Behind The Keyboard

by - 5.10.17

www.pexels.com

Kadang suka iri kalau lihat blog teman-teman yang sering diupdate, kok mereka bisa ya sempat menulis di sela-sela kuliah? Don’t ask me. Kuliah di jurusan desain membuatku menjadi zombie yang selalu sibuk mengerjakan tugas dan mengejar deadline 😪😪😪. Ketika ada waktu luang aku lebih senang untuk menghabiskannya dengan berleha-leha di kasur sebelum akhirnya ketiduran atau movie marathon dan bermain game online di Facebook.

Mungkin sebenarnya bukan nggak ada waktu ya melainkan prioritas pilihan hiburan yang bergeser.
Setelah mendapatkan promosi gratis di kelas, beberapa temanku ada yang  mencoba membaca blogku, mungkin mereka kepo ya ingin tahu seperti apa blogku sampai harus dikasih applause. Well diantara mereka seingatku, cuma Fay yang berani berkomentar langsung padaku “eh, gue udah baca blog lu, bagus kok tulisannya, maksud gue enak dibacanya ... kenapa nggak diterusin lagi nulisnya?”.

Eym ... Akunya mabok tugas haha 😂 Mungkin karena komentarnya + jadinya inget terus yha~ (a very thank youuu Fai). Seneng juga ada yang baca blogku dan kasih feedback tanpa membahas  keaL4yanku heuheu 😋

Aku sadar blogku tidaklah selucu Raditya Dika atau se-fashionable Dian Pelangi, maka dari itu aku lebih sering blogwalking ketimbang menulis post. Bingung sih mau nulis apa ... karena teman-temanku terlanjur tahu blogku ini, aku malah sering kepikiran apa yang mereka pikirkan tentangku ketimbang apa yang ingin ku tulis. Yes dear ... you are what you write dan aku belum mengerti apa itu self branding 😶.

Saat blogwalking itu aku menemukan www.hijabscarf.com isinya seru dan tone color-nya soo ... 2010’s. At least, aku menemukan blog yang not so keRaditya-Raditya Dikaan yang mencoba lucu padahal mah garing hehe Kalau diingat-ingat ya, saat itu rata-rata blog isinya random, bahasa yang digunakan masih seadanya dan fotonya masih selfie dari atas. Kini ... jauh lebih baik. Practices makes perfect ...

Dari sering blogwalking aku mulai menyadari bahwa bahasa blog tidak perlu sebaku percakapan di film-film jadul, bahasa yang ringan namun lugas lebih mudah dicerna meski menggunakan kata-kata non EYD, yang penting pembaca faham apa yang dimaksud. Kalau yang faham Cuma kita doang mah kan jadinya e-diary atuh ... 😊

Oh iya ... aku juga sempat bimbang dengan bahasa yang akan digunakan. Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris? Awal-awal kembali ngeblog aku menggunakan Bahasa Inggris dengan harapan agar se-expert para blogger senior yang setiap kali posting banyak yang kasih komentar, sekalian juga belajar merangkai kalimat biar nggak apeu pas update status.

Tapi setelah dipikir-pikir lagi, tidak semua pembaca mau bersyusyah fayah membaca posting-an yang seadanya. Seperti yang tertera pada Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan maka aku kembali menggunakan Bahasa Indonesia dengan banyak penyesuaian. Lagipula ... posting-an blog yang menggunakan Bahasa Inggris akan lebih sulit ditemukan karena kalah saing urusan SEO.

Then, #problematikamasakini muncul dalam wujud ; aku atau saya? 😖

Selama ini aku terbiasa menggunakan “saya” dengan asumsi lebih polite dan down to earth, sedangkan “aku” terkesan lebih menunjukkan self statement seperti “this is Lestari speaking”. Namun mempertimbangkan blog adalah (media) self branding yang intinya adalah self statement  maka aku memilih mengunakan “aku” ketimbang “saya”, tapi tergantung mood juga sih ...

To be honest, setiap kali membaca tentang blogging 101 selalu ditekankan agar blog memiliki niche (tema) seperti beauty, lifestyle, movie, fashion, parenting etc agar pembaca tahu dimana keahlian atau minat kita. Disini aku mendadak galau berat ... karena blogku ini niche-nya netral haha 😁

Seperti yang tertulis di deskripsi blog yaitu what is interesting and curious about, also every(little)thing in between” aku menulis apa yang ingin aku tulis, apa yang menarik untukku, apa yang aku suka atau apa yang lagi kepikiran. Please ... maksudnya sekalipun blog adalah (media) self branding tidak semua hal mesti ditulis mengikuti common standards. I just wanna have fun with my blog, so let me ... 😎😎😎

Okey deh kalau memang maksa banget harus ada niche-nya, blogku ini niche-nya lifestyle.
Mau tahu gayaku menjalani hidup? Baca demilestari! *semacam itulah 😬😄😄

Semakin hari semakin banyak blogger-blogger keren ya ... selain karena kontennya memang keren, blognya menarik secara visual, lebih tertata dan aesthetic bingits. Tapi lama kelamaan bosen juga ya karena kebanyakan konten blog zaman now adalah review skin care *heu ... 😔

Saat ini blog jungjunganku adalah Living Loving karena mencakup hal-hal yang aku sukai seperti craft, home decor dan life hacks, bahasa yang digunakan casual dan secara visual blognya enak dilihat (karena rapi *penting). Sedangkan blog yang cukup menyuarakan isi hati dan pikiran ini adalah blognya Gita Savitri haha Meski rentang usia kita ‘lumayan’ berbeda we’re on the same boat. I feel you Gita!

Sayang ya ... Laugh On The Floor sudah tidak pernah di-update lagi, blog yang ber-niche design ini membahas tentang dunia per-design-an dan designer’s behind the label. Padahal secara keseluruhan Laugh On The Floor memenuhi kriteria sebagai designers bowl.


Dari hati yang terdalam, aku ingin punya blog yang keren ... 🙏

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.