 🤔.


***

Aku tahu Na Willa ini dari komunitas buku yang kuikuti di media sosial, nggak beli bukunya karena merasa nggak akan relate dengan alur ceritanya. Turns out, setelah tahun lalu merilis Jumbo, Ryan Ariandhi tetiba nge-spill proyek terbarunya. Tadinya kukira doi akan melanjutkan proyek DPKS DWS (dipaksa dewasa) eh ternyata Na Willa dongs 😍.

Fun fact, aku dulu follow doi karena pernah jadi bestie-nya Raditya Dika di Malam Minggu Miko *alumni Jigoku Ramen detected 😂.

Well... tahun ini line up film liburan lebaran terasa lebih variatif ya, nggak melulu film horor pendulang pundi-pundi 🤑. Kalau kalyan ingin seseruan bisa nonton Danur: The Last Chapter dan Santet: Dosa Di Atas Dosa. Kalau kalyan ingin meluapkan emosi bisa nonton Tunggu Aku Sukses Nanti atau Senin Harga Naik. Kalau kalyan ingin quality time bersama bocil bisa nonton Na Willa atau Pelangi di Mars.

Media sosial tentcunya menyuapi egoku yang menikmati konten promosi Na Willa, so far review-nya pada bagus. Salah satu hal yang bikinku merasa 'fix, harus nonton nih' adalah saat melihat rumahnya Na Willa yang supa dupa kyutaaa... aku juga mau. Thanks to Living Loving yang udah meliput dan kasih sekecup bts-nya 😁. First impression-ku... cantik dan eye pleasing, cucoklah untuk visual person kek kita-kita hehe.

Eh iya, biar nggak kelamaan intro-nya, marki-view filmnya...


CERITA YANG BIKIN NOSTALGIA

Film Na Willa in bercerita tentang kehidupan masa kecil Na Willa (Luisa Adreena) saat tinggal di gang Krembangan Surabaya di tahun 80an. Sebagaimana bocil pada umumya, Willa punya bestie kentel bernama Farida (Freaya Mikhayla), Bud (Arsenio Rafisqy) dan Dul (Azamy Syauqi). Mereka semua hidup bertetangga dan tumbuh bersama, konflik dimulai saat mereka memasuki usia sekolah.

Orang tua Na Willa, Pak (Junior Liem) dan Mak (Irma Novita Rihi) sepakat untuk mengajari Willa di rumah sebelum siap melepasnya ke jenjang pendidikan yang lebih formal. Saat satu persatu geng Krembangan mulai sekolah Mak mulai merasa gamang, di satu sisi Mak belum siap melepas Willa sedang di sisi lain Mak sadar bahwa Willa harus sekolah. Menurutku, di film ini yang paling bagus perkembangan karakternya adalah Mak.

Scene Na Willa membongkar radio bikinku senyum sendiri teringat dulu aku pernah mengira orang tuaku memelihara liliput di dalam televisi 😂. Kukira liliput-liliput itu punya space tersembunyi di dalam televisi untuk tidur, makan dan mandi. Makanya aku bolak balik mengecek televisi dari berbagai sisi dan mencoba mengintip dari sela-sela lubangnya. Ternyata memang kosyong... 🤣.

Selain itu aku teringat lagi momen pertama kali masuk sekolah. Beberapa hari sebelum sekolah mama udah mengajariku baca tulis jadi saat bu guru mengajarkan aku udah keburu bosan dan mengangkat kaki macem pemain gapleh 😂. Yang kuingat, mbahku ketawa-ketawa saat diceritakan hal ini. Ahhh... kangennya 🥹. Nonton Na Willa seketika bikin memoriku bangkit dari kubur, menyadarkan betapa nikmehnya kehidupan kanak-kanak 🥰.




CAST YANG MENGGEMASKAN

Kita mesti mengakui pemilihan cast-nya Na Willa juwara ya, aku suka semuanya. Tadinya aku heran mengapa hanya Dul yang berlogat jawa, setelah kuingat-ingat lah... ini kan setting-nya di Krembangan Surabaya, memang harusnya ngomong bahasa jawa 🤣. Menurut kesusotoyanku, bahasa Indonesia dipilih atas dasar kemudahan karena sebagian besar audience-nya Na Willa adalah anak-anak.

Nemu di mana sih anak-anak ini? Akting mereka semua luwes dan terkesan effortles. Aku suka scene saat Willa berlari ke rumah sambil nangis, tengok kanan kiri dulu sebelum menyebrangi rel kereta api. Pun Farida yang suaranya menggemaskan. Scene saat Willa dan Farida pergi mengaji oh so kyuttt... Oh ya, mbok (Mbok Tun) lucu ya, apalagi saat doi mengadukan Willa yang mengambil jatah ikan tongkolnya 😁.

Sebagian scene menggunakan low angle untuk menunjukkan pov-nya para bocil dimana semua hal tampak begitu besar saat kita kecil. Sayangnya low angle ini kurang berhasil di scene saat geng Krembangan melihat ulat dari jendela kamar. Kalau kalyan ingat, yang in frame hanya Farida, Willa dan Bud, yang in frame dari Dul hanya badan dan suaranya aja karena kepalanya terpotong... ih tega ya 😂.

Setelah Na Willa, kuyakin geng Krembangan akan mendapatkan banyak proyek baru. Aku pun berharap kalau kelak Ryan bikin film lagi doi nggak pake geng Krembangan. Selain karena karakternya udah melekat, masih banyak anak-anak bertalenta yang menunggu untuk ditemukan. Dan yang terpenting, jangan sampai ijazahnya ditahan macem Endy Arfian 🤣.




PROPERTY YANG NYEKRUZZ

Seperti yang kutulis sebelumnya, alasanku nonton Na Willa adalah karena rumahnya yang supa dupa kyuta 😍. Meski hampir semua elemennya tabrak motif dan warna warni nggak bikin siwer. Two thumbs up untuk tim produksi yang karya ciptanya hadir di dalam set, termasuk label di kemasan teh tubruk dan cuka botol. Kuyakin kalyan pasti pada bergadang mengerjakan semua ini ☺️.

Di gang Krembangan, rumah Na Willa tentcunya mudah dikenali karena 'ramai'. Yha~ Kupikir Mak dan Willa beruntung memiliki keleluasaan materi sehingga bisa melakukan banyak hal. Well... untuk bisa beli buku, mengecat rumah warna warni, melukis di pot, beli bahan pakaian dan printilan-nggak-penting-tapi-ingin-punya tuh butuh wang. Maka dari itu terima kasih Pak, udah memastikan mereka sejahtera 🙇🏻‍♀️.

Pertama kali melihat Mak, wow... cantiknya 😍. Aku suka outfit-nya Mak yang eye catching dan selaras dengan perawakannya. Kurasa yang bikin aura galaknya Bu Tini (Putri Anindya) makin menyala adalah pada bahunya yang dibikin runcing ala villain. Ada yang ngeh nggak? Mungkin karena udah dipake beberapa kali take, sayuran hijau yang dibeli Mak dari pasar selalu layu 😅.

Oh ya, pasar tempat Cik Mien (Melissa Karim) berdagang pun nggak kalah kece yaw. Entah kelewat geumpeur atau memang karakternya dibikin begitu, mang penjual anak ayam kaku amat ya?! 😅Ada scene yang menampilkan penulis buku Na Willa yakni Reda Gaudiamo, mungkin pernah lewat di FYP kalyan konten buibu paruh baya berkacamata yang menyapa audience dengan "hai nak... " nah itu beliau.




 ***

So far, setelah selesai nonton aku merasa Na Willa ini lebih cocok untuk penonton dewasa yang pernah jadi anak-anak. Eym... gimana ya menjelaskannya 😅, sebagai zillennials tentcu kita merasa relate dengan kehidupan geng Krembangan, sedang untuk alphabet belum tenctu. Segresi generasi bikin life style yang kita jalani berbeza, makanya wajar alphabet pada ngantuk saat nonton Na Willa, nggak relate soalnya.

Sejujurnya Na Willa ini adalah film yang bagus, namun sebaiknya penonton anak-anak perlu pendampingan karena ada beberapa materi yang kurang relevan. Macem kawin dan *sucino. Mungkin hal-hal semacam ini bisa lebih diperhalus lagi penyampaiannya, masih ada waktu kan mengolah naskah untuk tahun depan? 😉. Fyi, Na Willa fix punya sekuel. Horeeee!!! 🎉🎉🎉.

***

Pulang ke rumah aku cerita yekan nonton dulu sebelum fisioterapi.

Aku: Tadi mbak nonton Na Willa.
Widy: Kok nonton Na Willa? Kenapa nggak nonton Tunggu Aku Sukses Nanti?
Aku: Pengangguran coy.... nggak relate dengan ceritanya.
Kita: 🤣🤣🤣🤣🤣


Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.





•••
If you like my writing, send me some ❤️ to cheer me up.
•••
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most.

Alone Alone Kelakone

2026 Reading Challenge

2026 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (36)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (3)
  • ▼  2026 (22)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Jul (3)
    • ▼  Aug (3)
      • Spider-Man: Brand New Day
      • Sop Burtok
      • Lontong Cibadak Dan Kembang Tahu

Friends

  • D. R. Bulan
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • St. Jauzah
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Yuki Angia

Check This Too

  • A Beautiful Mess
  • Daisy Butter
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Minimalist Baker
  • Nicoline Patricia
  • Spice The Plate

Followers

Thanks for Coming

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates