Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Annyeong yorobun...

Udah nonton drakor apa tahun ini? Ending-nya sesuai ekspektasi atau malah terjun bebas?😁. Di semester 2 ini aku nggak banyak nonton drakor karena lagi nggak mood euy, malay aja gitu bawaannya padahal dulu mah semangats pisan marathon drakor teh. Untuk penyegaran aku nonton beberapa series dan film Jepang, so far it works (untuk review-nya bisa dibaca di sini ya).

Sebagai penonton veteran (bukan penonton bayaran yaini 😁) aku pernah mengalami masa dimana episode drakor mencapai angka 100 yang ditayangkan 2 kali sehari. Kalau nggak sempat nonton di jam siang kita bisa mengejarnya di jam malam, pokoknya keterlaluan banget kalau sampai nge-skip keduanya 😅. Apakah kalyan seangkatan denganku? *kepo.

Di rentang waktu 25 tahun ada gap yang signifikan mengenai jumlah episode drakor. Dari 100 episodes turun ke 60 episodes, turun lagi ke 40 episodes, turun lagi ke 24 episodes, turun lagi ke 20 episodes, turun lagi ke 16 episodes, turun lagi ke 14 episodes, turun lagi ke 12 episodes, yang terakhir turun ke 6 episodes. Di satu sisi penyusutan ini terasa padat karya namun di sisi lain terasa kurang, apalagi kalau ceritanya seru 🥲.

Menurut kalyan, idealnya drakor berapa episode?

Anyway... kalau kalyan bimbang mau nonton drakor yang mana bisa dicek niya review-nya di link di bawah ini. Perlu diingat, bagimu taste-mu bagiku taste-ku, selera kita bisa aja sama bisa aja nggak.

RECAP DRAKOR 2020
RECAP DRAKOR 2021
RECAP DRAKOR 2022
RECAP DRAKOR 2023 part 1
RECAP DRAKOR 2023 part 2
RECAP DRAKOR 2024 part 1
RECAP DRAKOR 2024 part 2
RECAP DRAKOR 2025 part 1

Dan inilah list drakor yang kutonton di semester 2 yang diurutkan berdasarkan waktu nonton.


***

GOOD BOY (2025)

JTBC | 16 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang tim khusus di kepolisian Korea yang beranggotakan Yoon Dong-Joo (Park Bo-gum), Ji Han-Na (Kim So-Hyun), Kim jong-hyeon (Lee Sang-yi) dan Shin Jae-hong (Tae Won-seok). Mereka semua adalah atlit berprestasi yang 'dihadiahkan' posisi ASN atas jasanya mengharumkan nama negara. Untuk mendapatkan pengakuan mereka berusaha mati-matian untuk menangani kasus yang berhubungan dengan bea cukai, sounds familiar yekan? hehe.

Dengan alur cerita dan cast yang terkesan menjanjikan seharusnya Good Boy ini populer siya 😅. Mungkin karena aku lagi nggak mood nonton drakor melihat Park Bo-gum ditabokin mulu teh B aja. Gimana ya... doi cemen sih 😁. Ketimbang tim atlit ini aku malah lebih suka karakter Min Ju-young (Oh Man-se) yang hampir syelalu jehong. Oh ya, aku menyangkan screen time-nya Lee Gyeong-il (Lee Jung-ha) yang dikit.



SQUID GAME 3

Netflix | 6 episodes
⭐⭐☆☆☆

(masih) Bercerita tentang apa yang terjadi paska pemberontakan di arena. Sayangnya, Seong Gi-hun (Lee Jung-jae) dan manteman mesti undur diri gegara Kang Dae-ho (Kang Ha-neul) mengacaukan rencananya. Permainan tetap berlanjut dan bikin para pemain berguguran, termasuk geng ciwik-ciwik Cho Hyun-ju (Park Sung-hoon), Kim Jun-ha (Jo Yu-ri) dan Jang Geum-ja (Kang Ae-shim). Kagak faham hamba, udah dikasih jeda 1 season Hwang Jun-ho (Wi Ha-joon) masih nggak bisa menemukan pulaunya.

Seperti yang udah kita dugong, Squid Game season 3 ini juelekkk... ceritanya bantet dan pengembangan karakternya meh. Scene menjemput ajalnya masih OK laya, kita masih bisa menikmati keseruan para pemain saling baku hantam. Tapi... ending-nya itu loh ya... aduh gusti, ieu writer-nim tara pernah nonton film alus apa kumaha sih 😅. Kusarankan kalyan nggak berekspektasi sebegitu tinggi saat nonton Squid Game season 3 karena bikin emosi. hihhh...


SALON DE HOLMES

Netflix | 10 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang Gong-mi (Lee Si-young) yang baru aja pindah apartemen, saat belanja di supermarket, doi dan beberapa penghuni lainnya disekap. Bukannya takut buibu ini malah membantu si penyekap mengungkap kasus perselingkuhan suaminya, asli kocak banget. Gong-mi akhirnya berteman dengan Chu Kyeong-ja (Jung Young-joo), Park So-hee (Kim Da-som) dan Jeon ji-hyun (Nam Gi-ae). Bersama mereka berpatroli dan mengungkap berbagai kasus yang terjadi di lingkungan mereka.

Kurasa Salon De Holmes ini udah asyik siya meski tanpa back story-nya Gong-mi yang malah bikin bikin ruwet. Drama buibu mengurusi berbagai printilan yang terjadi di kompleks udah cukup seru kok, tapi ya balik lagi mungkin writer-nim merasa kurang kalau nggak ada back story *heu. Tadinya aku cuma coba-coba nonton Salon De Holmes ini, 1 episode, 2 episode, 3 episode, eh tahu-tahu udah selesai. Fix otw dibikin season 2-nya.


S LINE

Netflix | 10 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang S line yang menghubungkan manusia melalui hubungan seks, seperti halnya garis di pohon keluarga. S line ini bisa dilihat melalui kacamata misterius yang muncul cap cip cup dan bikin pemakainya terlena dengan kemampuannya. Satu-satunya yang bisa melihat S line tanpa kacamata adalah Shin Hyin-heup (Arin), karena suatu hal doi memutuskan kembali bersekolah dan berteman dengan Kang Seon-ah (Lee Eun-saem yang kelak mempertemukannya dengan Han Ji-woo (Lee Soo-hyuk).

Sumvah selama nonton aku kepikiran banget gimana kalau S line ini beneran eksis. Coy, apa itu privacy? Semua orang bisa tahu kali ah 😂. Aku suka ceritanya yang lugas dan satset, meski sebetulnya mah mempertanyakan gimana caranya Shin Hyin-heup survive selama ini, secara doi belum financial stable dan sulit keluar gua. Scene paling memorable adalah saat garis merah bermunculan dari ubun-ubun dan bikin langit koriya merah membara...


TWELVE

Disney+ | 8 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang 12 malaikat shio yang bertugas untuk menjaga Semenanjung Koriya dari serangan roh jahat. Mereka semua berbaur dan menjalani kehidupan layaknya manusia biasa selama berabad-abad bahkan punya manager yakni Ma-rok (Sung Dong-il). Malaikat shio ini dipimpin oleh Tae-san (Ma Dong-seok) yang dari outfit-nya aja udah ketara bahwa doi adalah hawimaw 🐯. Setelah ratusan tahun tetiba muncul O-gwi (Park Hyung-sik), roh jahat yang ingin membuka pintu neraka.

Menurutku, Twelve ini punya potensi besar untuk jadi drakor superhero macem Moving atau The Uncanny Counter, cuma kurang beruntung aja. Kubilang begini karena doi rilis berdekatan dengan Bon Apetite Your Majesty dan Queen Mantis yang bikin audience sulit berpaling. Untuk ceritanya masih OK laya, paling butuh polesan sana sini biar lebih smooth. Tapi kalau lihat cast-nya sih Twelve ini udah pasti masuk katagori flop karena nggak balik modal.


MY TROUBLESOME STAR

ENA | 12 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang Im Se-ra (Uhm Jung-hwa) seorang aktris yang berusaha mendapatkan kembali 'tempatnya' paska amnesia. Perjalananannya kembali ke industri hiburan tentcunya nggak mudah, untungnya doi bertemu lagi dengan Dokgo Chul (Song Seung-heon) yang menyamar sebagai manager-nya. Yang kusuka dari My Troublesome Star ini adalah pemilihan cast-nya yang mirip-mirip jadi pas glow up nggak terlalu jomplang perbedaannya.

My Troublesome Star ini memang kurang mendapat atensi di awal karena penampilan Im Se-ra paska amnesia yang riweuh dan norce, nggak banget deh pokoknya. Namun sebagai bala-bala Doctor Cha tentcunya aku meyakinkan diri bahwa doi akan glow up *yamasa nggak😁. Kalau kalyan lagi cari drakor ringan yang nggak perlu mikir pelik, kurekomendasikan My Troublesome Star ini asal kalyan kuat melalui 4 episode awal melihat penampilannya Im Se-ra yang bikin ngelus dada.


BON APETITE, YOUR MAJESTY

tvN | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Yeon Ji-young (Im Yoon-ah) seorang chef Prancis yang time travel ke era Joseon dan bertemu dengan raja tiran Yi-heon (Lee Chae-Min) yang menjadikannya koki istana. Bukan hal yang mudah tentcunya karena Yeon Ji-young mesti menghadapi keculasan Kang Mok-ju (Kang Han-na) dan politik istana yang dikit-dikit eksekusi.

Tadinya kupikir Bon Apetite Your Majesty ini akan mirip-mirip dengan Mr. Queen, so far memang mirip sih yang bikin beda adalah editing lebaynya saat mencicipi masakan Yeon Ji-young. Termasuk ekspresi para pencicip makanan yang diparodikan oleh netizen, sa ae niya😂. To be honest aku lebih suka tampilan visual-nya tim China ketimbang tim Koriya, lebih berwarna dan menggoda aja gitu. Kalyan suka tim mana?


TEMPEST

Disney+ | 9 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang Seo Mun-ju (Jun Ji-hyun) yang nekat mencalonkan diri sebagai kandidat presiden Koriya paska kematian suaminya, Jang Joon-ik (ParkHae-joon). Slow but sure, Seo Mun-ju menemukan bahwa mediang suaminya menyimpan banyak rahasia, termasuk rahasia negara. Demi keamanan selama masa kampanye doi meng-hire bodyguard yang kelak menjadi love interest-nya, Baek San-ho (Gang Dong-won).

Kalau kalyan suka drakor ber-genre intrik politik yang pelik, kurasa Tempest adalah pilihan yang OK laya. Yang kurang justru motivasi emaknya Jang Joon-ik yang tetiba jadi broker internasional, pun dengan selingkuhannya yang bucin. Aku sempat malay nonton Tempest gegara Jang Joon-ik berselingkuh dengan Kang Ha-na (Won Ji-an), bisa-bisanya jir... padahal istrinya Jun Ji-hyun. Mon maap... ending-nya kentang.



MS. INCOGNITO

ENA | 12 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang Kim Young-ran (Jeon Yeo-bin) yang bekerja sebagai bodyguard untuk Ga Sung-ho (Moon Sung-geun) dari Gasung Group. Suatu hari doi mendapatkan kesempatan untuk merubah nasibnya yang babak belur gegara emaknya, Kim S-young (So Hee-jung). Kim Young-ran dan si aki akhirnya menikah, eh nggak berapa lama doi meninggal dan menciptakan konflik keluarga perkara warisan.

Awal nonton aku masih semangat, namun lama-lama mah bosan ya... Kurasa Ms. Incognito ini mulai kehilangan 'sparks' saat Kim Young-ran keteteran menghadapi duo Ga Sun-young (Jang Yoon-ju) dan Ga seon-woo (Lee Chang-min). Sejujurnya, aku kurang sreg dengan alur ceritanya yang dieksekusi ala sinetron, pun dengan karakterisasi Baek Hye-ji (Joo Hyun-young) dan So Tae-min (Kang Ki-doong) yang dibikin aL4y *heu. Meski kurang OK, aku berhasil menyelesaikan Ms. Incognito ini.


WOULD YOU MARRY ME?

SBS | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Yoo Me-ri (Jung So-min) yang memilih untuk bercerai dari Kim Woo-joo (Seo Bum-june), sialnya, doi tertypu dan kembali ngegembel😁. Kali ini doi cukup beruntung memenangkan undian rumah dari Beaute Departement Store, sekaligus bertemu denagn Kim Woo-joo (Choi Woo-sik). Karena suatu hal mereka bersepakat untuk berpura-pura untuk jadi pasangan suami istri demi mendapatkan rumah tersebut.

Kalau melihat portfolio drakornya mb Jung So-min ini spesialisasi karakter wanita yang nggak punya rumah deh 😅. Meski rang-o-rang nge-ship second lead-nya yakni Yoon Ji-gyeong (Shin Seul-ki) dan Baek Sang-hyun (Bae Na-ra) aku mah nge-ship Go Pil-nyeon (Jung Ae-ri) dan Kim Mi-yeon (Baek Ji-won) yang love-hate relationship-nya bikin gemes. Would You Marry Me ini adalah drakor ringan yang cocok untuk ditonton saat makan.


DYNAMITE KISS

Netflix | 12 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang Go da-rim (Ahn Eun-jin) yang nekat berbohong demi bisa mendapatkan pekerjaan di Natural Bebe. Tak disangka doi bertemu dengan Gong Ji-hyeok (Jang Ki-yong) yang jadi love fling-nya selama liburan di pulau Jeju. Untuk mempertahankan pekerjaannya, Go Da-rim meminta bantuan Kim Sun-woo (Kim Mu-jun) untuk jadi suami fiktif. 

Meski kemistrinya Ahn Eun-jin dan Gong Ji-hyeok so nice so good aku lebih nge-ship second lead-nya. Akting udah ok, premis ceritanya udah ok, eksekusinya euy... gagal maning. Aku nggak puas dengan episode terakhirnya yang terlihat ditambah-tambahi demi mengisi durasi, ketimbang bikin Gong Jo-heyok amnesia mending bikin petualangan menemukan adiknya Go Da-rim *ide *silakan dicoba.


🍀🍀🍀

Pictures were taken from Asianwiki website. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Belakangan ini aku lagi nggak mood nonton drakor, entahlah... rasanya berat banget nonton 1 episode sampai selesai. Aku udah coba nonton beberapa drakor dengan genre yang berbeda, tapi nggak mempan coy. Kebanyakan drakor episode 1-nya selow, sedang aku maunya yang langsung dar-der-dor macem A Shop For Killers. Well... Mungkin ini saatnya aku mengambil jeda dari drakor, dan mencari tontonan lain yang lebih... calming gitu ya 😅.

Setelah nonton Marry My Husband versi Jepang aku tertarik untuk nonton dorama lagi, namun mood nontonku belum resmi terkumpul jadi aku cari tontonan yang ringan. Untungnya saat scroll thread Twitter aku menemukan thread berisi list film dan series yang kurasa cocok untuk situasiku saat ini. So far it works, namun aku malah merasa lapar setiap kali nonton wkwk. 

Di bawah ini adalah list film dan series Jepang yang kutonton, marki-check...

🍀🍀🍀

Travelling Sandwich | Tabi Suru Sandoitchi (2022)

Bercerita tentang dua orang bestie, Kurumi Enomoto (Ito Marika) dan Kaede Imamura (Tomota Miu) yang memutuskan untuk berkelana sambil berjualan sandwich. Yang bikin sandwich mereka berbeda dari sandwich lainnya adalah isiannya yang disesuaikan dengan komoditi di mana mereka singgah. Saat mereka singgah di ladang jagung maka isian sandwich-nya adalah jagung, saat mereka singgah di kebun buah-buahan maka isian sandwich-nya adalah buah-buahan.

Awalnya aku mempertanyakan gimana caranya Kurumi dan Kaede me-maintain cashflow mereka, kubilang begini karena setelah kuperhatikan mereka nggak ada income sama sekali loh ya, minus mulu karena Kurumi sering bagi-bagi sandwich 😁. Tapi setelah tahu bahwa Tabi Suru Sandoitchi ini adalah program pemerintah Jepang untuk mempromosikan komoditi daerah, yaudalaya... sok bikin lagi sandwich-nya, abis gitu mau lanjut kemana juga terserah 😉.

*hanya bisa ditonton via link haram


🍀🍀🍀

If It Sounds Good To You | O Mimi ni Aimashitara (2021)

12 episodes

Bercerita tentang Takamura Misono (Ito Mariko) seorang karyawan di perusahaan pembuat acar yang memutuskan untuk bikin podcast. Misono memilih niche kuliner karena doi memang suka makan, selain menceritakan makanan favorite-nya doi juga menceritakan hari-hari yang dilaluinya. Bestie-nya yakni Sudo Arisa (Igeta Hiroe) dan Sasaki Ryohei (Suzuki Jin) adalah kru di balik layar yang membantunya meng-improve kualitas podcast-nya.

Mungkin karena belum terbiasa dengan keekspresifan aktor/aktris made in Japan, aku merasa si Misono teh riweuh pisan, macem Kim Tae-ri di Jeongnyeon: A Star is Born 😅. Tapi lama-lama mah yaudalaya mungkin style-nya memang begitu hehe. Nonton If It Sound To You bikinku menyadari bahwa semua hal akan terasa seru kalau kita benar-benar menyukainya. Oh ya, Aku suka intro-nya yang lucu, berasa niat aja gitu bikinnya.

Bisa ditonton di sini


🍀🍀🍀

The Makanai: Cooking For Maiko House (2023)

 9 episodes

Bercerita tentang Nozuki Kiyo (Mori Nana) dan Herai Sumire (Deguchi Natsuki) yang pindah dari Aomori ke Kyoto demi menjadi maiko*. Keduanya tinggal di Saku bersama para maiko yakni Tsurukoma (Momoko Fukuchi), Kikuno (Kotono Wakayanagi) dan Kotono (Kotona Minami). Sayangnya, Kiyo nggak berhasil menyelesaikan pelatihannya karena dianggap nggak memiliki bakat. Karena suatu kejadian, akhirnya Kiyo menjadi makanai yang bertugas menyiapkan makanan para maiko.

Salah satu hal yang bikinku betah nonton The Makanai: Cooking for Maiko House adalah sinematografinya yang indah, sungguh sangat memanjakan mata. Hubungan antar karakter yang dibikin so nice so good tentcunya adem banget, pun dengan perkembangan karakter Ryoko (Aju Makita) yang stecu. Karakter favorite-ku adalah Momoko yang effortless beauty, kocak banget doi ngotot bikin ozasiki bertema zombie 😂.

*maiko (calon geiko) - geiko (sebutan untuk geisha di Kyoto)

Bisa ditonton di Netflix


Midnight Diner : Tokyo Story (2016)

 10 episodes

Bercerita tentang sebuah kedai bernama Meshiya di daerah Shinjuku (Tokyo) yang beroperasi dari tengah malam hingga dini hari. Kedai ini dikelola oleh Master (Kaoru Kobayashi) yang menyajikan menu secara suka-suka untuk para pelanggannya. Saking ikribnya, Master sampai faham permasalahan hidup rang-o-rang yang datang ke kedainya, bahkan nggak jarang turut serta membereskannya. 

Midnight Diner bukan sekedar cerita makan malam (yang kesubuhan 😁) melainkan cerita para pelanggan kedai dan makanan favorite-nya. Meski dialognya lebih banyak ketimbang makanannya *heu, aku terkesan dengan cerita yang dibawakan oleh para pelanggan kedai. Terasa dekat dan realistis. Oh ya, Master ini cukup misterius, bahkan sampai durasi berakhir nggak ada satu pun yang tanya asal mula codetnya. *apa nggak ada berani gitu ya? 😅.

Bisa ditonton di Netflix



🍀🍀🍀

Pictures were taken from Asianwiki website. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Semoga kalyan masih semangat di penghujung tahun ya 😁. Fyi, hampir seminggu ini aku mengalami flu dan batuk, udah minum obat dan istirahat namun belum jua pulih. Karenanya aku mengurangi aktivitasku dan put less effort on evertyhing, repot tcoy mana cuaca sungguh sangat labil tetiba hujan, tetiba panas, tetiba gerimis, tetiba lembab. Sambil menunggu obat yang kuminum bereaksi biasanya aku nonton, dan kemarin aku rewatch The Lord of the Rings trilogy.

The Lord of the Rings adalah film ber-genre fantasi yang populer di era 2000an yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya J. R. R. Tolkien. Sayangnya, aku nggak punya pengalaman nonton The Lord of the Rings di bioskop karena sedang sibuk belajar nahwu dan shorof HAHAHA *kibas hijab 😎. Aku baru tahu The Lord of the Rings malah dari Cinemags (yang diselundupkan ortu demi anaknya betah di pesantren 😁), saat baca artikel proses kreatif bts-nya aku terpukau dengan CGI-nya yang wow keren.

Aku nonton The Lord of the Rings beberapa tahun setelahnya dari TV kabel, pertama kali nonton tuh rasanya nggak mau ngedip deh pokoknya wkwk 😂. Salah satu kelebihan pake TV kabel tuh film yang ada lanjutannya pasti ditayangkan berurutan, macem hari ini Divergent, besok Allegiant, lusa Insurgent. Jadi kita bisa nonton marathon asal tahu jadwalnya, rotasi filmnya random sih tapi so far variatif kok. Kalau kalyan belum punya smart TV namun ingin nonton film yang OK, opsi TV kabel ini layak dipertimbangkan 😉.

Selain menulis The Lord of the Rings, J. R. R. Tolkien menulis The Hobbit yang juga diadaptasikan menjadi film namun dipecah menjadi trilogy. Kedua trilogy tersebut disutradarai oleh Peter Jackson sedang untuk series-nya disutradarai oleh beberapa sutradara (aku belum bisa kasih review-nya masih otw nonton soale 😅). Diantara semua bukunya J. R. R. Tolkien aku cuma punya The Lord of The Rings: The Two Tower, menyesal nggak beli semuanya karena cover versi terbarunya udah beda konsep.

***

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (versi buku 1954, versi film 2001)
The Lord of the Rings: The Two Tower (versi buku 1954, versi film 2002)
The Lord of the Rings: The Return of the King (versi buku 1955, versi film 2003)
*bisa ditonton via layanan streaming

The Hobbit (versi buku 1933)
The Hobbit: An Unexpected Journey (2012) review
The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013) review
The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014) review
*bisa ditonton via layanan streaming

The Lord of the Rings: The Rings of Power season 1 (2022)
The Lord of the Rings: The Rings of Power season 2 (2024)
*hanya bisa ditonton via Amazon Prime

***

Ada banyak universe yang sambung menyambung menjadi satu dalam sinema, salah satunya adalah Marvel Cinematic Universe, salah duanya adalah Star Wars Universe dan salah tiganya adalah Salatiga *muatan lokal 😅. Untuk mempersingkat intro, mari kita menuju ke Middle Earth Universe di mana fabel, mitos dan sage melebur dalam fiksi. Kalau J. K. Rowling membawa kita pada pesona magisnya dunia sihir, maka J. R. R. Tolkien akan membawa kita pada indahnya hikayat fantasi.

The Lord of the Rings memberikan influence yang besar dalam budaya pop, bahkan beberapa penulis terang-terangan menyebutkan The Lord of the Rings sebagai inspirasinya. Salah duanya adalah George R. R. Martin (seri The Game of Thrones) dan Christopher Paolini (Eragon, Brisingr dan Inheritance). Meski banyak catatan kaki dan info kurang penting, aku suka peta middle earth dan ilustrasi mini yang mereka sematkan karena mempermudah mengolah imajinasi.

OK. Biar nggak blah bloh teuing, markimul review The Lord of the Rings dengan menjawab FAQ-nya.

ADA APA DENGAN CINCIN?
Di masa lalu elf bikin 19 cincin sakti mandraguna yang dibagikan pada para pemimpin di middle earth, konsepnya ala-ala cincin persahabatan gitu *sotoy 😅. 9 cincin untuk bangsa manusia, 7 cincin untuk bangsa kurcaci dan 3 cincin untuk bangsa peri. Salah satu penyihir pembuat cincin adalah Sauron, doi berkhianat dengan bikin 1 cincin master yang bisa mengendalikan semua cincin (dan pemakainya). Hanya ada satu cara untuk menghancurkan cincin ini yakni dimasukkan ke lahar gunung Doom, makanya Sauron bikin benteng di sana.

KENAPA SAURON HANYA MEMILIKI SATU MATA? APAKAH DOI DAJJAL?
Saat Isildur berhasil mengambil cincin tersebut dari Sauron, raganya hancur namun jiwanya tetap utuh dan terikat pada cincin (macem Voldemort dan horcrux-nya). Dengan sisa kekuatannya, Sauron hanya mampu mengambil wujud mata tanpa kelopak yang terus menerus men-scan middle earth demi menemukan cincinnya. Ia juga nggak ingin ada menyebut namanya dan menciptakan julukan The Eye layaknya you-know-who.

GOLLUM ASLINYA MAKHLUK APA?
Smeagoll aslinya adalah hobbit macem Frodo, Smeagoll dan sepupunya Deagol menemukan si cincin saat sedang memancing di sungai. Bisikan si cincin bikin Smeagol khilaf dan menghilangkan nyawa Deagol, meski menyesali perbuatannya Smeagol malah makin kameumeut sama si cincin. Saat ngomong sendiri kadang Smeagol menyebut dirinya sebagai 'kita' karena masih merasa Deagol bersamanya. Oh ya, dia disebut Gollum karena suaranya yang serak-serak jibreug.

***

Markimul review The Lord of the Rings yang sesungguhnya... 😁.

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring

Bercerita tentang Frodo Baggins (Elijah Wood) yang mewarisi si cincin dari pamannya, Bilbo Baggins (Ian Holm). Gandalf (Ian McKellen) pun menyuruh Frodo untuk segera kabur karena Nazgul otw mencarinya di Shire. Frodo ditemani oleh Samwise "Sam" Gamgee (Sean Astin), Meriadoc "Merry" Brandybuck (Dominic Monaghan) dan Peregrin "Pippin" Took (Billy Boyd). Para hobbit ini ditolong oleh The Stridder aka Aragorn (Viggo Mortensen) dan diantarkan ke Rivendell.

Setelah rapat antar bangsa diputuskan bahwa Frodo dan kengkawan mengantarkan si cincin menuju gunung Doom. Mereka adalah; Sam, Merry, Pippin, Gandalf, Aragorn, Boromir (Sean Bean), Gimli (John Rhys-Davies) dan Legolas (Orlando Bloom). Kesembilan pembawa cincin ini menghadapi berbagai rintangan, termasuk jebakan yang disiapkan Sauron di tambang Moria. Di tengah perjalanan mereka dibuntuti oleh Smeagoll (Andy Serkiss), sumvah tiap kali doi ngomong 'my precious' bawaannya ingin nendang 😂.

Di antara kesembilan pembawa cincin tentcunya aku paling sebel sama Boromir karena doi kurang bisa menahan hasratnya untuk memiliki si cincin. Meski begitu karakter Boromir ini paling merepresentasikan kita sebagai manusia yang imannya labil, kadang kuat, kadang lemah, kadang kiding 😁. Scene favorite-ku adalah saat air sungai yang dijampi-jampi Arwen (Liv Tyler) berubah jadi sekawanan kuda yang menerjang para Nazgul. Wow kewren 😎.

Cinta beda dunia ala Aragorn dan Arwen tentcunya bikin bapake Elrond (Hugo Weaving) puyeng tyada duwa, mana dyangdut mulu nih si Arwen wkwk. Legolas mah nggak usah dipertanyakan lagi, a complete package of kecengan halu-halu babu, aku padamu bwang. The Lord of the Rings ini ditutup dengan keberhasilan mereka keluar dari tambang Moria dan melanjutkan perjalanan menuju gunung Doom.


The Lord of the Rings: The Two Tower

(masih) bercerita tentang sembilan delapan pembawa cincin yang mesti tercerai berai gegara diserang Uruk-Hai. Frodo dan Sam melanjutkan perjalanan menuju Mordor via Smeagoll. Sedang Aragorn, Legolas dan Gimli mengejar Uruk-Hai yang menawan Merry dan Pippin. Boromir meninggal saat menyelamatkan Pippin dari Uruk-Hai, jasadnya dilarung di sungai dan kelak ditemukan oleh adiknya, Faramir (David Wenham).

Aragorn, Legolas dan Gimli bertemu dengan pasukan Rohirrim yang dipimpin oleh Eomer (Karl Urban) yang merupakan keponakan Raja Theoden (Bernard Hill). Nun jauh di sana Merry dan Pippin bertemu dengan Treebeard yang marah karena Saruman (Christopher Lee) merusak hutan. Menyadari para pembawa cincin berkumpul di Edoras, Sauron pun memerintahkan pasukannya untuk menyerang Helm's Deep. Sayangnya meski udah digabung dengan pasukan peri, pasukan Edoras mereka tetap kalah jumlah.

Gregetan banget rasanya meihat evakuasi warga ke Helm's Deep berjalan selow, hayu atuh gaes... geura ngampih 😭. Kalau kalyan pernah nonton Game of Thrones, nah, Battle of Helm's Deep ini mirip dengan Battle of The Bastards. Tyda pernah terbayangkan bahwa pesona aki-aki bisa semenyilaukan ini 😂. Oh ya, Eomer punya adik perempuan bernama Eowyn (Miranda Otto) yang diam-diam naksir Aragorn, mon maap... kali ini giliran penonton yang puyeng haha.

Gandalf dan Saruman tadinya adalah bestie dengan visi misi yang sama, Saruman adalah penyihir putih sedang Gandalf adalah penyihir abu-abu. Mungkin karena melihat Sauron lebih berprospek menguasai middle earth, makanya Saruman merapats dan berharap mendapat potongan kue kekuasaan *kaya di mana gitu ya? 😅. Oportunisnya Saruman udah macem politikus masa kini, yang if you can't beat 'em, join 'em.


The Lord of the Rings: The Return of the King

(masih) bercerita tentang delapan pembawa cincin yang kini bersiap menghadapi serangan Sauron. Slow but sure, Smeagol berusaha menghasut Sam agar selangkah lebih dekat dengan Frodo. Setelah kekalahan di Helm's Deep, Sauron mengalihkan sasarannya ke Gondor yang dipimpin oleh Denethor (John Noble) yang masih berduka atas kematian Boromir dan Faramir. Untuk mempersiapkan pertahanan, Gandalf dan Merry diam-diam menyalakan suar untuk meminta bantuan para sekutu.

Bahkan dengan semua bantuan yang ada, pasukan mereka masih kalah jumlah. Saat itulah Elrond memberikan pedang Narsil milik Isildur dan menyarankan Aragorn untuk meminta bantuan pasukan kematian. Bahkan untuk ukuran masa kini scene peperangannya masih OK terutama oliphaunts-nya. Yuyur aku setuju dengan pendapat Gimli yang ingin mendayagunakan pasukan kematian untuk peperangan selanjutnya, sayang aja gitu kalau cuma dipake sekali #mendangmendingclub.

Sebagai manusia tenctunya aku kagum dengan stamina para pembawa cincin ini, yu bayangkan... perang 5 hari berturut-turut tapi nggak semaputs tuh gimana konsepnya coba? Mana tidurnya pada ngampar, apa nggak pada encok pegel linu 😅. Lega banget rasanya saat Eowyn dan Faramir tiba-tiba ketemu, tyda sanggup euy membayangkan Eowyn patah hati ditinggal kewong Aragorn dan Arwen yang akhirnya memilih jadi makhluk fana.

Aku suka scene saat Smeagoll dan si cincin jatuh dalam lahar gunung doom, tyda siya-siya effort doi demi si precious teh. Mungkin karena ada banyak karakter dan kejadian aku merasa Frodo nggak sespesial martabak, meski di beberapa momen doi memang mendapatkan treatment khusus. Karakter favorite-ku tenctu adalah Legolas, tyda banyak cingcong namun slay~.


***

Ketimbang versi bukunya aku lebih suka versi filmnya, kewren aja gitu 😁. Ada banyak alasan mengapa kalyan mesti nonton The Lord of The Rings trilogy at least sekali seumur hidup, Orlando Bloom in his prime adalah salah satunya 😂. Sekarang aku otw nonton The Lord of the Rings: The Ring of Power yang merupakan prekuel dari trilogy-nya, so far masih stuck di season 1.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu Guillermo del Toro merilis film terbarunya yakni Frankenstein. Well... tadinya aku ingin nonton di bioskop namun menimbang aku masih minum obat yang mana bikinku ngantuk mulu 😅, aku nge-skip Frankenstein dan mencari film yang vibes-nya mirip-mirip. Ada beberapa film yang masuk list, cuma yang kebetulan ada di watchlist Letterboxd-ku adalah Poor Things, dulu aku nggak sempat nonton filmnya karena keburu turun layar.

Poor Things bercerita tentang Bella Bexter (Emma Stone) yang dihidupkan kembali oleh Dr. Godwin Baxter (Willem Dafoe) melalui cangkok otak. Untuk membantu mencatat perkembangan perilaku dan psikologis eksperimennya, Godwin merekrut mahasiswa kedokteran bernama Max McCandles (Ramy Youssef). Fyi, Bella meningal saat hamil dan entah kesambet setan mana, Godwin mencangkokkan otak janin yang masih hidup ke tubuh Bella yang udah mati.

Sampai di sini aku melongo... plot-nya fresh namun membagongkan 😆.




Meski memiliki tubuh wanita dewasa, perilaku dan psikologis Bella sesuai 'usia' otaknya. Mengkaget rasanya melihat Bella yang bertingkah macem anak kecil, makan berantakan, sulit kontrol emosi dan yang 'agak mengganggu' doi nggak mau pake baju tjoy 😭. Jangankan Max, aku aja yang nonton merasa speechless. Mungkin karena udah di-briefing, semua ART di rumah Godwin sabar banget menghadapi tingkahnya Bella.

Selama nonton Poor Things aku merasa ditendang lagi ke titik 0 penciptaan manusia. Saat masih bayi kita nggak bisa melakukan banyak hal karena keterbatasan indera dan rasa, seiring waktu kita tumbuh dan memiliki berbagai kemampuan yang sesuai dengan kapasitas tubuh. Sedang Bella, dalam 'keterbatasannya' tinggal menunggu waktu untuk menyesuaikan diri dan memegang kendali.




Untuk mempermudah pekerjaannya, Godwin berencana menikahkan Bella dan Max. Sayangnya, Bella malah kepincut pengacara culas bernama Duncan Wedderburn (Mark Rufallo) yang menjanjikan perjalanan ke Lisbon se-nyesss angin surga Mario Teguh 😏. Godwin dan Max menyadari bahwa Bella telah 'tumbuh' dan instingnya nggak bisa dibendung lagi, well... mereka akhirnya merelakan Bella pergi bersama Duncan.

Bella dan Duncan mengawali perjalanan dengan manits, namun di tengah Duncan mulai kehilangan kendali atas Bella yang mulai memahami eksistensinya. Bella menghabiskan uang Duncan karena berempati terhadap penderitaan orang lain, sialnya hal ini bikin mereka galbay dan diturunkan dari kapal di Paris. Sebagai manusia baru tentcunya Bella lebih mengandalkan naluri ketimbang nalar, makanya doi nggak masalah jadi PSK, yang penting menghasilkan uang yekan... 😅.



Setelah kepergian Bella, Godwin dan Max memberikan kehidupan baru kepada Felicity (Margareth Qualley). Entah karena kurang sabar atau memang nggak nyantol, mereka merasa kemampuan Felicity nggak bisa melampaui Bella. Makanya Max mencari Bella dan membawanya pulang ke rumah, untuk... melanjutkan eksperimen gitu ya *heu. Sedang Duncan bertemu Alfie Blessington (Christopher Abbott) yang merupakan suami sah (bukan siri ye 😁) Victoria Blessington aka Bella.

Setelah kembali ke rumahnya Bella akhirnya mengetahui alasan mengapa ia memilih mati ketimbang hidup bersama Alfie. Ia hanya ingin bebas, meski melalui jalan pintas. Dalam keputusasaannya, tuhan berwujud absurd memberikan kehidupan baru untuknya Menurutku, Bella adalah sebenar-benarnya perwujudan manifestasi Elizabeth. Yha~ kalau kata Joe Kerry mah end of beginning 😅.




Untukku, Poor Things ini mind blowing sih. Di awal kita akan dibikin kasihan kepada Bella yang diekspoitasi mulu, namun di akhir kita dibikin takjub dengan perkembangannya. Pada akhirnya Bella mampu memegang kendali atas dirinya, bahkan menyetarakan dirinya dengan cwok-cowok brengsex yang ada di hidupnya. Thanks pak Godwin. Jadi, siapa yang sebenarnya Poor Things? * yang udah nonton silakan dijawab dalam hati ya 😁.

Selama nonton Poor Things aku merasa gundah gulana gegara nggak nyaman dengan materinya yang cukup eksplisit. Lebih vulgar ketimbang dayang-dayang Suzanna dan lebih sembrono ketimbang berbagai film dengan muatan sensual. Meski begitu, aku mesti mengakui bahwa 'kepolosan' Bella merepresentasikan kemampuan berpikirnya. Semakin berkembang kemampuannya, semakin doi menutup aurat 🙏.



Outfit-nya Bella cakep-cakep yaini, perpaduan antara victoryan style, fantasi dan steampunk. Aku paling suka outfit-nya Bella saat berada di kapal, kombinasinya memang nggak nyambung-nyambung banget sih namun tetap enak dilihat 😍. Sinematografinya mah nggak usah ditanya, sungguh sangat eye pleasing, bahkan scene absurd sekalipun terasa indah dan bikin betah nontonnya.

Kalau kalyan ada waktu luang kusarankan kalyan nonton Poor Things, dengan catatan: jauhkan dari jangkauan anak-anak ya hehe.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu film Abadi Nan Jaya atau The Elixir dirilis di Netflix, tadinya aku mau cek ombak dulu eh ternyata malah hanyut bacain twitwar. Gileee... (bukan Jule ya) nggak bisa dibiarkan ini, harus ikut nimbrung😁. Aku nonton film Abadi Nan Jaya via smartphone yang mana bikin pengalaman nontonku terasa kurang optimal, tapi isokay laya... karena di rumahku mah nggak pake smart TV, pakenya TV kabel *angkatan lama 😅.

Jujur aku kepikiran dengan komentar netizen yang menyebut film Abadi Nan Jaya sebagai film zombie bloon, separah itukah filmnya? 😅 Biar nggak penasaran, kuy marki-try... Aku nonton film Abadi Nan Jaya ini dua kali, kali pertama nonton sendiri sebelum tidur, kali kedua nonton berdua dengan Widy di mobil (karena mama dan mantemannya lagi botram di ruang tengah *menolak tuwa).

Oh ya, aku pernah bikin post 5 Film Zombie yang Menghibur (bisa dibaca di sini).

Sebagai sinefil amatir, ada masanya aku suka nonton film dan serial bertema zombie, dari yang serius sampai yang nggak serius (macem yang penting ada dulu deh, urusan rame atau nggak mah terserah 😂). Saking sukanya nonton aku udah berada di tahap nggak keberatan makan sambil nonton adegan berbau amis, padahal aku tipe orang yang geuleuhan. Yaudalaya... biarin aja, mungkin mbnya lagi tertekan 😢.

Memang sebelumnya udah ada film dan serial bertema zombie, namun yang benar-benar mengantarkan zombie masuk pasar Asia adalah film Train To Busan (2016). Sayangnya Peninsula (2020) nggak berhasil bikin kita kembali merasakan ketegangan yang tercipta saat para zombie merangsak dengan cepat. Yha~bedanya zombie eropa dan asia tuh ini ya, gerakannya lebih cepat, cenderung agresif dan wajahnya full pake SFX *catat.

maap nggak di-sensor, writer-nim lagi mager 

Setelah bertahun-tahun nonton The Walking Dead akhirnya aku menyerah... nggak kuwat euy alur ceritanya udah ngalor ngidul, apalagi aku udah nonton Kingdom, udahlah... bye😁. Kingdom adalah serial zombie dari Korea dengan setting abad ke 17 (Joseon), so far Kingdom berhasil melampaui batas ekspektasiku akan zombie asia. Writer-nim berhasil mengekstraksi konsepnya secara apik sehingga kita faham alur ceritanya dari hulu ke hilir.

Kupikir pemilihan judul Abadi Nan Jaya ini udah cukup Indonesia dan mewakili zombie yang konsepnya what is dead may never dies #randomcrossover. Aku pun penasaran dengan treatment yang akan Kimo Stamboel lakukan untuk menciptakan zombie di negara tropis yang tricky. Well... Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Abadi Nan Jaya yang belakangan ini menghangatkan feeds social media-ku.

***

Abadi Nan Jaya bercerita tentang drama keluarga pemilik pabrik jamu Wani Waras yang berada di ujung tanduk. Sebagai kepala keluarga, Dimin (Donny Damara) masih keukeuh mempertahankan Wani Waras meski kedua anaknya, yakni Kenes (Mikha Tambayong) dan Bambang (Marthino Lio) menentang. Hubungan orang tua-anak ini diceritakan nggak coy sejak awal, Kenes jengkel karena Dimin menikahi Karina (Eva Celia) - bestie-nya sendiri, sedang Dimin jengkel karena Bambang 'nggak dewasa'.

Saat Kenes, Rudi (Dimas Anggara) dan Raihan (Varien Arianda Calief) mengunjungi rumah Dimin guna membahas nasib Wani Waras, Dimin menggunakan kesempatan tersebut untuk mendemonstrasikan formula baru jamu awet mudanya, yakni Abadi Nan Jaya. Hasilnya bikin mereka semua takjub. Dimin pun percaya Abadi Nan Jaya bisa menyelamatkan Wani Waras yang berada di ujung tanduk.

Dimin dan bayi-bayinya

mereka berdua pernah nonton film zombie nggak sih? 

Di tengah perseteruan keluarga ini tetiba Dimin ambruk (dan mulai bertransformasi) jadi zombie, mereka semua panik dan meminta pertolongan. Keadaan bertambah ruwet saat Dimin mulai menginfeksi para pegawai yang mana bikin seisi rumah berhamburan kesana kemari. Untung Karina sempat ganti baju ya, kalau nggak mah repot banget pastinya berlarian sambil pake dress, warna putih pula 😅.

Sebelum minum Abadi Nan Jaya, ada scene Dimin dan tumbuhan kantong semar yang mewakili asal muasal senyawa zombie ini. Sejujurnya aku nggak yakin Dimin adalah satu-satunya formulator Abadi Nan Jaya. Kubilang begini karena sample Abadi Nan Jaya diantarkan oleh kurir ke rumah Dimin, yang artinya Abadi Nan Jaya ini diformulasikan di tempat lain. Pertanyaannya, siapakah pengirim sample Abadi Nan Jaya? 😶.

keluarga disfungsional ala Abadi Nan Jaya

Raihan saat melihat transformasi Dimin jadi zombie

Meski UMKM, kalau statusnya udah pabrik mah pasti punya tim R&D yekan... yang bertanggungjawab untuk menguji kelayakan produk. Kalau udah tahap sample berarti udah approve ya, apalagi sampai dikirim kepada Dimin dan relasinya, Santoso (Willem Bevers) dan Grace (Karina Suwandhi). Karena hal ini aku sempat mengira suspect pertama pasti berasal dari tim R&D Wani Waras, eh ternyata malah Dimin. 

Timeline ceritanya satset ya, cuma semalam aja, yaiyalah ngapain lama-lama 😁. Selain keluarga Wani Waras, ada Rahman (Ardit Erwandha) dan Ningsih (Claresta Taufan) yang mengakhiri kisah cintanya sedyangdut mungkin. Macem I just want to be with you till he end of time. Boro-boro sedih yang ada aku malah geli sendiri nontoninnya 😂. Eh, kalyan geli juga nggak sih? *kepo.

kasihan banget bapak muadzin *ytta

yang di dalem 😭

Sepanjang durasi aku terenyuh dengan keluguan para karakter di Abadi Nan Jaya ini, bayangkan dweh... warga yang terbiasa slow living tetiba mesti gercep lari menghindari zombie, apa nggak muntab tuh. Bisa-bisanya Karina, Rudi dan Raihan minum (bahkan makan) saat dikejar-kejar zombie, pun dengan pak polisi yang sempat-sempatnya minum setelah gagal menghalau zombie. Yukata masuk angin 😂.

Mungkin karena setting-nya terlalu relate dengan keseharian aku malah lebih banyak ketawanya ketimbang tegangnya. Widy mah misuh-misuh mulu ya. Saat para zombie melahap tamu hajatan yang clueless di atas truk. Saat Kenes, Bambang dan Rahman berusaha mengambil motor namun malah dikepung zombie. Saat Karina, Ningsih dan Raihan mau kabur pake motor tapi mesti diselah dulu. Saat Karina nggak sengaja pencet klakson telolet. Sa ae nih memancing emosinya 😅.

muatan lokal Indonesia - bepergian pake truk

zombie-nya dikit karena memang warganya juga dikit

Kurasa semua semua aktor dan aktris yang terlibat udah berperan dengan baik, termasuk extras-nya yakni para zombie. Ekspresi, gestur dan penampilan visual-nya kewren ya, meski jadi extras mereka semua terus bergerak yang mana bikin suasananya terasa hidup. Saat nonton aku notice wajah mb biduan di hajatan berubah saat jadi zombie, ternyata mb biduan ada schedule manggung di tempat lain jadi digantikan oleh aktor cowok. Pantesan ya beda wkwk.

Oh ya, karakter yang bertransformasi jadi zombie macem Diman dan Rudi tetap dipake sampai akhir, karenanya nggak ada zombie yang sia-sia 👍. FYI. Zombie terpopuler di Abadi Nan Jaya adalah zombie crop top. Salut niya dengan kekompakan warga Wanirejo yang mampu menahan diri nggak posting ini itu sebelum Abadi Nan Jaya dirilis. Seru nontonin video bts dari balik kaca jendela rumah mereka hehe.

apakah kelak berasnya mengandung senyawa zombie?

😱😱😱

Tanpa bermaksud pick me, aku sangat menikmati nonton Abadi Nan Jaya ini. Dan dengan berbagai kelemahannya aku mesti mengakui bahwa untuk saat ini Abadi Nan Jaya adalah film zombie Indonesia yang paling proper. Mungkin kita perlu 1 season lagi deh untuk tahu Dimin kesambet apa sampai tetiba ngide bikin jamu awet muda pake tumbuhan kantong semar dan yha~... aku ingin tahu siapa pengirim sample Abadi Nan Jaya *penting *tolong di-notice 🙇.

Untuk teknisnya so far so nice so good, namun untuk skenarionya eym... kurang bisa menanggung beban ekspektasi netizen yang udah pernah nonton Kingdom wkwk Akhirul kalam, kusarankan kalyan nonton Abadi Nan Jaya serileks mungkin, nggak usahlah mikirin pendapat ini pendapat itu, just enjoy the show!

***

Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Di musim pancaroba ini (udah official ya) aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia nyata ketimbang dunia tipu-tipu. Saat ini aku lagi mode di saving energy karena belakangan ini cuaca nggak menentu, tetiba panas, tetiba hujan, tetiba nggak karuan 😅. Jenuh banget rasanya tinggal di rumah dan melakuan berbagai hal yang kalau kata Deya mah auto pilot. Hiburanku nggak jauh dari main dengan Lulu, nonton, main game dan sesekali meng-update blog.

Gegara heboh bendera Jolly Roger aku jadi teringat lagi hanca One Piece yang sempat tertunda 😁. Alhamdulillah bulan lalu aku berhasil menamatkan One Piece dalam waktu 3 hari, selang seling dengan Good Boy. Aku memang nggak pernah nonton One Piece versi anime-nya, namun untuk muggle sepertku ini, One Piece versi live action-nya sips dan mudah difahami ✨👌.


Mumpung ghirah bajak membajak yang bukan di sawah masih ada, aku rewatch salah satu trilogy favorite-ku yakni:

Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl (2003)
Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest (2006)
Pirates of the Carribean: At Worlds End (2007)

Pirates of the Carribean: On Stranger Tides (2011)
Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales (2017)

***

Aku pertama kali nonton Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl saat persiapan ospek fakultas, kita nobar kilat dari DVD-nya Rizma untuk cari referensi outfit bajak laut. Yaps... tema ospek fakultas kita adalah bajak laut. Aku baru menamatkannya Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl 1-2 tahun kemudian, dan sejak saat itu Pirates of the Carribean trilogy jadi comfort movie-ku, di-rewatch mulu biar nggak stress.

FYI, lupa lagi gimana ceritanya namun kita semua sepakat jadi kru bajak laut (bukan jadi bajak lautnya 😅), pake setelan hitam putih, bandana ala-ala, bawa karung, punya pedang dan bikin kumis jadi-jadian + codet 😂.

Pirates of the Carribean bercerita tentang petualangan Captain Jack Sparrow (Johnny Depp) dan krunya di perairan Karibia. Secara geoggrafis, kepulauan Karibia berada di lautan tropis yang membentang dari Amerika Tengah (Florida) hingga Amerika Utara (Venezuela). Lokasinya yang strategis tentcunya bikin perairan Karibia ini ramai dan disinggahi oleh kapal-kapal pedagang termasuk Spanyol, Inggris, Prancis, Belanda dan China.

Setahuku, Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl ini direncanakan sebagai film sekali tamat, namun melihat pencapaiannya yang luar biasa dibikinlah sekuelnya yakni Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest dan Pirates of the Carribean: At Worlds End. Syukurnya, kedua sekuelnya ini sama asyiknya dengan Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl, jadi penonton sangat terpuaskan.

Menurutku, ending-nya Pirates of the Carribean: At Worlds End udah pamungkas banget, nggak perlulah dibikin sekuel lagi macem sinetron stripping. Tapi ya... namanya juga Disney, tetiba doi kasih pengumuman mau bikin trilogy baru untuk Pirates of the Carribean ini. Apa itu sekuel? Apa itu spin off? Trilogy cuy... Sayangnya, rencana bikin trilogy ini mesti berhamburan gegara Johnny Depp di-kick paska perseteruannya dengan Amber Heard 😭.

Sejujurnya aku masih suka trilogy pertama ketimbang trilogy kedua karena alur cerita dan pengembangan karakternya lebih mantips. Pirates of the Carribean: On Stranger Tides dan Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales terasa kurang nendang karena kru Black Pearl udah pada mencar sana sini. Meski kadang sebel krunya dongo dan berkhianat mulu, rasanya hampa aja gitu melihat Jack Sparrow solo karir 😅.

Sebagai franchise yang menjanjikan, tentcunya Disney mencari cara untuk mengekplotasi IP-nya Pirates of the Carribean. Kabar terakhir yang kubaca, Disney sedang mengkaji ulang rencana reboot Pirates of the Carribean dengan Johnny Depp sebagai Captain Jack Sparrow. Anj 😡... kenapa nggak bikin series-nya aja sih??? Win win solution laya, biar sama-sama enak. Meski masih mangkel perkara reboot, aku suka dengan fakta bahwa there is no Captain Jack Sparrow without Johnny Depp.

Sebagai pertimbangan, kubikin list alasan-alasan mengapa kalyan mesti nonton Pirates of the Carribean.

ALUR CERITA YANG SERU
Ini mah nggak usah ditanya ya wkwk Kalau kalyan suka film bertema petualangan, fantasi dengan bumbu-bumbu sejarah kuyakin kalyan akan suka Pirates of teh Carribean ini. Untuk trilogy pertama sekenarionya bisa dibilang padat karya dan chef kiss ✨👌, sedang untuk trilogy kedua terasa agak kurang ya pemirsa. Aku suka cara mereka menghidupkan cerita dengan berbagai dialog dan aksi absurd macem di opening-nya Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest.

KARAKTER YANG IKONIK
Aku nggak bisa membayangkan ada aktor lain yang mampu menghidupkan Jack Sparrow selain Johnny Depp, seakan-akan karakter itu memang tercipta untuknya. Kurasa hampir semua karakter di Pirates of Carribean ini memang ikonik, termasuk karakter kecil macem duo Pintel (Lee Arenberg) - Ragetti (Mackenzie Crook), Tia Dalma bahkan Jack Jack. Di antara semua karakter kurasa yang perkembangannya OK adalah James Norrington 😍.

EFEK VISUAL YANG KEREN PADA MASANYA
Bahkan hingga saat ini, efek visual yang digunakan di Pirates of the Carribean ini masih acceptable dan kewren. Untuk proses syuting Pirates of the Carribean ini krunya pake kapal sungguhan, niat banget ya😆. Sebagian adegan memang diambil di studio, sedang sisanya diambil di lokasi asli macem kepulauan Bahama dan Republik Dominika. Mereka pake CGI untuk olah rupa karakter yang rumit macem Davy Jones dan krunya, mehong coy kalau semua pake CGI mah 😅.

SCORING YANG MEMORABLE
Mungkin pernah lewat di FYP kalyan, video TT tentang hewan-hewan misterius di bawah laut yang yang pake sound seram ala bajak laut. FYI, judul lagu ini adalah Hoist the Colours, yang muncul di opening Pirates of the Carribean: At Worlds End, bercerita tentang 'dosa-dosa' raja bajak laut kepada Calypso, dan digunakan untuk mengirim pesan kepada Brethen Court. FYI lagi, lagu ini bukan lagu bajak laut asli ya melainkan lagu yang sengaja dibikin untuk kebutuhan film.

The king and his men stole the queen from her bed
And bound her in her bones
The seas be ours and by the powers
Where we will. we'll roam

Yo-ho, all together
Hoist the colors high
Heave ho, thieves and beggars
Never shall we die

Lirik: Ted Elliot dan Terry Rossio, Komposer: Klaus Badelt dan Hans Zimmer.

INTRIK POLITIK YANG PELIK
Salah satu yang menjadi highlight di Pirates of the Carribean adalah keterlibatan kongsi dagang di pemerintahan Inggris. Kalau Belanda punya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), maka Inggris punya EIT (East India Trading Company). Kongsi dagang ini memiliki kekuasaan politik dan militer yang cukup besar untuk mengendalikan wilayah koloni, that's why gubernur Swann nggak bisa berkutik saat Cutter Becket datang ke Port Royal.

REFERENSI MITOS DAN SEJARAH
Bajak laut atau perompak hadir seiring terbukanya jalur perdagangan lintas laut dan menjadi bagian dari sejarah maritim dunia. Sampai sekarang bajak laut masih ada kok terutama di perairan Somalia, kalyan bisa nonton Captain Philips (2013) untuk tahu gimana bajak laut modern beraksi. Brethen of Court di Pirates of the Carribean: At Worlds End mengambil referensi dari Brethen of the Coast yang eksis di abad ke-17 sampai abad ke-18 dan punya code of conduct sendiri.

Banyak referensi mitos yang dipake di Pirates of the Carribean, salah satunya adalah Kraken yang jadi 'senjata' andalan Poseidon. Biasanya Kraken digambarkan sbagai monster laut yang ganas, tapi aku sama sekali nggak mengira bentuk asalinya adalah gurita😅. Putri duyung atau Fountain of Youth mah udah familiar laya, gimana dengan trisula Poseidon? Scene laut terbelah mngingatkanku pada Nabi Musa.

***

Eh iya, marki-view tipis-tipis Pirates of the Carribean ini biar kalyan nonton.

Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl (2003)

⭐⭐⭐⭐✰

Paska dikhianati oleh mualimnya sendiri, Hector Barbossa (Geoffrey Rush), Jack Sparrow luntang lantung dan 'terdampar' di Port Royal. Malam harinya kapal Black Pearl berlabuh dan krunya menculik putri gubernur, Elizabeth Swan (Keira Knightley) karena koin emas yang dimilikinya. Jack Sparrow menghasut Will Turner (Orlando Bloom) untuk mengejar kapal Black Pearl, mendahului armada yang dipersiapkan oleh James Norrington (Jack Davenport) yang merupakan tunangan Elizabeth.

Setelah mencuri 882 koin emas Hernan Cortes hasil upeti suku Aztec, Barbossa dan krunya terkena kutukan yang bikin mereka berubah jadi zombie dan immortal. Satu-satunya cara untuk menghapus kutukan tersebut adalah dengan mengembalikan semua koin emas ke Isla del Muerta. Yha~ kapal Black Pearl kena kutukan gegara salah ngerampok 😂. Jack Sparrow dan Barbossa akhirnya saling berhadapan dan memperebutkan keping emas terakhir sekaligus kapal Black Pearl.


Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest (2006) 

⭐⭐⭐⭐⭐

Seperti yang udah kita dugong, Elizabeth Swann memutuskan pertunangannya dengan James Norrington dan memilih Will Turner. Sialnya, pernikahan mereka mesti tertunda gegara Lord Cutler Beckett (Tom Hollander) dari East India Trading Company, doi mengancam akan mengeksekuisi semua orang yang terlibat di misi penyelamatan Elizabeth. Kecuali, Will berhasil mendapatkan kompasnya Jack Sparrow.

Lupakan Barbossa, kali ini Jack Sparrow mesti menghadapi Davy Jones (Bill Nighy) yang menagih tumbal yang pernah dijanjikan. Bukannya berusaha melunasi tumbal, Jack Sparrow malah mendatangi Tia Dalma (Naomie Harris) dan mencari celah untuk menghindari Davy Jones dan peliharaannya, Kraken. Ending-nya sungguh sangat di luar ekspetasi yaini, udalaya tonton aja, dijamin seru. 


Pirates of the Carribean: At Worlds End (2007) 

⭐⭐⭐⭐⭐

Sayangnya Jack Sparrow nggak berhasil menyelamatkan diri dan ditarik oleh Kraken ke dasar timeline laut. Ketimbang memulai hidup baru, kru yang tersisa malah menemui Tia Dalma (lagi) demi menyelamatkan Jack Sparrow dari kuburan laut. Untuk memandu perjalanan ke ujung dunia ini mereka membutuhkan seorang kapten, dan yha~ selamat datang kembali Barbossa... 😉.

Sadar nggak bisa menghadapi persekutuan Davy Jones X Cuttler Becket sendirian, Jack Sparrow pun pergi ke Shipwreck Island untuk meminta bantuan Brethen Court. Setelah melalui konklav mereka bersepakat untuk membebaskan Calypso sekaligus menghancurkan armada Davy Jones X Cutler Becket. Scene favorite-ku adalah battle scene antara kapal Black Pearl dan Flying Dutchman saat badai di tengah pusaran. Kewren 😍.


Pirates of the Carribean: On Stranger Tides (2011)

⭐⭐⭐✰✰

Paska di-kick (lagi) oleh krunya, Jack Sparrow luntang lantung dan 'terdampar' di London. Doi menemukan Barbossa menyamar sebagi dirinya dan merekrut kru untuk mencari Fontain of Youth. Saat itu sedang terjadi persaingan antara Inggris dan Spanyol, makanya mereka berusaha untuk saling mendahului. Jack Sparrow pun menolak namun doi malah bertemu dengan Angelica (Penelope Cruz) dan Blackbeard (Ian McShane) yang mengincar Fountain of Youth.

Di perjalanan mereka singgah di Whitecap Bay untuk menangkap Syrene (Astrid Berges-Frisbey) sebagai syarat ritual di Fointain of Youth. Mereka juga menawan Philip Swift (Sam Claflin) seorang misionaris muda yang... tuh kan Sam Claflin karakternya kalau nggak metong ya sengsara mulu 😅. Ketiga armada laut, yakni Blackbeard X Jack Sparrow, Barbossa X Inggris dan Spanyol berlomba menemukan Fountain of Youth.


Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales (2017)

⭐⭐⭐✰✰

Telah tiba masanya kita bertemu dengan Henry Turner (Brenton Thwaites) yang merupakan anak dari Will Turnar dan Elizabeth Swann. Dengan kesusotoyannya, ia pergi mencari Trident of Poseidon demi membebaskan bapake dari guna-guna kapal Flying Dutchman. Di perjalanan doi ditawan oleh Armando Salazar (Javier Bardem) dan dipergunakan untuk mengancam Jack Sparrow yang bikin doi dan krunya dikutuk karena masuk ke Devil's Triangle.

Sementara itu, Jack Sparrow bertemu dengan Carina Smyth (Kaya Scodelario) seorang astronom yang dituduh penyihir. Jack Sparrow, Henry dan Carine lantas pergi mencari Trident of Poseidon mengikuti petunjuk di buku milik bapake Carina menggunakan kapal Dying Gull. Mereka semua akhirnya bertemu di dasar laut (?!) dan berlomba mendapatkan Trident of Poseidon. Jujur, di antara semua film Pirates of the Carribean, film ini yang skenarionya paling lemah.


***

Seperti byasa... bagimu taste-mu, bagiku taste-ku, selera kita bisa sama bisa aja nggak. Kalau kalyan sedang mencari tontonan bertema bajak membajak yang bukan di sawah, let's give them a try... atau cobain dulu deh nonton trilogy pertamanya *maksa. Tapi kalau kalyan udah nonton, ingatlah apa kata mb Mariah Carey tiap menjelang akhir tahun. its timeeeeeeeeeeeeeeeeee... to rewatch.

***

Pictures were taken from IMP Awards website.
Kalau kalyan merasa tulisanku menarik dan ingin menyemangatiku, boleh niya jajanin virtual... 😉.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copying any content from this blog without permission. Please let me know if your privacy has been violated through the content or find something that needs to be credited correctly.

Note

My post may contain affiliate links, which means I will earn a commission if you buy through the link. There is no compulsion as we have different preferences and needs. Thank you :)

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2025 (31)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (3)
    • ▼  Dec (2)
      • Mengkalibrasi Rasa
      • Recap Drakor 2025 part 2

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates