Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Hello~

Belakangan ini aku lagi nggak mood nonton drakor, entahlah... rasanya berat banget nonton 1 episode sampai selesai. Aku udah coba nonton beberapa drakor dengan genre yang berbeda, tapi nggak mempan coy. Kebanyakan drakor episode 1-nya selow, sedang aku maunya yang langsung dar-der-dor macem A Shop For Killers. Well... Mungkin ini saatnya aku mengambil jeda dari drakor, dan mencari tontonan lain yang lebih... calming gitu ya 😅.

Setelah nonton Marry My Husband versi Jepang aku tertarik untuk nonton dorama lagi, namun mood nontonku belum resmi terkumpul jadi aku cari tontonan yang ringan. Untungnya saat scroll thread Twitter aku menemukan thread berisi list film dan series yang kurasa cocok untuk situasiku saat ini. So far it works, namun aku malah merasa lapar setiap kali nonton wkwk. 

Di bawah ini adalah list film dan series Jepang yang kutonton, marki-check...

🍀🍀🍀

Travelling Sandwich | Tabi Suru Sandoitchi (2022)

Bercerita tentang dua orang bestie, Kurumi Enomoto (Ito Marika) dan Kaede Imamura (Tomota Miu) yang memutuskan untuk berkelana sambil berjualan sandwich. Yang bikin sandwich mereka berbeda dari sandwich lainnya adalah isiannya yang disesuaikan dengan komoditi di mana mereka singgah. Saat mereka singgah di ladang jagung maka isian sandwich-nya adalah jagung, saat mereka singgah di kebun buah-buahan maka isian sandwich-nya adalah buah-buahan.

Awalnya aku mempertanyakan gimana caranya Kurumi dan Kaede me-maintain cashflow mereka, kubilang begini karena setelah kuperhatikan mereka nggak ada income sama sekali loh ya, minus mulu karena Kurumi sering bagi-bagi sandwich 😁. Tapi setelah tahu bahwa Tabi Suru Sandoitchi ini adalah program pemerintah Jepang untuk mempromosikan komoditi daerah, yaudalaya... sok bikin lagi sandwich-nya, abis gitu mau lanjut kemana juga terserah 😉.

*hanya bisa ditonton via link haram


🍀🍀🍀

If It Sounds Good To You | O Mimi ni Aimashitara (2021)

12 episodes

Bercerita tentang Takamura Misono (Ito Mariko) seorang karyawan di perusahaan pembuat acar yang memutuskan untuk bikin podcast. Misono memilih niche kuliner karena doi memang suka makan, selain menceritakan makanan favorite-nya doi juga menceritakan hari-hari yang dilaluinya. Bestie-nya yakni Sudo Arisa (Igeta Hiroe) dan Sasaki Ryohei (Suzuki Jin) adalah kru di balik layar yang membantunya meng-improve kualitas podcast-nya.

Mungkin karena belum terbiasa dengan keekspresifan aktor/aktris made in Japan, aku merasa si Misono teh riweuh pisan, macem Kim Tae-ri di Jeongnyeon: A Star is Born 😅. Tapi lama-lama mah yaudalaya mungkin style-nya memang begitu hehe. Nonton If It Sound To You bikinku menyadari bahwa semua hal akan terasa seru kalau kita benar-benar menyukainya. Oh ya, Aku suka intro-nya yang lucu, berasa niat aja gitu bikinnya.

Bisa ditonton di sini


🍀🍀🍀

The Makanai: Cooking For Maiko House (2023)

 9 episodes

Bercerita tentang Nozuki Kiyo (Mori Nana) dan Herai Sumire (Deguchi Natsuki) yang pindah dari Aomori ke Kyoto demi menjadi maiko*. Keduanya tinggal di Saku bersama para maiko yakni Tsurukoma (Momoko Fukuchi), Kikuno (Kotono Wakayanagi) dan Kotono (Kotona Minami). Sayangnya, Kiyo nggak berhasil menyelesaikan pelatihannya karena dianggap nggak memiliki bakat. Karena suatu kejadian, akhirnya Kiyo menjadi makanai yang bertugas menyiapkan makanan para maiko.

Salah satu hal yang bikinku betah nonton The Makanai: Cooking for Maiko House adalah sinematografinya yang indah, sungguh sangat memanjakan mata. Hubungan antar karakter yang dibikin so nice so good tentcunya adem banget, pun dengan perkembangan karakter Ryoko (Aju Makita) yang stecu. Karakter favorite-ku adalah Momoko yang effortless beauty, kocak banget doi ngotot bikin ozasiki bertema zombie 😂.

*maiko (calon geiko) - geiko (sebutan untuk geisha di Kyoto)

Bisa ditonton di Netflix


🍀🍀🍀

Kalyan udah nonton yang mana?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Semoga kalyan masih semangat di penghujung tahun ya 😁. Fyi, hampir seminggu ini aku mengalami flu dan batuk, udah minum obat dan istirahat namun belum jua pulih. Karenanya aku mengurangi aktivitasku dan put less effort on evertyhing, repot tcoy mana cuaca sungguh sangat labil tetiba hujan, tetiba panas, tetiba gerimis, tetiba lembab. Sambil menunggu obat yang kuminum bereaksi biasanya aku nonton, dan kemarin aku rewatch The Lord of the Rings trilogy.

The Lord of the Rings adalah film ber-genre fantasi yang populer di era 2000an yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya J. R. R. Tolkien. Sayangnya, aku nggak punya pengalaman nonton The Lord of the Rings di bioskop karena sedang sibuk belajar nahwu dan shorof HAHAHA *kibas hijab 😎. Aku baru tahu The Lord of the Rings malah dari Cinemags (yang diselundupkan ortu demi anaknya betah di pesantren), saat baca artikel proses kreatif bts-nya aku terpukau dengan CGI-nya yang wow keren.

Aku nonton The Lord of the Rings beberapa tahun setelahnya dari TV kabel, pertama kali nonton tuh rasanya nggak mau ngedip deh pokoknya wkwk 😂. Salah satu kelebihan pake TV kabel tuh film yang ada lanjutannya pasti ditayangkan berurutan, macem hari ini Divergent, besok Allegiant, lusa Insurgent. Jadi kita bisa nonton marathon asal tahu jadwalnya, rotasi filmnya random sih tapi so far variatif kok. Kalau kalyan belum punya smart TV namun ingin nonton film yang OK, opsi TV kabel ini layak dipertimbangkan 😉.

Selain menulis The Lord of the Rings, J. R. R. Tolkien menulis The Hobbit yang juga diadaptasikan menjadi film namun dipecah menjadi trilogy. Kedua trilogy tersebut disutradarai oleh Peter Jackson sedang untuk series-nya disutradarai oleh beberapa sutradara (aku belum bisa kasih review-nya masih otw nonton soale 😅). Diantara semua bukunya J. R. R. Tolkien aku cuma punya The Lord of The Rings: The Two Tower, menyesal nggak beli semuanya karena cover versi terbarunya udah beda konsep.

***

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (versi buku 1954, versi film 2001)
The Lord of the Rings: The Two Tower (versi buku 1954, versi film 2002)
The Lord of the Rings: The Return of the King (versi buku 1955, versi film 2003)
*bisa ditonton via layanan streaming

The Hobbit (versi buku 1933)
The Hobbit: An Unexpected Journey (2012) review
The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013) review
The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014) review
*bisa ditonton via layanan streaming

The Lord of the Rings: The Rings of Power season 1 (2022)
The Lord of the Rings: The Rings of Power season 2 (2024)
*hanya bisa ditonton via Amazon Prime

***

Ada banyak universe yang sambung menyambung menjadi satu dalam sinema, salah satunya adalah Marvel Cinematic Universe, salah duanya adalah Star Wars Universe dan salah tiganya adalah Salatiga *muatan lokal 😅. Untuk mempersingkat intro, mari kita menuju ke Middle Earth Universe di mana fabel, mitos dan sage melebur dalam fiksi. Kalau J. K. Rowling membawa kita pada pesona magisnya dunia sihir, maka J. R. R. Tolkien akan membawa kita pada indahnya hikayat fantasi.

The Lord of the Rings memberikan influence yang besar dalam budaya pop, bahkan beberapa penulis terang-terangan menyebutkan The Lord of the Rings sebagai inspirasinya. Salah duanya adalah George R. R. Martin (seri The Game of Thrones) dan Christopher Paolini (Eragon, Brisingr dan Inheritance). Meski banyak catatan kaki dan info kurang penting, aku suka peta middle earth dan ilustrasi mini yang mereka sematkan karena mempermudah mengolah imajinasi.

OK. Biar nggak blah bloh teuing, markimul review The Lord of the Rings dengan menjawab FAQ-nya.

ADA APA DENGAN CINCIN?
Di masa lalu elf bikin 19 cincin sakti mandraguna yang dibagikan pada para pemimpin di middle earth, konsepnya ala-ala cincin persahabatan gitu *sotoy 😅. 9 cincin untuk bangsa manusia, 7 cincin untuk bangsa kurcaci dan 3 cincin untuk bangsa peri. Salah satu penyihir pembuat cincin adalah Sauron, doi berkhianat dengan bikin 1 cincin master yang bisa mengendalikan semua cincin (dan pemakainya). Hanya ada satu cara untuk menghancurkan cincin ini yakni dimasukkan ke lahar gunung Doom, makanya Sauron bikin benteng di sana.

KENAPA SAURON HANYA MEMILIKI SATU MATA? APAKAH DOI DAJJAL?
Saat Isildur berhasil mengambil cincin tersebut dari Sauron, raganya hancur namun jiwanya tetap utuh dan terikat pada cincin (macem Voldemort dan horcrux-nya). Dengan sisa kekuatannya, Sauron hanya mampu mengambil wujud mata tanpa kelopak yang terus menerus men-scan middle earth demi menemukan cincinnya. Ia juga nggak ingin ada menyebut namanya dan menciptakan julukan The Eye layaknya you-know-who.

GOLLUM ASLINYA MAKHLUK APA?
Smeagoll aslinya adalah hobbit macem Frodo, Smeagoll dan sepupunya Deagol menemukan si cincin saat sedang memancing di sungai. Bisikan si cincin bikin Smeagol khilaf dan menghilangkan nyawa Deagol, meski menyesali perbuatannya Smeagol malah makin kameumeut sama si cincin. Saat ngomong sendiri kadang Smeagol menyebut dirinya sebagai 'kita' karena masih merasa Deagol bersamanya. Oh ya, dia disebut Gollum karena suaranya yang serak-serak jibreug.

***

Markimul review The Lord of the Rings yang sesungguhnya... 😁.

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring

Bercerita tentang Frodo Baggins (Elijah Wood) yang mewarisi si cincin dari pamannya, Bilbo Baggins (Ian Holm). Gandalf (Ian McKellen) pun menyuruh Frodo untuk segera kabur karena Nazgul otw mencarinya di Shire. Frodo ditemani oleh Samwise "Sam" Gamgee (Sean Astin), Meriadoc "Merry" Brandybuck (Dominic Monaghan) dan Peregrin "Pippin" Took (Billy Boyd). Para hobbit ini ditolong oleh The Stridder aka Aragorn (Viggo Mortensen) dan diantarkan ke Rivendell.

Setelah rapat antar bangsa diputuskan bahwa Frodo dan kengkawan mengantarkan si cincin menuju gunung Doom. Mereka adalah; Sam, Merry, Pippin, Gandalf, Aragorn, Boromir (Sean Bean), Gimli (John Rhys-Davies) dan Legolas (Orlando Bloom). Kesembilan pembawa cincin ini menghadapi berbagai rintangan, termasuk jebakan yang disiapkan Sauron di tambang Moria. Di tengah perjalanan mereka dibuntuti oleh Smeagoll (Andy Serkiss), sumvah tiap kali doi ngomong 'my precious' bawaannya ingin nendang 😂.

Di antara kesembilan pembawa cincin tentcunya aku paling sebel sama Boromir karena doi kurang bisa menahan hasratnya untuk memiliki si cincin. Meski begitu karakter Boromir ini paling merepresentasikan kita sebagai manusia yang imannya labil, kadang kuat, kadang lemah, kadang kiding 😁. Scene favorite-ku adalah saat air sungai yang dijampi-jampi Arwen (Liv Tyler) berubah jadi sekawanan kuda yang menerjang para Nazgul. Wow kewren 😎.

Cinta beda dunia ala Aragorn dan Arwen tentcunya bikin bapake Elrond (Hugo Weaving) puyeng tyada duwa, mana dyangdut mulu nih si Arwen wkwk. Legolas mah nggak usah dipertanyakan lagi, a complete package of kecengan halu-halu babu, aku padamu bwang. The Lord of the Rings ini ditutup dengan keberhasilan mereka keluar dari tambang Moria dan melanjutkan perjalanan menuju gunung Doom.


The Lord of the Rings: The Two Tower

(masih) bercerita tentang sembilan delapan pembawa cincin yang mesti tercerai berai gegara diserang Uruk-Hai. Frodo dan Sam melanjutkan perjalanan menuju Mordor via Smeagoll. Sedang Aragorn, Legolas dan Gimli mengejar Uruk-Hai yang menawan Merry dan Pippin. Boromir meninggal saat menyelamatkan Pippin dari Uruk-Hai, jasadnya dilarung di sungai dan kelak ditemukan oleh adiknya, Faramir (David Wenham).

Aragorn, Legolas dan Gimli bertemu dengan pasukan Rohirrim yang dipimpin oleh Eomer (Karl Urban) yang merupakan keponakan Raja Theoden (Bernard Hill). Nun jauh di sana Merry dan Pippin bertemu dengan Treebeard yang marah karena Saruman (Christopher Lee) merusak hutan. Menyadari para pembawa cincin berkumpul di Edoras, Sauron pun memerintahkan pasukannya untuk menyerang Helm's Deep. Sayangnya meski udah digabung dengan pasukan peri, pasukan Edoras mereka tetap kalah jumlah.

Gregetan banget rasanya meihat evakuasi warga ke Helm's Deep berjalan selow, hayu atuh gaes... geura ngampih 😭. Kalau kalyan pernah nonton Game of Thrones, nah, Battle of Helm's Deep ini mirip dengan Battle of The Bastards. Tyda pernah terbayangkan bahwa pesona aki-aki bisa semenyilaukan ini 😂. Oh ya, Eomer punya adik perempuan bernama Eowyn (Miranda Otto) yang diam-diam naksir Aragorn, mon maap... kali ini giliran penonton yang puyeng haha.

Gandalf dan Saruman tadinya adalah bestie dengan visi misi yang sama, Saruman adalah penyihir putih sedang Gandalf adalah penyihir abu-abu. Mungkin karena melihat Sauron lebih berprospek menguasai middle earth, makanya Saruman merapats dan berharap mendapat potongan kue kekuasaan *kaya di mana gitu ya? 😅. Oportunisnya Saruman udah macem politikus masa kini, yang if you can't beat 'em, join 'em.


The Lord of the Rings: The Return of the King

(masih) bercerita tentang delapan pembawa cincin yang kini bersiap menghadapi serangan Sauron. Slow but sure, Smeagol berusaha menghasut Sam agar selangkah lebih dekat dengan Frodo. Setelah kekalahan di Helm's Deep, Sauron mengalihkan sasarannya ke Gondor yang dipimpin oleh Denethor (John Noble) yang masih berduka atas kematian Boromir dan Faramir. Untuk mempersiapkan pertahanan, Gandalf dan Merry diam-diam menyalakan suar untuk meminta bantuan para sekutu.

Bahkan dengan semua bantuan yang ada, pasukan mereka masih kalah jumlah. Saat itulah Elrond memberikan pedang Narsil milik Isildur dan menyarankan Aragorn untuk meminta bantuan pasukan kematian. Bahkan untuk ukuran masa kini scene peperangannya masih OK terutama oliphaunts-nya. Yuyur aku setuju dengan pendapat Gimli yang ingin mendayagunakan pasukan kematian untuk peperangan selanjutnya, sayang aja gitu kalau cuma dipake sekali #mendangmendingclub.

Sebagai manusia tenctunya aku kagum dengan stamina para pembawa cincin ini, yu bayangkan... perang 5 hari berturut-turut tapi nggak semaputs tuh gimana konsepnya coba? Mana tidurnya pada ngampar, apa nggak pada encok pegel linu 😅. Lega banget rasanya saat Eowyn dan Faramir tiba-tiba ketemu, tyda sanggup euy membayangkan Eowyn patah hati ditinggal kewong Aragorn dan Arwen yang akhirnya memilih jadi makhluk fana.

Aku suka scene saat Smeagoll dan si cincin jatuh dalam lahar gunung doom, tyda siya-siya effort doi demi si precious teh. Mungkin karena ada banyak karakter dan kejadian aku merasa Frodo nggak sespesial martabak, meski di beberapa momen doi memang mendapatkan treatment khusus. Karakter favorite-ku tenctu adalah Legolas, tyda banyak cingcong namun slay~.


***

Ketimbang versi bukunya aku lebih suka versi filmnya, kewren aja gitu 😁. Ada banyak alasan mengapa kalyan mesti nonton The Lord of The Rings trilogy at least sekali seumur hidup, Orlando Bloom in his prime adalah salah satunya 😂. Sekarang aku otw nonton The Lord of the Rings: The Ring of Power yang merupakan prekuel dari trilogy-nya, so far masih stuck di season 1.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Eoh bestie~

Selamat datang di recap drakor 2025 part 1, mini review drakor yang kutonton dari bulan Januari sampai Juni. Di tahun ini ada banyak drakor yang kutonton, sebagian berhasil diselesaikan, sedang sisanya nggak 😅. Gimana ya… feel-nya nggak dapet euy… kalau episode 1-2 udah terasa nggak nyantol, biasanya sih udahan aja. Tapi aku pernah kok udah nonton sampai episode 14 namun memutuskan nggak lanjut gegera udah nonton potongan scene-nya di TikTok, sebel ih 😠.

Oh ya, semua review yang kutulis berdasarkan preferensi pribadi dan tentcunya... mood saat nonton, that’s why mungkin feel-nya akan berbeza kalau kalyan sendiri yang nonton. Perlu diingat, bagimu taste-mu bagiku taste-ku, selera kita bisa aja sama bisa aja nggak. Semoga kita diberikan umur panjang dan waktu yang cukup untuk menikmati kesenangan duniawi ini 😊.

Di bawah ini adalah post recap drakor yang pernah kutonton, silakan dibaca kalau kalyan butuh referensi atau kelewat gabut nungguin post baru 😅… feel free to skip.

RECAP DRAKOR 2020
RECAP DRAKOR 2021
RECAP DRAKOR 2022
RECAP DRAKOR 2023 part 1
RECAP DRAKOR 2023 part 2
RECAP DRAKOR 2024 part 1
RECAP DRAKOR 2024 part 2

***

Di bawah ini adalah list drakor di semester 1, yang kususun berdasarkan waktu nonton. Here we go....

***

QUEENMAKER (2023)

Netflix | 11 episodes
⭐⭐⭐⭐⭐

Bercerita tentang perjuangan Hwang Do-hee (Kim Hee-ae) menjadikan Oh Kyung-sook (Moon So-ri) sebagai walikota Seoul. Selama bertahun-tahun Hwang Do-hee menikmati pekerjaanya sebagai PR, namun kecelakaan salah satu children fruit-nya menyadarkan Hwang Do-hee akan sisi gelap dari pekerjaannya. Oh Kyung-sook adalah aktivis HAM yang pernah berurusan dengan Hwang Do-hee, mereka kemudian bekerja sama untuk menggulingkan Eunsung Grup.

Kalau kalyan suka drakor bertema politik yang penuh intrik mungkin kalyan akan suka Queenmaker ini, alurnya cukup satset *11 episode aja *tanggung kan *kenapa nggak 12 episode sih 😅. Queenmaker bikinku mudeng apa yang terjadi di ‘dapur’ masing-masing calon saat kampanye berlangsung, menyesal telat nonton… tapi isokay masih relevan laya. Open ending-nya bikinku berharap akan ada season 2-nya, in Kim Hee-ae I trust.


LOVE YOUR ENEMY (2025)

tvN | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang CLBK antara Seok Ji-won (Ju Ji-hoon) dan Yoon Ji-won (Jung Yu-mi), keduanya memiliki banyak kesamaan yang mana bikin hubungan mereka awet rajet. Saat sekolah mereka sempat berpacaran namun lost contact gegara keluarga mereka berseteru perkara yayasan sekolah. Waktu berlalu… Yoon Ji-won bekerja sebagai guru olahraga di sekolah yang kini diambil alih oleh Seok Ji-won.

Tenyata Ju Ji-hoon cucok juga ya main rom-com 😁, doi kebanyakan main drakor yang serius makanya aku sempat skeptis. Kemistri antara Seok Ji-won dan Yoon Ji-won OK ya, cucok laya untuk memerankan pasangan yang sulit move on namun hidup tetap goes on. Untukku, Love Your Enemy ini adalah rom-com ringan yang ngademin setelah mual baca permasalahan sosial yang ada di timeline. Cobain nonton deh…


WHEN THE PHONE RINGS (2025)

MBC | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Paik Sa-eon (Yoo Yeon-seok) seorang jubir istana dan istrinya Hong Hee-joo (Chae Soo-bin) yang bisu. Keduany memiliki rahasia yang kalau di-spill bisa bikin huru hara satu negara *lebay 😅, kehidupan mereka yang template berubah saat Hong Hee-joo diculik. Tadinya Paik Sa-eon akan menikah dengan Hong In-a (Han Jae-yi) namun doi kabur dan digantikan oleh Hong Hee-joo.

Sejujurnya alur cerita When The Phone Rings ini sungguh sangat wattpad, alias halu-halu babu namun kutak peduli… justru karena ngadi-ngadi makanya aku nonton 😂. KZL rasanya saat When The Phone Rings gagal tayang gegara pemakzulan presiden Yoon Suk-yeol, soalnya udah berharap banget 😅. Sayangnya, episode terakhir When The Phone Rings ini krik krik, pamaeh pisan pokona mah.


CHECK IN HANYANG (2025)

MBC | 12 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang 4 pemagang di sebuah penginapan mewah Joseon bernama Yongcheonru, mereka adalah Lee Eun aka Lee Eun-ho (Bae In-hyuk), Hong Deok-su (Kim Ji-eun), Cheon Jun-hwa (Jung Gun-joo) dan Ko Su-ra (Jae Chan). Mereka berempat berada dalam satu grup dan untuk bisa bekerja di Yongcheonru mereka mesti melewati berbagai uji kompetensi.

Sebelumnya nonton Check In Hanyang aku nonton The Story of Park's Marriage Contract aku merasa aktingnya Bae In-hyuk gitu-gitu aja, mungkin dia perlu peran yang lebih menantang macem apalah gitu. Kesannya doi bisa jadi main lead karena modal tampang doang 😅. Jujur ceritanya mah B aja, nggak yang rame atau mesti mikir sampai bikin teori sendiri, lumayanlah untuk tontonan makan siang mah.


TRAUMA CODE: HEROES ON CALL (2025)

MBC | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang tim trauma yang dipimpin Baek Kang-hyuk (Ju Ji-hoon) di Rumah Sakit Hankuk. Kelakuannya yang rada-rada tencunya bikin manajemen geregetan apalagi doi masuk RS via rekomendasi ordal, udalaya public enemy pisan. Reputasinya ini bikin Baek Kang-hyuk sempat kesulitan meyakinkan Yang Jae-won (Choo Young-woo) dan Cheon Jang-mi (Ha Young) untuk bergabung di timnya.

Trauma Code: Heroes On call ini diadaptasi dari webtoon berjudul sama yang dirilis pada tahun 2019, aku belum baca ya makanya nggak bisa membandingkan. So far drakornya asique... kita bisa ketawa-ketawa meski adegannya lagi serius, apalagi scene yang ada Han Yu-rim (Yoon Kyung-ho). Setelah nonton Trauma Code: Heroes On Call ini aku jadi kepikiran: bisnis rumah sakit kayanya ok juga niya 😍.


LOVE SCOUT (2025)

MBC | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Kang Ji-yoon (Han Ji-min) yang kesulitan untuk menerapkan konsep work life balance di kehidupannya. Sebagai CEO tentcunya Kang Ji-yoon sibuk banget, hal ini bikin bestie merangkap coworker-nya Seo Mi-ae (Lee Sang-hee) meng-hire Yu Eun-ho (Lee Joon-hyuk) untuk jadi sekretarisnya. Meski awalnya ogah-ogahan, Kang Ji-hoon lambat laun merasa terkesan dengan skill beberesnya Yu eun-ho yang so nice so good 😍.

Well... jangankan bu CEO, daku pun yang sekadar jadi penonton terkesan dengan ke-green forest-an-nya Yu Eun-ho. Sebagaimana drakor pada umumnya, selalu ada side story di masa lalu yang kelak menghubungkan kedua main lead-nya. Nah, untukku mah, side story-nya Kang Ji-yoon dan Yu Eun-ho di terasa agak maksa, nggak ada pun gpp. Kalau kalyan suka drakor ber-genre mature love, mungkin kalyan akan suka Love Scout ini.


STUDY GROUP (2025)

MBC | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Yoon Ga-min (Hwang Min-hyun) seorang siswa nggak berbakat yang gigih belajar *kontradiktif banget yaini. Gegara kurang searching, Yoon Ga-min malah masuk ke SMK Yusung yang tingkat kelulusan rendah dan terafiliasi dengan gangster. Di sekolah barunya ini Yoon Ga-min yang masih meyakini bahwa ia 'berbakat' bikin kelompok belajar bersama mantemannya: Kim Se hyun (Lee Jong-hyun), Lee Ji-woo (Shin Su-hyun), Choi He-woon (Yoon Sang-jeong) dan Lee-jun (Gong Do-yu).

Aku nonton Study Group ini gegara nonton review-nya di TikTok, terpana lihat rambut merahnya Lee-jun yang norak 😅. Study Group ini diadaptasi dari webtoon berjudul sama yang dirilis pada tahun 2024, aku belum baca webtoon-nya ya jadi nggak bisa membandingkan. Untukku Study Group OK banget, alur ceritanya solid dan pemilihan cast-nya cucok, kurekomendasikan Study Group ini untuk ditonton saat gabut.


WEAK CLASS HERO (2022)

Netflix | 16 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang Yeon Si-eun (Park Ji-hoon) seorang siswa berprestasi yang memiliki kelemahan fisik, ia menggunakan kecerdasannya untuk menghindari 'masalah' di sekolah. Suatu hari Yeon Si-eun terkena masalah dan ditolong oleh Ahn Su-ho (Choi Hyun-wook) yang merupakan trainer WWA, mereka pun berteman baik sampai Oh Beom-seok hadir di antara mereka. Asli, ketimbang para pem-bully aku lebih gedeg kepada Oh Beom-seok yang ngeselin bangeettt... 😠.

Aku nonton Weak Class Hero ini untuk mengisi jeda sambil menunggu episode mingguan Study Group rilis. OK juga nih gan... Cerita from zero to hero-nya dapet cuma kasihan aja Ahn Su-ho babak belur mulu digebukin rang-o-rang. Ending-nya memang kentang, tapi ini adalah pertanda yang bagus sebab bisa jadi kelak ada season 2-nya. Penasaran dengan nasib bapake Oh Beom-seok yang ceunah mah anak pejabat.


MY DEAREST NEMESIS (2025)

TVING | 12 episodes
⭐⭐⭐☆☆

Bercerita tentang Baek Soo-jung (Moon Ga-young) yang menggantikan adiknya main game online, definisi sebenarnya dari: awalnya sih coba-coba lama-lama ketagihan 😂. Baek So-jung bahkan sempat kopdar dengan anggota timnya dan berunjung mendapatkan pernyataan cinta dari Ban Joo-yeon (Moon woo-jin), gengsi ditaksir bocil Baek Soo-jung menolaknya mentah-mentah. 16 tahun kemudian Baek Soo-jung bertemu kembali dengan Ban Joo-yeon (Choi Hyun-woo) di perusahaan tempatnya bekerja.

Mungkin karena keseringan mendapatkan peran sebagai anak muda, image-nya Choi Hyun-woo kurang cucok saat berperan sebagai CEO muda namun menyimpan duka. Alasan nenek melarang Ban Joo-yeon menekuni hobby-nya terkesan diada-adain 😅. Tapi aku suka sih kebarbaran Baek Soo-jung saat berhadapan dengan para atasannya, you go girl! So far sih B aja, tapi aku nonton sampai tamat kok.


THE ART OF NEGOTIATION (2025)

JTBC | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang kembalinya Yoon Joo-no (Lee Je-hoon) di Sanin Group paska menghilang 3 tahun yang lalu. Hal ini tentcunya menimbulkan berbagai spekulasi liar karena Yoon Joo-no adalah negosiator lejen yang menangani berbagai kesepakatan di perusahaan. Yoon Joo-no pun mengajak Oh Soon-young (Kim Dae-myung), Kwak Min-jung (Ahn Hyun-ho) dan Choi Jin-su (Cha Kang-yoon) untuk membereskan permasalahan di Sanin Group.

Secara garis besar The Art of Negotiation ini mirip dengan Chief Kim, sama-sama di-hire untuk membereskan masalah perusahaan yang udah di ujung tanduk. Yang bikin beda tentcunya adalah rambut Lee Je-hoon yang dicat silver biar sesuai dengan julukannya: ular putih *eh. Percayalah... The Art of Negotiation ini nggak seberat judulnya kok, alur ceritanya cukup ringan dan nggak bikin overthinking.


WHEN LIFE GIVE YOU TANGERINES (2025)

Netflix | 16 episodes
⭐⭐⭐⭐⭐

Bercerita tentang kehidupan lintas musim yang pernah dilalui oleh Oh Ae-sun (IU) dan Yang Gwan-sik (Park Bo-gum) di pulau Jeju di era 1950-an. Meski kehidupannya sengsara, Oh Ae-sun bercita-cita menjadi penyair dan pindah ke Seoul, sedang Yang Gwan-sik mah manut ae karena doi udah kesirep Oh Ae-sun. Bucinnya itu loh ya... tyada tanding tyada banding... bahkan penonton pun kadang geli dengan kelakuannya.

Kurasa nggak berlebihan kalau netizen beramai-ramai menobatkan When Life Give You Tangerines ini sebagai drakor of the year. Alur ceritanya sangat dekat dengan kehidupan yang kita jalan-setiap harinya, pun dengan hubungan antar karakternya yang 'hidup' bikin kita makin bersyukur. Hampir semua episode-nya bikin cirambay bombay, bukan karena saking sedihnya melainkan karena saking relate-nya.


THE HAUNTED PALACE (2025)

SBS| 16 episodes
⭐⭐⭐⭐☆
Bercerita tentang Yeo-ri (Kim Ji-yeon) seorang pembuat kacamata sekaligus dukun muda yang dimintai bantuan oleh Yoon Gap (Yook Sung-jae) untuk mengobati putra mahkota. Di perjalanan Yoon-gap dibunuh dan raganya diambil alih oleh Kang-chul yang memang 'mengikuti' Yeo-ri sejak kecil. Saat mengobati putra mahkota, Yeo-ri menemukan bahwa kejadian-kejadian ganjil yang terjadi di istana berkaitan erat dengan masa lalu raja Lee-sung (Kim Ji-hoon).

Aku nonton The Haunted Place ini with no expectation ya, kalau rame syukur kalau nggak rame yaudah 😁. Awal nonton The Haunted Palace ini sungguh was-was karena wujud setannya seram tapi seiring waktu wujud setannya semakin membaik. Kehadiran Bibi (Cho Han-gyeol) tentcunya menambah kesegaran, sayangnya doi metong begitu aja tanpa perlawanan yang berarti. Huft.


HEAVENLY EVER AFTER (2025)

Netflix | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang kehidupan setelah kematian yang dialami oleh Lee Hae-sook (Kim Hye-ja) di akhirat. Semasa hidup, Lee Hae-sook bekerja sebagai rentenir dengan Lee Young-ae (Lee Eun-jun) dan mengurus suaminya Ko Nak-joon (Son Suk-ku) yang sakit. Keduanya dipertemukan kembali di akhirat sambil menunggu reinkarnasi selanjutnya, kocaknya Lee Hae-sook salah pilih umur makanya ketika rang-o-rang menikmati masa tenggang doi doang yang jompo.

Selama ini kukira kehidupan setelah kematian akan sangat menyenangkan namun setelah nonton Heavenly Ever After aku jadi mempertanyakan lagi, bener gitu ini teh? Sumvah, banyak hal di Heavenly Ever After ini yang bikin mindblowing, salah satunya adalah konsep tinggal di tahun semasa hidup, mungkin biar nggak culture shock 😂. FYI, Heavenly Ever After ini adalah drakor terakhirnya Kim Hye-ja karena doi mau pensiun.


TASTEFULLY YOURS (2025)

Netflix | 10 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang mafia kuliner *ytta Han Beom-woo (Kang Ha-neul) sekaligus salah satu suksesor di Hansang yang bertemu dengan Mo Yeon-joo (Go Min-si) pemilik restaurant suka-suka. Untuk memuluskan rencananya, Han Beom-woo bekerja di restaurant-nya Mo Yeon-joo, ealah... ternyata witing tresno jalan soko kuliner 😂. Selain Han Beom-woo, ada Jin Myeon-sook (Kim Shin-rok), Shin Chin-seung (Yoo su-bin) dan Lee Yu-jin (Bae Yoo-ram) yang membantu menjalankan restaurant.

Dibandingkan dengan rom-com lain, romance-nya Tastefully Yours ini cukup satset. Kita nggak perlu menunggu hingga episode 4-5 untuk demi bisa melihat Kang Ha-neul salting dan berkemistri dengan Go Min-si. Percayalah... aku hanya butuh 1 episode untuk memastikan bahwa Tastefully Yours ini layak ditunggu setiap minggunya. Kelakuan duo Jin Myeon-sook dan Shin Chin-seung pun nggak kalah kocaknya, ada aja hal yang bikin hubungan mereka awet tapi rajet.


OUR UNWRITTEN SEOUL (2025)

tvN | 12 episodes
⭐⭐⭐⭐☆

Bercerita tentang dua kembar identik bernama Yu Mi-rae dan Yu Mi-ji (Park Bo-Young) yang bertukar peran sekaligus 'mencicipi' kehidupan yang dijalani oleh saudarinya. Yu Mi-rae yang cerdas memilih berkarir di Seoul dan menjadi tumpuan keluarganya, sedang Yu Mi-Ji yang merupakan mantan atlit lari memilih untuk bekerja serabutan agar bisa dekat dengan keluarganya.

Scene Yu Mi-ji mencoba bekerja di kantor mengingatkanku pada hari-hari clueless saat kembali kerja paska nganggur 3 tahun 😂. Ketimbang nge-ship hubungannya Yu Mi-ji dan LeeHo-su (Jin Young) yang CLBK-an, aku lebih nge-ship hubungannya Yu Mi-rae dan Han Se-jin (Ryu Kyung-soo) yang bersemi di kebun strawberry, kusuka flow mereka yang slow but sure.


***

All picture were taken from Asianwiki website.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hai! Hai! Hai!

Beberapa bulan yang lalu *iya ini late post 😅 serial Gadis Kretek memenangkan penghargaan sebagai Best Mini Series di Seoul Interenational Drama Awards 2024. Woowww... Kurasa ini adalah hal yang membanggakan ya... 😍. FYI, Gadis Kretek adalah serial Netflix yang dirilis pada akhir tahun 2023, diadaptasi dari buku berjudul sama karya Ratih Kumala yang dirilis pada tahun 2012

Biar lebih mantips, sebelum nonton serialnya aku dan Icunk menyempatkan baca bukunya *FYI Gadis Kretek adalah satu-satunya buku yang kubaca di tahun 2023. Kalau ditanya: lebih suka versi bukunya atau serialnya? Dua-duanya dongs. Meski keduanya bersifat visual bukunya membuat kita berimajinasi dan memahami konteks cerita secara runut sedang serialnya membuat kita terpesona pada kelihaian sutradara mengolah cerita.

Jeng Yah entering chat sauce room

lah... kok kaget wkwk

Buku Gadis Kretek bercerita tentang tiga generasi dari dua pengusaha kretek dari kota M.

Generasi 1
Idroes Moeria (Rukman Rosadi) - Roemaisa (Ine Febriyanti) - Soedjagad (Verdi Solaiman)

Generasi 2
Dasiyah 'Jeng Yah' (Dian Sastrowardoyo) - Soeradja (Ario Bayu) - Purwanti (Sheila Dara)

Generasi 3
Arum Cengkeh (Putri Marino) - Lebas (Arya Saloka)

***

Mungkin karena keterbatasan durasi dan budget, serial Gadis Kretek berfokus pada kisah cinta generasi kedua aja, padahal bisa sih sampai 2-3 season *maunya... 😁. Di bukunya dieritakan awal mula perseteruan Idroes Moeria dan Soedjagad, sedang di series-nya nggak terlalu di highlight. Menurutku sayang banget siya karena part perang dagang diantara keduanya sungguh sangat asique dan menarik untuk dibahas.

Bertahun-tahun baca caption bikinku skeptis bisa baca buku dengan khusyu, ternyata... aku bisa Yura 😁. Aku baca buku Gadis Kretek selama beberapa hari, terjeda-jeda antara satu adegan dewasa ke adegan dewasa lainnya. Yha~ aku udah kurang cocok euy baca buku ber-genre self improvement teh, mungkin karena udah berumur juga siya hehe jadi apa-apa yang dibahas berasa nggak relate.

hmm... 

punten... namun aku nggak melihat 'benang merahnya'

kalau mereka sih cocok ya jadi gen selanjutnya

Awalnya aku merasa Dian Sastro terlalu tua untuk memerankan Jang Yah, namun sebagai netizen (yang udah baca bukunya) aku pun nggak bisa membayangkan aktris lain berperan sebagai Jang Yah. Auto locked. Yang kusayangkan adalah Tisa Biani yang bagiku terlalu chubby dan kurang bisa jadi jembatan antara Dian Sastro dan Putri Marino, kenapa nggak Ayushita aja sih? 😅.

Keputusan Ratih Kumala untuk menyamarkan lokasi kota M yang mengingatkanku pada Eka Kurniawan. Pun dengan scene perkebunan tembakau yang mengingatku pada perkebunan tembakau di Banyuresmi. Percayalah... tetesan embun di daun tembakau yang terkena cahaya matahari terbit bikin kelap kelip, sungguh sangat ngademin mata. Setelah nonton Gadis Kretek, jalan-jalan di perkebunan tembakau nggak lagi sama, berasa jadi Dian Sastro 😍 wkwk.

bahkan di pasar pun doi tetap slay...

launching rokok baru

sesungguhnya aku berharap ada scene Jeng Yah ngegetok kepalanya Soeradja

Sejujurnya aku lebih excited baca interaksi netizen di social media tentang Gadis Kretek ketimbang serial-nya. Konyol dan menghibur. Baiknya, gegera serial Gadis Kretek bikin ciwik-ciwik mulai unjuk kebaya, berkain dan berdandan cantik. Sebuah game changer di social media. Kalau sebelumnya hanya ada 1 Rania Yamin, kini ada 1, 2, 3, 5, dan banyak Rania Yamin mengisi timeline-ku.

Oh ya, thank you tim artistik udah bikin pintu dan kunci yang bagus untuk ruang meracik sausnya, di buku pintunya biasa aja soalnya haha 😁. Scene Jeng Yah diajari simbok goreng tempe menghadap kaca nako bikinku mempertanyakan: kapan kaca nako mulai masuk ke Indonesia? Terus aku ketawa sendiri, teringat Dian Sasto pernah kena julid netizen gegara nasi gorengnya kebanyakan kecap 😂.

halah... bacoddd

Mengesampingkan semua kekurangan yang ada, series Gadis Kretek ini tenctunya menyadarkan bahwa kita bisa bikin serial yang serius, yang meski nggak plek ketiplek namun tetap mampu diekstrasikan dengan baik. Well... Aku nggak sabar menunggu buku selanjutnya diadaptasikan *semoga aja ya, bayangkan Cantik Itu Luka, Aroma Karsa, Supernova didaptasikan. Bayangkan aja... Ayo bayangkan... 😁.

*all pictures were taken from @watchmen.id thread on Twitter
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Air 💧… Tanah ✨… Api 🔥… Udara 💨…

Selama ribuan tahun keempat negara hidup rukun, kemudian… segalanya berubah saat Negera Api menerang. Hanya Avatar, penguasa keempat elemen yang mampu menghentikan mereka, namun saat dunia membutuhkannya, ia menghilang.

*kalau kalyan hafal intro-nya... aku padamu.

***

Saat James Cameron merilis film Avatar di tahun 2009 kukira ia mengadaptasi Avatar: The Legend of Aang, makanya heran banget kenapa si Aaang berubah jadi biru eh ternyata memang beda 😂. Avatar: The Legend of Aang atau Avatar: The Last Airbender adalah serial kartun (ah elah… yang nyebut kartun-kartun gini byasanya gen 90an 😂) yang diproduksi oleh Nickelodeon dan ditayangkan oleh ANTV sejak tahun 2005 sampai... sekarang masih ada nggak sih? 🤔.

Serial Avatar: The Legend of Aang terdiri dari 61 episodes yang terbagi dalam 3 seasons, dan aku adalah satu dari sekian juta pasang mata yang nonton serialnya lebih dari 2 rit, ayo ngaku… siapa yang nonton Avatar sambil sarapan? 😁. Setelah Avatar: The Legend of Aang ada Avatar: The Legend of Korra, aku nggak nonton sampai tamat karena merasa ceritanya kurang asique, mungkin nanti (kapan-kapan) akan rewatch siapa tahu akfeel-nya akan terasa berbeda.


Sebenarnya James Cameron nggak salah-salah amat ngasih judul filmnya pake Avatar karena Avatar (yang kutahu) berarti terlahir kembali. Avatar biru terlahir dari dalam pod, sedang Avatar Aang terlahir dari dalam es batu. Avatar: The Legend of Aang pernah didaptasi oleh M. Night Shyamalan di tahun 2010, sayangnya gagal maning 😅.FYI. Avatar: The Last Airbender adalah hak cipta yang diperjualbelikan oleh Paramount Picture dan Netflix.

Aku nggak merekomendasikan Avatar: The Last Airbender-nya M. Night Shyamalan terutama bagi kalyan yang penasaran kenapa filmnya bisa gagal maning. Durasinya terlalu mepetz 😌, cast-nya nggak sesuai ekspektasi 😥, konsep diversity-nya nggak masuk 😕, udahlah esmosi 😡. Aku curiga M. Night Shyamalan nggak nonton serialnya sekhidmat kita yang nonton sambil sarapan, makanya filmnya kurang bernyawa. India merupakan bagian dari Asia tapi nggak Dev Patel juga kali ah…


Makanya saat ada kabar Netflix mengadaptasi Avatar: The Last Airbender dan menjadikannya serial, aku sih 50:50. Di satu sisi aku enggan over expectation karena rasanya tuh huft banget, sedang di sisi lain aku penasaran sejauh apa Netflix akan membawa Avatar: The Last Airbender. Sejak kesuksesan live action One Piece kupikir Netflix mulai bermanuver pada serial anime, saat post ini kutulis ada kabar bahwa Netflix akan mengadaptasi Naruto.

UPDATE
Taa… Daa… Netflix resmi mengabarkan bahwa Avatar: The Last Airbender akan lanjut ke season 2 dan 3. FYI. Serial Avatar: The Legend of Aang memang terdiri dari 3 buku yakni:

Book 1: Water 💧
Book 2: Earth ✨
Book 3: Fire 🔥
Book 4: Air 💨 nggak ada karena Pengembara Udaranya udah musnah sebelum bikin buku.

tyda percaya? tanyalah bapake yang satu ini 

So, without any further do… here is my review of Avatar: The Last Airbender, semoga bisa menjadi pertimbangan bagi kalyan yang masih maju mundur mau nonton apa nggak. Review ini kutulis sepenuh hati berdasarkan POV-ku yang udah nonton Avatar: The Legend of Aang sejak SMA, kuliah, nganggur kerja dan gabut 😁. Perlu diingat bagimu taste-mu, bagiku-taste-ku, experience nontonku mungkin berbeda dengan experience yang kalyan punya dan isokey.

***

Di Avatar: The Legend of Aang diceritakan bahwa manusia terbagi menjadi 4 bangsa, yakni water tribe 💧 (Suku Air – utara dan selatan), earth kingdom ✨(Kerajaan Bumi), fire nation 🔥 (Negara Api) dan air nomad 💨 (Pengembara Udara) dan. Masing-masing bangsa memiliki bender (pengendali elemen) yang biasanya diwariskan melalui keturunannya. Dalam setiap generasi akan terlahir Avatar yang mampu mengendalikan semua elemen, siklus kelahiran Avatar selalu sama, yakni: air, tanah, api dan udara.

Para bender mengasah skill-nya sejak dini, mereka juga belajar untuk mengendalikan kekuatannya. Kekuatan para bender bisa meningkat saat elemen yang mempengaruhinya berada di puncak, untuk negara api puncak elemen mereka terjadi 100 tahun sekali saat komet Sozin 🌠 melintasi bumi. Negara Api memanfaatkan komet Sozin untuk memusnahkan pengembara udara, pun dengan fire lord Ozai (Daniel Dae-kim) yang kelak memanfaatkan komet Sozin untuk bertarung dengan Aang *bukan spoiler 😁.



100 tahun sejak air nomad dimusnahkan, Avatar Aang (Gordon Cormier) tetiba di muncul di hadapan Katara (Kiawentiiao Tarbell) dan Sokka (Ian Ousley). Mereka akhirnya memutuskan untuk menemani Aang mencari guru untuk mengasah pengendalian elemennya, maklum laya… saat hilang Aang belum sempat belajar banyak. Tujuan pertama mereka adalah Pulau Kyoshi, pulau yang dipisahkan oleh Avatar Kyoshi (Yvonne Chapman) dari kerajaan Bumi.

Tentcunya berita kedatangan Aang ke pulau Kiyoshi terdengar oleh Zuko (Dallas Liu) dan uncle Iroh (Paul Sun-hyung) yang langsung mengejarnya. Saat itulah Aang berhasil terkoneksi dengan Avatar Kiyoshi dan menghalau pasukan Negara Api yang dipimpin oleh Zhao (Ken Leung). Oh ya… Pulau Kiyoshi dijaga oleh Kiyoshi warrior yang dipimpin oleh Suki (Maria Zhang), yha~ doi cakepnya kebangetan 😍 apalagi saat nggak pake make-up, bisa laya jadi BA micellar water.

Aang yang muncul dari es batu

mb Kiyoshi janlup double cleansing sebelum tidur

Dari Pulau Kiyoshi Aang mampir di Kerajaan Bumi yang dipimpin oleh Raja Bumi (Utkarsh Ambudkar), sumpah gagal faham dengan headpiece-nya yang dibikin macem jin Sarimi 😂. Maaf pemirsa namun aku nggak ter-Jet-Jet (Sebastian Amoruso) macem kalyan yang ter-Suki-Suki, aku lebih happy melihat Cabbage Man alias Kang Kubis (James Sie) yang setres karena kubisnya berkali-kali hancur. FYI, Cabbage Man ini adalah salah satu karakter yang ditunggu-tunggu karena M. Night Shyamalan menghilangkannya di film.

Dari Kerajaan Bumi Aang menuju Suku Air Utara, namun perjalananya terhambat karena Koh Si Pencuri Wajah (George Takei). Aang pun pergi menemui Avatar Roku (C. S. Lee) di Negara Api untuk mengambil totem yang pernah diambilnya. Zuko dan uncle Iroh meng-hire seorang bounty hunter bernama June (Arden Cho) untuk menangkap Aang, aku sangat menyayangkan screen time June yang cimit padahal doi kewren, yha~ mungkin di season 2-3 *kalau ada.


Appa dan Momo juga kiyut... gegara netizen setiap kali melihat Appa aku malah teringat Rigen

Untuk ceritanya kurasa nggak jauh berbeda, memang ada beberapa part yang dikurangi atau ditambahkan namun aku nggak masalah dengannya. Salah satu keputusan terbaik adalah memvisualisasikan Tui saat penyerangan di Suku Air Utara, mengingatkanku pada si Toothless di How To Train Your Dragon. Fan theory yang beredar: princess Yue adalah Avatar setelah Aang, namun karena Aang hilang rohnya ikutan nyangkut that’s why princess Yue terlahir ‘kosong’ sehingga Tui meminjamkan roh kepadanya.

Untuk cast-nya kurasa udah mendingan ketimbang versi M. Night Shyamalan, kusuka Aang yang ceria dan petakilan. Concern-ku (dan kita semua) adalah cast ciwik-ciwik Negara Api yakni Azula (Elizabeth Yu), Mai (Thalia Tran) dan Ty Lee (Momona Tamada) yang why oh why? Namun setelah membaca fan theory aku jadi faham, ciwik-ciwik Negara Api gemoy karena mereka adalah noble woman (bangsawan) yang kehidupannya terjamin, tyda perlu khawatir ygy kemungkinan besar akan mereka glow up kok.



FYI. Karakter favorite-ku di Avatar: The Legend of Aang adalah Toph Beifong *belum ada dan duo Negara Api (Zuko dan uncle Iroh).

Meski nggak mirip 110%, tim produksi Avatar: The Last Airbender ini udah bekerja kerasa bikin kostum dan membangun set yang proper, terutama Kerajaan Bumi yang menurutku kompleks banget. Pun dengan detail kecil macem ornamen yang dimiliki setiap bangsa, kalau ada yang bikinku jengkel itu adalah wig-nya princess Yue yang too much dan jambangnya Ruy Iskandar yang nggak dipoles biar natural.

***

Dear Netflix… Plis bikin Avatar: The Last Airbender season 2 dan 3 secepatnya, sebelum Gordon tambah tuwir.

Avatar poster taken from impawards.com
Avatar: The Last Airbender scenes picture taken from @watchmen.id thread

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copying any content from this blog without permission. Please let me know if your privacy has been violated through the content or find something that needs to be credited correctly.

Note

My post may contain affiliate links, which means I will earn a commission if you buy through the link. There is no compulsion as we have different preferences and needs. Thank you :)

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2025 (30)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (3)
    • ▼  Dec (2)
      • Mengkalibrasi Rasa
      • Recap Drakor 2025 part 2

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates