Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Hello~

Di bulan Januari ini tentcunya rang-o-rang pada bikin resolusi awal tahun yekan, yuyur aku nggak begitu tertarik bikin (lagi) karena resolusi tahun lalu terbukti ambyar semua 😂. Namun karena fyp-ku isinya hobbies to try in 2026, crafty projects I want to do in 2026, analog projects inspiration, or anything related into it seketika bikin jiwa artsy-ku tersentil. Karena... mengingatkanku pada proyek-proyek mangkrak yang nggak tahu kapan kelarnya 🤣.

Sebagai manusia banyak mau tentcunya aku punya keinginan bebikinan ini itu, yang sayangnya karena berbagai hal nggak bisa kuselesaikan. So... ketimbang bikin resolusi tahunan *yang kita tahu gitu-gitu aja, kurasa akan lebih baik kalau aku menyelesaikan apa yang pernah aku mulai meski baru wacana di otak 😅. Yha~ mumpung masih sans, kalau udah on the track mah bisa jadi malah makin mangkrak.

Dan inilah list proyek mangkrak yang ingin kulakukan dari Studio Lestari *iya, pake studio biar kewren dan desain banget 🤘🏻.

🎀🎀🎀

BEADED BAG
status: 65%
level: medium

Setelah nggak berhasil menemukan tas yang OK untuk acaranya Widy aku memutuskan untuk bikin beaded bag. Sayangnya karena masih newbie aku kurang teliti dan salah mengkalkulasikan kebutuhan bahan. Beads yang kupake udah nggak restock dongs 🥹, kalau pun ada ukuran dan warnanya nggak sama. Hal inilah yang bikinku nggak mood menyelesaikannya, bahkan hingga Widy akhirnya menikah, hamil dan punya anak proyek beaded bag ini masih mangkrak.


BEADED NECKLACE
level: easy
status: 80%

Saat belanja bahan untuk beaded bag aku nggak bisa menahan diri untuk nggak beli beads di luar kebutuhanku. Ya maap... tapi kalyan lucu-lucu sih 😆. Aku bikin aksesoris untuk self satisfaction masih belum kepikiran untuk dijual, paling dibagikan untuk para keponakan. Mungkin karena kebanyakan lihat referensi ini itu, aku jadi sering bongkar pasang aksesoris yang udah jadi makanya mangkrak mulu nih proyek 😂.


VEST
level: medium
status: 10%

Sejak ikutan YCIFI dan berhasil bikin kemeja aku jadi kepikiran jahit ini itu untuk diriku sendiri. Tadinya aku ingin bikin kulot tapi setelah dipikir-pikir malay ugha ya ngukur-ngitungnya 😅 aku berencana bikin vest biar nggak terlalu ribet. Sayangnya untuk saat ini mesin jahit Widy lagi nggak ada di tempat dan aku otw bongkar gudang cari mesin jahit cadangan. Meski secara teori mah bisa-bisa aja bikin vest pake jahit manual, akyu tyda shanggup ya pemirsahhh... 🫣.


BADINGKUT
level: medium
status: 20%

Badingkut di sini bukan badingkut seni musik ya melainkan badingkut kain macem quilting dan patchwork. Aku udah berada di tahap gregetan setiap kali melihat tumpukan pakaian dan kerudung lintas trend mangkrak di storage. Sebagian udah dihibahkan namun sebagian lagi masih ada, tepatnya belum ada yang mau ngangkut sih 😁. Karena sebagian besar bahannya pake polyester kurasa akan lebih cucok dibikin tirai, sarung cushion atau pouch.


GOUACHE PAINTING
level: medium
status: 25%

1-2 tahun yang lalu aku sempat bersemangat bikin gouache painting, udah ngumpulin berbagai referensi (teknik dan style) dan beli gouache Himi Miya. Mungkin karena terbiasa pake watercolor yang layering-nya tipis dan detail, begitu pake gouache aku agak shock ya 😅. Momen eskplorasi gouache-ku terhenti saat pindahan ke unaesthetic side of Bandung, lupa aja gitu aku teh punya proyek mangkrak. Saat kucek gouache-ku berjamur dongs, sebel deh 🥲.


WATERCOLOR PAINTING
level: medium
status: 25%

Di antara berbagai coloring media aku paling suka watercolor karena at some points bisa bikinku rileks. Objek favorite-ku ofkors adalah makanan, karena detailing-nya yang menantang. Sayangnya, watercolor painting ini cukup menyita waktu dan ini kurang cocok untukku yang weekend-nya syibuk bener 😆. Oh ya, aku masih pake watercolor yang sama dari 13 tahun yang lalu, saking jarangnya dipake malah jadi awet 🤗.


MIX MEDIA
level: medium
status: 25%

Sejak tahun lalu aku udah ngecengin mix media ini namun belum ada mood untuk memulainya 🤭. Untuk bikin 1 video singkat diperlukan banyak slides terkurasi yang tentcunya butuh effort untuk menyelesaikannya. Oh ya, mix media ini konsepnya mirip dengan kolase dimana kita bisa mengkombinasikan berbagai style dalam satu ruang, mungkin aku akan mencoba bikin 1 dulu *nggak usah muluk yaini semoga berhasil ya 🫡.


JOURNALING
level: medium
status: 25%

Udah bertahun-tahun aku mencoba journaling namun nggak ada satu pun yang selesai 🥲. Sesungguhnya aku malah terdistraksi dengan printilan-nggak penting-tapi-ingin-punya macem sticker, washi tape, pulpen warna warni dan semuamuanya. AAAAA... tyda semudah itu Ferguso memulai journaling 🥹. Semoga aku bisa segera mendapatkan pencerahan untuk segera menyelesaikan proyek mangkrak ini.


ZINE
level: medium
status: 25%

Sejujurnya aku masih 50:50 memasukkan zine ke list ini karena aku merasa konsep zine mirip dengan blog. Zine terkesan indie sedang blog terkesan personal, keduanya sama-sama dibikin untuk mengekpresikan diri. Sampai saat ini aku masih bimbang mau bikin zine apa nggak karena kontennya pasti ya itu-itu aja 😂. Yha~ sepertinya aku masih harus menyelam lebih dalam sampai menemukan flow yang mengantarkanku pada audience-ku di zine.


🎀🎀🎀

Kalyan ada rencana bebikinan apa di tahun ini? Ada yang sama nggak dengan list ini?

***

*pictures were taken randomly from Pinterest
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hello~

Apa kabar jemuran kalyan? Masih basah atau udah otw kering? Jemuranku mah nggak kering-kering yaini, mataharinya ngumpet mulu😅. Kombinasi antara hujan + petir + angin tentcunya bikin kita semua waswas dan waspada, khawatir banget dengan berita-berita kurang baik yang berseliweran. Oh ya... meski udah pake jaket dan mengurangi intensitas keluar rumah, aku tetap masuk angin dongs huhu *angger 🥹.

Beberapa hari yang lalu aku dan Widy pergi mengambil laundry, pulangnya kita mampir di Mera Noodle Bar. Sejujurnya, meski hampir setiap hari melewatinya aku nggak ada keinginan untuk mampir, karena... dekat rumah 😂. Berasa tanggung aja gitu makan di sana sementara rumahku dekat. Well... Mumpung cuacanya mayan okey dan kitanya lagi sans, let's give them a try 😉.

Fyi, Mera Noodle Bar ini berlokasi di jalan masuk ke kompleks perumahanku, dulu di sebelahnya ada lapangan futsal namun kini udah jadi kios sayuran. Fyi lagi, Meera Noodle Bar ini aslinya rumah tinggal yang masih satu rumpun dengan rumah-rumah perkebunan lainnya. Yaps, kompleks perumahanku dulunya perkebunan dan kolam renang yang ada di ujung sana udah eksis sejak zaman hollander.

Kita memilih meja di area depan biar terang dan terkena angin sepoi-sepoi, untungnya ada baby seat jadi Lulu bisa anteng... sebentar 😁. Kita order Mera Tantan, Mera Tomyum dan Fried Enoki, dibutuhkan waktu +- 10 menit untuk menyelesaikan semua order. Sambil menunggu kita ngobrolin to-do-list selama Ramadan dan Idul Fitri biar pembagian job desk-nya jelas 🤔 .

Tadinya kukira order-an kita tertukar ternyata udah benar yaini, saat order tadi aku lupa menanyakan tomyum-nya pedas apa nggak. Ternyata pedas 🥲. So far, rasanya okey kok, tekstur mienya kenyal (nggak beukah) dan kuahnya creamy. Cucok laya untuk dimakan di cuaca begini mah. Tentcunya aku butuh waktu untuk menghabiskannya, pedasnya agak PR niya 😁.

Saat makan aku jadi kepikiran kapan terakhir kali aku makan ramen, errr... yang jelas lebih dari setahun siya 😅. Sejak tinggal di Subang aku memang jarang keluar rumah kalau nggak penting-penting amat, (masih) saving energy mode 🤭. Sebagai ramen pertama yang kumakan setelah setahun lebih, Mera Noodle Bar ini nggak mengecewakan ✨👌🏻. 

Kapan terakhir kali kalyan makan ramen?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Saat pulang dari puskesmas, aku melewati mobil pickup yang terparkir di lapangaan dekat rumah. Kulihat teteh-teteh yang fokus pada smartphone di seat depan, dan aa-aa yang mengajak main anak kembarnya di sekitar lapangan. Melihat pakaian mereka yang rapi dan bersih, aku menyimpukan mereka mau main ke rumah teman atau kerabat di area kompleks *sotoy. Mungkin mereka sedang minta shareloc karena penomoran rumah di sini agak random, makanya banyak yang nyasar 😅.

Sampai rumah aku segera ganti baju dan beberes kamar tipis-tipis, tetiba ada yang bertamu. Tadinya kukira itu bu RT yang mau mengutip iuran ronda, eh bukannya kemarin udah ya 🤔. Seingatku, orang rumah nggak ada yang me-mention akan kedatangan tamu hari ini, apakah doi kurir paket? Begitu kubuka pintu, eh... ini mah teteh yang tadi di lapangan. Doi menyapaku dengan "assalamuaikum teh... punten... saya mau ngambil kulkas"



HAH?!



HAHH?!



HAHHH?!



*hiperbola

Intinya sih begini. Teteh tersebut bikin posting-an di FB yang menyatakan bahwa doi mencari kulkas yang sesuai dengan budget-nya. Salah satu warganya merespon dan menawarkan kulkas miliknya (doi udah beli kulkas baru jadi yang lama nggak dipake). Mereka akhirnya berkontak via WA dan sepakat untuk COD di rumah seller. Tadinya kukira si teteh salah rumah, namun saat kucek chat-nya si seller kasih alamat rumahku lengkap dengan RT/RW dan poin lokasi macem data di e-commerce.

Aku pun menjelaskan bahwa memang benar alamat yang dan poin lokasi yang seller kirim adalah alamat rumah ini, namun kita nggak pernah jual kulkas. Lha wong kulkas di rumah cuma ada 1, nggak mungkin dijual 😅. Komunikasi antara si teteh dan seller lantjar djaya sampai si teteh sampai di area kompleks. Seketika seller nggak bisa dihubungi dan memblokir nomornya, makanya doi bingung banget dan memutuskan untuk 'menjemput' kulkasnya ke rumah.

Fyi, tahun lalu kita memang ganti kulkas, tapi kulkas yang lama udah langsung ada yang ambil yaini 😉.

Sejujurnya aku merasa nggak enak hati meski si teteh dan keluarga bilang udah legowo dengan kejadian COD fiktif ini. Bayangkan... untuk COD kulkas, mereka rela pinjam mobil pickup demi menempuh jarak Pamanukan-Subang 🥹. Si teteh udah dress well (+make up), keluarganya dipakaikan pakaian terbaik dan didandani macem mau menghadiri acara penting. Yang melegakan, si teteh belum sempat transfer ke si seller karena keburu diblokir 😮‍💨.

Setelah bermaaf-maafan, si teteh dan keluarga undur diri karena cuaca tetiba mendung sedang perjalanannya masih panjang. Aku berharap mereka bisa mendapatkan penghiburan setelah kecewa nggak jadi COD kulkas, sumvah masih merasa enak banget 🥲. Sampai sekarang kita nggak tahu siapa seller penjual kulkas, entah tujuannya memang berniat jahat atau sekedar jahil. Yha~ setiap perbuatan pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Fyi aja sih ini mah 😁.

***
Kalyan ada cerita apa di awal tahun ini?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Selamat tahun baru manteman... 🥳.

Seperti byasa, post ini adalah annual post yang tertunda atas nama distraksi duniawi. Di rentang 10 tahun, bisa kubilang tahun 2025 ini adalah tahun tersibuk, kalau byasanya aku sibuk mencari kesibukan, kali ini aku sibuk beneran *monanges 🥺. Hal-hal yang terjadi sepanjang tahun begitu... liar gitu ya 😅, yang mana bikinku mesti take a step behind dan beradaptasi dengan situesyen yang terjadi di luar kendali.

Mungkin pernah lewat di feed kalyan konten mengenai refleksi spiritual yang menjelaskan bahwa tahun 2025 adalah tahun reset, tahun pembersihan, tahun penyelesaian atau tahun apalah itu. Makanya banyak rang-o-rang yang memutuskan untuk berpisah, mengalami berbagai ujian hidup atau berpulang. Maap banget nih pemirsa, kalau memang semesta lagi declutter sepertinya aku masuk kloter pertama deh 😁.

***

Biar bacanya enakeun, aku membaginya jadi: mind, body dan soul.

MIND

Awal tahun ini aku pindah ke Subang karena mama kena stroke ke 2, alhamdulillah kita berhasil mengoptimalkan golden time-nya. Bersyukur sekali punya tetangga dan keluarga yang bisa diandalkan saat genting seperti ini 🥺. Mungkin karena saat stroke ke 1 beliau bersamaku, saat stroke ke 2 ini beliau berulang kali bilang "mbak nggak usah kerja, di sini aja nemenin mama" heuheuheu gamang banget yekan... apalagi aku memang malay misqueen suka kerja 😅.

Kuharap kalyan percaya bahwa salah satu doa mustajab datang dari doa orang tua kepada anak-anaknya. Beberapa hari setelah menyuruhku menemaninya di rumah, aku di-cut atas nama efisiensi 💆. Perusahaanku memutuskan menutup tempat produksi dan memilih order barang dari you-know-who, dalam hal ini peran desainer memang nggak dibutuhkan. Kupikir ini adalah hal jenaka mengingat kegalauanku selama beberapa hari ini memikirkan mau resign apa nggak 😉.

Dalam perjalanan pulang di bis aku baca From The Unaesthetic Side of Bandung dan merasa amazed dengan cara Allah menjawab pertanyaanku. Uhukkk... *brb bikin list pertanyaan 😆. Setelah tahu akan pindah ke Subang, aku segera beberes rumah, packing barang, bayar ini itu, scalling gigi dan cek mata tahunan di Cicendo. Yha~ based on my personal experience... saat mengurus orang byasanya kita akan lupa mengurus diri sendiri *heu 😅.

Aku nggak sempat mengabari kepindahanku ini kepada kalyan sekalyan, hanya teman kantor *yaeyalah 😁 dan manteman yang pada saat itu sedang berinteraksi denganku yakni Memed dan Fira (karena kita ada rencana ngobrol berkedok ngopi). Icunk dan Deya mah udah nggak usah ditanya ya, ada api yang mesti dinyalakan setiap harinya 😂. Manteman kantorku mengadakan farewell satset yang ditutup pake nasi liwet Teh Aning dan (tentcunya) J. Co.

Long story short, selama setahun ini mama masih dalam masa pemulihan, jadi kita masih mesti bolak balik rumah sakit untuk kontrol ke dokter dan fisioterapi. Dalam sebulan kita bisa 2-4 kali ke rumah sakit, dari jadi pasien kloter pertama hingga jadi pasien kloter terakhir *sini sungkem sama suhu 😁. Saking rutinnya, ibu kantin sampai hafal aku mau jajan apa 😂. Lemi telyu... hanya ada 2 alasan mengapa pasien berhenti ke dokter, kalau nggak sembuh ya meninggal.

Aku mesti mengakui bahwa proses adaptasiku nggak se-smooth slime, bawaannya tantrum mulu yaini... 🙂‍↕️. Ada masanya aku tetiba marah, tetiba sedih, tetiba semangat, tetiba mellow, tetiba craving *ah... ini mah PMS 😅. 10 tahun berlalu sejak mama kena stroke ternyata aku masih gini-gini aja. Fyi, aku sans sih karena ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbuka, mungkin kini giliran pintu surga yang terbuka 😇.

BODY

Sebagai ciwik berhijab so pasti rambutku rontok parah, sejauh mata memandang hanya ada rambut, rambut dan rambut. Sampai malay nyapu akutu wkwk. Setelah tinggal di Subang rambutku udah nggak begitu rontok *yippie 🎉. Tahu nggak kenapa? Rambutku dipotong pendek sampai nggak bisa dikucir, karenanya aku pake jepit atau jedai (mini), selain itu aku punya waktu untuk mengeringkan rambut secara alami.

Seperti yang kalyan tahu, aku sempat mengalami sakit mata yang luar biasa durjana. Bukan cuma mata aja yang sakit, aku bahkan nggak bisa beranjak dari tempat tidur gegara sakit kepala dan demam menggigil. Feels-nya macem koronces tapi versi mata 🙃. Butuh sekitar 2 minggu sampai mataku berangsur-angsur membaik, termasuk area sekitar mata yang bengkak ala KDRT. Seumur hidup belum pernah aku merasakan sakit mata yang sebegini repotnya.

Saat scalling, dokter mengingatkan bahwa gigi gerahamku posisinya udah tidur (melintang) dan butuh tindakan secepatnya. Setelah Idul Adha aku cek ke dokter dan direkomendasikan untuk operasi impaksi, kukira hanya 1 gigi ternyata 2 gigi dongs 🥲. Berdasarkan peraturan BPJS terbaru, operasi impaksi hanya bisa dilakukan untuk 1 gigi dengan jeda 1 bulan untuk operasi tambahan. Udalaya... kuyakin kalyan faham gimana ngilunya gusi ini... 😭.

Operasi impaksiku terjeda selama 2-3 bulan karena prosedurnya yang mayan panjang. Bahkan untuk operasi ke 2 aku mesti menunggu dokter selesai cuti nataru untuk bisa lepas jahitan, mon maap... jahitannya akhirnya lepas sendiri 😌 jadi aku rumah sakit hanya untuk mengecek sisa benang. Aku butuh 3 minggu untuk penyembuhan *lama ugha ea, termasuk flu gegera ngemilin es batu mulu 😆. Sumvah nggak enak banget nggak bisa mangap, aku sampai pake sendok kue untuk makan.

Menjelang natal, sendi tangan dan pergelangan tanganku terasa nyeri yang mana bikinku sulit beraktivitas, aku bahkan nge-skip mandi gegara nggak bisa mengangkat gayung 😂. Karena libur nataru dan prosedur BPJS yang mayan panjang, aku baru bisa ke dokter saraf 3 minggu kemudian, beliau bilang "harusnya sebelum 2 minggu kamu minta disuntik di dokter, kalau udah begini kan lama penyembuhannya".

Andai kau tahu dok... untuk bisa mendapatkan surat rujukan kita mesti bolak balik faskes 1 hingga 2-3 kali, hingga mereka yakin penyakit kita udah nggak bisa di-handle. Argghhh 😤... Gegara hal ini aku jadi kepikiran untuk pindah faskes, ribet euy. Oh ya, aku kena carpal tunnel syndrome karena aktivitas berlebihan, nyerinya merembet hingga pangkal lengan dan punggung *astagana tuwa 🤭. Sekarang otw pemulihan, minum obat, banyak istirahat dan fisioterapi.

So... jangan nungguin post terbaru ya 😉.

SOUL

Pertengahan tahun ini keluargaku sibuk luar biasa menyambut kehadiran Lulu, akhirnya ayah dan mama resmi jadi kakek dan nenek. Cieee... update mulu niye... 😆. Tadinya aku di-hire Widy untuk mendokumentasikan proses persalinannya, alih-alih aku malah jadi Jill of all trades. Proses persalinan Widy berlangsung selama 3 hari 3 malam *udah macem staycation aja 😅, keluarga tentcunya udah panik dan bolak balik menghubungi sampai aku puyeng mau reply yang mana dulu.

Alhamdulillah, setelah proses yang puanjaaannnnggggg... akhirnya Lulu berhasil dibujuk keluar. Sebagai anggota termuda tentcunya doi mendapatkan perhatian semua orang, namanya cucu pertama yekan. Hari-hari dan gallery-ku isinya Lulu mulu sampai nggak ada foto sendiri kalyan begini juga kan? ayo ngaku 😁. Sampai sekarang aku masih bimbang mau dipanggil apa oleh Lulu kelak, plis kasih aku ide... aku nggak mau dipanggil Wawa karena mengingatkanku pada Agus Sedih 🥹.

Tahun ini giliran Emih (nenek-ibunya ayah) yang berpulang, sejujurnya bukan hal yang mengejutkan mengingat kondisinya yang semakin memburuk. Selama 10 tahun terakhir Emih terkena dementia yang bikin kita mesti bolak balik memperkenalkan diri saat bertemu. Ada kalanya beliau menanak nasi dalam porsi besar (untuk para pegawainya *dulu), menyelinap jalan-jalan, mandi berkali-kali dan meracaukan memorinya saat diajak merantau ke Jakarta.

Meski jarak antara rumahku dan rumah Emih bisa dijangkau dengan jalan kaki, aku nggak punya banyak memori dengannya karena udah lama hidup masing-masing 🥲. Aku terakhir bertemu dengan Emih saat beli ketoprak, beliau baru aja dimandikan dan meracau 😉. Fyi, hidup panjang umur tuh nggak mudah ya manteman... semua saudara dan kerabat yang seangkatan dengan Emih udah berpulang sejak lama, yha~ beliau adalah yang terakhir di generasinya.

Setelah merayakan ulang tahunnya yang ke 100 giliran Emak (ibunya uwak) yang berpulang, beliau adalah mertuanya uwakku yang ikrib karena sama-sama pernah tinggal di ma'had. Kalyan mungkin mengenalnya sebagai mertua Pak Nasrun *ytta. Aku terakhir bertemu dengan Emak saat resepsinya Atsni, meski udah renta beliau masih mengenaliku. Menanyakan FAQ standar, kapan nikah? sambil makan kue kacang.

Selain Emih dan Emak ada beberapa kerabat dan kenalan yang berpulang, feels-nya udah macem pandemi yaini coyyy... Hampir tiap bulan kita (aku dan keluarga) mendapat berita duka, saking seringnya kita akhirnya terbiasa. Macem yaudalaya... semua yang bernyawa pasti akan mati 🙂. Well... Semoga semua yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan kesabaran serta kemudahan dalam menjalani hari-hari yang akan datang.

***

Aku nggak akan tanya "gimana tahun 2025 kalyan?" karena kuyakin situesyen kita nggak jauh berbeza 😁, namun aku akan sangat bersyukur kalau ternyata kalyan menjalani tahun 2025 dengan gembira. Kuharap kita semua mendapatkan banyak kemudahan dan keberlimpahan di tahun-tahun yang datang (termasuk tahun ini). Oh ya, aku berencana untuk mengambil jeda dan mengurangi interaksi di social media karena merasa terlampau lelah 🫠. Meski begitu kalyan masih bisa mengecekku via blog, e-mail atau whatsapp.

*serius, aku kangen dikirimi e-mail personal yang isinya 1-2 kalimat.

Have a blessed life everyone 🤗
Lestari
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
When I was in high school, a friend and I once had one of those late-night, serious conversations before sleep. She asked me about the peak of intimacy in movies—what a topic, gurrlll… 😁.

***

“I know you like watching films and paying attention to details,” she said, “but have you ever wondered why, at the end of a movie, they’re almost always just kissing instead of having sex?”

I remember answering without much hesitation:

“Personally, because kissing is simpler than sex. In a kiss, you can pour all your emotions into one spontaneous moment. Sex requires preparation, intention, and a ‘proper’ setting.”

***

A few months ago, I finished the K-drama My Troublesome Star and found myself enjoying short clips of it on TikTok. While scrolling through the comments, I noticed someone saying the drama felt modest because it didn’t include intimate scenes like most dramas today.

Growing up in a modest environment, intimate scenes used to make me uncomfortable—even when I watched alone. Do you feel the same? 😁.

Sometimes I feel as though producers and writers feel guilty if their work doesn’t include intimacy, as if they’re obligated to seduce the audience. 

I remember my high school teacher once praising K-dramas for this very reason. “They don’t overdo it,” he said. “Just two people touching lips.” To him, that was the most modest way to visualize intimacy 😅.

Lately, I’ve found myself skipping intimate scenes altogether. Not because they offend me, and not because I’m trying to be morally superior—but because they no longer move me. They feel predictable, almost mechanical.

I miss the old days when a kiss was placed carefully at the end of a story, when it marked the emotional climax rather than serving as a routine checkpoint. Back then, sex felt like an optional side dish, not the main course we were expected to consume.

Maybe we’re living in an era obsessed with reaching the peak of intimacy as quickly and explicitly as possible. Or maybe intimacy has simply changed its language.

Or maybe—quietly, honestly—I’m just not ready to meet it where it stands now 🙂‍↕️.

And perhaps that, too, is okay.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Photo by Anna Shvets

Hello~

Jumpa lagi dengan annual post edisi bulan Agustus, yihaaa?! 🐎 Sejak akhir bulan lalu, di rumahku udah terpasang bendera dan umbul-umbul untuk menyemarakkan hari jadi Indonesia yang ke 80. Masih hidup kan gan? wkwk 😁. Sebagai warga negara yang budiman (berbudi dan beriman), tentcunya kita tetap berusaha memelihara spirit hari jadi meski sebenarnya mah ya Allah udah malay pisan. To be honest... I still love being Indonesian, except the goverment. Do you?

***

DWIKORA

Kurasa satu-satunya yang excited menyambut bulan Agustus di keluargaku adalah mama, apalagi kalau bukan karena doi berulang tahun. Yha~ mamaku tipikal orang tua yang gemar merayakan milestone di kehidupannya, ulang tahun tumpengan, lulus kuliah tumpengan, keterima kerja tumpengan, nggak ada apa-apa juga tumpengan 😁. Kalau tahun-tahu lalu kita merayakan pake kue lemon, tahun ini kita merayakan pake kue kartun *cmiiw. Alhamdulillah kita semua masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat.

GAIRAH YANG REDUP

Ketimbang tahun-tahun lalu, kurasa bulan Agustus tahun ini terasa kurang bergairah, apakah kalyan merasakan hal yang sama? Iklim politik yang pancaroba mulu berimbas pada kinerja pemerintul yang menghadeh, menciptakan situesyen yang mendorong perekonomian hingga ke tepi jurang. #agustuscore masih ada namun udah nggak semeriah biasanya, perhatian kita lebih tersita pada pejabat publik yang gemar mempermalukan diri sendiri 😡.

MULYONO, MULYANI, MULYADI

Let me introduce you to the most popular trio on (my) social media.

MULYONO

Perkembangan kasus ijazah palsu ini udah macem perkembangan cerita sinetron stripping, sungguh sangat ecapwek dwehhh... Ketimbang ribut mencari kebenaran dari kasus ijazah Jokowow, kenapa nggak langsung tanyakan aja ke partai yang mengusungnya dulu, kuyakin merekalah yang paling tahu mengenai perkara ijazah ini 🤔. Jujur, konsep Roy Suryo yang ceunah mah pakar telematika tapi pernah bikin meme nggak etis ini bikinku mempertanyakan kredibilitasnya.

MULYANI

Kagak faham hamba hal apa gerangan yang mengejar-ngejarnya sampai rajin malakin rakyat jelita. BU banget yu teh? Sebenarnya yang bikin kita malay bayar pajak tuh karena sasaran yang nggak tepat guna, macem menggaji anggota DPR yang nggak produktif nan problematik atau meng-hire buzzer untuk memperbaiki citra chitato. Aksinya menaikkan dan menurunkan PPN di pergantian tahun tentcunya bikin segenap tax officer meradang, yha~ trending topik pembukai tahun 2025 adalah misuh-misuh perkara PPN.

MULYADI

Aku tahu KDM gegara mama sering share video-nya di WAG keluarga, awal-awal nonton tuh macem: naon sih ieuuu... Untukku, nonton mantan pejabat publik yang blusukan dan berinteraksi dengan warga kurang menarik *yha~ aku bukan market-nya 😅. Keputusan KDM mempublikasikan akivitasnya bikinku khawatir doi nggak akan kerja karena sibuk ngonten mulu *yang udah-udah begitu soale *ealah *siapa sih ini *pura-pura lupa 😅. Ternyata pendekatan populisnya terbukti efektif untuk merangkul warga yang sebelumnya berjarak dan bikin situesyen cair.

YANG TERBIT DAN YANG TENGGELAM

Kurasa salah satu alasan mengapa KDM begitu dielu-elukan oleh segenap netizen adalah karena kita kekurangan figur di Jawa Barat. Maaf banget niya, branding-nya RK mah udah luluh lantak paska persekutuannya dengan LM terungkap dan jadi berita nasional. Well.... Sejujurnya kita sih masa bodo dengan hasil tes DNA-nya, fakta bahwa doi berselingkuhlah yang bikin kita ilfil. Mau dibawa kemana karir politik yang berhamburan ini... Eh iya, aku tuh nungguin kelanjutan dari kasus BJB-nya, kok belum ada ya? 🤔.

MEMANTIK SARI PATI

Di pertengahan bulan Agustus warga Pati kompak menolak kenaikan PBB-P2 sebesar 250% yang digagas oleh bupati Sadewo. Ketimbang berdiskusi dan menanggapi keresahan warga yang lagi seret, doi malah menantang balik, yaiyalahhh... ditanggapi 😅. Yang bikinku nggak habis pikir doi dengan percaya diri menolak mengundurkan diri dari jabatannya, belum balik modalkah yu? Berkaca dari sejarah, Pati memang memiliki riwayat panjang dengan pajak dan kesewenangan. Aksi warga Pati ini berhasil memantik semangat warga dari daerah lain untuk melakukan hal yang sama.

UPDATE
Warga Pati otw ke KPK untuk melaporkan bupati Sadewo yang disinyalir melakukan tindak pidana.

TRIAS POLITICA

Just in case kalyan udah lupa, sebagai negara demokrasi Indonesia membagi kekuasaan menjadi 3 cabang yakni:
- lembaga eksekutif (presiden/perdana menteri): melaksanakan kebijakan publik, administrasi negara dan penegakan hukum.
- lembaga legislatif (MPR/DPR/DPD): membuat undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan.
- lembaga yuridikatif (MA/MK/KY): menjalankan pelaksanaan undang-undang (termasuk menegakkan atau mengadili para pelanggar hukum).

Tujuan trias politica adalah untuk mencegah kekuasaan absolut sekaligus check and balace, jadi ketiga lembaga ini bisa saling mengawasi demi menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Pertanyaannya, bisa nggak nih ketiga lembaga ini bekerja sama tanpa menyelipkan kepentingan partai? Kubilang begini karena yang udah-udah ketiga lembaga ini malah bersekongkol mengkhianati rakyat jelita. Kan asyemmm... 😭.

FINDING SAHRONI

Semua huru hara yang tercipta di penghujung bulan Agustus ini bermuara dari cocote Sahroni saat menanggapi wacana pembubaran DPR. Hal ini tentcunya menyulut kemarahan warga +62 yang memang udah jengkel dengan kelakuan anggota DPR. Menurutku doi adalah definisi sebenarnya dari: sok petantang petenteng, giliran ditantang kaya ayam sayur lewat 😅. Bisa-bisanya ngatain rakyat tolol, begitu diajak debat oleh mb Salsa malah ngacir ke Singapura. Cemen.

UPDATE
Saat ini giliran diaspora Singapura yang piket, cari Sahroni sampai ketemu

MELEBUR EMOSI

Menonton video penjarahan rumah Sahroni bikinku spechless, karena... wow... apakah doi merasa dirinya Tony Stark? 🤯. Melihat koleksi action figure-nya dimutilasi dan dijadikan properti foto, mengingatkanku pada koleksi action figure-nya Zumi Zola yang bikin doi kena kasus. Kurasa rakyat jelita cukup bersenang-senang di rumah Sahroni, mereka berhasil memuaskan rasa penasaran akan barang-barang yang dibeli kalau uang bukan masalah. Barang-barang yang masuk katagori sungguh sangat berharga tentcunya udah diamankan duluan ya, yang ada di rumah mah sisa aja.

BARE MINIMUM

Penemuan ijazah sekolah Sahroni dengan nilai rerata 6 dan 7 bikin kita menyadari the bitter truth, bahwa nggak perlu nilai tinggi untuk menapaki tangga kejayaan. Hal ini tentcunya bikin kita makin mantips menuntut penetapan bare minimum untuk anggota DPR, di antaranya (minimal) lulus S2 dan nilai TOEFL 500. At least dari jenjang pendiikan yang pernah diambil kita jadi tahu doi tuh expert di bidang apa . Percayalah... nggak semua anggota DPR bisa bahasa Inggris, makanya doi pake asisten mulu. 

PR CRISIS

Seperti yang udah kubilang di post Agustusan, para pejabat publik butuh tim PR untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuannya, biar nggak blunder mulu. Nggak usah jauh-jauh deh, saat si Syahroni mengklarifikasi maksudnya ngatain rakyat tolol dengan: iya, tolol itu maksudnya pinter. Hah? Hah? Hah? Benar apa kata netizen, Rajin pangkal Salsa, malas pangkal Syahroni. Tunjangan komunikasi, ketimbang dipake untuk meng-hire buzzer, mending dipake untuk ikut kelas public speaking, public relation, presentation atau apa kek untuk meng-upgrade skill.

KITA SEMUA SAMA DI MATA TUHAN

Semua orang yang kerja pasti punya jabatan, mau itu jadi cleaner, staff, supervisor, PA atau owner. Yang membedakan adalah kita swasta, yu pemerintul. Untukku, jabatan itu berlaku hanya di jam kerja, di luar jam kerja mah kita kembali jadi rakyat jelita. Makanya kadang suka heran kalau ada yang bawa-bawa jabatan saat berseteru, macem... naon sih maneh wkwk. Udah saatnya kita mengingatkan pejabat publik pada fitrahnya yakni melayani kepentingan publik.

REGENERASI

Beberapa tahun yang lalu salah satu temanku pernah bilang: kalau mau Indonesia maju, kita harus bisa melenyapkan generasi di atas kita. Yha~ udah saatnya pejabat publik beregenerasi, semakin lambat proses regenerasi akan semakin banyak masalah yang timbul. Salah satu alasan mengapa kita nggak pernah cocok dengan pemerintul karena frekuensi yang berbeza. Zaman udah berubah coy. Meski udah berusaha melakukan pembaharuan dengan meng-hire staff gen-Z, tetap nggak akan berhasil selama atasannya nggak diganti 😅. Regenerasi adalah proses alami untuk mempertahankan organisasi, pensiun mah healing atuh bukan ngerecokin.

***

Beberapa hari ini muncul seruan untuk menandai rang-o-rang yang nggak 'mengambil peran' di social media dan memilih untuk diam. Well... FYI, diam itu (c)emas 😅. Kurasa kita udah cukup dewasa untuk saling memahami bahwa nggak semua hal mesti berjalan sesuai yang kalyan mau. Hanya karena aku jarang (atau malah nggak pernah) me-repost posting-an tentang demo, pejabat publik X rakyat jelita, brave pink-hero green atau 17+8 bukan berarti aku tone deaf dan nggak faham dengan apa yang terjadi saat ini. Yha~kalau nggak faham nggak mungkin dongs aku bikin post ini 😅.

Aku hanya memilih audience-ku.

***
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Rasanya baru beberapa bulan yang lalu aku bikin (annual) year-end post, eh sekarang udah akhir tahun (lagi). Gimana resolusi awal tahunnya? Udah pada tercontreng apa malah blasss bablas angine… wkwk 😁. Dibandingkan tahun sebelumnya aku merasa tahun 2024 ini lebih nano-nano (*jebakan umur niya 😅), hidup berlalu bagai kedipan mata yang mana bikinku sering kewalahan saking nggak ke handle-nya.

Pertengahan tahun ini aku pindah ke unaesthetic side of Bandung dan sampai post ini di-publish aku masih belum bisa menemukan flow yang merenah. Yha~ mungkin karena sebelumnya flow-ku cukup sans aku cukup terbebani dengan fakta bahwa perjalanan pergi pulang kantor itu sungguh sangat time consuming, hal ini tentcunya berimbas pada household core yang berat banget kalau dirapel 😅. Pantesan ya Molly Weasley ingin banget punya peri rumah 💡.

Setiap harinya aku mesti bangun lebih pagi untuk bikin sarapan dan bekal (jangan berekspektasi terlalu tinggi yaini 😁), biasanya aku sarapan di rumah namun memasuki musim hujan sarapannya dibawa ke kantor. Yha~ suhu yang dingin dan intensitas makan yang meningkat bikin pencernaanku nggak karuan terutama di pagi hari 😅. Kalyan begini juga kan? Ayo bilang iya *maksa 😁.

Allah turunkan hujan
Dari Gumpalan awan
Dari langit yang tinggi
Membasahi seluruh bumi 
yang bacanya pake nada, fix kita seumuran 😂

Perjalanan pergi pulang kantor akhirnya bikinku faham mengapa bekerja termasuk ibadah, yunow… untuk menuju kesana (kerja) kita mesti melalui berbagai ujian, salah satunya adalah kesabaran 🍃.

- sabar saat kena macet di jalur Bojongsoang – Mayapada hampir setiap hari
- sabar saat ada wisuda Telyu selama 3 hari (1 hari gladi resik) berturut-turut
- sabar saat hujan yang tentcunya bikin macet
- sabar saat Dayeuh Kolot banjir lagi
- sabar saat perjalanan sekaligus bertanya-tanya kapan fase ini berakhir
 FYI, kombinasi dari semuanya adalah puncak ke-rudet-an tinggal di unaesthetic side of Bandung.

Sebisa mungkin aku naik TMP yang berangkat jam 06.50, kalau naik TMP yang berangkat jam 07.00 udah pasti telat 😅. Selisih waktu berangkat memang 10 menit namun selisih waktu sampai bisa 30 menit atau malah lebih. Untuk mengisi perjalanan biasanya aku menelepon mama (mendengarkan beliau berdoa dan sesekali kultum 😆), membaca buku, blogwalking, main game dan menyusun skenario luar biasa di kepala.

😢😢😢

Musim hujan belakangan ini bikinku teringat film Parasite (review-nya bisa dibaca di sini), dimana hujan merupakan berkah sekaligus musibah. Rakyat jelita yang tinggal di unaesthetic side of Bandung mah cuma bisa nyengir saat melihat rang-o-rang meromantisasi Bandung setelah hujan. HAHAHA. FYI… Jalan Sukarno-Hatta adalah batas maya estetika antara wisatawan dan warlok.

Mungkin pernah lewat di timeline kalyan berita tentang Dayeuh Kolot yang (lagi-lagi) terkena banjir dan bikin Bandung Selatan macet. Yha~ untuk menghindari macet regular aku biasanya aku pulang agak malam, sampai suatu malam TMP yang kunaiki malah terjebak macet selama berjam-jam di pertigaan yang mengkoneksikan jalan Bojongsoang dan Dayeuh Kolot. Jalur TMP mah nggak kena banjir ya namun kendaraan yang menghindari area Dayeuh Kolot tumpah ruah di Bojongsoang.

plis... rekomendasi jas hujan yang nggak ngatung 😐 

Satu persatu penumpang mulai undur diri, ada yang minta dijemput, ada yang jalan kaki ke tujuan, ada yang mencoba peruntungan (yang penting keluar dari bis), lah… aku order ojol sedari tadi di tolak mulu. Aku baru mendapatkan driver sekitar jam 10an, kebetulan rumah driver-nya searah dengan rumahku makanya di-pick. Terima kasih ya Allah… hamba udah ngantuks banget 😥.

Aku sampai di rumah sekitar jam 11an, mama dan Widy udah bolak balik menelepon, pun dengan Mas Bagus yang ngide mencariku di halte terakhir. Maafkan daku saudara-saudara sekalyan, aku nggak sempat mengecek smartphone gegara kita (aku dan driver) berkali-kali kesamprok banjir. Selain itu driver-nya pake shortcut yang gelap dan sempit, bikinku waswas mau mengeluarkan smartphone dari tas 😅.

my morning view 😭

Menghindari tumpahan massa yang mencari jalur alternatif menuju ke kota, aku memutuskan untuk pergi kerja sekitar jam 05.30 via Cibaduyut. Sesuai prediksi, jalur Dayeuh Kolot dan Bojongsoang udah nggak bisa dilewati karena banjir semalam bikin tanggul jebol. Alhamdulillah perjalanan lancar meski ada macet di beberapa titik dan... ya Allah... ngantuks banget 😢. Aku sampai kantor jam 06.30 *kepagian, sambil menunggu kantor dibuka aku beli bubur di depan Warung Kopi Purnama.

Setelah insiden macet di Bojongsoang aku berusaha langsung pulang dong 😅, isokay TMP-nya penuh atau nggak kebagian kursi yang penting pulang. Nggak kuku euy wkwk... Oh ya, tasku makin berat karena aku printilanku makin banyak, ada tambahan jas hujan, payung dan jaket ekstra. Belum genap 6 bulan tinggal di unaesthetic side of Bandung, Hayati lelah uda... budgeting-ku porak poranda tersapu banjir Dayeuh Kolot 🌊.

met maem... 😊

bandros-nya juga enak

***

Mari kita akhiri sesi curhat tinggal di unaesthetic side of Bandung dengan calyfedoscope 😉.

READING CHALLENGE
Di awal tahun 2024 dengan kesadaran penuh aku mengikuti reading challenge-nya BBB, nggak terlalu muluk yaini 6 buku aja. Alhamdulillah aku berhasil menyelesaikan 7 buku dalam perjalanan pergi dan pulang kantor di TMP, lebih dari segalanya aku menemukan lagi excitement yang meredup gegara keseringan baca caption 😅. Menyelami akun bookstagram dan booktok aku merasa ciut dengan khazanah perbukuan saat ini, semoga tahun depan aku bisa lebih banyak baca buku ya...

Psychology of Money – Morgan Housel 3/5
Aku beli buku ini sebagai annual gift untuk bestie-ku, penasaran gegara review-nya yang hampir selalu OK. Saat aku baca aku malah ketawa sendiri gegara materinya yang ternyata kurang relate untuk jama’ah sekalian.

Negeri Para Roh – Rosi L. Simamora 4/5
Aku beli buku ini beberapa tahun yang lalu di Gramedia dengan Icunk dan Lisna *lawas banget yaini huhu alhamdulillah berhasil diselesaikan dalam kurun seminggu.

Critical Eleven – Ika Natassa 3/5
Alur ceritanya cukup sederhana namun materi pendukungnya sungguh sangat glamour, puyeng hamba life style-nya sungguh sangat nggak tergapai namun di sisi lain berhasil mengeksploitasi naluri terendahku sebagai manusia 😅.

Perpustakaan Ajaib Bibbi Broken – Josh Gardner 3/5
Aku kurang nyaman dengan gaya Bahasa yang dipake oleh translator-nya, macem kurang coy aja gitu hehe 😅. Sayangnyam karakternya belum berhasil bikinku jatuh cinta layaknya Panina Manina di Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng.

Partikel – Dee Lestari 4/5
Gelombang – Dee Lestari 4/5
Intelejensi Embun Pagi – Dee Lestari 3/5
Review heksalogi Supernova bisa dibaca di sini

***

NONTON
Tinggal di unaesthetic side of Bandung bikinku urung pulang malam, transportasi yang terbatas dan situesyen yang sulit diprediksi tentcunya menjadi pertimbanganku saat memutuskan mau nonton apa nggak? Intensitas hujan yang tinggi dan macet yang merajalela belakangan ini bikinku mager, maunya rebahan mulu wkwk. Aku udah bikin list film yang ingin ditonton tahun depan, buseddd... line up-nya khan maen... semoga mestakung ya…

outfit warga kabupaten pergi dan pulang kerja (+ nonton 😂)

UNSUBSCRIBE 1.0
Sejak awal tahun aku kesulitan men-subscribe Microsoft Office gegara ganti kartu, udah bolak balik menghubungi costumer service Microsoft dan bank yang kupake namun sampai post ini ditulis solusinya belum ketemu. Huft... Aku terbiasa bikin draft post di Words, begitu nggak pake Microsoft Office dan pindah ke Notebook, well... ternyata kurang nyaman ya 😅. Kini aku pake Sticky Notes biar hurufnya bisa di-bold *penting, alasan yang sama mengapa post-ku terjeda begitu lama.

UNSUBSCRIBE 2.0
Sejak puyeng gegara Money Manager aku memutuskan untuk bikin back up file mandiri di Sheet, ribet sih... tapi isokay laya seenggaknya aku nggak mesti panik kalau tetiba smartphone-ku bermasalah. Kini aku pake Sheet biar ingat tiap kali buka browser, template-nya masih pake template bawaan + modifikasi tipis-tipis. Sadar banyak mau aku belajar bikin rumus spreadsheet via TikTok selama seminggu 😅. Kalau kalyan penasaran seperti apa hasta karyaku, silakan dicek di sini ya.

HEALING
Untuk tahun ini aku memutuskan untuk skip hulang healing karena ingin fokus pindahan dan memenuhi kebutuhan rumah. Tinggal di unaesthetic side of Bandung bikinku mager kemana-mana, kalau nggak penting-penting banget atau dijemput Deya udah bisa dipastikan lagi leyeh-leyeh di kasur 😂. Beberes kalau dilakukan secara kontinyu selama berminggu-minggu udah nggak sparks joy lagi, yang ada malah bikin stress.

stress release

SHEILA ON 7
Tahun ini Sheila on 7 bikin konser Tunggu Aku Di... 5 kota, sayangnya aku nggak berhasil mendapatkan tiketnya. Meski suka Sheila on 7 sejak duluuu... aku sih nothing to lose, dapat syukur nggak pun isokay. Namun, teruntuk jastiper brengsex yang bikinku stuck di website selama 1,5 jam, anj 🐶!!! Mohon maaf manteman yang titip beli tiket, ini Sheila on 7 loh ya bukan gorengan Rp 5.000 isi 4. Anyway, terima kasih untuk netizen yang udah berbaik hati membagikan story saat mereka konser, aku padamu... 💖.

nilepan baju welah... 😗

WACANA
Ada banyak rencana yang popped out, namun menimbang situesyen yang nggak coy sepertinya rencanaku mesti dikurasi duls. 

kapan fase pergi dan pulang kerja ini akan berakhir 😭

***

Last but not least, semoga aku dan kau diberikan kesehatan dan kesejahteran untuk bisa menikmati hidup 😊.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu aku menemukan tweet opini publik mengenai: in this economic, apa yang bisa kita dapatkan dengan uang Rp 50.000? Jawabannya beragam, tapi intinya uang Rp 50.000 ‘nilainya’ udah menyusut, yang mana bikin kita berasa nggak punya uang mulu 😅. Bener yaini, 1-2 tahun lalu dengan yang Rp 50.000 aku masih bisa jajan nggak penting di minimarket, kini dengan uang Rp 50.000 aku cuma bisa jajan yang penting aja.

Kita semua sepakat bahwa daya beli sedang menurun terutama 2-3 bulan kebelakang, banyak faktor sih… salah duanya adalah after pandemic effect. Kita lebih banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan tersier atau sekunder macem healing (sebelum sinting 😎) dan nonton konser. Hal ini tentcunya berimbas pada daya beli yang menurun, gpp outfit-nya dari Shoppe atau TikTok Shop, gpp makannya aci-acian yang penting mah keluar bisa rumah 😂😂😂.

Selain itu, sebagian dari kita udah mulai menerapkan konsep belanja mindful demi memenuhi target finansial. Well… di satu sisi belanja mindful ini mempercepat waktu hisab 😁 namun di sisi lain belanja mindful cuma bisa bikin roda ekonomi terhembus angin. Macem, fafifu wasweswos fyuhhh… 🍃. Kupikir biang xerox dari stuck-nya perputaran uang di Indonesia adalah duo judol X pinjol 💀 yang malah diberdayakan oleh pemerintah.

Kalyan sadar nggak sih, saat ini kita udah mulai men-downgrade life style? Harga consumer goods yang naik diam-diam tentcunya bikin mengkaget saat bayar di kasir sementara penghasilan stuck mulu macem perempatan Buah Batu 😗. Kalau dulu kita bingung mau beli Sun Co atau Sania, sekarang kita nggak udah keberatan beli Minyakita atau Rizki. Ayo ngaku… 😂. Yang kuingat dari Minyakita adalah marketing strategy-nya yang bikin huru hara satu negara.

Oh ya, kalyan tim belanja bulanan atau tim belanja saat butuh (habis)? Aku tadinya tim belanja bulanan namun otw beralih ke tim belanja saat butuh karena meski udah bikin list apa yang mesti dibeli tetep aja ada yang ketinggalan 😢, kalyan begini juga nggak? *kepo. Bahkan nggak sekali dua kali belanja bulananku over budget karena belanja lagi (barang yang ketinggalan) sekaligus ngangkut barang promo dan cemilan baru yang lucu 😭.

Sebagai kakak rumah tangga *pinjem istilahnya Icunk 😉 yang saban hari ngurusin urusan rumah tangga (yang beneran rumah tangga) tentcunya aku udah khatam dengan urusan belanja. Biar gampang byasanya aku membagi list belanja ke beberapa tempat macem beli sayuran di pasar, beli groceries di supermarket dan beli personal care di online shop. Semua tempat belanja ada plus minus-nya, tinggal kita yang rajin mentengin promonya. 

Aku memang lebih sering belanja ke supermarket ketimbang ke pasar tradisional, tapi bukan berarti aku nggak pernah belanja ke pasar tradisional ya, aku cuma nggak tega aja nawar harga😁. Makanya aku suka iya iya aja kalau beli, bodo amat buibu di samping udah ngodein pake mata biar nawar harga 👀. Yang ada di pikiranku: aku nggak nanem – aku nggak nyiram – aku nggak panen – aku nggak ngangkut – aku nggak susah – yaudalaya 😅.

Selain untuk belanja, tujuanku ke supermarket adalah untuk stress release. Percayalah… menyusuri aisle sambil membaca ingredients produk dengan sans itu nikmeh banget apalagi kalau lagi sepi. Aku bisa berlama-lama di rak bumbu meski masak B aja, aku bisa berlama-lama membandingkan wangi sabun yang cucok, aku bisa berlama-lama di rak personal care meski ujung-ujungnya beli via e-commerce 😀.

Sayangnya, nggak semua supermarket mampu memenuhi kebutuhan, makanya kita perlu mampir ke tempat lain untuk menemukannya (+ membandingkan harga). Tenang manteman… aku udah bikin list tempat belanja consumer goods yang worthy di area Bandung, siapa tahu ada yang sedang kalyan cari. Untuk saat ini list tempat belanjanya hanya untuk area Bandung dan sekitarnya aja ya, silakan ditambah kalau dirasa masih ada yang kurang.

YOGYA GROUP 
Toserba Yogya, Toserba Griya, Yogya Xpress,Yomart, Bread Co, Bolen Lilit, Chicken Sumo, Magic Kitchen, Sushi Yo, Yo Ramen, dll.
Sebagian besar warga Jawa Barat pasti tahu laya Yogya Group, cabang dan anak usahanya ada di mana-mana, termasuk bolen lilit yang ukurannya makin menciut dan jadi oleh-oleh itu 😅. Aku termasuk loyal customer-nya Yogya Group bahkan udah resmi jadi member-nya sejak tinggal di ma’had. Well… selama hampir dua puluh tahun prestasi terbaikku bukanlah memenangkan undian motor atau mobil, melainkan hafal NIK saking seringnya ngisi kupon 😭.

+ lokasinya strategis dan nyaman
+ ada food court
+ range produk luas, stock dan kualitas OK
+ fresh product-nya (daging, seafood, frozen food, buah-buahan dan sayuran) OK
+ kadang ada tester
+ sebagian cabang jual produk dan snack impor
+ ada diskon kalau jadi member
+ harganya mirip dengan e-commerce
+ bisa order via aplikasi dan WA
- varian produk elektronik dan tools-nya standar
- hectic kalau tanggal muda

di sebelah kanan ada puding cendol, fyi aja sih ini mah 😅

BORMA 
Toserba Borma, Toserba Prama. Toserba Tokma
Kalau Borma adalah Borobudur Mart dan Prama adalah Prambanan Mart, maka Tokma apa? Toko Mart? Serius deh ini, Tokma apa manteman? Awalnya kukira Tokma adalah kw-annya Borma ternyata Borma versi luar kota 😂 tapi di Bandung juga ada Tokma, apakah Tokma adalah franchise yang bisa diperjualbelikan di luar keluarga inti? 🤔. Anyway, produk yang dijual di Borma lebih murah ketimbang Yogya Group, bedanya bisa sampai Rp 1.000 - Rp 3.000 😱.

+ harganya muraahhh... banget
+ lokasinya strategis namun agak kurang nyaman
+ ada tenant yang jual kue basah
+ range produk luas, stock dan kualitas OK
+ tools dan barang rumah tangga OK
+ ada banyak snack jadul yang jarang kita temui
+ varian produk elektronik dan tools-nya OK banget
- hectic kalau tanggal muda
- nggak bisa order via aplikasi dan WA
- nggak ada member
- bangunannya ala warehouse jadul, masih pake tangga dan kurang sejuk
- mungkin karena barangnya kebanyakan dan staff-nya dikit raknya berantakan mulu

ada kue gabin yang rare

ALFAGIFT 
Alfamart, Alfamidi
Kalau kalyan mager tingkat tinggi tapi ingin beli ini itu kurekomendasikan belanja di Alfagift 😉  aplikasinya udah bisa di-tracking macem ojol dan yang paling penting free ongkir. Untuk range produknya sih standar macem Alfamart pada umumnya, nggak lengkap tapi 'ada'. Aku biasanya pake Alfagift untuk beli galon dan beras, promo JSM-nya bisa tebus murah kayu putih 😁. Aku juga pake Alfagift untuk kirim-kirim ke rumah orang tua, so far sangat bisa diandalkan. 

+ bisa order via aplikasi dan free ongkir 
+ ada diskon kalau jadi member
- range produk standar

E-COMMERCE
Shopee, Tokopedia
E-commerce adalah pilihan terbaik saat nggak sempat belanja ots, kita bisa beli apa pun selama punya uangnya 😂. Cuma belakangan ini kayanya e-commerce udah mengurangi intensitas bakar uang yang bikin consumer dibebankan admin fees dan handling fees. Sumvah... saking khawatirnya nggak sengaja kepencet Paylater aku mengaktifkan fitur Shopee Barokah, so far so good. Oh ya, saat ini diskon payday lebih worthy ketimbang diskon tanggal kembar.
 
***

Saat ngobrol dengan manteman kantor beberapa bulan yang lalu, aku baru tahu bahwa toko kelontong yang menjual produk otw kadaluarsa (yang masih dalam batas aman untuk dikonsumsi) sedang hype. Produk makanan dan minuman yang masa kadaluarsa dekat dijual dengan harga murah banget masa... kan jadi kepikiran doi ngambil margin-nya dari mana? Tokonya selalu ramai, cocok laya untuk rang-o-rang yang siap war wer wor, tapi sekarang udah banyak kok reseller toko-nya yang bergerilya di WAG.

Gegara toko kelontong ini aku jadi kepikiran, apakah kita udah se-down grade ini sampai nggak masalah untuk beli produk otw kadaluarsa? It's a phenomenon... 🤯. Kalau sesekali atau nggak sengaja mengonsumsi produk otw kadaluarsa aku bisa memahaminya, namun kalau mengonsumsinya secara kontinyu dan dalam jangka panjang sejujurnya aku speechless. Aku tahu statement-ku nggak akan relevan dengan kondisi yang dihadapi setiap orang, namun yha~... be careful you are what you eat 🙇.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Photo by Thiago Matos

Hello~

Meninggalkan bulan Agustus yang sibuknya kebangetan, wake me up when September ends… nggak deng, tapi udah pada siap kan bikin konten pake lagunya Green Day yang ini 😁.

Kurasa kita semua setuju bahwa bulan tersibuk di tahun 2024 adalah bulan Agustus, kalau tahun-tahun lalu kita sibuk memeriahkan kemerdekaan RI, tahun ini kita sibuk memelihara kemerdekaan RI. Alhamdulillah kita masih bisa merayakan ulang tahun mama secara sederhana dan apa adanya, yang penting kebersamaannya yekan… 😊

Sambil menunggu pelantikan presiden dan wakil presiden RI ke 8, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka digelar, kupikir nggak ada salahnya untuk meng-highlight hal-hal yang terjadi belakangan ini (percayalah, aku udah berusaha senetral mungkin 🙇). Tentcu nggak semuanya ya… karena udah diwakilkan oleh netizen melalui postingan IG story dan tweet yang meski udah berganti nama menjadi X tetap disebut Twitter.

FYI, silakan baca post lain kalau kalyan nggak tertarik dengan post ini.

KEMERIAHAN BULAN AGUSTUS
Bahkan sejak bulan Juli, konten-konten inspirasi lomba Agustusan udah masuk FYP dan timeline-ku. Konten favorite-ku tentcu adalah tingkah bocil saat lomba, ada yang ngambis, ada yang selow dan ada yang bodo amat 😂. Ada banyak lomba baru, salah satunya adalah lomba gelundungan pake kardus, lucu aja gitu tahu-tahu berpindah tempat 😭.

UPACARA DI IKN
Menjelang akhir masa jabatannya, Jokowi berinisisatif mengadakan upacara kemerdekaan RI di IKN yang belum 100% rampung. Untuk menjawab kekhawatiran WIR yang menganggap upacara di IKN sebagai pemborosan belaka, negara bikin upacara kemerdekaan RI secara hybrid. Meski nggak solutif-solutif banget, boleh lah idenya…👌 nonton streaming via smartphone lebih real time ketimbang via TV, kalyan begini juga nggak? apa nggak nonton?.

Note:
Kurasa mulai saat ini kita mesti membiasakan diri dengan perbedaan waktu WIB dan WITA.

SHORTCUT
Kalau kalyan pernah nonton podcast-nya Panji Pagiwaksono, mungkin kalyan ingat doi pernah beropini: jangan sampai jabatan Gubernur DKI jadi batu loncatan untuk jadi presiden. Aku sih yes ya… dan melihat RK yang udah nggak malu-malu menjilat bikinku yakin bahwa doi orangnya oportunis 😏. Sebagai warga Jawa Barat, kita (aku aja sih😅) nggak puas dengan kinerjanya yang sugar coated konten dan demen nge-pin komen warga 👎.

Oh ya, mungkin kalyan tertarik untuk menyelami kolom opininya M. Husein Ali di Twitter  tentang mengapa Sundanese kurang cocok jadi pemimpin. 

BANGKITNYA ANAK-ANAK ABAH
Maaf banget ini mah… tapi aku ketawa banget saat baca-baca reply netizen yang nggak terima disebut anak-anak abah karena beropini tentang pemerintah 😁. Menurutku, yang bikin netizen tersebut diceng-cengin karena caranya beropini mengingatkan kita pada anak-anak abah yang tahu sendiri laya 😅. Selain itu fakta bahwa Anies Baswedan masuk bursa calon Gubernur Jakarta bikin harapan yang redup kembali menyala 🔥.

BERENDAM DI KOLAM YANG NYAMAN
Sezuzurnya aku udah berada di fase kurang nyaman berlama-lama di Twitter karena atmosfirnya terasa gragas, that’s why aku mencari hiburan di TikTok. Sebagai user tentcunya kita memiliki kuasa untuk memilih platform social media yang ingin digunakan, untukku, narasi user Twitter adalah intelektual sedang user TikTok adalah SDM rendah hanyalah oleh-oleh dari pemilu lalu.

KASUS PEMERSATU BANGSA
Mindblowon banget rasanya saat buka Twitter di bis pagi-pagi, apa yang udah aku lewatkan wahai netizen??? Buseddd… Bisa-bisanya kasus perselingkuhan influenza bikin ribut satu negara, terus aku kepo pula 😂. Saat menyelami timeline, aku menemukan bahwa kasus pemersatu bangsa ini nggak memiliki sumber yang kredibel, screenshot-an chat dan embel-embel ‘info dari A1’ yang di-spill oleh second account malah makin mencurigakan 🤔.

GORENG SAMPAI GARING
Dari kaca jendela (pesawat jet) – roti 400 ribuan – stroller bayi – grammar yang kurang OK – Marie Antoinette – bau ketek. Di antara semua materi ranum tentang Erina Gudono bisa-bisanya netizen lebih tertarik membahas bau ketek dongs 😭. Creator dan brand tentcunya memanfaatkan momen ini untuk menaikkan engagement dengan bikin konten yang relate dengan bau ketek. Nggak salah sih… cuma terasa kurang etis karena yang bikin konten belum tentcu pernah bersinggungan langsung dengan mbnya.

EH, BAGI CENDOLNYA GAN!
Barangsiapa yang pernah menghabiskan waktu dengan baca-baca thread atau download-in gambar sotosop di Kaskus, fix kita seumuran 😂. Akun Fufufafa di Kaskus tetiba bikin geger karena disinyalir merupakan akun alter dari Gibran Rakabuming Raka. Di Kaskus bisa ngedit konten nggak sih? Kupikir materinya terlalu kekinian dan terstruktur dengan baik, tapi balik lagi niya… semua kembali pada keyakinan masing-masing.

BUBUR PUTIH BUBUR MERAH
Keriuhan yang terjadi belakangan ini mengantarkan kita pada fakta bahwa rang-o-rang intelektual pun mempercayai mitos. Memanggil Jokowi pake nama Mulyono nggak akan lantas bikin beliau meredup dan terkulai dengan sendirinya, yang ada kita malah jadi studi materinya buzzer 😅. Laku juga nih yang begini-begini, apa pun masalahnya klenik solusinya 💡. Masih tanya kenapa bioskop kita didominasi film horror murmer? 😌.

DARURAT PR CRISIS
Kupikir udah saatnya setiap departemen di pemerintahan memiliki tim PR crisis, pasalnya cocot para pejabat yang nggak sinkron dengan visi misi departemen sering bikin blunder 😱. Serius deh, kalau memang nggak memiliki kapabilitas untuk kasih statement, mending diem atau tunggu tim PR kasih brief. Meng-hire buzzer untuk memperbaiki citra dengan teks yang template dan cringe malah bikin netizen makin il-feel woyyy... Kalau kalyan belum bisa bekerja dengan baik, at least kalyan punya tim PR crisis yang baik, gitu aja kok repot…

PERSONAL THOUGHTS
Hanya karena aku jarang (atau malah nggak pernah) bersuara mengenai genosida di Palestina oleh Israel dan meng-share list produk yang mesti diboikot, bukan berarti aku nggak punya hati dan masa bodo ya. Aku sangat percaya bahwa setiap manusia memiliki perannya masing-masing, kalau kalyan mengambil peran sebagai spreader maka aku mengambil peran sebagai audience. Yha~ I’m the audience you spread to, kurasa ada baiknya kalau kita bisa menjaga keseimbangan ini biar nggak dijentik Thanos.

***

Dari apa yang terjadi selama bulan Agustus dan September ini, kupikir pemerintah udah ‘melek’ dan mulai mengadaptasi cara Koriya dalam mengontrol media. Isokay manteman… sebagai hamba drakor tentcunya kita lebih faham dengan maneuver yang akan dilakukan karena kita lebih sering nonton drakor dan khatam dengan siasat-siasat busiat demi mencapai tangga kejayaan.

Pastikan kalyan lebih aware ya, biasakanlah memilah dan memilih konten yang ada di social media. Pernah nggak sih kalyan kepikiran, gimana kalau ternyata yang berseteru di kolom komentar adalah buzzer X buzzer? Sounds fun, but who knows yekan. Anyway, terima kasih udah membaca sampai selesai, hari ini kalyan berhasil membaca post yang tersusun dari 1000 kata lebih, keep the good work ma fren…

Mari kita tutup post ini dengan reminder bahwa:

YANG ABADI DI DUNIA INI HANYALAH KEPENTINGAN PRIBADI
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most. Thank you 🤍

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (32)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2026 (5)
    • ►  Jan (4)
    • ▼  Feb (1)
      • 6^2 Luncheon

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates