Mood Board

by - 27.3.17


Dari majalah hasil hunting di season 2 cuma ada beberapa gambar yang ‘satu nafas’ dengan highlight yang aku pilih, cuma beberapa artinya cuma ada 2-3 lembar saja yang sesuai, per majalahnya, yang artinya lagi, majalah hasil hunting di season 2 itu juga nggak ngaruh-ngaruh teuing.

Huftt ... Hayati lelah ...

Setiap mood board harus ditempel di atas duplex (karton putih – abu-abu) di sisi yang berwarna putih, ukurannya disesuaikan dengan gambar mood board. Kurang lebih seukuran A3 atau A2 tergantung banyak gambarnya.

Duplexnya sendiri bisa dibeli di toko ATK di Baltos (Balubur Town Square), tapi kebanyakan toko hanya menjual duplex dengan ukuran A1 saja tanpa jasa potong. Ya iyalah kalau potong sendiri belum tentu presisi 😒 Belum lagi bawanya, belum lagi ribetnya, belum lagi hujannya, belum lagi naik angkotnya ~ bisa-bisa lecek sebelum sampai 😖.

Setelah beberapa kali trial and error tanya harga duplex (+ kemungkinan jasa potong), kita akhirnya menemukan satu toko yang menjual duplex (+ jasa potong), namanya Toko Anda. Toko Anda ini letaknya ada di sebelah kanan di sekitar counter stempel di samping eskalator, pokoknya ketika masuk Baltos langsung melipir ke arah kanan deh, pasti ketemu.

Nanti ketemu 2 orang AA yang stay di belakang etalase, yang satu kurus yang satunya lagi berisi. Kalau mau duplex + jas potong bisa langsung request ke AA yang berisi, nggak harus duplex juga bisa kok. Terus, bayarnya juga langsung ke AA yang berisi itu jangan ke AA yang kurus, karena dia pasti bilang ‘ke dia aja’ sambil nunjuk ke AA yang berisi. Mungkin karena beda tanggungjawab kali ya jadinya terkesan individual. Tapi emang ngehe banget lah si AA ini.😞

1 duplex ukuran A1 bisa dipotong menjadi 4 bagian dengan ukuran ± A3++ atau A2-, untuk sisanya aku deal dengan Farah untuk membeli ½ duplexnya, jadi kita sama-sama punya 6 duplex. Nah, disini pentingnya belanja dengan teman, biar bisa budget sharing and stuff sharing 😋.

Gambar mood board ditempel menggunakan selotip kertas (paper tape) yang sebelumnya ditempelkan ke baju agar daya rekatnya berkurang, jadi nggak akan ‘merusak’ kalau seandainya mau dilepas lagi. 

FYI. jangan sekali-kali menggunakan take it (reusable adhesive)karena akan meninggalkan noda minyak.Sebelum membeli duplex aku menempelkan mood board ke dinding agar lebih mudah dilihat dan diatur komposisinya.

Mood board yang sudah dibuat dianalisis menggunakan skema warna (image scale) Kobayashi Shigenobu. Caranya adalah dengan mencocokkan warna-warna dominan yang terdapat pada gambar tersebut kemudian mencari padanannya di skema warna. Dalam satu skema warna terdapat 3 warna yang menjadi acuan sifat. Tidak semua warna sesuai ‘plek’ dengan skema warna Kodansha ini, kadang hanya 1-2 warna saja yang sesuai, kadang malah masuk ke 2 skema warna yang berbeda.

Tapi nggak apa-apa sih, tergantung kita mau ngambilnya ke arah yang mana, toh skema warna tersebut bisa dicombine. Maksudnya, tidak melulu harus mengacu pada satu sifat saja, bisa dua, bisa tiga, tergantung sesembak dan sebabangnya.
Dibawah ini adalah mood board yang akan diajukan untuk materi Image Analysis. Wismilak.



Konsep : natural
Warna   : brown, caramel, khaki dan white

Natural atau yang berarti alami dalam terjemahan Bahasa Indonesia adalah keadaan yang merujuk pada sifat yang asli. Pada mood board ini natural yang ditampilkan adalah dessert (padang pasir) menyesuaikan tone color dari gambar highlight, yaitu brown, caramel dan khaki.

Perpaduan warna natural tersebut memberikan kesan warm (hangat), dan sedikit wild (liar) jika dilihat dari style yang ditampilkan di gambar highlight yaitu semi-adventuress casual. Gambar make up palette warna natural menunjukkan tesktur dusty (berdebu) untuk dessert dan soft (lembut) untuk tone color pada gambar highlight.



Konsep : gorgeous
Warna   : crimsom, black, white

Gorgeous menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki arti indah atau cantik, dalam bahasa sehari-hari bisa juga diartikan dengan kata ciamik yaitu pas. Sedangkan elegance diartikan elok atau mewah.

Pada mood board ini, kesan gorgeous elegance ditampilkan dalam warna crimson atau maroon atau merah hati, kesan elegance ditampilkan dengan kesan classic yang timbul pada gambar oxford shoes. Gambar kelopak bunga merupakan representation (penggambaran) dari repetition (pengulangan) garis pada gambar highlight, yaitu lipit pada rok.

Selain itu gambar kelopak bunga menunjukkan kesan tekstur material outfit yang light (ringan) namun memiliki pakem bentuk tersendiri. Karena hal itu juga, gambar pada mood board ini disusun secara rapi.


Konsep : dynamic active
Warna   : pink, purple, black

Dinamic atau dinamis dapat diartikan sebagai bergerak sedangkan active dapat diartikan sebagai kondisi kontinyuitas atau keberlangsungan. Dinamic active dapat diartikan sebagai pergerakan yang hidup, berlawanan dengan static (kaku) dan monoton.

Gambar highlight pada mood board menampilkan kesan dinamic active dilihat dari penggunaan bidang lengkung yang sedikit tidak beraturan (random). Gambar bunga merujuk pada feel hidup yang merujuk pada sifat active, sedangkan gambar (zoom in) bakteri merujuk pada sifat dinamic dengan penggambaran bidang unpredictable organic yang juga dapat diartikan sebagai hidup.


Konsep : cool
Warna   : deep blue, turqouise, white, gold,

Cool dapat diartikan sebagai dingin, sejuk atau segar. Pada mood board ini, kesan cool dapat ditangkap dengan melihat warnanya saja yang identik dengan sifat air yang dingin, sejuk dan segar.

Perpaduan warna yang cukup kontras juga menghasilkan kesan deep (dalam) dan eye catching (menarik). Meski masih dalam satu tone color, ada perpindahan warna (gradasi) antara deep blue menuju turqouise yang memberikan kesan freeze (beku). Sedangkan warna gold yang terdapat pada gambar highlight menunjukkan kesan yang soft karena berdampingan dengan skema warna cool pada mood board ini.



Konsep : neat
Warna   : white, soft cyan


Neat atau rapi adalah kesan yang dihasilkan oleh warna white dan soft cyan, terlihat polos karena perpaduan warnanya yang ringan dan teksturnya yang smooth

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.