The Hobbit The Battle of The Five Armies

by - October 29, 2015


The Hobbit The Battle of The Five Armies adalah bagian akhir dari The Hobbit triologi, prekuel dari The Lords of The Rings triology yang sudah lebih dulu difilmkan. Dalam film sebelumnya, yaitu The Hobbit : The Desolation of Smaug diceritakan bahwa Thorin pengikutnya akhirnya bisa mencapai Benteng Erebor dan mencoba untuk mengambil Arkenstone yang dijaga oleh Smaug, merekalah yang membuat Smaug pergi menuju Lake Town.

Gandalf yang berada ditahan di Dol Gundur akhirya diselamatkan oleh Saruman dan Galadriel. Galadriel menahan Sauron dan memerintahkan Gandalf untuk pergi dengan Radagast. Gandalf yang berhasil menyelamatkan diri meminta Radagast untuk membawa pasukannya menuju ke Benteng Erebor, tempat dimana peperangan selanjutnya akan berlangsung.
Smaug yang sebelumnya menghuni Benteng Erebor di Lonely Mountain (Gunung Kesunyian) datang ke Lake Town, ia langsung meluluhlantakkan  Lake Town dalam sekejap. Penduduk Lake Town terkejut dengan kedatangan Smaug yang tiba-tiba, mereka panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri.
Bard berusaha membunuh Smaug menggunakan anak panah miliknya namun selalu gagal, lalu Bain yang sebelumnya dititipi Black Arrow terakhir muncul, dengan anak Black Arrow itulah Smaug berhasil dibunuh. Kabar matinya Smaug segera tersiar ke seluruh penjuru negeri.
Bard membawa penduduk Lake Town yang tersisa menuju ke Dale, tempat kerajaan manusia sebelumnya berada. Bard memerintahkan mereka untuk tinggal di Dale karena Lake Town sudah hangus terbakar, dengan minimnya perbekalan yang mereka punya muncul masalah baru, kelaparan.
Sementara itu di Benteng Erebor, para kurcaci kecewa dengan sikap Thorin Oakenshield yang lebih menikmati emas-emasnya daripada membantu memburu Smaug, mereka percaya bahwa Thorin tengah terjangkit penyakit naga yang juga menjangkit kakeknya, Thror.
Keesokan harinya, penduduk Lake Town yang kini tinggal di Dale dikejutkan dengan kedatangan raja elf, Thranduil. Ia datang beserta pasukannya membawa pasokan makanan untuk penduduk Lake Town. Ternyata kedatangan Thranduil bukan semata-mata hanya ingin membantu, melainkan ingin mengajak mereka (termasuk Brad) bersekutu, ia ingin mengambil pusaka bangsa Elf yaitu Lasgalen yang berada di Benteng Erebor.
Legolas dan Tauriel memata-matai Orc sampai ke Gundabad, mereka menemukan bahwa Azog memimpin pasukan Wargs dalam jumlah yang besar menuju Benteng Erebor. Azog ingin mengusai Benteng Erebor selain karena emas-emasnya adalah karena letaknya yang strategis untuk menguasai kerajaan kuno Angmar.
Bilbo yang kecewa dengan sikap Thorin kemudian berinisiatif untuk mengambil Arkenstone dan memberikannya kepada Bard, dengan harapan agar Thorin bersedia memenuhi janjinya kepada Bard serta mengembalikan Mythir kepada Thranduil. Mereka semua bersepakat untuk sebisa mungkin menghindari perang.
Namun, Thorin tetap bersikeras untuk mempertahankan Benteng Erebor dan malah berfikir untuk memindahkan emas-emasnya ke tempat yang lebih aman. Ia bahkan menuduh ada pengkhianat diantara para pengikutnya yang setia dan memutuskan untuk berperang.
Thranduil pun tidak mempunyai pilihan lain selain berperang, ia dan pasukannya sudah siap untuk menyerang Benteng Erebor ketika muncul pasukan kurcaci yang dipimpin oleh Dain Oakenshield (sepupu Thorin) dari iron Hill (Pegunungan Besi). Kedua pasukan itu saling berhadap-hadapan untuk berperang, sedangkan Thorin? Ia tetap duduk di singgasananya dan berdiam diri.
Lalu tiba-tiba muncullah pasukan Orc yang dipimpin oleh Azog, Thranduil dan Dain pun akhirnya memutuskan untuk berperang melawan pasukan Orc daripada saling memerangi. Tentu saja kedua pasukan tersebut kalah jumlah bila dibandingkan dengan pasukan Orc dan segera terdesak.
Bard dan pasukannya berusaha untuk mempertahankan Dale dari serangan pasukan Orc. Disaat Bard sedang mengevakuasi anak-anak, wanita dan orang tua, ia menemukan bahwa Alfrid Wakil Walikota berpura-pura menjadi wanita tua agar diselamatkan, Alfrid yang pengecut pun akhirnya memilih kabur dengan emas yang tak sengaja ia temukan.
Thorin tenggelam dalam pikirannya sendiri, galau. Di satu ia merasa senang mendapatkan kembali kejayaannya sebagai Raja Di Bawah Gunung, namun di sisi lain ia merasa sedih karena pengikutnya mulai mempertanyakan harga dirinya sebagai seorang raja. Sebuah pilihan yang sulit bagi Thorin. Kili yang tak sabar menyatakan ingin bergabung dalam peperangan, kenyatannya mereka semua ingin ikut berperang tapi tetap menyerahkan keputusan kepada Thorin. Thorin pun akhirnya sadar dan memutuskan untuk ikut berperang melawan pasukan Orc.
Melihat pasukannya dibantai pasukan Orc, Thranduil memutuskan untuk menarik mundur pasukannya, sama seperti ketika ia menarik pasukannya dari peperangan melawan Smaug dulu. Legolas dan Tauriel segera memberitahukan perihal pasukan kedua dari Benteng Gundabad kepada Bilbo, Gandalf dan Thranduil, Legolas sempat bersitegang dengan Thranduil sebelum akhirnya pergi menyusul Tauriel yang menyusul Kili ke Raven Hill (Bukit Gagak).
Thorin membawa Fili, Kili dan Dwalin ke Raven Hill  untuk mencari Azog, disana mereka dijebak sehingga Fili tertangkap dan akhirnya dibunuh Azog. Kili yang tidak bisa membendung amarahnya mengejar pasukan Orc dan berusaha membunuh mereka, pada saat itu ia melihat Tauriel diserang oleh salah satu Orc, Kili berusaha menyelamatkan Tauriel tapi tidak berhasil, ia pun meninggal dalam usahanya menyelamatkan Tauriel.
Thorin akhirnya bisa berhadapan face-to-face dengan Azog yang dulu membunuh ayahnya, mereka berdua bertarung saling membunuh, meski akhirnya Thorin berhasil membunuh Azog, ia tidak bisa selamat karena luka-luka yang dideritanya. Beruntung Bilbo yang menyusul Thorin ke Raven Hill menemukannya, di saat-saat terakhir hidupnya itu, Thorin mengungkapkan rasa penyesalannya atas sikapnya dan berterima kasih kepada Bilbo untuk menjadi sahabatnya.
Di dalam situasi yang sangat genting itulah Radagast datang membawa pasukannya, ia membawa elang-elang raksasa dan hewan-hewan penghuni hutan lainnya. Dengan adanya tambahan pasukan Radagast, pasukan Orc bisa disingkirkan.
Bard yang kini memimpin Dale mengumandangkan tanda dukacitanya untuk korban peperangan. Sedangkan Legolas yang sadar takkan bisa mendapatkan hati Tauriel tidak ingin kembali lagi ke Rivendell, ia memilih untuk mengikuti saran Thranduil untuk pergi mencari The Striders ke Dunadein. Setelah berpamitan kepada para kurcaci Bilbo kembali pulang ke Bags End diantar oleh Gandalf, Gandalf mengetahui Bilbo masih memiliki cincin dari Smeagol tapi Bilbo berbohong dan mengatakan cincin tersebut hilang saat peperangan.

 “ ... why it’s so much hurt ...”
“ ... because it’s real ...”
(Tauriel and Thranduil about Kili)

Jadi, five armies yang dimaksud adalah 5 pasukan yang ikut berperang yaitu pasukan, pasukan kurcaci, pasukan manusia, pasukan Orc dan pasukan Wargs. Pasukan Radagast dianggap bonus karena muncul di saat-saat terakhir.
Film The Hobbit triology yang merupakan spin off dari film The Lords of The Rings triology ini menceritakan tentang kaum kurcaci, tak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti akan ada spin off  yang dibuat berdasarkan karakter-karakter dalam film The Lords of The Rings lainnya. Elves maybe?
Mungkin saja, karena di akhir film Thranduil sempat menyinggung tentang Arathon yang menjaga hutan, jika sudah menonton film The Lords of The Rings Triology pasti akan ‘ngeh’ Arathon itu merupakan salah satu karakter Raja manusia yang ikut berperang melawan Sauron.
BTW, meskipun saya penggemar Legolas sejak di film The Lords of The Rings, saya tetep ngerasa sedih (dan nangis bombay) waktu liat Tauriel nangisin Kili yang udah mati, demi apa dong ...  baper sama Tauriel. Syebel ihh ... 
Just realized, furniture di rumah Bilbo lucu-lucu juga yah J

You May Also Like

0 comments

Feel free to leave some feedback after, also don't hesitate to poke me through any social media where we are connected. Have a nice day everyone~