Justice League

by - 6.12.17


Justice League rilis di Indonesia sekitar 2 minggu setelah Thor: Ragnarok, gambling juga ya DC ini *ehe 😏 Well ... nyatanya 2 minggu belum cukup untuk menyingkirkan euphoria Thor yang meriah. Digadang-gadang akan keren, Justice League hadir untuk menjawab tantangan publik mengenai The Avengers versi DC dengan anyepnya ... 😐

Okay, dengan melempemnya ... 😫

Pembagian porsi karakter yang kurang balance memberikan kesan bahwa yang menjadi partner hanyalah Batman a.k.a Bruce Wayne (Ben Affleck) dan Wonder Woman a.k.a Diana Prince (Gal Gadot), sedangkan The Flash a.k.a Barry Allen (Ezra Miller), Cyborg a.k.a Victor Stone (Ray Fisher), Aquaman a.k.a Arthur Curry (Jason Mamoa) adalah sidekick-sidekick berbakat yang menanti untuk ditemukan.

Pemaparan latar belakang karakter Justice League tidaklah diperlukan jika DC sudah memiliki film-film teaser, tapi nggak ngaruh juga sih toh ada banyak plot hole yang menganga terbuka minta banget disumpel πŸ˜ͺ. Hubungan rumit antara Batman vs Superman a.k.a Clark Kent (Henry Cavill) yang seharusnya menjadi scene pergulatan batin maha serius malah membuat karakter Batman keliatan baperan, nggak asyik nih, dikit-dikit inget ... *eh πŸ˜₯

Justice League bercerita tentang bumi yang kembali disambangi Steppenwolf (Ciaran Hinds) setelah menerima panggilan dari mother box yang mirip tesseract  yang disembunyikan oleh 3 bangsa besar yang pernah menghalanginya (menguasai bumi) ratusan tahun silam, yaitu Amazon, Atlantis dan manusia.

Nggak seru kan ya kalau musuhnya nggak punya pasukan, nah pasukannya Steppenwolf ini berwujud serangga atau sejenis peranakan silangnya yang dinamai Parademons. Parademons jugalah yang bertugas untuk memantau serta mencari mother box, baru setelah ketemu Steppenwolf datang dan ngambil sendiri mother box-nya.

Meski sudah bersatu menjadi Justice League, mereka (superhero) sudah kewalahan menghadapi Steppenwolf dan antek-anteknya, mereka kemudian berusaha membangkitkan Superman karena hanya Superman-lah yang sanggup mengalahkan Steppenwolf.

Ehm. Premis yang familiar yha~ ... Sebab Optimus Prime pun sudah pernah dibangkitkan Sam Witwicky demi mengalahkan The Fallen. Tapi kita ngerti kok, DC ingin menunjukkan bahwa Superman adalah superhero penting di DC Universe makanya di film Batman Vs Superman: Dawn of Justice doi dimatiin dulu biar kitanya girang kaya pas liat Barbossa dihidupin lagi Tia Dalma di film Pirates of The Carribean, padahal mah yah ... Hmm ... 😢

Moment kebangkitan Superman kayanya emang beneran bikin baper Batman deh ... Disaat Justice League berusaha menenangkan Superman yang bingung “Aku dimana? Aku siapa? Aku apa?” 😒Batman malah ngilang dan datang terakhir, disini aku curiga jangan-jangan dari tadi Batman ngeliatin Superman dari jauh sambil mengelus dada dan mengusap air mata di pojokan. Terharu. 

Aku nggak begitu faham ya kenapa hubungan Batman dan Superman bisa segitunya, dulu enggan nonton film Batman Vs Superman: Dawn of Justice karena review-nya nggak asyik. Henry Cavill bener-bener sesuai dengan penggambaran Superman di komiknya, dagu belah, wajah mulus, rambut rapi (dengan sehelai dua helai yang menjuntai) dan senyum Pepsodent, pokoknya ganteng versi 80’s. Cuma ya itu karena komik banget wajahnya jadi berasa apa ya ... fana haha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Scene Superman dan Lois Lane (Amy Adams) di ladang jagung kayanya nggak penting-penting amat yha~ karena fake! Those CGI isn’t worked well. Sunset tidaklah sedramatis itu ... πŸ˜”

Batman adalah otak di balik Justice League seperti Iron Man yang menjadi backup utama Avengers, bedanya dengan Iron Man Batman bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah atau ARGUS. Scene terbaik Batman di film ini adalah saat ditanya oleh The Flash; “what is your super power again?” yang dijawabnya dengan; “I’m rich”.

Alright ... No caption needed sir ...

Mungkin seharusnya bukan Batman Vs Superman: Dawn of Justice, tapi Batman Vs Iron Man: Damn It Just Ice. Ketika drama rebutan batu akik resmi tamat dan DC banyak project tapi butuh pengembangan ide cerita.

Sumvah ini ya yang jadi MUA artist-nya Wonder Woman juara bangetlah, nggak ada istilah make-up retak apa luntur meski udah gulang-guling kesana kemari. Teuteup gorgeous meski udah kena tabok berkali-kali, yawla sebenernya Wonder Woman itu manusia apa bukan sih? Kok mulus terus *eh *gagalfokeus

The Flash adalah Spiderman versi DC, sama-sama masih muda, geek dan banyak omong 😁 Karena kekuatan The Flash adalah kecepatan maka scene-nya kebanyakan slow motion, nah slow motion scene inilah sumber joke’s Justice League.

Tadinya kupikir Cyborg ini adalah musuh Justice League 😏 Bentukannya masih belum sempurna karena doi masih labil, karakternya emang keren sih bisa connect ke internet tanpa harus ada sinyal wifi , jadi bisa stalking sampe ke dasar samudra *eh calon-calon infocemen  neeh ...

Dan yang terakhir ada Khal Drogo haha Tau nggak sih dulu pas tau ada karakter DC yang namanya Aquaman yang kepikiran malah ... apa coba? Deny manusia ikan haha dibilang duyung bukan dibilang manusia juga bukan kan ya?

Hal yang agak genggeus menurutku adalah super power yang dimiliki para superhero, apa semua yang jadi superhero mesti bisa terbang? Kalau loncat jarak jauh sih pasti tapi ini mah terbang loh ... terbang! The Flash juga kaya yang ambigu, sebenernya kekuatannya kecepatan atau petir sih? atau emang kilatan petir?

Kalau ada yang tanya “bagus nggak Justice League?” aku pasti bilang “bagus” tapi kalau pertanyaanya dilanjut dengan “bagusan mana sama Thor: Ragnarok?” yha~ jelaslah Thor: Ragnarok lebih unggul. Kalau diliat-liat penggunaan tone color di filmnya DC lebih gloomy dan serius sedangkan Marvel lebih warm dan atraktif.

Persaingan antara Marvel dan DC ini agak mirip-mirip ya dengan Alfamart dan Indomaret, maksain berdampingan biar costumer membandingkan *ehe Nggak tahu ya tapi menurutku Marvel vs DC  mulai slek sejak Chris Evans yang berperan sebagai Johny Storm di film Fantastic Four ‘dicuri’ Marvel untuk berperan sebagai  Steve Rogers di film Captain America.

Sayangnya DC nggak segercep Marvel yang langsung ‘melempar’ superhero-nya satu-persatu ke market. Ketimbang mengikuti Marvel yang membuat film-film teaser yang berakar pada The Avengers, DC malah membuat Suicide Squad yang (bagiku) terasa ‘dangkal’ dan maksain banget nyaingin. Semacam; YANG PENTING ADA DULU DEH.

Untuk film bertema superhero Justice League nggak jelek-jelek amat, lebih bagusan (daripada Suicide Squad) malah meskipun plot hole bertebaran,  Cuma ya itu jangan pernah nginget-nginget film Marvel pas nontonnya haha

Susyeh kan bok! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.