Mirota (Hamzah Batik) X Raminten

by - 16.10.17


Kalau kalian pernah ke Jogjakarta pasti tahu atau minimal (pernah) mendengar  tentang Mirota, salah satu must have visit place  yang tidak boleh terlewatkan ketika berada di Jogjakarta, terutama untuk turis domestik (dan mancanegara) yang nggak mau bersusyah fayah menawar meski harga di pasar depannya lebih murah. Well ... Kalau masalah harga semua orang pasti sudah faham, lantas kenapa Mirota selalu penuh sesak meski setiap sudutnya berbau dupa? *ehe


Sebagai one stop shopping Mirota menawarkan banyak hal menarik bahkan meski untuk sekedar dilirik. Kalau dipikir-pikir ya, mungkin sebenarnya orang-orang tertarik datang ke Mirota karena ingin mendapatkan pengalaman belanja yang unik dan Jogja banget, iya nggak sih? ... Eh, enggak yha~ haha


Kalau aku sih yes! Karena Cuma di Mirota aku bisa menemukan kereta kencana terparkir di depan tokonya, disambut Eyang Kakung dan Eyang Putri yang keep smile, bisa melihat Mbok tua yang sedang membatik dan Pak De yang sedang bermain gamelan serta sesajen bunga yang bertebaran. + Mas kasir yang ganteng 


Tapi yang paling penting ya karena di Mirota barangnya lengkap dan jarang ditemukan di tempat lain kecuali kitanya mau ngubek-ngubek pasar sendiri. Pramuniaganya juga nggak genggeus kok, kadang kita suka risih kan ya kalau mau milih-milih tapi sambil ditungguin atau ditanya-tanya mulu. Eh ketang, lebih nggak enak lagi kalau udah ngacak-ngacak tapi nggak jadi beli karena belum ada yang cocok, kan ... kan ... kan ... ngerepotin Mbaknya.


Aku pertama kali ke Mirota hampir 10 tahun yang  lalu, saat aku, Icunk, Pici dan Maya masih SMA ingin banget jadi backpacker ala-ala dan itu pun Cuma untuk ngambil peta gratis. Biasa lah yha~ kids zaman then mah mainnya ke tempat gratisan macem museum atau apalah yang murah-murah. Sok-sokan ngirit tea geningan haha 


Sejak beberapa tahun yang lalu Mirota berubah nama menjadi Hamzah Batik namun karena orang-orang lebih mengenal nama Mirota ketimbang Hamzah Batik, maka di bawah logonya tetap ditulis Mirota (Hamzah Batik), sedangkan logonya sendiri tidak berubah.


Ada banyak Mirota (Hamzah Batik) di Jogjakarta, namun yang paling sering ku kunjungi adalah Mirota (Hamzah Batik) yang terletak di Jl. Malioboro di depan Pasar Beringharjo, tempatnya strategis ya ... dekat Benteng Vredeburg dan rame terus jadi bisa sekalian main.


Lantai 1 : Clothes & Home Living

Di lantai ini adalah tempatnya batik, mostly adalah pakaian jadi untuk wanita, pria dan anak-anak harganya relatif terjangkau ya meski di atas harga rata-rata. Kalau nggak mau pakaian jadi tersedia kain-kain batik yang dadah-dadah manja minta banget dibeli, motifnya dan warnanya beragam karenanya kita harus sabar milih hehe, range harganya sekitar > Rp. 100.000 – Rp. 400.000. 


Di salah satu sisinya, terdapat space yang dikhususkan untuk batik-batik premium, urusan harga mah nggak usah ditanya, ada rupa ada harga. Selain pakaian yang bertema batik terdapat home living stuff  seperti seprai, taplak, sarung bantal, selimut, tirai etc. Harganya relatif ae lah ... namun untuk sarung bantal dijualnya persatuan.


Sedangkan di sisi yang lain terdapat satu booth khusus untuk berbagai jamu-jamuan dan rempah-rempah khas Indonesia. 


Lantai 2 : Craft & Home Decor

Di lantai ini adalah tempatnya printilan-printilan yang sebenernya nggak penting-penting amat tapi bikin laper mata, seperti topi, tas, sepatu, pouch dll.  Sedangkan untuk aksesoris tersedia satu booth khusus untuk craft berbahan dasar perak. Kalau mau yang lebih crafty tersedia barang-barang yang terbuat dari bahan daur ulang seperti notebook, pembatas buku dan apa-apa yang nggak penting-penting amat.


Untuk home decor yang paling menonjol adalah dekorasi berbahan dasar kuningan seperti kliningan (bell), tempat lilin, knob pintu, handle laci dll, tersedia juga barang-barang antik peninggalan zaman kapan seperti telepon, setrika arang, jam kukuk dll. Sedangkan untuk elemen dekoratif berbahan dasar kayu tersedia cermin jendela, patung, congklak, lighting dll.


Pokoknya ya lantai 2 ini berisi barang-barang yang membuat kita ingin banget punya rumah bertema Tropical Javanese dan membuat betah berangan-angan sampe males pulang *heu


Lantai 3 : Raminten Café & Photo Studio

Di lantai ini terdapat café yang dan studio foto yang dinamai “Raminten”, Raminten ini adalah nama lakon yang dimainkan oleh pemilik Mirota (Hamzah Batik) X Raminten yang menggemari seni peran seperti halnya lakon Nini Thowok. Oh iya ... penjelasan (+foto) mengenai Raminten bisa ditemukan di beberapa sudut Mirota (Hamzah Batik).


Seumur-umur ke Mirota baru kali ini aku nyampe ke lantai 3 biasanya mah stuck di lantai 2 hehe Bagi you-you yang udah capek desek-desekan di bawah sana bisa kali di mari ... Di Raminten café ini kita bisa beristirahat sekaligus mengisi perut, menunya campuran ya antara Indonesia X Jawa mostly adalah minuman berwarna + berasa + berembun. *Tersedia juga Mas Raminten yang siap melayani anda haha 


Di studio foto Raminten kita bisa mengabadikan moment dengan setting + kostum yang ke Jawa-jawaan, kapan lagi coba difoto ala-ala pra wedding Bridestory yang mimiknya serius kaya yang belum kenal selfié hehe Untuk pricelist-nya bisa dilihat disini ya dan bagi yang rumahnya di luar kota bisa dikirim dengan tambahan ongkir Rp. 35.000 dengan lama pengerjaan (editing + cetak) ± 3 mingguan,

tempat strategis untuk nonton
Opo tho iki?
Wedag Serai mbak ...
buahagiya
Mas Raminten made in Sukabumi




You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.