Sambil menunggu Stranger Things season 5 dirilis yang mana itu 3 tahun lagi 😁. Yumari kita throwback sekecup ke masa awal-awal aku nonton Stranger Things. Awalnya kukira Stranger Things adalah series petualangan horor anak-anak, remaja atau apalah semacam itu, sama sekali nggak kepikiran kalau nantinya series ini adalah series yang kutung-kutunggu setiap tahunnya. Yha~ Game of Thrones udah bye dan aku butuh series baru 😁.
OK. Kembali lagi ke Stranger Things.
Mungkin kita memiliki selera yang berbeda akan segala hal termasuk tontonan, tapi isokay… aku pun nggak memaksamu untuk ikutan nonton biar saat bertemu nanti obrolan kita bisa langsung connect macem wifi kantor~. Just in case kalyan penasaran mengapa Stranger Things menjadi series favorite-ku di beberapa tahun belakangan (dan ramai di perbincangkan) maka kutuliskan post ini.
ALASAN-ALASAN MENGAPA STRANGER THINGS MESTI BANGET DITONTON (AT LEAST 1 SEASON AJA)
ALUR CERITA YANG OK
Stranger Things bercerita tentang 4 bestie yakni Mike Wheeler (Finn Wolfhard), Lucas Sinclair (Caleb McLaughin), Dustin Henderson (Gaten Matarazzo) dan Will Byers (Noah Schnapp) yang tinggal di Hawkins Indiana. Suatu malam Will menghilang dalam perjalanan menuju rumahnya, kejadian ini memicu serangkaian kejadian ganjil lainnya yang melibatkan warga Hawkins, kepolisian, pemerintah dan (nantinya) Rusia Yha~ kalyan nggak salah baca, ada keterlibatan Rusia disini 😉.
Mike, Lucas dan Dustin meyakini bahwa Will masih hidup memutuskan untuk melakukan pencarian amatir demi menemukannya. Saat berada di hutan mereka bertemu dengan Eleven (Millie Bobby Brown) yang baru aja kabur dari lab dan berteman dengannya. Sampai disini kita mungkin mengira bahwa Stranger Things adalah series petualangan anak-anak Hawkins dalam menemukan sahabatnya dengan bumbu-bumbu misteri.
Ketimbang The End of Fucking World (yang akhirnya terlupakan 👦🏻👩🏻) aku lebih suka Stranger Things siya karena lebih fun dan membuatku bernostalgia dengan series ber-genre petualangan khas bocah macem 5 Sekawan. Isokay laya kalau memang kurang sreg dengan setting-nya yang 80’s abis, but please give it a try… at least sampai 1 season 😁. Nggak deng, cukup sampai episode 3-4 aja, niscaya kalyan pun akan faham mengapa Stranger Things mampu menyelamatkan Netflix ✨.
KONSEP UPSIDE DOWN (YANG MENURUTKU) MAKE SENSE
Ssstts… pernahkah kalyan berpikir bahwa kalyan bukanlah satu-satu-nya yang hidup di dunia ini? Aku meyakini upside down sebagaimana aku meyakini bumi bulat. Alih-alih memejamkan mata dan mengalami fantasi liar (mimpi), yang ada 'mataku' malah terbuka dalam ruang dan waktu yang sama namun tone color-nya sesendu filter Sephia.
SETTING & PROPERTY YANG ASYIK
Stranger Things ber-setting di era 1980an dimana gadget belum secangih sekarang. Apa itu smartphone? Apa itu shareloc? Apa itu googling? Sumvah, aku sering gemes sendiri dengan situesyen-situesyen genting yang butuh tektokan cepat, tapi ya sebagai generasi milenial tenctunya I've been there buddy... 😉. Sebelum ada internet, hidup terasa sans makanya kita jadi rajin berkegiatan dan bersosialisi.
Kesan pertamaku saat nonton Strager Things adalah: oh... ini Twin Peak versi anak-anak 😅. FYI, Twin Peak adalah series tentang alien yang menginvasi bumi dan hidup berbaur bersama manusia, kurekomendasikan bagi kalyan yang suka tontonan ber-genre sci-fi ✨👌🏻. Untuk setting dan property-nya aku sih yes ya, terutama tubuh 'palsunya' Will dan rupa Vecna / One/ Henry Creel yang makin jelas tiap season-nya.
Kalau ada yang menarik untukku itu adalah fashion-nya, terutama yang ciwik-ciwik ya… Ketimbang Nancy Wheeler (Natalie Dyer) yang girly aku lebih suka style-nya Maxine "Max" Mayfield (Sadie Sink), simple aja gitu. Aku suka seragam Steve Harrington (Joe Keery) dan Robin (Maya Hawke) saat menjadi pegawai di Scoops Ahoy. Cute ⚓⛵. Meski terasa geli, akhirnya aku bisa menerima style rambut yang hype di masa itu adalah keriting yang berkibar-kibar macem di komik 😁.
KARAKTER YANG BERTUMBUH DAN BERTAMBAH
Seperti series pada umumnya, pergantian season merupakan kesempatan untuk merotasi cast, entah itu ditambah atau malah dihilangkan. Aku suka bagaimana Strangers Things mengembangkan karakter-karakter tambahan tersebut, dari yang sekedar kenal-terlibat kejadian ganjil-sampai ikutan jadi anggota geng. Kupikir semua karakter di Stranger Things punya part yang membangun keseluruhan cerita.
Karakter favorite-ku ofkors adalah si toothless Dustin Henderson 💖, diantara anak-anak Hawkins kupikir Dustin-lah yang paling cerdas dan menjadi problem solver. Serius yaini, sampai season 4 ini aku penasaran banget dengan bapaknya, di rumah ibunya nggak kerja dan main kucing mulu 😽. Kalau ada karakter yang kurang kusukai itu adalah Jonathan Byers, gimana ya… demogorgon nggak doyan *astagfirullah bukan taste-ku aja 🤣.
Selain Dustin, aku suka Steve Harrington, meski ngeselin di awal season karakternya berkembang dan sanggup mencuri hati 😍, terbukti yekan doi bisa diandalkan meski El nggak ada di Hawkins. Kukira Steve akan berakhir dengan Robin, tapi ternyata nggak ya… 😉. Couple favorite-ku adalah Dusty Bun dan Suzie Poo, kurang tertarik dengan Mike X El jadi couple scene-nya sering aku skip hehe. Keluarganya Suzie gemesin, vibes-nya macem Moonrise Kingdom.
Dustin Henderson X Steve Harrington 🌟🌟🌟🌟🌟
Dustin Henderson X Eddie Munson 🌟⭐🌟⭐🌟
CAST-NYA KHAN MAEN
Sebagian besar cast-nya adalah aktor/aktris baru terutama cast anak-anaknya, aku nggak ngeh ada siapa aja sampai melihat Wynona Rider disitu. Ishhh… series macem apa coba yang pake Wynona Rider? 😱 Well… aku mesti mengakui bahwa yang memberi nyawa di Stranger Things adalah Wynona Rider, udah cucok banget laini, seakan-akan peran Joyce Byers memang tercipta untuknya.
FANS SERVICE-NYA 😘
Sadar Stranger Things punya audience, season 4 kemarin durasi per-episode-nya 1,5-2 jam, ajegile puas banget niya. Setelah di season 3 berwarna warni ala fireworks dan material girl, season 4 lebih dark dan dingin, ditambah lagi semua karakternya pada mencar. Semoga aja season terakhir ini berhasil dieksekusi dengan baik, mon maap... aku masih mangkel perkara ending Jon Snow X Daenerys 😡.
***
Kuy, nonton!
Meski masih lama kusudah tak sabar menunggu season 5 😍
***
UPDATE
Udah tahun 2025 yaini, sambil menunggu pergantian tahun marki-view Stanger Things season 5.
Mempertimbangkan pertumbuhan cast-nya, Stranger Things season 5 menggunakan timeline 2 tahun paska kejadian di rumah keluarga Creel. Pemerintah mengambil alih TKP dan menutup retakan upside down dengan pelat baja *bused... mehong ye wkwk 😅 selain itu, pemerintah mengisolir dan memantau warga Hawkins. Max masih di rumah sakit, El jadi buronan Dr. Kay (Linda Hamilton) dan Murray Bauman (Brett Gelman) jadi kurir.
Dengan ke-new normal-an ini tentunya banyak hal yang berubah, termasuk hubungan antar karakter. Nggak asyik memang melihat Dustin Steve berantem perkara mendiang Hellfire Club, tapi yaudalaya toh akhirnya mereka baikan lagi. Sejujurnya aku bertanya-tanya, kemanakah orang tua Lucas dan Dustin? Apakah mereka nggak mengkhawatirkan anaknya? Gimana caranya Hopper dan Joyce membiayai training-nya El? Secara mereka nggak terlihat pergi kerja yekan 😂.
So far, aku masih mengkaget Holly (Nell Fischer) bisa sedewasa ini, kubilang begini karena di Stranger Things season 4 doi masih cimit. Sumvah... obrolan Max dan Holy saat dikejar-kejar Vecna harusnya udah selesai saat mereka ngobrol di padang pasir, wayah kitu mah atuh euy... bisi kaudag deui 😅. By the way, aku suka glitched Vecna saat menuruni tangga di rumah keluarga Wheller, kewren.
UPDATE
Udah tahun 2026 yaini, marki-view Stranger Things season 5.
Selama masa penantian aku menyelami berbagai fanfic dan konspirasi mengenai Stranger Things, yunow... ternyata nggak ada satu pun yang bisa menebak ke-BM-annya si Duffers Brother. Gimana ya ngomongnya 😅... aku merasa Stranger Things makin kesini makin scientific, errr... faham kan maksudnya? hehe. Riset dan konsep yang dipake bisa dipertanggungjawabkan, jadi nggak banyak bentrok dengan papers.
Fun fact
Saat menyelam, aku menemukan video TT yang menjelaskan tentang kemungkinan adanya worm hole di Indonesia macem di Stranger Things (doi beneran mention Stranger Things yaini). Menurutnya, dunia manusia dan dunia gaib terhubung melalui portal yang tersebar di bagian selatan pulau Jawa. Salah satu yang aktif ada di daerah Blora, makanya banyak kejadian bis tetiba muncu di dalam hutan. Yuyur, ini fanfic lokal paling mindblowing sih 😁.
Menuju episode akhir banyak benget prediksi siapa yang akan metong, salah satunya adalah Steve... huhuhuh *nggak rela 😭. Seperti yang udah kutulis di atas, Stranger things ini fans service-nya OK. Duffer Brothers faham bahwa mematikan karakter-karakter kesayangan audience bisa bikin rungkad Netflix, sebagai gantinya mereka bikin farewell yang realistis. At least for me, yang selalu mengira bahwa Eleven akan metong di akhir season.
Mengabaikan semua plot hole-nya, kurasa Stranger Things punya ending yang epic, dan sepertinya masih akan jadi obrolan hingga tahun-tahun yang akan datang. Nggak terasa ya udah hampir 9 tahun Stranger Things membersamaiku, bukan waktu yang sebentar tentcunya. Scene Mike melihat Holly dan kengkawan main DnD di basement mengingatkanku pada scene mainan-mainan melihat kepergian Andy yang pergi kuliah. It's time for a new chapter....
***
*masih mixed feeling nih gan hehe





































