Doctor Strange

by - 11.6.17


Doctor Strange adalah spin off dari superhero Marvel yang akhirnya ‘kebagian jatah’ untuk difilmkan, ceritanya masih seputar the dark world dan infinity stone yang menjadi rebutan seluruh galaksi. Bosan? Iya sih ... 😐 Tapi ini kan Marvel, suatu saat nanti pasti ‘kebagian jatah’ juga kan di The Avengers hehe

Menariknya, Doctor Strange ini diperankan oleh Bennedict Cumberbatch yang menuai pujian berkat perannya sebagai Alan Turing di film The Imitation Game, yang mana image-nya jauh dari kata action. Sedangkan lawan mainnya yaitu Rachel McAdams bisa dibilang adalah biangnya drama romantis karena keterlibatannya dalam film semacam The Note Book dan Someday.

Dr. Stephen Strange (Bennedict Cumberbatch) adalah seorang dokter ahli bedah yang mengalami kecelakaan saat akan menghadiri Neuroloical Society bersama Dr. Christine Palmer (Rachel McAdams), kecelakaan tersebut tak hanya membuatnya cacat namun juga merengggut karirnya sebagai seorang dokter ahli bedah.😭

Dalam usahanya untuk sembuh Dr. Strange tanpa sengaja bertemu dengan Jonathan Pangborn, salah satu calon pasien yang pernah ditolaknya dulu. Jonathan memberitahunya tentang suatu tempat bernama Kamar-Taj yang membantunya pulih.

Ia lalu pergi ke kathmandu Nepal untuk mencari Kamar-Taj, beruntung ia bertemu Mordo saat sedang dipukuli bandit yang menginginkan jam tangannya. Mordo tak hanya mengantarkannya pada Kamar-Taj namun juga kepada The Ancient One (Tilda Swinton) pemimpin mereka yang immortal.

Meski awalnya ditolak, namun akhirnya the Ancient One memberikannya izin untuk tinggal di Kamar-Taj. Dr. Strange tak hanya belajar mengenai mystic art dan menemukan bahwa kamar-Taj merupakan centre yang menghubungkan 3 sanctum (tempat suci/berlindung) di dunia yaitu New York sanctum, London sanctum dan Hong Kong sanctum.

Didorong rasa penasaran, Dr. Strange meminjam Book of Caliogstro milik The Ancient One, buku tersebut memandunya untuk bisa memanipulasi waktu menggunakan kekuatan The Eye of Agamotto. Ketika The Ancient One, Mordo dan Wong memergokinya berusaha mengembalikan halaman yang hilang, muncul penjaga New York sanctum yang melarikan diri dari Kaelicius.

Kaelicius ini sebenarnya adalah murid The Ancient One yang memilih untuk menghamba pada Dormammu penguasa The Dark Dimension, secara garis besar karekter Kaelicius mirip dengan Anakin Skywalker di Star Wars.

Dr. Strange terlempar ke London sanctum dan melihat Kaelicius membunuh penjaganya dan memburunya. Beruntung, ia diselamatkan oleh The Cloak of Levitation yang kelak menjadi relic-nya dan lantas menemui Catherine untuk mengobati lukanya. 

Ketika kembali ke London sanctum, Dr. Strange terlibat perdebatan dengan The Ancient One dan Mordo yang membuatnya mempertanyakan apa tujuannya. Then, Kaelicius kembali lagi dan memburu mereka.

Meski mengingatkan film Inception dan Upside Down, scene-nya kejar-kejarannya benar-benar keren, serasa lagi mimpi hehe Pada perkelahian ini The Ancient One terbunuh oleh Kaelicius dan satu-satunya sanctum yang tersisa hanyalah Hong Kong sanctum yang dijaga oleh Wong.

Mau tak mau Dr. Strange dan Mordo pergi ke Hong Kong sanctum, ketika sampai keadaan Hong Kong sanctum dan sekitarnya sudah kacau karena portal The Dark Dimension sudah terbuka. Tak ingin menunda lama, Dr. Strange kemudian menggunakan kekuatan The Eye of Agamotto untuk memutar balikkan waktu.

Kaelicius yang melihatnya kemudian berusaha untuk menghentikan Dr. Strange dan membunuhnya. Dalam keadaan terjepit itulah Dr. Strange memberanikan diri untuk menemui Dormammu untuk bernegosiasi. Sumpah! Ini adalah adalah scene terkonyol di sepanjang film melebihi ‘Try me, Beyonce ...’ haha ‘Dormammu ... I’ve come to bargain ...’.

Dormammu yang kesal akhrinya mau menerima tawaran Dr. Strange dan menutup portal The dark Dimension. Dr. Strange dan Mordo pun berpisah karena memilih jalan yang berbeda, meski kemungkinan besarnya mereka akan kembali reuni di entah film mana selanjutnya.

Secara keseluruhan Doctor Strange memiliki style yang merupakan perpaduan antara Inception dan serial animasi Avatar (Aang), sedangkan untuk kostum yang Dr. Strange kenakan agak sedikit mirip dengan The Little Finger di serial Games of Thrones (mungkin karena perawakannya hampir mirip) dan The Cloak of Levitation-nya sendiri mengingatkan akan Invisible Cloak-nya Harry Potter.

Visual effect Doctor Strange kurang lebih mirip dengan The Fantastic Beast and Where to Find Them, yaitu pada scene yang menggunakan teknik reverse (putar balik). Scene disaat para Auror mengembalikan kota New York pada keadaan semula dan scene disaat Doctor Strange memutar balikkan waktu di Hong Kong sanctum. Yes. Keren ...

Sayang The Ancient One mati, padahal visual effect yang jadi ciri khasnya adalah yang paling gorgeous. Kaya itu loh ... teropong yang bisa membuat ilusi segi 6, dulu waktu SD seing dijual Mang-mang di sekolah.

Dari semua film superhero Marvel, Doctor Strange ini adalah yang paling kaya visual effect-nya (dalam hal mewujudkan imajinasi) dibandingkan film lainnya. Meski sebenarnya ada beberapa plot hole yang membuatnya jadi ‘krikk ... krikk ...’ hehe 

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.