The Voices (2015)

by - 31.10.17


Melihat official poster The Voices kita seakan diingatkan lagi dengan film The Pink Panther, yap, tapak kaki dan warna pink adalah signature dari The Pink Panther. Ya kan? Bagi yang sudah menonton The Pink Panther mungkin akan ‘ngeh’, sedangkan bagi yang belum menonton “nggak usah lah yha ...” haha it’s a kind of not-so-recomended-movie-to-watch.

The Voices adalah film (yang sebenarnya) bergenre psycho thriller namun dikemas secara comedy, well ... kalau biasanya film bergenre thriller menggunakan tone warna yang gelap dan cenderung gloomy, The Voices malah sebaliknya, menggunakan tone warna yang cerah dan bold sehingga menampilkan kesan ceria.

Tokoh utama di film The Voices adalah Jerry Hickfang (Ryan Reynolds) seorang pegawai di bagian packaging perusahaan bathtub. Kalau melihat kesehariannya di kantor Jerry ini termasuk dalam kategori normal, sikapnya yang humble dan baik hati membuatnya dikenal sebagai teman yang menyenangkan. Tapi normal di kantor belum tentu normal di rumah kan ya? *eh

Nyatanya Jerry mengidap ‘sedikit’ gangguan kejiwaan, ia sering mendengar suara-suara di kepalanya, kalau di Indonesia mungkin istilahnya adalah ‘bisikan-bisikan halus (ghaib)’ hehe Untuk mengatasi masalahnya ini Jerry meminta bantuan seorang terapis bernama Dr. Warren (Jacki Weaver), awalnya semua baik-baik saja sampai Jerry mulai mengabaikan obatnya yang berakibat pada halusinasi ngobrol dengan anjing dan kucing peliharaannya.


Topik obrolan favorit Jerry dengan anjing dan kucingnya adalah Fiona (Gemma Artenton) pegawai bagian accounting yang berasal dari Inggris, seperti lelaki pada umumnya Jerry berangan-angan ingin berduaan dengan Fiona. Padahal ya ... teman Fiona yaitu Lisa (Anna Kendrick) menaruh hati kepada Jerry, namun karena Jerry lebih kepincut Fiona ketimbang Lisa maka Lisa ini sering dikacangin.

Akhirnya Jerry mendapatkan kesempatan berduaan dengan Fiona, bukan untuk dating atau hangout ya ... tapi untuk dibunuh. Jerry dengan watadosnya memutilasi tubuh Fiona, satu-satunya bagian yang tersisa hanya kepalanya yang (dengan freak-nya) ia simpan di kulkas untuk teman ngobrol. Yucks!

Kabar hilangnya Fiona segera tersebar luas namun pencariannya tak jua membuahkan hasil, Lisa yang khawatir terhadap Fiona kemudian berinisiatif untuk mencarinya sendiri. Sudah bisa di duga ya ... Lisa ini akhirnya bertemu dengan Fiona di dalam kulkas.

Kaget nggak tuh pas buka kulkas nemu yang beginian?

Sejak adanya mereka di rumah intensitas suara-suara yang ada di kepala Jerry mulai berkurang, mungkin lebih tepatnya sih tersalurkan dengan baik, karena mereka berdua ini sebenarnya adalah representasi dari suara-suara di kepalanya Jerry.
Jerry memperlakukan mereka selayaknya teman ngobrol, Cuma sayangnya karena mereka nggak punya tubuh Jerry mesti sigap mindah-mindahin. Agak geli tapi konyol gimana ya melihat kepala Fiona dan Lisa ini, mana mereka bawel lagi hehe

Salah satu alasan kenapa Jerry membunuh Lisa adalah karena Fiona yang merengek-rengek minta teman, ternyata satu teman tidaklah cukup ya pemirsa ... Setelah mendapatkan Lisa, kali ini Fiona (dan Lisa) kembali merengek-rengek minta teman baru. Suatu kebetulan memang, tanpa diduga Dr. Warren datang berkunjung ke rumah Jerry.


So ... akankah Dr. Warren menjadi teman kulkasnya Fiona dan Lisa? Atau malah mati sia-sia tanpa harus dikoleksi Jerry? You should watch this movie to know how’s about Dr. Warren. Bukan Cuma tentang Dr. Warren sih, kita juga pasti ingin tahu kan bagaimana kelanjutan hidup Fiona dan Lisa, penasaran nanti Jerry mau beli showcase kaya di supermarket apa nggak atau mempertanyakan anjing dan kucing yang ada di rumah Jerry itu sebenarnya karakter nyata atau fiktif.

Film The Voices ini mungkin lebih cocok masuk ke genre dark comedy ya karena menampilkan kekejian yang cukup fun *elahh, potongan kepala manusia tidaklah semenarik begini di kehidupan nyata. Salut untuk Marjane Satrapi  dan Michael R. Perry yang membuat film psycho thriller terasa lebih fun.

Selain karena memang ceritanya yang fresh, akting Ryan Reynolds dalam membawakan karakter Jerry Hickfang si pembunuh yang innocent dan cute ini menambah point kenapa kamu harus nonton The Voices. Tidak bermaksud melebih-lebihkan tapi Ryan Reynolds ini benar-benar all out, mungkin ia terlalu charming kali ya untuk jadi seorang pembunuh, makanya kita melting duluan ... yha~ *ini mah subjektif meur.


Gemma Artenton dan Anna Kendrick mendapatkan porsi sedikit untuk tampilan full body namun tetap memukau dengan kebawelannya. Awalnya KZL ya kenapa sih mesti kepala? Kan ngeri lihatnya ... tapi lama kelamaan kita akan terbiasa kok melihat mereka, yang ada malah merasa geli dan konyol sendiri haha

Secara keseluruhan film The Voices ini memukau baik dari segi cerita maupun visual, at least ... they give another view of murderer in fun way. Dunia Jerry Hickfung ternyata lebih menarik ketimbang dunia nyata. Eh BTW, terlalu lama sendiri juga ternyata nggak baik ya ... 

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.