Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Hello~

Sejujurnya, setelah hampir setahun main Township aku merasa bosan karena kurang duit mulu *realistis 😂 jadilah aku mencari game lain yang bisa bikinku melupakan proyek-proyek mangkrak. Setelah searching sana sini, aku memutuskan untuk meng-install game Resortopia karena tertarik dengan review-nya yang so far so good. Resortopia adalah simulator game yang bisa dimainkan via smartphone dan PC, sayangnya masih mesti connect internet yaini jadi agak syulit kalau nggak pake wifi atau data tinggal dikit #mendangmendingmendungclub.

Sesuai dengan namanya, Resortopia ini mengajak kita (player) untuk mengelola resort beserta isi-isinya, dari kamar, restaurant, spa, bioskop, toko sampai taman. Ada 3 karakter inti di Resortopia, yakni Udon si manager, Titan si koki dan Bubble si penyihir yang bahu membantu menghasilkan cookies yang dipake untuk beli furniture dan upgrade skill. Seperti game pada umumnya, kita harus mau bersabar dan bersusah-susah di awal, setelahnya mah insya allah lantjar djaya.

+ ada banyak cara mendapatkan (dan menghabiskan) cookies, candy, ticket dan leaves.
+ item-nya lucu-lucu apalagi kalau ada event.
+ sering ada seasonal event.
+ mini games-nya variatif dan cukup mudah *ssttt... gatcha-nya bikin candu 😊.
+ desain UI-nya horizontal, jadi view-nya nggak akan berubah meski lupa pencet lock screen.
+ update terus.

- mesti tekun.
- rupa karakternya absurd abis, apalagi si Udon *maap 😅.
- seasonal pass-nya mehong coy.
- zoom in zoom out terbatas.

Setelah beberapa kali main ke resort sebelah, aku termotivasi untuk mendekorasi kamar dan taman secara maksimal *ambisi. Saking stuck-nya cari cheat resep minuman aku iseng searching di Pinterest pake keyword Resortopia. Tahu nggak apa yang muncul? Yap, dekor maha maksimal yang bikinku melongo. Rango-o-rang pada makan apa sih kok desainnya bagus-bagus, yawla... ini nggak bisa dibiarkan, aku mau juga. Kurasa kalyan udah tahu apa yang kulakukan selanjutnya yekan wkwk.

Untuk kalyan yang stuck bikin resep minuman.

Cooling Mint 
It chills you to the core!
ice cubes + peppermint

Iced Cola
Cola with ice brings double the happiness.
ice cubes + cola

Iced Americano
Is it true that adding ice to an americano makes it less better?
ice cubes + coffee

Waxberry Drink
Be careful! It'll be tough to get rid of the stains if it gets on your clothes.
ice cubes + waxberry

Green Bean Smoothie
With this around, mom doesn't need to be worry about me getting heatstroke anymore...
ice cubes + green beans

Strawberry Milk
Despite containing unrefined strawberry jam, it still smells absolutely divine.
milk + strawberry

Banana Milk
A bottle during breakfast will energize your entire day.
milk + banana

Original Milk Tea
All-natural tea and milk, with zero added sugars or preservatives.
milk + black tea

Orange Juice
I like drinking orange juice whenever I'm on a plane.
orange + sugar

Watermelon Juice
This summertime exclusive is delicious and healthy.
watermelon + sugar

Hongkong-Style Tea & Coffee
A blend of eastern and western flavors, this beverage tastes of Hongkong.
milk + black tea + coffee

Jasmine Tea
What a beautiful jasmine flower...
sugar + green tea + jasmine flower

Matcha Cheese
The Matcha and cheese flavors perfectly complement each other.
milk + matcha + cheese

Honey Pomelo Tea
Pomelo pulp must be cleaned first before it can be boiled.
sugar + honey + pomelo

Apple Cassia Tea
Smells like perfume, tastes like apple-infused water hat's been boiled with tree bark.
black tea + apple + cinnamons

Cocoa Coffee
My heart thumps at the thought of combining cocoa and coffee.
sugar + coffee + chocolate

Iced Sakura Brew
It's fine if you miss out on this exclusive drink. After all, the cherry blossoms will bloom again next year.
ice cubes + sakura + sweet rice wine

Ice Lemonade
Feel refreshed after drinking this!
ice cubes + sugar + peppermint + lemon

Kitty Hot Cocoa
Look into my eyes... are you sure you don't want a cup too, meow?
sugar + milk + chocolate + marshmallow

Coconut Juice with Sagoo
Smells like coconut, tastes of summer and even has a chewy element to boot!
milk + sugar + sagoo + coconut

Rose Afternoon Tea
This drink is so exquisite that even the cream is shaped like a rose.
milk + black tea + roses + whipped cream

Iced Cocoa Milkshake
Something as beautiful as this must taste delicious as well !
strawberry milk + chocolate + cherry + whipped cream

Full of Grapes
Rejoice, lovers of grapes! No grape skins on this drink.
ice cubes + purple grape + green grape + whipped cream

Soymilk with Osmanthus Rice Cake
Burp!
milk + rice cake + roasted soy flour + osmanthus

Vibrant Tropical Tea
It's chock-full of fruits and sincerity.
green tea + orange + watermelon + lemon + pinneapple

Osmanthus Caramel Oolong
A gentle and romantic gift of autumn.
milk + oolong tea + caramel syrup + osmanthus

Summertime Iced Berries
The taste of summer is infused into a single glass!
ice cubes + ice cream + blueberry + waxberry + thyme

Heart of The Sea
This is reminiscent of that love story which involves an iceberg in the middle of the ocean...
peppermint + cherry + ice cream + pop rocks + light rum

Taro Shaved Ice
What a cute rabbit! It will definitely taste better as a frozen treat!
blueberry + shaved ice + jelly + taro ball + stardust

Stewed Snow Pear with Rock Sugar
You can enjoy this even if you're not having a cough!
rock sugar, snow pear, snow fungus, red dates, goji berry

***

Sekarang aku masih main Resortopia, kalyan ada yang main juga nggak?

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu film Abadi Nan Jaya atau The Elixir dirilis di Netflix, tadinya aku mau cek ombak dulu eh ternyata malah hanyut bacain twitwar. Gileee... (bukan Jule ya) nggak bisa dibiarkan ini, harus ikut nimbrung😁. Aku nonton film Abadi Nan Jaya via smartphone yang mana bikin pengalaman nontonku terasa kurang optimal, tapi isokay laya... karena di rumahku mah nggak pake smart TV, pakenya TV kabel *angkatan lama 😅.

Jujur aku kepikiran dengan komentar netizen yang menyebut film Abadi Nan Jaya sebagai film zombie bloon, separah itukah filmnya? 😅 Biar nggak penasaran, kuy marki-try... Aku nonton film Abadi Nan Jaya ini dua kali, kali pertama nonton sendiri sebelum tidur, kali kedua nonton berdua dengan Widy di mobil (karena mama dan mantemannya lagi botram di ruang tengah *menolak tuwa).

Oh ya, aku pernah bikin post 5 Film Zombie yang Menghibur (bisa dibaca di sini).

Sebagai sinefil amatir, ada masanya aku suka nonton film dan serial bertema zombie, dari yang serius sampai yang nggak serius (macem yang penting ada dulu deh, urusan rame atau nggak mah terserah 😂). Saking sukanya nonton aku udah berada di tahap nggak keberatan makan sambil nonton adegan berbau amis, padahal aku tipe orang yang geuleuhan. Yaudalaya... biarin aja, mungkin mbnya lagi tertekan 😢.

Memang sebelumnya udah ada film dan serial bertema zombie, namun yang benar-benar mengantarkan zombie masuk pasar Asia adalah film Train To Busan (2016). Sayangnya Peninsula (2020) nggak berhasil bikin kita kembali merasakan ketegangan yang tercipta saat para zombie merangsak dengan cepat. Yha~bedanya zombie eropa dan asia tuh ini ya, gerakannya lebih cepat, cenderung agresif dan wajahnya full pake SFX *catat.

maap nggak di-sensor, writer-nim lagi mager 

Setelah bertahun-tahun nonton The Walking Dead akhirnya aku menyerah... nggak kuwat euy alur ceritanya udah ngalor ngidul, apalagi aku udah nonton Kingdom, udahlah... bye😁. Kingdom adalah serial zombie dari Korea dengan setting abad ke 17 (Joseon), so far Kingdom berhasil melampaui batas ekspektasiku akan zombie asia. Writer-nim berhasil mengekstraksi konsepnya secara apik sehingga kita faham alur ceritanya dari hulu ke hilir.

Kupikir pemilihan judul Abadi Nan Jaya ini udah cukup Indonesia dan mewakili zombie yang konsepnya what is dead may never dies #randomcrossover. Aku pun penasaran dengan treatment yang akan Kimo Stamboel lakukan untuk menciptakan zombie di negara tropis yang tricky. Well... Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Abadi Nan Jaya yang belakangan ini menghangatkan feeds social media-ku.

***

Abadi Nan Jaya bercerita tentang drama keluarga pemilik pabrik jamu Wani Waras yang berada di ujung tanduk. Sebagai kepala keluarga, Dimin (Donny Damara) masih keukeuh mempertahankan Wani Waras meski kedua anaknya, yakni Kenes (Mikha Tambayong) dan Bambang (Marthino Lio) menentang. Hubungan orang tua-anak ini diceritakan nggak coy sejak awal, Kenes jengkel karena Dimin menikahi Karina (Eva Celia) - bestie-nya sendiri, sedang Dimin jengkel karena Bambang 'nggak dewasa'.

Saat Kenes, Rudi (Dimas Anggara) dan Raihan (Varien Arianda Calief) mengunjungi rumah Dimin guna membahas nasib Wani Waras, Dimin menggunakan kesempatan tersebut untuk mendemonstrasikan formula baru jamu awet mudanya, yakni Abadi Nan Jaya. Hasilnya bikin mereka semua takjub. Dimin pun percaya Abadi Nan Jaya bisa menyelamatkan Wani Waras yang berada di ujung tanduk.

Dimin dan bayi-bayinya

mereka berdua pernah nonton film zombie nggak sih? 

Di tengah perseteruan keluarga ini tetiba Dimin ambruk (dan mulai bertransformasi) jadi zombie, mereka semua panik dan meminta pertolongan. Keadaan bertambah ruwet saat Dimin mulai menginfeksi para pegawai yang mana bikin seisi rumah berhamburan kesana kemari. Untung Karina sempat ganti baju ya, kalau nggak mah repot banget pastinya berlarian sambil pake dress, warna putih pula 😅.

Sebelum minum Abadi Nan Jaya, ada scene Dimin dan tumbuhan kantong semar yang mewakili asal muasal senyawa zombie ini. Sejujurnya aku nggak yakin Dimin adalah satu-satunya formulator Abadi Nan Jaya. Kubilang begini karena sample Abadi Nan Jaya diantarkan oleh kurir ke rumah Dimin, yang artinya Abadi Nan Jaya ini diformulasikan di tempat lain. Pertanyaannya, siapakah pengirim sample Abadi Nan Jaya? 😶.

keluarga disfungsional ala Abadi Nan Jaya

Raihan saat melihat transformasi Dimin jadi zombie

Meski UMKM, kalau statusnya udah pabrik mah pasti punya tim R&D yekan... yang bertanggungjawab untuk menguji kelayakan produk. Kalau udah tahap sample berarti udah approve ya, apalagi sampai dikirim kepada Dimin dan relasinya, Santoso (Willem Bevers) dan Grace (Karina Suwandhi). Karena hal ini aku sempat mengira suspect pertama pasti berasal dari tim R&D Wani Waras, eh ternyata malah Dimin. 

Timeline ceritanya satset ya, cuma semalam aja, yaiyalah ngapain lama-lama 😁. Selain keluarga Wani Waras, ada Rahman (Ardit Erwandha) dan Ningsih (Claresta Taufan) yang mengakhiri kisah cintanya sedyangdut mungkin. Macem I just want to be with you till he end of time. Boro-boro sedih yang ada aku malah geli sendiri nontoninnya 😂. Eh, kalyan geli juga nggak sih? *kepo.

kasihan banget bapak muadzin *ytta

yang di dalem 😭

Sepanjang durasi aku terenyuh dengan keluguan para karakter di Abadi Nan Jaya ini, bayangkan dweh... warga yang terbiasa slow living tetiba mesti gercep lari menghindari zombie, apa nggak muntab tuh. Bisa-bisanya Karina, Rudi dan Raihan minum (bahkan makan) saat dikejar-kejar zombie, pun dengan pak polisi yang sempat-sempatnya minum setelah gagal menghalau zombie. Yukata masuk angin 😂.

Mungkin karena setting-nya terlalu relate dengan keseharian aku malah lebih banyak ketawanya ketimbang tegangnya. Widy mah misuh-misuh mulu ya. Saat para zombie melahap tamu hajatan yang clueless di atas truk. Saat Kenes, Bambang dan Rahman berusaha mengambil motor namun malah dikepung zombie. Saat Karina, Ningsih dan Raihan mau kabur pake motor tapi mesti diselah dulu. Saat Karina nggak sengaja pencet klakson telolet. Sa ae nih memancing emosinya 😅.

muatan lokal Indonesia - bepergian pake truk

zombie-nya dikit karena memang warganya juga dikit

Kurasa semua semua aktor dan aktris yang terlibat udah berperan dengan baik, termasuk extras-nya yakni para zombie. Ekspresi, gestur dan penampilan visual-nya kewren ya, meski jadi extras mereka semua terus bergerak yang mana bikin suasananya terasa hidup. Saat nonton aku notice wajah mb biduan di hajatan berubah saat jadi zombie, ternyata mb biduan ada schedule manggung di tempat lain jadi digantikan oleh aktor cowok. Pantesan ya beda wkwk.

Oh ya, karakter yang bertransformasi jadi zombie macem Diman dan Rudi tetap dipake sampai akhir, karenanya nggak ada zombie yang sia-sia 👍. FYI. Zombie terpopuler di Abadi Nan Jaya adalah zombie crop top. Salut niya dengan kekompakan warga Wanirejo yang mampu menahan diri nggak posting ini itu sebelum Abadi Nan Jaya dirilis. Seru nontonin video bts dari balik kaca jendela rumah mereka hehe.

apakah kelak berasnya mengandung senyawa zombie?

😱😱😱

Tanpa bermaksud pick me, aku sangat menikmati nonton Abadi Nan Jaya ini. Dan dengan berbagai kelemahannya aku mesti mengakui bahwa untuk saat ini Abadi Nan Jaya adalah film zombie Indonesia yang paling proper. Mungkin kita perlu 1 season lagi deh untuk tahu Dimin kesambet apa sampai tetiba ngide bikin jamu awet muda pake tumbuhan kantong semar dan yha~... aku ingin tahu siapa pengirim sample Abadi Nan Jaya *penting *tolong di-notice 🙇.

Untuk teknisnya so far so nice so good, namun untuk skenarionya eym... kurang bisa menanggung beban ekspektasi netizen yang udah pernah nonton Kingdom wkwk Akhirul kalam, kusarankan kalyan nonton Abadi Nan Jaya serileks mungkin, nggak usahlah mikirin pendapat ini pendapat itu, just enjoy the show!

***

Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Photo by Anna Shvets

Hello~

Jumpa lagi dengan annual post edisi bulan Agustus, yihaaa?! 🐎 Sejak akhir bulan lalu, di rumahku udah terpasang bendera dan umbul-umbul untuk menyemarakkan hari jadi Indonesia yang ke 80. Masih hidup kan gan? wkwk 😁. Sebagai warga negara yang budiman (berbudi dan beriman), tentcunya kita tetap berusaha memelihara spirit hari jadi meski sebenarnya mah ya Allah udah malay pisan. To be honest... I still love being Indonesian, except the goverment. Do you?

***

DWIKORA

Kurasa satu-satunya yang excited menyambut bulan Agustus di keluargaku adalah mama, apalagi kalau bukan karena doi berulang tahun. Yha~ mamaku tipikal orang tua yang gemar merayakan milestone di kehidupannya, ulang tahun tumpengan, lulus kuliah tumpengan, keterima kerja tumpengan, nggak ada apa-apa juga tumpengan 😁. Kalau tahun-tahu lalu kita merayakan pake kue lemon, tahun ini kita merayakan pake kue kartun *cmiiw. Alhamdulillah kita semua masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat.

GAIRAH YANG REDUP

Ketimbang tahun-tahun lalu, kurasa bulan Agustus tahun ini terasa kurang bergairah, apakah kalyan merasakan hal yang sama? Iklim politik yang pancaroba mulu berimbas pada kinerja pemerintul yang menghadeh, menciptakan situesyen yang mendorong perekonomian hingga ke tepi jurang. #agustuscore masih ada namun udah nggak semeriah biasanya, perhatian kita lebih tersita pada pejabat publik yang gemar mempermalukan diri sendiri 😡.

MULYONO, MULYANI, MULYADI

Let me introduce you to the most popular trio on (my) social media.

MULYONO

Perkembangan kasus ijazah palsu ini udah macem perkembangan cerita sinetron stripping, sungguh sangat ecapwek dwehhh... Ketimbang ribut mencari kebenaran dari kasus ijazah Jokowow, kenapa nggak langsung tanyakan aja ke partai yang mengusungnya dulu, kuyakin merekalah yang paling tahu mengenai perkara ijazah ini 🤔. Jujur, konsep Roy Suryo yang ceunah mah pakar telematika tapi pernah bikin meme nggak etis ini bikinku mempertanyakan kredibilitasnya.

MULYANI

Kagak faham hamba hal apa gerangan yang mengejar-ngejarnya sampai rajin malakin rakyat jelita. BU banget yu teh? Sebenarnya yang bikin kita malay bayar pajak tuh karena sasaran yang nggak tepat guna, macem menggaji anggota DPR yang nggak produktif nan problematik atau meng-hire buzzer untuk memperbaiki citra chitato. Aksinya menaikkan dan menurunkan PPN di pergantian tahun tentcunya bikin segenap tax officer meradang, yha~ trending topik pembukai tahun 2025 adalah misuh-misuh perkara PPN.

MULYADI

Aku tahu KDM gegara mama sering share video-nya di WAG keluarga, awal-awal nonton tuh macem: naon sih ieuuu... Untukku, nonton mantan pejabat publik yang blusukan dan berinteraksi dengan warga kurang menarik *yha~ aku bukan market-nya 😅. Keputusan KDM mempublikasikan akivitasnya bikinku khawatir doi nggak akan kerja karena sibuk ngonten mulu *yang udah-udah begitu soale *ealah *siapa sih ini *pura-pura lupa 😅. Ternyata pendekatan populisnya terbukti efektif untuk merangkul warga yang sebelumnya berjarak dan bikin situesyen cair.

YANG TERBIT DAN YANG TENGGELAM

Kurasa salah satu alasan mengapa KDM begitu dielu-elukan oleh segenap netizen adalah karena kita kekurangan figur di Jawa Barat. Maaf banget niya, branding-nya RK mah udah luluh lantak paska persekutuannya dengan LM terungkap dan jadi berita nasional. Well.... Sejujurnya kita sih masa bodo dengan hasil tes DNA-nya, fakta bahwa doi berselingkuhlah yang bikin kita ilfil. Mau dibawa kemana karir politik yang berhamburan ini... Eh iya, aku tuh nungguin kelanjutan dari kasus BJB-nya, kok belum ada ya? 🤔.

MEMANTIK SARI PATI

Di pertengahan bulan Agustus warga Pati kompak menolak kenaikan PBB-P2 sebesar 250% yang digagas oleh bupati Sadewo. Ketimbang berdiskusi dan menanggapi keresahan warga yang lagi seret, doi malah menantang balik, yaiyalahhh... ditanggapi 😅. Yang bikinku nggak habis pikir doi dengan percaya diri menolak mengundurkan diri dari jabatannya, belum balik modalkah yu? Berkaca dari sejarah, Pati memang memiliki riwayat panjang dengan pajak dan kesewenangan. Aksi warga Pati ini berhasil memantik semangat warga dari daerah lain untuk melakukan hal yang sama.

UPDATE
Warga Pati otw ke KPK untuk melaporkan bupati Sadewo yang disinyalir melakukan tindak pidana.

TRIAS POLITICA

Just in case kalyan udah lupa, sebagai negara demokrasi Indonesia membagi kekuasaan menjadi 3 cabang yakni:
- lembaga eksekutif (presiden/perdana menteri): melaksanakan kebijakan publik, administrasi negara dan penegakan hukum.
- lembaga legislatif (MPR/DPR/DPD): membuat undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan.
- lembaga yuridikatif (MA/MK/KY): menjalankan pelaksanaan undang-undang (termasuk menegakkan atau mengadili para pelanggar hukum).

Tujuan trias politica adalah untuk mencegah kekuasaan absolut sekaligus check and balace, jadi ketiga lembaga ini bisa saling mengawasi demi menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Pertanyaannya, bisa nggak nih ketiga lembaga ini bekerja sama tanpa menyelipkan kepentingan partai? Kubilang begini karena yang udah-udah ketiga lembaga ini malah bersekongkol mengkhianati rakyat jelita. Kan asyemmm... 😭.

FINDING SAHRONI

Semua huru hara yang tercipta di penghujung bulan Agustus ini bermuara dari cocote Sahroni saat menanggapi wacana pembubaran DPR. Hal ini tentcunya menyulut kemarahan warga +62 yang memang udah jengkel dengan kelakuan anggota DPR. Menurutku doi adalah definisi sebenarnya dari: sok petantang petenteng, giliran ditantang kaya ayam sayur lewat 😅. Bisa-bisanya ngatain rakyat tolol, begitu diajak debat oleh mb Salsa malah ngacir ke Singapura. Cemen.

UPDATE
Saat ini giliran diaspora Singapura yang piket, cari Sahroni sampai ketemu

MELEBUR EMOSI

Menonton video penjarahan rumah Sahroni bikinku spechless, karena... wow... apakah doi merasa dirinya Tony Stark? 🤯. Melihat koleksi action figure-nya dimutilasi dan dijadikan properti foto, mengingatkanku pada koleksi action figure-nya Zumi Zola yang bikin doi kena kasus. Kurasa rakyat jelita cukup bersenang-senang di rumah Sahroni, mereka berhasil memuaskan rasa penasaran akan barang-barang yang dibeli kalau uang bukan masalah. Barang-barang yang masuk katagori sungguh sangat berharga tentcunya udah diamankan duluan ya, yang ada di rumah mah sisa aja.

BARE MINIMUM

Penemuan ijazah sekolah Sahroni dengan nilai rerata 6 dan 7 bikin kita menyadari the bitter truth, bahwa nggak perlu nilai tinggi untuk menapaki tangga kejayaan. Hal ini tentcunya bikin kita makin mantips menuntut penetapan bare minimum untuk anggota DPR, di antaranya (minimal) lulus S2 dan nilai TOEFL 500. At least dari jenjang pendiikan yang pernah diambil kita jadi tahu doi tuh expert di bidang apa . Percayalah... nggak semua anggota DPR bisa bahasa Inggris, makanya doi pake asisten mulu. 

PR CRISIS

Seperti yang udah kubilang di post Agustusan, para pejabat publik butuh tim PR untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuannya, biar nggak blunder mulu. Nggak usah jauh-jauh deh, saat si Syahroni mengklarifikasi maksudnya ngatain rakyat tolol dengan: iya, tolol itu maksudnya pinter. Hah? Hah? Hah? Benar apa kata netizen, Rajin pangkal Salsa, malas pangkal Syahroni. Tunjangan komunikasi, ketimbang dipake untuk meng-hire buzzer, mending dipake untuk ikut kelas public speaking, public relation, presentation atau apa kek untuk meng-upgrade skill.

KITA SEMUA SAMA DI MATA TUHAN

Semua orang yang kerja pasti punya jabatan, mau itu jadi cleaner, staff, supervisor, PA atau owner. Yang membedakan adalah kita swasta, yu pemerintul. Untukku, jabatan itu berlaku hanya di jam kerja, di luar jam kerja mah kita kembali jadi rakyat jelita. Makanya kadang suka heran kalau ada yang bawa-bawa jabatan saat berseteru, macem... naon sih maneh wkwk. Udah saatnya kita mengingatkan pejabat publik pada fitrahnya yakni melayani kepentingan publik.

REGENERASI

Beberapa tahun yang lalu salah satu temanku pernah bilang: kalau mau Indonesia maju, kita harus bisa melenyapkan generasi di atas kita. Yha~ udah saatnya pejabat publik beregenerasi, semakin lambat proses regenerasi akan semakin banyak masalah yang timbul. Salah satu alasan mengapa kita nggak pernah cocok dengan pemerintul karena frekuensi yang berbeza. Zaman udah berubah coy. Meski udah berusaha melakukan pembaharuan dengan meng-hire staff gen-Z, tetap nggak akan berhasil selama atasannya nggak diganti 😅. Regenerasi adalah proses alami untuk mempertahankan organisasi, pensiun mah healing atuh bukan ngerecokin.

***

Beberapa hari ini muncul seruan untuk menandai rang-o-rang yang nggak 'mengambil peran' di social media dan memilih untuk diam. Well... FYI, diam itu (c)emas 😅. Kurasa kita udah cukup dewasa untuk saling memahami bahwa nggak semua hal mesti berjalan sesuai yang kalyan mau. Hanya karena aku jarang (atau malah nggak pernah) me-repost posting-an tentang demo, pejabat publik X rakyat jelita, brave pink-hero green atau 17+8 bukan berarti aku tone deaf dan nggak faham dengan apa yang terjadi saat ini. Yha~kalau nggak faham nggak mungkin dongs aku bikin post ini 😅.

Aku hanya memilih audience-ku.

***
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Di musim pancaroba ini (udah official ya) aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia nyata ketimbang dunia tipu-tipu. Saat ini aku lagi mode di saving energy karena belakangan ini cuaca nggak menentu, tetiba panas, tetiba hujan, tetiba nggak karuan 😅. Jenuh banget rasanya tinggal di rumah dan melakuan berbagai hal yang kalau kata Deya mah auto pilot. Hiburanku nggak jauh dari main dengan Lulu, nonton, main game dan sesekali meng-update blog.

Gegara heboh bendera Jolly Roger aku jadi teringat lagi hanca One Piece yang sempat tertunda 😁. Alhamdulillah bulan lalu aku berhasil menamatkan One Piece dalam waktu 3 hari, selang seling dengan Good Boy. Aku memang nggak pernah nonton One Piece versi anime-nya, namun untuk muggle sepertku ini, One Piece versi live action-nya sips dan mudah difahami ✨👌.


Mumpung ghirah bajak membajak yang bukan di sawah masih ada, aku rewatch salah satu trilogy favorite-ku yakni:

Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl (2003)
Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest (2006)
Pirates of the Carribean: At Worlds End (2007)

Pirates of the Carribean: On Stranger Tides (2011)
Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales (2017)

***

Aku pertama kali nonton Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl saat persiapan ospek fakultas, kita nobar kilat dari DVD-nya Rizma untuk cari referensi outfit bajak laut. Yaps... tema ospek fakultas kita adalah bajak laut. Aku baru menamatkannya Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl 1-2 tahun kemudian, dan sejak saat itu Pirates of the Carribean trilogy jadi comfort movie-ku, di-rewatch mulu biar nggak stress.

FYI, lupa lagi gimana ceritanya namun kita semua sepakat jadi kru bajak laut (bukan jadi bajak lautnya 😅), pake setelan hitam putih, bandana ala-ala, bawa karung, punya pedang dan bikin kumis jadi-jadian + codet 😂.

Pirates of the Carribean bercerita tentang petualangan Captain Jack Sparrow (Johnny Depp) dan krunya di perairan Karibia. Secara geoggrafis, kepulauan Karibia berada di lautan tropis yang membentang dari Amerika Tengah (Florida) hingga Amerika Utara (Venezuela). Lokasinya yang strategis tentcunya bikin perairan Karibia ini ramai dan disinggahi oleh kapal-kapal pedagang termasuk Spanyol, Inggris, Prancis, Belanda dan China.

Setahuku, Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl ini direncanakan sebagai film sekali tamat, namun melihat pencapaiannya yang luar biasa dibikinlah sekuelnya yakni Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest dan Pirates of the Carribean: At Worlds End. Syukurnya, kedua sekuelnya ini sama asyiknya dengan Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl, jadi penonton sangat terpuaskan.

Menurutku, ending-nya Pirates of the Carribean: At Worlds End udah pamungkas banget, nggak perlulah dibikin sekuel lagi macem sinetron stripping. Tapi ya... namanya juga Disney, tetiba doi kasih pengumuman mau bikin trilogy baru untuk Pirates of the Carribean ini. Apa itu sekuel? Apa itu spin off? Trilogy cuy... Sayangnya, rencana bikin trilogy ini mesti berhamburan gegara Johnny Depp di-kick paska perseteruannya dengan Amber Heard 😭.

Sejujurnya aku masih suka trilogy pertama ketimbang trilogy kedua karena alur cerita dan pengembangan karakternya lebih mantips. Pirates of the Carribean: On Stranger Tides dan Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales terasa kurang nendang karena kru Black Pearl udah pada mencar sana sini. Meski kadang sebel krunya dongo dan berkhianat mulu, rasanya hampa aja gitu melihat Jack Sparrow solo karir 😅.

Sebagai franchise yang menjanjikan, tentcunya Disney mencari cara untuk mengekplotasi IP-nya Pirates of the Carribean. Kabar terakhir yang kubaca, Disney sedang mengkaji ulang rencana reboot Pirates of the Carribean dengan Johnny Depp sebagai Captain Jack Sparrow. Anj 😡... kenapa nggak bikin series-nya aja sih??? Win win solution laya, biar sama-sama enak. Meski masih mangkel perkara reboot, aku suka dengan fakta bahwa there is no Captain Jack Sparrow without Johnny Depp.

Sebagai pertimbangan, kubikin list alasan-alasan mengapa kalyan mesti nonton Pirates of the Carribean.

ALUR CERITA YANG SERU
Ini mah nggak usah ditanya ya wkwk Kalau kalyan suka film bertema petualangan, fantasi dengan bumbu-bumbu sejarah kuyakin kalyan akan suka Pirates of teh Carribean ini. Untuk trilogy pertama sekenarionya bisa dibilang padat karya dan chef kiss ✨👌, sedang untuk trilogy kedua terasa agak kurang ya pemirsa. Aku suka cara mereka menghidupkan cerita dengan berbagai dialog dan aksi absurd macem di opening-nya Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest.

KARAKTER YANG IKONIK
Aku nggak bisa membayangkan ada aktor lain yang mampu menghidupkan Jack Sparrow selain Johnny Depp, seakan-akan karakter itu memang tercipta untuknya. Kurasa hampir semua karakter di Pirates of Carribean ini memang ikonik, termasuk karakter kecil macem duo Pintel (Lee Arenberg) - Ragetti (Mackenzie Crook), Tia Dalma bahkan Jack Jack. Di antara semua karakter kurasa yang perkembangannya OK adalah James Norrington 😍.

EFEK VISUAL YANG KEREN PADA MASANYA
Bahkan hingga saat ini, efek visual yang digunakan di Pirates of the Carribean ini masih acceptable dan kewren. Untuk proses syuting Pirates of the Carribean ini krunya pake kapal sungguhan, niat banget ya😆. Sebagian adegan memang diambil di studio, sedang sisanya diambil di lokasi asli macem kepulauan Bahama dan Republik Dominika. Mereka pake CGI untuk olah rupa karakter yang rumit macem Davy Jones dan krunya, mehong coy kalau semua pake CGI mah 😅.

SCORING YANG MEMORABLE
Mungkin pernah lewat di FYP kalyan, video TT tentang hewan-hewan misterius di bawah laut yang yang pake sound seram ala bajak laut. FYI, judul lagu ini adalah Hoist the Colours, yang muncul di opening Pirates of the Carribean: At Worlds End, bercerita tentang 'dosa-dosa' raja bajak laut kepada Calypso, dan digunakan untuk mengirim pesan kepada Brethen Court. FYI lagi, lagu ini bukan lagu bajak laut asli ya melainkan lagu yang sengaja dibikin untuk kebutuhan film.

The king and his men stole the queen from her bed
And bound her in her bones
The seas be ours and by the powers
Where we will. we'll roam

Yo-ho, all together
Hoist the colors high
Heave ho, thieves and beggars
Never shall we die

Lirik: Ted Elliot dan Terry Rossio, Komposer: Klaus Badelt dan Hans Zimmer.

INTRIK POLITIK YANG PELIK
Salah satu yang menjadi highlight di Pirates of the Carribean adalah keterlibatan kongsi dagang di pemerintahan Inggris. Kalau Belanda punya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), maka Inggris punya EIT (East India Trading Company). Kongsi dagang ini memiliki kekuasaan politik dan militer yang cukup besar untuk mengendalikan wilayah koloni, that's why gubernur Swann nggak bisa berkutik saat Cutter Becket datang ke Port Royal.

REFERENSI MITOS DAN SEJARAH
Bajak laut atau perompak hadir seiring terbukanya jalur perdagangan lintas laut dan menjadi bagian dari sejarah maritim dunia. Sampai sekarang bajak laut masih ada kok terutama di perairan Somalia, kalyan bisa nonton Captain Philips (2013) untuk tahu gimana bajak laut modern beraksi. Brethen of Court di Pirates of the Carribean: At Worlds End mengambil referensi dari Brethen of the Coast yang eksis di abad ke-17 sampai abad ke-18 dan punya code of conduct sendiri.

Banyak referensi mitos yang dipake di Pirates of the Carribean, salah satunya adalah Kraken yang jadi 'senjata' andalan Poseidon. Biasanya Kraken digambarkan sbagai monster laut yang ganas, tapi aku sama sekali nggak mengira bentuk asalinya adalah gurita😅. Putri duyung atau Fountain of Youth mah udah familiar laya, gimana dengan trisula Poseidon? Scene laut terbelah mngingatkanku pada Nabi Musa.

***

Eh iya, marki-view tipis-tipis Pirates of the Carribean ini biar kalyan nonton.

Pirates of the Carribean: The Curse of the Black Pearl (2003)

⭐⭐⭐⭐✰

Paska dikhianati oleh mualimnya sendiri, Hector Barbossa (Geoffrey Rush), Jack Sparrow luntang lantung dan 'terdampar' di Port Royal. Malam harinya kapal Black Pearl berlabuh dan krunya menculik putri gubernur, Elizabeth Swan (Keira Knightley) karena koin emas yang dimilikinya. Jack Sparrow menghasut Will Turner (Orlando Bloom) untuk mengejar kapal Black Pearl, mendahului armada yang dipersiapkan oleh James Norrington (Jack Davenport) yang merupakan tunangan Elizabeth.

Setelah mencuri 882 koin emas Hernan Cortes hasil upeti suku Aztec, Barbossa dan krunya terkena kutukan yang bikin mereka berubah jadi zombie dan immortal. Satu-satunya cara untuk menghapus kutukan tersebut adalah dengan mengembalikan semua koin emas ke Isla del Muerta. Yha~ kapal Black Pearl kena kutukan gegara salah ngerampok 😂. Jack Sparrow dan Barbossa akhirnya saling berhadapan dan memperebutkan keping emas terakhir sekaligus kapal Black Pearl.


Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest (2006) 

⭐⭐⭐⭐⭐

Seperti yang udah kita dugong, Elizabeth Swann memutuskan pertunangannya dengan James Norrington dan memilih Will Turner. Sialnya, pernikahan mereka mesti tertunda gegara Lord Cutler Beckett (Tom Hollander) dari East India Trading Company, doi mengancam akan mengeksekuisi semua orang yang terlibat di misi penyelamatan Elizabeth. Kecuali, Will berhasil mendapatkan kompasnya Jack Sparrow.

Lupakan Barbossa, kali ini Jack Sparrow mesti menghadapi Davy Jones (Bill Nighy) yang menagih tumbal yang pernah dijanjikan. Bukannya berusaha melunasi tumbal, Jack Sparrow malah mendatangi Tia Dalma (Naomie Harris) dan mencari celah untuk menghindari Davy Jones dan peliharaannya, Kraken. Ending-nya sungguh sangat di luar ekspetasi yaini, udalaya tonton aja, dijamin seru. 


Pirates of the Carribean: At Worlds End (2007) 

⭐⭐⭐⭐⭐

Sayangnya Jack Sparrow nggak berhasil menyelamatkan diri dan ditarik oleh Kraken ke dasar timeline laut. Ketimbang memulai hidup baru, kru yang tersisa malah menemui Tia Dalma (lagi) demi menyelamatkan Jack Sparrow dari kuburan laut. Untuk memandu perjalanan ke ujung dunia ini mereka membutuhkan seorang kapten, dan yha~ selamat datang kembali Barbossa... 😉.

Sadar nggak bisa menghadapi persekutuan Davy Jones X Cuttler Becket sendirian, Jack Sparrow pun pergi ke Shipwreck Island untuk meminta bantuan Brethen Court. Setelah melalui konklav mereka bersepakat untuk membebaskan Calypso sekaligus menghancurkan armada Davy Jones X Cutler Becket. Scene favorite-ku adalah battle scene antara kapal Black Pearl dan Flying Dutchman saat badai di tengah pusaran. Kewren 😍.


Pirates of the Carribean: On Stranger Tides (2011)

⭐⭐⭐✰✰

Paska di-kick (lagi) oleh krunya, Jack Sparrow luntang lantung dan 'terdampar' di London. Doi menemukan Barbossa menyamar sebagi dirinya dan merekrut kru untuk mencari Fontain of Youth. Saat itu sedang terjadi persaingan antara Inggris dan Spanyol, makanya mereka berusaha untuk saling mendahului. Jack Sparrow pun menolak namun doi malah bertemu dengan Angelica (Penelope Cruz) dan Blackbeard (Ian McShane) yang mengincar Fountain of Youth.

Di perjalanan mereka singgah di Whitecap Bay untuk menangkap Syrene (Astrid Berges-Frisbey) sebagai syarat ritual di Fointain of Youth. Mereka juga menawan Philip Swift (Sam Claflin) seorang misionaris muda yang... tuh kan Sam Claflin karakternya kalau nggak metong ya sengsara mulu 😅. Ketiga armada laut, yakni Blackbeard X Jack Sparrow, Barbossa X Inggris dan Spanyol berlomba menemukan Fountain of Youth.


Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales (2017)

⭐⭐⭐✰✰

Telah tiba masanya kita bertemu dengan Henry Turner (Brenton Thwaites) yang merupakan anak dari Will Turnar dan Elizabeth Swann. Dengan kesusotoyannya, ia pergi mencari Trident of Poseidon demi membebaskan bapake dari guna-guna kapal Flying Dutchman. Di perjalanan doi ditawan oleh Armando Salazar (Javier Bardem) dan dipergunakan untuk mengancam Jack Sparrow yang bikin doi dan krunya dikutuk karena masuk ke Devil's Triangle.

Sementara itu, Jack Sparrow bertemu dengan Carina Smyth (Kaya Scodelario) seorang astronom yang dituduh penyihir. Jack Sparrow, Henry dan Carine lantas pergi mencari Trident of Poseidon mengikuti petunjuk di buku milik bapake Carina menggunakan kapal Dying Gull. Mereka semua akhirnya bertemu di dasar laut (?!) dan berlomba mendapatkan Trident of Poseidon. Jujur, di antara semua film Pirates of the Carribean, film ini yang skenarionya paling lemah.


***

Seperti byasa... bagimu taste-mu, bagiku taste-ku, selera kita bisa sama bisa aja nggak. Kalau kalyan sedang mencari tontonan bertema bajak membajak yang bukan di sawah, let's give them a try... atau cobain dulu deh nonton trilogy pertamanya *maksa. Tapi kalau kalyan udah nonton, ingatlah apa kata mb Mariah Carey tiap menjelang akhir tahun. its timeeeeeeeeeeeeeeeeee... to rewatch.

***

Pictures were taken from IMP Awards website.
Kalau kalyan merasa tulisanku menarik dan ingin menyemangatiku, boleh niya jajanin virtual... 😉.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Selamat Sore... 😊

Kuyakin akhir-akhir ini di timeline kalyan sering muncul konten based on personal pov tentang film Sore: Istri Dari Masa Depan. Yha~ timeline-ku juga begini kok, sampai bingung mau baca yang mana dulu 😅. Kalyan udah nonton filmnya belum? Aku udah 😉, dan terpukau dengan alur ceritanya yang sungguh mempesona, bahkan setelah keluar dari studio pun aku masih bengong dengan ending-nya yang ajegile 😭.

Aku nonton Sore: Istri Dari Masa Depan ini di Sams Studio Subang *heu di hari kedua penayangannya, hari pertama mah jadwalku cuci baju ya, nggak bisa diganggu 😁. Tadinya aku udah khawatir Sore: Istri Dari Masa Depan nggak dapet slot studio karena di aplikasi doi berada di urutan terakhir line up 'segera tayang'. Mungkin karena aku nonton di jam nanggung, hanya ada 4 penonton di studio.

Sebelum lanjut membaca, cek dulu playlist-nya siapa tahu ada lagu favorite kalyan.


Sekitar 7-8 tahun yang lalu Tropicana Slim merilis web series berjudul Sore: Istri Dari Masa Depan di Youtube, ada 9 episode dengan rata-rata durasi 12 menit. Web series ini bercerita tentang Sore (Tika Bravani) yang kembali ke masa lalu demi menyelematkan Jonathan 'Jo' (Dion Wiyoko) yang meninggal gegara diabetes. Yaps. Menurut ngana ngapain Tropicana Slim bikin web series kalau Jo penyakitnya koreng? 😅.

Seingatku, quote-nya yang: "Tahu nggak kenapa senja selalu menyenangkan? Kadang ia merah merekah bahagia, kadang ia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya" sering di-retweet di Twitter. Dengan segala kelebihannya kurasa wajar kalau Sore: Istri Dari Masa Depan ini mendapatkan atensi dan bikin heboh netizen yang memang butuh asupan tontonan 'sehat'.

Tika Bravani sebagai Sore di web series-nya

Bahkan hingga bertahun-tahun setelahnya, web series Sore: Istri Dari Masa Depan ini masih sering di-mention di obrolan seper-circle-an. Tyada tanding, tyada banding ✨👌. Setelahnya ada Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode (2018) dan Yang Hilang Dalam Cinta (2022), namun keduanya tetap nggak bisa mengalahkan fantasi liar ketemu jodoh yang penuh effort macem Sore: Istri Dari Masa Depan.

Saat tahu Sore: Istri dari Masa Depan akan dibikin versi filmnya, sejujurnya aku khawatir filmnya hanya akan jadi versi extended dari web series-nya. Well... Kurasa semua hal punya 'tempat' masing-masing, kalau nggak klop yang ada malah flop, sayang aja gitu... secara versi web series-nya bagus banget. Eh iya, atas nama efisiensi mari kita menyingkat Sore: Istri Dari Masa Depan ini dengan Sore Idaman.

sinematografi mah nggak usah ditanya, kewren 😍 scene ter-favorite sepanjang durasi

Sore Idaman ini (masih) bercerita tentang Sore (Sheila Dara) yang kembali ke masa lalu demi menyelamatkan Jonathan 'Jo' (Dion Wiyoko) yang meninggal. Memang nggak dijelaskan secara gamblang apa penyakitnya, yang pasti bukan diabetes sih karena nggak ada product placement-nya Tropicana Slim Stevia di film 😅. Kemungkinan Jo meninggal gegara life style yang awur-awuran di masa muda.

Tentcunya ada beberapa penyesuaian yang dilakukan demi pengembangan cerita, macem penambahan karakter dan setting yang berpindah dari Italia, ke Kroasia (+Finlandia, +Jakarta). Sore Idaman ini dibagi menjadi 3 part yang ditandai dengan teks sub-judul besar di layar, bertuliskan Jonathan, Sore dan Waktu. Jujur niya, scene lapisan es yang retak bikinku su'udzon filmnya bakal sad ending 😅.

masih ancang-ancang sih, tapi kita udah tahu doi mau ngomong apa

Apa yang akan kalyan lakukan saat terbangun di pagi hari dan mendapati Sheila Dara menyapa "Hai... aku Sore, istri kamu dari masa depan".

ekspresi doi saat bangun tidur konsisten banget 😁

Kuyakin sebagian netizen tentcunya akan pasrah dan senang disapa begini, lain halnya dengan Jo yang kaget setengah mati dan mengira Karlo (Goran Bogdan) mengerjainya. Bukannya jengkel karena nggak dikenali, Sore malah tersenyum dan mengikuti Jo bertemu dengan Elsa (Lara Nekić). Saat Sheila Dara ngomong cas cis cus pake bahasa Kroasia aku amazed, wow... niat banget ya, doi belajar berapa lama sampai lancar begitu.

Slow but sure, Sore akhirnya mampu meyakinkan Jo bahwa ia adalah istri dari masa depan dan memperbaharui life style-nya Jo. Sayangnya Sore lupa bahwa Jo pun butuh waktu untuk beradaptasi dengan life style yang baru dijalaninya, hal ini bikin Sore jengkel dan mengkonfrontasi Jo. Di tengah pertengkaran Sore tetiba mimisan dan bilang "kita mulai dari awal lagi ya".

Hah?

Hah??

Hah???

*ini bukan lagi niup keong ya 😂.

berlarilah seakan-akan lagi ditemplokin Sheila Dara

coba tebak, apa yang akan mereka lakukan setelah berolahraga? 

yap, makan sotoy

berapa lapis? ratusan... *ytta

Melihat Sore melakukan hal yang sama berulang kali dan lirik lagu yang terdengar getir bikinku frustasi seketika 😭. Ya Allah... ternyata selain istri di sinetron Indosiar kini ada Sore yang kesabarannya udah melewati batas nalar. Kalau aku mah so pasti bakal langsung ngereog da, lagian sih udah dikasih tahu berkali-kali tetap ngeyel, jadi diulang-ulang terus kan capekkk... * yha~ aku memang nggak Sore-able siya.

Time loop ini mengingatkanku pada film Happy Death Day, dimana karakter utamanya akan terus 'mati' sampai ia mengetahui siapa pembunuhnya. Nah, kurasa Sore ini mayan pasrah dengan urutan to-do-list-nya jadi kurang mengeksplor kemungkinan lain, makanya doi nggak tahu ada postcard bundle di lemari. Tapi ya namanya juga proses, mungkin Sore pun butuh waktu untuk bisa memahami semua ini.

ceritanya lagi deep talk

saking deep-nya malah nyesek 😢

sejujurnya aku bingung sih, kok bisa Marko mempekerjakan Sore tanpa ID dan paspor padahal doi statusnya WNA.
Sore tetiba punya smartphone tapi nggak dipake untuk menghubungi keluarga di Indonesia biar dijemput.
eh iya... ini kan dunia fantasi, apa pun bisa terjadi.

Saat Sore memutuskan untuk 'hidup' dengan bekerja di butiknya Marko (Livio Badurina) aku jadi kepikiran, kenapa sih doi nggak mencoba untuk melanjutkan hidup? Toh kalau pun nggak berhasil pada akhirnya doi akan kembali terbangun di samping Jo dan menyapa "Hai... Aku Sore, istri kamu dari masa depan". Dengan waktu yang doi punya apakah doi nggak kepikiran untuk melakukan hal liar dan sedikit berbuat onar? *astagfirullah... pikiranku 😅.

Kurasa point utama dari Sore Idaman ini adalah semua effort akan siya-siya kalau kita sendiri nggak ada kesadaran untuk berubah. Ketimbang menyelamatkan Jo, kurasa akan lebih baik kalau Sore menyelamatkan dirinya dulu, secara doi sering mimisan yekan😁. Setiap Sore mimisan selalu terdengar detak jantung, mungkinkah loop ini tercipta tatkala Sore nggak bisa mengontrol emosinya?

gegera Sore Idaman aku jadi tahu Agung Hapsah masih hidup 😊

meme-able: melihat kenaifanmu 

Kalau kalyan suka nonton film bertema waktu macem time travel, time loop atau time split, mungkin kalyan faham dengan istilah realitas. Realitas adalah garis linear yang tercipta dalam suatu kurun waktu mencakup masa lalu, masa, kini dan masa depan. Ketika realitas ini terganggu akan tercipta garis waktu alternatif yang akan menciptakan realitas baru, inilah yang disebut multiverse.

Pertanyaannya, Sore ini ada di realitas mana? wkwk.

Di film sempat disinggung bahwa Arktik nggak memiliki zona waktu, kalau kalyan meyakini bumi bulat tentcunya faham bahwa bumi memiliki poros. Semua garis bujur yang membagi zona waktu di berbagai belahan bumi akan bertemu di satu titik, kutub utara dan kutub selatan. Karena kedua kutub ini menjadi titik pertemuan semua zona waktu maka kedua kutub tersebut nggak memiliki zona waktu resmi.

kayanya Dion Wiyoko kurang cocok sama angin Kroasia deh, vibe-nya macem baru bangun tidur mulu 😅

another photo trend is coming...

makan?

Setelah menyelami berbagai fan theory, kupikir waktu di Yandyverse ini macem TVA (Time Variance Authority) di MCU yang bertugas menjaga stabilitas waktu. Saat Sore datang ke Artik dan napak tilas ke carbon print-nya Jo tanpa sengaja ia memasuki timeline-nya Jo dan 'hidup' sana. Loop yang diciptakan oleh Sore ini adalah realitas cacat yang diburu oleh waktu, makanya begitu Sore ditemukan oleh waktu terjadi anomali di mana hari berlalu dengan cepat.

Menurutku "Hai... Aku Sore, istri kamu selamanya" adalah kata-kata farewell dari Sore sebelum kembali ke realitasnya aja sih bukan mantra pamungkas. Meski nggak berhasil menuntaskan misinya, Sore berhasil meninggalkan jejak di timeline-nya Jo, that's why ada siluet doi di salah satu fotonya Jo. Pada akhirnya, bisa dibilang alam bawah sadar Jo yang udah di-training oleh Sore yang akhirnya menuntun doi merubah life style-nya.

Sore outfit-nya cakep-cakep 😍

tapi aku paling suka yang ini, terasa pas aja gitu untuk karakter Sore

Tabrakan realitas ini tentcunya bikin masa depan berubah, mereka berdua bertemu bukan di nikahan Cindy melainkan di exhibition-nya Jo. BTW, "Kok fotonya aneh ya?" itu Sheila Dara banget ya 😂.Momen saat mereka berjabat tangan dan seketika montasenya tumpah ruah bikin hati membuncah saking emosionalnya. Kurasa mereka berdua bisa saling terkoneksi karena apa yang udah mereka alami itu nyata.

Sumvah, aku nungguin banget line "Hai... Aku Jo, suami kamu dari masa depan" macem di web series-nya, ternyata kagak ada coy... 😢.

Percayalah... nonton Sore Idaman di bioskop itu lebih cucok ketimbang nonton di personal device, karena pengalaman nontonnya akan terasa sangat berbeza. Nggak masalah kalau kalyan belum pernah nonton versi web series-nya, kuyakin kalyan akan penasaran dan mencarinya 😁. Perlu diingat, bagimu taste-mu, bagiku taste-ku. selera kita bisa sama bisa aja nggak.

Last but not least, two thumbs up untuk pemilihan soundtrack yang ear catchy dan memorable ini.

scene paling lawak 😂

***
Di bawah ini adalah list film yang menurutku relate dengan film Sore Idaman, mungkin bisa masuk watch list kalyan.
Mr. Nobody (2009)
Kimi no Na wa (2016)
Happy Death Day (2017)
Loki (2021)
Everything, Everywhere Here All At Once (2022) review
Deadpool & Wolverine (2024) review

Untuk post yang terkait dengan Yandyverse bisa di baca di link ini ya.
Keluarga Cemara (2018)
Jatuh Cinta Sepeti di Film-Film (2023)
1 Kakak 7 Ponakan (2024)

***

Pictures were taken from @watchmen.id thread on Twitter

Kalau kalyan merasa tulisanku menarik dan ingin menyemangatiku, boleh niya jajanin virtual... 😉

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copying any content from this blog without permission. Please let me know if your privacy has been violated through the content or find something that needs to be credited correctly.

Note

My post may contain affiliate links, which means I will earn a commission if you buy through the link. There is no compulsion as we have different preferences and needs. Thank you :)

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2025 (25)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
      • Sore: Istri Dari Masa Depan
    • ►  Aug (2)
      • Pirates of the Carribean Movies
      • Diam Itu (C)Emas
    • ►  Oct (1)
      • Abadi Nan Jaya | The Elixir
    • ▼  Nov (1)
      • Resortopia

SERIES

Book Annual Post Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates