Menu

  • 🌷 Hello ~
  • 📌 Place
  • 🪐 Space
  • 🍊 Taste
  • 🍀 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • 💡 Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Assalamualaikum ya bestie ya family...

Telah sampailah kita di bulan ramadan, insya allah kita semua diberikan ketenangan dan kesenangan dalam menjalani ibadah. Aamiin... 🤲🏻. Tahun ini bulan ramadan diapit oleh 2 hari raya yang dirayakan di Indonesia, yakni tahun baru tionghoa (imlek) dan tahun baru saka (nyepi). Semangats para visual merchandiser 😁.

Tahun ini Muhammadiyah vs Nahdatul Ulama kembali memiliki pendapat yang berbeza mengenai hilal. Bukan hal yang baru siya, namun tetap bikin drama huhu 🥹. Sejujurnya aku nggak keberatan dengan perbedaan ini karena artinya 10 hari terakhir ramadan jadi ganjil semua 😁 *oportunis *ahli hikmah *iyain aja.

Keluargaku mah aslinya netral, namun karena aku pernah sekolah di Muhammadiyah mereka membebaskanku memilih. Kadang ikut pemerintah kadang ikut Muhammadiyah, yang penting nggak ikut Tarekat Naqsabandiyah *ytta. Untuk tahun ini aku memilih jadi warga Muhamadiyah karena, why not? Nggak ada alasan khusus siya, ingin aja.

Saat Mbah Uti masih ada, beliau selalu menyarankan kita berpuasa hanya 1/2 hari di hari terakhir bulan ramadan, just in case udah masuk bulan baru. Kebiasaan ini terlahir karena zaman dulu informasi masih sangat terbatas, apalagi kalau tinggal di kampung. Pernah kejadian udah tarawih, udah sahur, udah puasa eh ternyata Idul Fitri 😅.

AUTO PILOT
Sebagai manusia aku menyadari bahwa hubungan antara kita dan Allah selalu fluktuatif, kadang semangats kadang lesyu. Sejujurnya aku semangats menyambut ramadan namun entah kenapa pas prakna mah terasa lesyu 🥹. Yha~ mungkin aku masih butuh waktu untuk menata ulang hidupku dan kembali ke jalan yang benar 😭.

FIDYAH ATAU QADHA?
Tahun lalu mama membayar fidyah karena sedang sakit, sedang Widy membayar fidyah karena sedang hamil. Tahun ini Widy berencana membayar fidyah karena sedang menyusui, namun di last minute doi memutuskan untuk ikut berpuasa karena membayar fidyah dan membayar qadha dirasa memberatkan. Alhamdulillah tamat 👍🏻.

OLEH-OLEH
Karena Widy dan Mas Bagus + Lulu Idul Fitri di Sidoarjo, mereka cari oleh-oleh untuk dibawa mudik. Setelah menimbang dengan seksama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, mereka memutuskan beli batagor kering dan cilok goreng *udah pake kemasan vacuum. Biar vibes-nya sunda banget ceunah 😂.

RM. MARANTINA
Saat nge-pick oleh-oleh di Bandung, aku dan mama sempat makan siang di RM. Marantina yang berlokasi di sebelah Borma Lembang. Fyi, RM. Marantina ini pernah hype di eranya, makanya cucok dengan seleranya rang-o-rang tuwa. Makanannya kaya rasa dan bumbunya leqoh, yang bikin beda doi pakenya nasi merah, tapi bisa kok request nasi putih.

OPORTUNITY
Beberapa hari sebelum Idul Fitri ayah info akan kasih opor dan ketupat, jadi aku nggak usah masak. Aku sih yes ya 😁. Eh, sehari sebelum Idul Fitri Muhammadiyah beliau tetiba datang ke rumah dan kasih ayam mentah berikut bumbu rempah. Oalahhh... ternyata aku disuruh bikin opor sendiri karena Idul Fitrinya duluan 😭😭😭.

TIBA-TIBA MASAK
Tadinya aku berencana masak setelah sholat Idul Fitri biar sans dan bisa dicicipi. Eh, begitu si ayam oportunity datang mama langsung riweuh nyuruh masak, frustasi banget nih si guweh masak opor yang rasanya mesti Idul Fitri banget 🤣. Btw, aku masak sampai tengah malam, Cinderella pulang party sungkem lihat aku masih bebersih dapur 🫠.

OFFSIDE
Karena khawatir sulit mendapatkan Grab, aku minta ayah mengantarkanku sholat Idul Fitri di SMP Muhammadiyah. Mengkaget euy... Saking banyaknya jama'ah sholat Idul Fitri, shaf-nya sampai luber ke pinggir lapangan. Meski udah datang pagi aku kebagian tempat di teras kelas huhuhu. Sedang uwakku bisa kebagian shaf terdepan karena berangkat setelah sholat shubuh 🥲.

SARAPAN
Setelah salaman dengan uwak dan keluarga di lapangan, aku dan Anya memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena Anya belum sarapan kita mampir ke Mie Gacoan, sebagai penglaris senang sekali sans pilih tempat duduk dan ngobrol ini itu. Opor jerih payahku semalam akhirnya kumakan saat makan siang, rasanya enak *yaiyalah kan aku yang masak 😂.

SILATURAHMI
Tahun ini, RT baru di kompleksku berinisatif mengajak warga yang nggak mudik berkeliling blok. Kupikir cara ini lebih efektif ketimbang silaturahmi door to door ya, apalagi kalau kita jarang ketemu. Karena pergerakan mama yang terbatas beliau menunggu giliran silaturahmi sambil berjemur di teras rumah, alhamdulillah nggak tantrum 😁.

***

Semoga kita dipertmukan lagi dengan ramadan yang akan datang ya, insya allah dalam keadaan yang jauh lebih baik. Meski terlambat, minal aidzin wal faidzin ya manteman.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hello~

Apa kabar jemuran kalyan? Masih basah atau udah otw kering? Jemuranku mah nggak kering-kering yaini, mataharinya ngumpet mulu😅. Kombinasi antara hujan + petir + angin tentcunya bikin kita semua waswas dan waspada, khawatir banget dengan berita-berita kurang baik yang berseliweran. Oh ya... meski udah pake jaket dan mengurangi intensitas keluar rumah, aku tetap masuk angin dongs huhu *angger 🥹.

Beberapa hari yang lalu aku dan Widy pergi mengambil laundry, pulangnya kita mampir di Mera Noodle Bar. Sejujurnya, meski hampir setiap hari melewatinya aku nggak ada keinginan untuk mampir, karena... dekat rumah 😂. Berasa tanggung aja gitu makan di sana sementara rumahku dekat. Well... Mumpung cuacanya mayan okey dan kitanya lagi sans, let's give them a try 😉.

Fyi, Mera Noodle Bar ini berlokasi di jalan masuk ke kompleks perumahanku, dulu di sebelahnya ada lapangan futsal namun kini udah jadi kios sayuran. Fyi lagi, Meera Noodle Bar ini aslinya rumah tinggal yang masih satu rumpun dengan rumah-rumah perkebunan lainnya. Yaps, kompleks perumahanku dulunya perkebunan dan kolam renang yang ada di ujung sana udah eksis sejak zaman hollander.

Kita memilih meja di area depan biar terang dan terkena angin sepoi-sepoi, untungnya ada baby seat jadi Lulu bisa anteng... sebentar 😁. Kita order Mera Tantan, Mera Tomyum dan Fried Enoki, dibutuhkan waktu +- 10 menit untuk menyelesaikan semua order. Sambil menunggu kita ngobrolin to-do-list selama Ramadan dan Idul Fitri biar pembagian job desk-nya jelas 🤔 .

Tadinya kukira order-an kita tertukar ternyata udah benar yaini, saat order tadi aku lupa menanyakan tomyum-nya pedas apa nggak. Ternyata pedas 🥲. So far, rasanya okey kok, tekstur mienya kenyal (nggak beukah) dan kuahnya creamy. Cucok laya untuk dimakan di cuaca begini mah. Tentcunya aku butuh waktu untuk menghabiskannya, pedasnya agak PR niya 😁.

Saat makan aku jadi kepikiran kapan terakhir kali aku makan ramen, errr... yang jelas lebih dari setahun siya 😅. Sejak tinggal di Subang aku memang jarang keluar rumah kalau nggak penting-penting amat, (masih) saving energy mode 🤭. Sebagai ramen pertama yang kumakan setelah setahun lebih, Mera Noodle Bar ini nggak mengecewakan ✨👌🏻. 

Kapan terakhir kali kalyan makan ramen?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Selamat tahun baru manteman... 🥳.

Seperti byasa, post ini adalah annual post yang tertunda atas nama distraksi duniawi. Di rentang 10 tahun, bisa kubilang tahun 2025 ini adalah tahun tersibuk, kalau byasanya aku sibuk mencari kesibukan, kali ini aku sibuk beneran *monanges 🥺. Hal-hal yang terjadi sepanjang tahun begitu... liar gitu ya 😅, yang mana bikinku mesti take a step behind dan beradaptasi dengan situesyen yang terjadi di luar kendali.

Mungkin pernah lewat di feed kalyan konten mengenai refleksi spiritual yang menjelaskan bahwa tahun 2025 adalah tahun reset, tahun pembersihan, tahun penyelesaian atau tahun apalah itu. Makanya banyak rang-o-rang yang memutuskan untuk berpisah, mengalami berbagai ujian hidup atau berpulang. Maap banget nih pemirsa, kalau memang semesta lagi declutter sepertinya aku masuk kloter pertama deh 😁.

***

Biar bacanya enakeun, aku membaginya jadi: mind, body dan soul.

MIND

Awal tahun ini aku pindah ke Subang karena mama kena stroke ke 2, alhamdulillah kita berhasil mengoptimalkan golden time-nya. Bersyukur sekali punya tetangga dan keluarga yang bisa diandalkan saat genting seperti ini 🥺. Mungkin karena saat stroke ke 1 beliau bersamaku, saat stroke ke 2 ini beliau berulang kali bilang "mbak nggak usah kerja, di sini aja nemenin mama" heuheuheu gamang banget yekan... apalagi aku memang malay misqueen suka kerja 😅.

Kuharap kalyan percaya bahwa salah satu doa mustajab datang dari doa orang tua kepada anak-anaknya. Beberapa hari setelah menyuruhku menemaninya di rumah, aku di-cut atas nama efisiensi 💆. Perusahaanku memutuskan menutup tempat produksi dan memilih order barang dari you-know-who, dalam hal ini peran desainer memang nggak dibutuhkan. Kupikir ini adalah hal jenaka mengingat kegalauanku selama beberapa hari ini memikirkan mau resign apa nggak 😉.

Dalam perjalanan pulang di bis aku baca From The Unaesthetic Side of Bandung dan merasa amazed dengan cara Allah menjawab pertanyaanku. Uhukkk... *brb bikin list pertanyaan 😆. Setelah tahu akan pindah ke Subang, aku segera beberes rumah, packing barang, bayar ini itu, scalling gigi dan cek mata tahunan di Cicendo. Yha~ based on my personal experience... saat mengurus orang byasanya kita akan lupa mengurus diri sendiri *heu 😅.

Aku nggak sempat mengabari kepindahanku ini kepada kalyan sekalyan, hanya teman kantor *yaeyalah 😁 dan manteman yang pada saat itu sedang berinteraksi denganku yakni Memed dan Fira (karena kita ada rencana ngobrol berkedok ngopi). Icunk dan Deya mah udah nggak usah ditanya ya, ada api yang mesti dinyalakan setiap harinya 😂. Manteman kantorku mengadakan farewell satset yang ditutup pake nasi liwet Teh Aning dan (tentcunya) J. Co *template 🤣.

Long story short, selama setahun ini mama masih dalam masa pemulihan, jadi kita masih mesti bolak balik rumah sakit untuk kontrol ke dokter dan fisioterapi. Dalam sebulan kita bisa 2-4 kali ke rumah sakit, dari jadi pasien kloter pertama hingga jadi pasien kloter terakhir *sini sungkem sama suhu 😁. Saking rutinnya, ibu kantin sampai hafal aku mau jajan apa 😂. Lemi telyu... hanya ada 2 alasan mengapa pasien berhenti ke dokter, kalau nggak sembuh ya meninggal 🙇🏻‍♀️.

Aku mesti mengakui bahwa proses adaptasiku nggak se-smooth slime, bawaannya tantrum mulu yaini... 🙂‍↕️. Ada masanya aku tetiba marah, tetiba sedih, tetiba semangat, tetiba mellow, tetiba craving *ah... ini mah PMS 😅. 10 tahun berlalu sejak mama kena stroke ternyata aku masih gini-gini aja *bukan plot twist. Sejujurnya aku merasa sans karena meyakini bahwa ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbuka, mungkin kini giliran pintu surga yang terbuka 😇.

BODY

Sebagai ciwik berhijab so pasti rambutku rontok parah, sejauh mata memandang hanya ada rambut, rambut dan rambut. Sampai malay nyapu akutu wkwk. Setelah tinggal di Subang rambutku udah nggak begitu rontok *yippie 🎉. Tahu nggak kenapa? Rambutku dipotong pendek sampai nggak bisa dikucir, karenanya aku pake jepit atau jedai (mini), selain itu aku punya waktu untuk mengeringkan rambut secara alami.

Seperti yang kalyan tahu, aku sempat mengalami sakit mata yang luar biasa durjana. Bukan cuma mata aja yang sakit, aku bahkan nggak bisa beranjak dari tempat tidur gegara sakit kepala dan demam menggigil. Feels-nya macem koronces tapi versi mata 🙃. Butuh sekitar 2 minggu sampai mataku berangsur-angsur membaik, termasuk area sekitar mata yang bengkak ala KDRT 🥹. Seumur hidup belum pernah aku merasakan sakit mata yang sebegini repotnya.

Saat scalling, dokter mengingatkan bahwa gigi gerahamku posisinya udah tidur (melintang) dan butuh tindakan secepatnya. Setelah Idul Adha aku cek ke dokter dan direkomendasikan untuk operasi impaksi, kukira hanya 1 gigi ternyata 2 gigi dongs 🥲. Berdasarkan peraturan BPJS terbaru, operasi impaksi hanya bisa dilakukan untuk 1 gigi dengan jeda 1 bulan untuk operasi tambahan. Udalaya... kuyakin kalyan faham gimana ngilunya gusi ini... 😭.

Operasi impaksiku terjeda selama 2-3 bulan karena prosedurnya yang mayan panjang. Bahkan untuk operasi ke 2 aku mesti menunggu dokter selesai cuti nataru untuk bisa lepas jahitan, mon maap... jahitannya akhirnya lepas sendiri 😌 jadi aku ke rumah sakit hanya untuk mengecek sisa benang. Aku butuh 3 minggu untuk penyembuhan *lama ugha ea, termasuk flu gegera ngemilin es batu dan minum air dingin 😆. Sumvah nggak enak banget nggak bisa mangap, aku sampai pake sendok kue untuk makan.

Menjelang natal, sendi tangan dan pergelangan tanganku terasa nyeri yang mana bikinku sulit beraktivitas, aku bahkan nge-skip mandi gegara nggak bisa mengangkat gayung 😂. Karena libur nataru dan prosedur BPJS yang mayan panjang, aku baru bisa ke dokter saraf 3 minggu kemudian, beliau bilang "harusnya sebelum 2 minggu kamu minta disuntik di dokter, kalau udah begini kan lama penyembuhannya".

Andai kau tahu dok... untuk bisa mendapatkan surat rujukan kita mesti bolak balik faskes 1 hingga 2-3 kali, hingga mereka yakin penyakit kita udah nggak bisa di-handle. Argghhh 😤... Gegara hal ini aku jadi kepikiran untuk pindah faskes, ribet euy. Oh ya, diagnosis awal adalah carpal tunnel syndrome karena aktivitas berlebihan, nyerinya merembet hingga pangkal lengan dan punggung *astagana tuwa 🤭. Sekarang otw pemulihan, minum obat, banyak istirahat dan fisioterapi.

So... jangan nungguin post terbaru ya 😉.

SOUL

Pertengahan tahun ini keluargaku sibuk luar biasa menyambut kehadiran Lulu, akhirnya ayah dan mama resmi jadi kakek dan nenek. Cieee... update mulu niye... 😆. Tadinya aku di-hire Widy untuk mendokumentasikan proses persalinannya, alih-alih aku malah jadi Jill of all trades. Proses persalinan Widy berlangsung selama 3 hari 3 malam *udah macem staycation aja 😅, keluarga tentcunya udah panik dan bolak balik menghubungi sampai aku puyeng mau reply yang mana dulu.

Alhamdulillah, setelah proses yang puanjaaannnnggggg... akhirnya Lulu berhasil dibujuk keluar. Sebagai anggota termuda tentcunya doi mendapatkan perhatian semua orang, namanya cucu pertama yekan. Hari-hari dan gallery-ku isinya Lulu mulu sampai nggak ada foto sendiri kalyan begini juga kan? ayo ngaku 😁. Sampai sekarang aku masih bimbang mau dipanggil apa oleh Lulu kelak, plis kasih aku ide... aku nggak mau dipanggil Wawa karena mengingatkanku pada Agus Sedih 🥹.

Tahun ini giliran Emih (nenek-ibunya ayah) yang berpulang, sejujurnya bukan hal yang mengejutkan mengingat kondisinya yang semakin memburuk. Selama 10 tahun terakhir Emih terkena dementia yang bikin kita mesti bolak balik memperkenalkan diri saat bertemu. Ada kalanya beliau menanak nasi dalam porsi besar (untuk para pegawainya - dulu kakek  nenek punya usaha tegel), menyelinap jalan-jalan, mandi berkali-kali dan meracaukan memorinya saat diajak merantau ke Jakarta.

Meski jarak antara rumahku dan rumah Emih bisa dijangkau dengan jalan kaki, aku nggak punya banyak memori dengannya karena udah lama hidup masing-masing 🥲. Aku terakhir bertemu dengan Emih saat beli ketoprak, beliau baru aja dimandikan dan meracau 😉. Fyi, hidup panjang umur tuh nggak mudah ya manteman... semua saudara dan kerabat yang seangkatan dengan Emih udah berpulang sejak lama, yha~ beliau adalah yang terakhir di generasinya.

Setelah merayakan ulang tahunnya yang ke 100 giliran Emak (ibunya uwak) yang berpulang, beliau adalah mertuanya uwakku yang ikrib karena sama-sama pernah tinggal di ma'had. Kalyan mungkin mengenalnya sebagai mertua Pak Nasrun *ytta. Aku terakhir bertemu dengan Emak saat resepsinya Atsni, meski udah renta beliau masih mengenaliku. Menanyakan FAQ standar, kapan nikah? sambil makan kue kacang.

Selain Emih dan Emak ada beberapa kerabat dan kenalan yang berpulang, feels-nya udah macem pandemi yaini coyyy... Hampir tiap bulan kita (aku dan keluarga) mendapat berita duka, saking seringnya kita akhirnya terbiasa. Macem yaudalaya... semua yang bernyawa pasti akan mati 🙂. Well... Semoga semua yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan kesabaran serta kemudahan dalam menjalani hari-hari yang akan datang.

***

Aku nggak akan tanya "gimana tahun 2025 kalyan?" karena kuyakin situesyen kita nggak jauh berbeza 😁, namun aku akan sangat bersyukur kalau ternyata kalyan menjalani tahun 2025 dengan mulus. Kuharap kita semua mendapatkan banyak kemudahan dan keberlimpahan di tahun-tahun yang datang (termasuk tahun ini). Oh ya, aku berencana untuk mengambil jeda dan mengurangi interaksi di social media karena merasa terlampau lelah 🫠. Meski begitu kalyan masih bisa mengecekku via blog, e-mail atau whatsapp.

*serius, aku kangen dikirimi e-mail personal yang isinya 1-2 kalimat 😂.

Have a blessed life everyone 🤗.
Lestari
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hello~

Pertengahan tahun lalu aku sempat baca post The Bravery to be Seen Trying: Updated Bucket List Before 36 di blog ByPuty. Setelah baca aku langsung mencari-cari post yang sekiranya mirip-mirip dan belum sempat di-review 😁. Dan aku menemukannya di post 2015 Here I Come yang ku publish sekitar 10 tahun yang lalu.

Kupikir ketimbang bucket list, list tersebut lebih cocok disebut to do list siya karena goals-nya jangka pendek semua 😅. Yha~ saat itu aku memang lagi stuck paska mengalami fase quarter life crisis yang 'agak berbeza', makanya udah nggak berani bermuluk-muluk menyusun goals jangka panjang. Yaudalaya... Marki-view to do list-ku 10 tahun yang lalu.

***

1. Praying more
Salah satu alasan mengapa aku terus berdoa adalah karena aku nggak tahu jarak yang terbentang antara aku dan tujuanku, mungkin masih jauh, mungkin udah dekat atau mungkin... apa sih yang nggak mungkin 😇.

2. Have a good job and good salary
Udah pernah tercapai. Sekarang otw lagi.

3. Saving money
Allah memberikan kita rezeki untuk dimanfaatkan 😉.

4. Travelling more
Alhamdulillah aku masih punya manteman yang mau diajak jalan, jajan dan jompo 😂.

5. Caring more
OK

6. Respect more
OK

7. Writing more
Kalyan bisa cek archive untuk mengetahui apa yang udah kutulis selama 10 tahun.

8. Reading more book, magazine and people's thought
Sezuzurnya, aku lebih banyak baca caption ketimbang baca buku.

9. Go to dermatologist
Aku beberapa kali ke dokter kulit dan semua jawabannya sama, ini mah eczema... *huft.

10. Go to the eye doctor
Beberapa tahun terakhir aku melakukan cek mata tahunan di RS. Cicendo karena minus-nya udah tinggi. Cek mata tahunan ini membantuku mempertimbangkan perlu ganti lensa apa nggak sekaligus men-tracking performa mataku.

11. Go to the dentist
Di rentang 10 tahun aku udah mengalami tiga kali operasi impaksi. Operasi yang pertama bikinku menghindari dokter gigi selama bertahun-tahun. Sedang operasi yang kedua dan ketiga bikinku bersyukur ada BPJS *realistis 😅.

12. Take swimming class
Tyda tercapai karena: pandemi, nggak ada teman dan belum menemukan kelas yang OK.

13. Buy camera
Aku udah beli kamera baru #sekilasinfo.

14. Buy traveling camping equipment
Saat kuliah aku dan manteman pernah bercita-cita ingin camping sesering mungkin, karenanya kita berencana nyicil perlengkapannya sedari dini. HAHAHA lupakan semua itu bestie! Sekarang mah kita sewa aja atau glamping sekalian.

15. Attending my friends and relation invitations
Selama hiatus aku hampir nggak pernah menghadiri resepsi manteman dan kerabat, setelah hiatus mah yumari gaesss... Selama ada kesempatan sebisa mungkin aku akan menghadirinya.

16. Cleaning up my desk after used
Otenctcu, kan kebersihan sebagian daripada iman ✨👌.

17. Envy less
Mungkin karena 10 tahun yang lalu aku masih newbie, aku kadang merasa iri dengan pencapaian rang-o-rang (kecuali manteman ya karena kita seangkatan, yang artinya  sependeritaan dan sepenanggungan 😁). Lebih ke apakah aku salah mengambil keputusan dalam hidup sehingga nggak bisa berada di tempat yang sama dengan mereka? Dipikir-pikir... lieur... 😂. Sekarang mah B aja ya, bodo amat.

18. Hating less
Pernah nggak sih kalyan merasa benci kepada seseorang sampai ingin melenyapkannya hanya dalam satu jentikan? Yha~ aku pernah. Rasanya seperti ada bebatuan yang bergemuruh di hati, menyesakkan sekaligus ingin dilepaskan. Seiring waktu akhirnya menyadari bahwa frekuensi kita nggak sama coy makanya bawaannya emosi mulu 😂.

19. Lazy less
Aku nggak malas yaini hanya butuh waktu waktu untuk me-recharge energi.

20. *secret
Sezuzurnya, aku udah lupa secret-nya tuh apa 😅*tuwir detected, mungkin saat itu aku punya keinginan yang saking deep down inside my heart-nya sampai rang-o-rang nggak boleh tahu. Semoga aja udah tercapai yaini, tapi serius sih aku masih penasaran ini secret-nya tuh apa? *bertanya pada diri sendiri *malah makin bingung 😢.

***

Me-review to do list-ku 10 tahun yang lalu menyadarkan bahwa oh ternyata aku tuh diam-diam tumbuh ya 😁. Beberapa hal mungkin udah nggak relevan namun sisanya masih layak untuk dipantau perkembangannya. Sepertinya aku akan bikin bucket list lagi deh, yang tentcunya lebih spesifik karena nggak mau lupa macem si secret 😅. Kalyan mau pada bikin nggak?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Photo by MART PRODUCTION

Hell-oh

Untuk merayakan hari jadi biasanya aku bikin annual post yang isinya 11-12 dengan resolusi tahunan, berhubung awal tahun ini hectic banget aku nggak sempat menyiapkannya. Well... di umurku yang sekarang kurasa nggak ada salahnya untuk bertingkah seperti orang tua, yakni memberi petuah untuk kalyan wahai anak muda. Percayalah... butuh waktu hingga berminggu-minggu untuk mengekstraksi 30+ pengalaman hidup menjadi post ini.

Mungkin nggak semua hal yang kutulis di post ini relate dengan situasi yang kalyan hadapi, karena aku dan kau menjalani kehidupaan yang berbeza. Tadinya aku mau bikin petuah sejumlah usia, tapi pas dipikir-pikir lagi capek ugha ea... keburu mencapai usia emas nih hamba 😁, seadanya aja laya wkwk. Petuah bertuah ini disusun secara acak, mungkin kelak akan bertambah karena kita bertumbuh setiap harinya.

Satu hal yang mesti kalyan ingat, menjadi tua itu pasti namun menjadi dewasa itu pilihan.

***

(always) be yourself
Jangan sampai rang-o-rang merasa tertypu oleh 'the best version of you'.

Yang menemani kita dari 0 adalah orang tua, bukan pacar, bukan pasangan hidup
Kalau masih keukeuh ingin dianggap menemani dari 0 pastikan dia ada saat kita lahir, mengenalkan kita pada dunia, mencukupi kebutuhan dan mengusahakan yang terbaik untuk kita. Oh ya, ini termasuk memberikan fasilitas penunjang hidup yakni papan, sandang, pangan serta pendidikan yang layak. Hitungan 0 dimulai saat kita lahir, bukan dimulai saat kita foto wis... udah atau mencari kerja.

Pertanyaanku untuk rang-o-rang yang sense of belonging-nya setinggi ekspektasi: apakah semua effort orang tua akan dianggap luruh saat kita bertemu?

FYI. Kalau kau mau 0, silakan 0 sendiri, aku sih nggak 0 😁.

Pertanyaan teman apa? Tinggal di mana? Atau orang tuanya kerja apa? 
Adalah basic screening saat bertemu orang tua teman.

Semakin miskin seseorang semakin tinggi harga dirinya
Nggak usah gedeg, maklumin aja.

Kita semua terlahir dengan takdir dan rezekinya masing-masing
Ketimbang mengkhawatirkan hajat hidup seseorang, lebih baik khawatirkan hajat hidup kalyan sendiri. Memang nggak semua orang memiliki kriteria calon penghuni surga namun kita memiliki kesempatan yang sama untuk masuk surga, so fight for it.

Branded thingy doesn't always works
Fashion is not only about branded thingy melainkan how to make it (fashion thingy) works on you. IMHO... Old money looks nggak bikin kalyan terlihat macem rangkaya yang ada malah terlihat desperate ingin dianggap rangkaya.

Tips finansial terbaik biasanya datang dari orang tua atau kerabat yang dituakan
Serius deh ini, mereka lebih berpengalaman mengatur keuangan ketimbang akun finplan yang menjadikan minuman berasa, berwarna dan berembun sebagai penghambat kemakmuran. Kuyakin mereka pun akan senang untuk berbagi cerita dan memberikan tips keuangan yang nggak klise dan realistis.

Sebagai orang tua kusarankan kalyan baca Financial Wisdom From Us ini 😁.

Nggak semua orang cukup tahu diri untuk menerima kebaikan kita
Seringnya malah pada ngelunjak menganggapnya seolah-olah kewajiban.

Hindari bergaul dengan orang yang insecure *apalagi kalau nggak enakan
IMHO. Bergaul dengan orang yang insecure itu sungguh sangat melelahkan dan... bikin kapok. Saat kuliah aku pernah salah gaul 😅, awalnya aku merasa nggak ada yang salah dengannya, toh semua orang pasti punya insecurities. Mungkin karena merasa aku bisa menerima ke-insecure-annya dan memahami keresahannya dia malah jadi ngintil mulu. Jujur niya, aku paling nggak nyaman dengan konsep apa-apa mesti bareng ini karena bikin ruangku 'terbatas', masalahnya aku kesulitan menghindar karena dia ada di mana-mana.

Iya... aku memang bego, kagak set boundaries sejak awal. Ketimbang level up bareng, yang ada dia membawaku berada di level yang sama (dengannya) yang serba 'nggak ah' dan penuh ke-insecure-an. Beruntung, aku masih punya teman yang mengingatkan untuk segera kembali on the track dan mengejar segala ketertinggalan. Harga yang kubayar untuk bergaul dengan orang yang insecure cukup mahal ygy, 1 mata kuliah inti bangkar. Twist-nya? Dia mengundurkan diri gegara nggak bisa mengikuti perkuliahan 😡.

Hindari menjadi pijakan bagi orang yang berusaha naik level
Dalam hidup ini kuyakin kalyan pernah bertemu dengan 1-2 orang yang punya flow pertemanan yang 'ajaib', giliran susah dan misuh-misuh nyamperin mulu, namun giliran main dan asik-asik malah dengan yang lain 😂. Atau giliran main dengan kita mah jarang di-posting sekalinya di-posting macem terpaksa, namun giliran main dengan yang lain di-posting dengan caption bertabur bumbu penyedap. Macam... apalah artinya aku bagimu wkwk.

Kalau Widy nggak ngomong mungkin aku nggak akan ngeh bahwa spesis begini eksis di kehidupan nyata. Faktanya mereka cuma butuh kita sebagai pijakan yang akan menahan semua beban validasi, karena untuk mencapai rasa setara dia butuh rasa lebih, nah... itulah gunanya kita wkwk. Pakyulah sateh. Kalau kalyan berhati lembut dan nggak siap dengan politik pertemanan macem begini, stay away! Masih ada kok rang-o-rang yang bersedia berteman dengan tulus.

Social media adalah dunia tipu-tipu
Jangan terlalu menganggap serius apa-apa yang di-share di ruang publik, karena kita nggak pernah benar-benar tahu apa yang terjadi si balik layar smartphone. (foto) tas yang diunggah mutual kalyan dengan caption bertabur syukur itu bisa jadi didapatkannya dengan menabung berbulan-bulan, atau bisa jadi pinjam punya teman, atau bisa jadi mesti berantem dulu dengan pasangan. Who knows yekan...

Jadilah (seperti) pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah

***
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Photo by Karolina Grabowska
Hello~

Tahun lalu aku nggak sempat bikin annual birthday post karena sibuk banget 😁. Hampir sepanjang tahun aku kepikiran annual birthday post ini, ingin menulis sesuatu tapi bingung mau menulis apa. Mungkin karena di tahun-tahun sebelumnya udah banyak menulis, aku merasa semuanya (post-ku) udah cukup mewakili. Sayang banget ya… pasalnya aku udah pusing memikirkan judul post-nya sejak beberapa bulan sebelumnya 😅. Yha~ make it double (three).

Untuk saat ini alhamdulillah aku merasa hidupku udah ‘cukup’ menurut standar yang ku bikin sendiri 😎, jadi ya… sans aja 😉. Meski nggak rajin nge-post story, aku bersyukur memiliki inner circle yang supportive dan bisa bikin ketawa di dunia nyata *bukan sekedar ketawa karir 🙃. Mengabaikan segala huru hara yang (pernah) ada, aku merasa nyaman dengan hidup yang dijalani saat ini, so… nggak usahlah mengasihaniku dengan apa-apa yang belum kumiliki. Bisa jadi, hidupku yang gini-gini aja dan banyak plot twist-nya adalah hidup yang diam-diam kalyan inginkan 😏.

Doaku masih sama: Ya Allah… tolong konversikan pahalaku jadi rezeki, hamba mau healing. Plis ini mah ✨😆✨.

Di bulan penuh muhasabah ini, aku ingin berbagi wishlist yang selama ini terkumpul di board Pinterest-ku. Yakali ada diantara kalyan yang ingin kasih hadiah 😁. Nggak ketang, aku hanya ingin menambahkan taburan hiburan biar post-ku nggak anyep. Wishlist-ku terdiri dari hal-hal yang selama ini kukecengin, yang karena belum bisa teralisasikan meneng ae di board Pinterest. Feel free to skip the rest of the post… and give me the nicest pray you’ve thought about ✨👌🏻.

PC
Alhamdulillah tahun ini laptop netbook-ku berusia lebih dari satu dekade, performanya so far so good. Karenanya 2-3 tahun yang akan datang aku pasti membutuhkan device baru, just in case netbook-ku tetiba bermasalah dan nggak bisa diselamatkan 🥺. Setelah menimbang-nimbang kurasa aku lebih membutuhkan PC ketimbang laptop. Memang PC nggak sefleksibel laptop yang bisa dibawa kemana-mana, ya gpp sih yang kubutuhkan dari PC adalah kapasitas memory dan RAM-nya yang mantips. Selain itu, screen yang luas insya allah bikinku nyaman saat nonton drakor 😂.

tyda mengapa kalau bukan iMac
credit: website-nya iBox

WIRELESS KEYBOARD
Saat ini aku udah memasuki fase dimana sering sakit leher dan punggung karena posisi screen yang kurang sejajar dengan mata. Solusi terbaik memang memindahkan screen-nya agar sejajar dengan mata atau pake wireless keyboard, kalau di kantor masih bisa diusahakan sedang di kosan masih butuh effort karena aku pakenya netbook. Wireless keyboard yang menjadi wishlist-ku adalah Yunzii Actto, ofkors karena desainnya yang cakep dan vintage (meski sebenarnya lebih cocok untuk tablet siya 😅). Yha~ aku pernah mengalami masa ketak ketik pake mesin tik makanya saat menemukan Yunzii Actto di Pinterest berasa nostalgia.

credit: website-nya Yunzii

PORTER YOSHIDA BALLOONSAC
Aku lebih tertarik dengan tas berbahan nylon ketimbang kulit imitasi yang namanya sering disamarkan menjadi faux leather, vegan leather atau ultra fine fiber. Aku suka desain tas yang compact dan muat banyak dengan strap webbing (bukan fabric). Sejauh ini aku belum menemukan desain tas ala Porter Yoshida, sekalinya ada miripnya malah dengan Porter Yoshida Tanker *beda konsep 😅. Kan kukecengin Porter Yoshida Ballooonsac ini sampai termiliki…

credit: website-nya Porter Yoshida

EXSPORT KUMARA 
Porter Yoshida Baloonsaac-nya di-skip dulu ya, aku kembali ke khittoh-ku yakni Exsport 😁. Aku udah pake Exsport sejak SD, so far... tasnya masih pada awet dan desainnya OK. Aku memutuskan untuk beli Exsport Kumara ini karena ingin punya tote bag yang proper dan stylish, aku memilih warna hijau biar asyik aja gitu haha 😂. Meski nggak ada fitur saku samping untuk menyimpan payung, aku suka desainnya yang nggak neko-neko dan cemplung-able.

Beli di Shopee

credit: akun Shopee-nya Exsport

HOKA ONE ONE HOPARA
Tahun ini aku berencana untuk hiking (lagi) dan melakukan kegiatan outdoor, karenanya aku akan membutuhkan footwear baru *alasan 😂. Setelah menimbang-nimbang dan searching sana sini kurasa Hoka One One Hopara akan cocok untukku. Ketimbang sepatu aku suka sandal macem begini karena nggak bikin kakiku kepanasan kalau kelamaan dipake, dan yang paling penting cushion-nya empuk ✨👌🏻. Sayangnya aku belum menemukan warna yang kumau, well... aku nggak anti warna hitam ya cuma kurasa desainnya akan lebih menyala kalau berwarna.

credit: website-nya Hoka Hoka One

STUDIO
Last but not least, aku ingin punya studio yang akan kugunakan untuk… tidur siang 😂. Aku ingin punya creative space yang terpisah dari kamar tidur untuk bekerja dan menyimpan printilan nggak-penting-tapi-ingin-punya. Kurasa studio yang lapang dan clean (wae ah haha) akan ideal untukku yang mudah terdistraksi sana sini. Yha~ akan ada saatnya aku bekerja mandiri sesuai dengan flow yang kuinginkan, nanti ya… belum tahu kapan 😅. Marilah kita mulai bermanifestasi punya studio dengan memikirkan namanya dulu hehe 😁.

credit: Marika Maijala Design Studio

spero autem protinus adveho verus
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most.

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (36)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (3)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (2)
    • ▼  Apr (2)
      • Na Willa
      • Project Hail Mary

Friends

  • D. R. Bulan
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • St. Jauzah
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Yuki Angia

Check This Too

  • A Beautiful Mess
  • Daisy Butter
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Minimalist Baker
  • Nicoline Patricia
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates