Menu

  • 🌷 Hello ~
  • 📌 Place
  • 🪐 Space
  • 🍊 Taste
  • 🍀 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • 💡 Extra

demilestari

Powered by Blogger.

Hello~

Aku dan Icunk mengawali hari dengan ngobrol, tahu sendiri yekan ada banyak hal yang mesti dibahas di dunia ini terutama Gunung Kawi 😂😂😂. Meski udah agak siangan, kita memutuskan untuk mencoba peruntungan di Lontong Cibadak, siapa tahu gitu ya... udah nggak viral lagi. Oh ya, kita terakhir main ke Cibadak sebelum pandemi, makan wedang ronde setelah nonton di Kings.

Saat kita sampai memang nggak ada antrian namun varian lontong dan gorengannya udah nggak lengkap. Tapi isokay laya, markicobs... 😉. Oh ya, untuk minumnya bisa beli dari pedagang yang merapats di sekitar, jadi nggak usah khawatir kalau kalyan lupa bawa minum. Cuma memang ada aja pengamen yang minta diapresiasi, kalau kalyan datang berdua Dan ingin menolak, mesti dua-duanya ya karena doi nggak menerima perwakilan 😅.


Lontong Cibadak ini punya meja yang bersebrangan di lorong pertokoan Cibadak. Meja pertama isinya aneka lontong (dan nagasari), saus oncom dan kerupuk. Sedang meja kedua isinya aneka gorengan sekaligus kasir. Mereka menyediakan space yang sebenarnya adalah lot parkir, dengan tenda dan kursi-kursi yang bisa kita pilih kalau mau makan di tempat. 

Tadinya kukira mereka pakenya saus kacang macem pecel ternyata pakenya saus oncom, aku baru tahu saat mencicipinya 😮‍💨. Untungnya tadi aku pilih lontong ayam dan lontong polos, jadi nggak oncom-oncom teuing gitu 😁. Oh ya, lontongnya hangat yaini dan porsinya pas untuk ciwik-ciwik yang abis sarapan masih mau lanjut cari jajanan di sekitar Cibadak 😁.



Kebetulan bala-bala aka bakwan aka ote-ote udah habis, jadi kita pilih tempe goreng tepung (tapi bukan mendoan 😅). Rasanya mah standar siya. Yang menggoda malah pastel di samping nagasari, ginuk-ginuk lucu 😍. Biar nggak penasaran pulangnya kita beli, isinya: bihun, wortel, suwiran ayam dan potongan cengek makanya agak pedas. Ukurannya pun mayan besar ya, beli 1 aja udah kenyang.

Besoknya aku dan Icunk kembali ke Cibadak untuk sarapan kembang tahu, kebetulan cuacanya agak dingin, jadi cucok laya dipadukan dengan makanan berkuah hangat. Kalau dulu kembang tahu disajikan pake mangkok keramik dan sendok bebek stainless, kini disajikan pake cup dan sendok plastik. Fyi aja sih ini mah 😅, aku beli pastel (lagi) dan kembang tahu untuk dibawa ke rumah.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Belakangan ini cuaca sedang nggak coy ya, transisi antara panas dan mendung terkadang kurang smooth yang mana bikinku sering spaneng 😆. Kalyan begini juga nggak sih? hehe. Sebelum pulang ke kita memutuskan untuk mengisi perut dengan makanan berkuah yang hangat. Ada beberapa opsi namun kita pilih Sop Burtok dengan pertimbangan doi punya 3 cabang di Bandung, yakni di jalan Aceh, di jalan Burangrang dan di Dago Pakar. Yakali penuh semua heuheu 😅.

Kita pilih cabang Sop Burtok terdekat yakni di jalan Aceh. Di maps mah dekat yaini, sedang kenyataannya mah masya allah tabarakallah moms... perjalanan kita terhambat para pesepeda yang tumpah ruah. Untungnya driver kita satset mencari shortcut, kalau nggak mah udah pasti terjebak entah sampai kapan. Saat sampai di Sop Burtok aku gercep daftar antrian dan menunggu selama +1,5 sampai bisa mendapatkan meja.

Biar satset, order-annya disamain 😁.


DRY BURTOK Rp 35.000

Bedanya Sop Burtok dan Dry Burtok ada di penyajiannya, Sop Burtok kuahnya langsung disiram sedang Dry Burtok kuahnya dipisah. Isinya mah sama siya, nasi putih, potongan daging sapi (pedas), perkedel kentang, jukut goreng, corriander (daun ketumbar atau wansui) dan potongan jeruk nipis untuk menambah cita rasa. Impresi pertamaku saat melihat isi mangkok: Memang nyambung ya, jukut goreng featuring air kaldu?

Yha~ kuah kolagen itu maksudnya kaldu yang diekstrak dari rebusan daging, tulang dan lemak sapi. Kaldu yang asli warnanya putih susu dan bertekstur kental, yang kalau didiamkan teksturnya berubah padat macem jeli. Nah, kuah kolagen versi Sop Burtok memang berwarna putih kaldu namun teksturnya encer, selain itu ada tetesan chilly oil yang bikin kuahnya terasa pedas. Cokpis dimakan di malam yang dingin dan berangin-angin ini ✨👌.

Semangkuk dry burtok

Kuah kolagen

Sate kulit dan sate saikoro

Aku nggak order menu tambahan karena merasa udah cukup, Icunk dan Fira order sate kulit dan saikoro, aku nggak nyicip ya jadi nggak tahu rasanya gimana 😁. Kupikir ada benarnya kalau rang-o-rang menyebut Sop Burtok ini sebagai comfort food karena perjalanan menuju lambungnya memang mulus 😍. Nggak ada drama enek atau begah macem yang udah-udah. Meski rasanya kurang tandem, tapi secara keseluruhan mah enak kok.

Kalau kalyan suka pho, kurasa kalyan mesti coba Sop Burtok ini.

***

SOP BURTOK
@sop___burtok
Jl. Aceh Bandung
⏰ 08:00-24.00
🍲 Rp 15.000 - Rp 35.000
🥗 Rp 5.000 - Rp 15.000
🥤 Rp 5.000 - Rp 10.000

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Setelah makan siang di Ceumara kita jalan kaki ke Pasar Cihapit, tujuan kali ini adalah Brownies Tjihapit. Sebagaimana Bandung bagian Braga, ada banyak hal yang berubah sejak terakhir kita main ke Cihapit. Ada lapangan padel di ujung jalan, Princheese Elsa pindah lokasi, Deli Bakes udah nggak begitu ramai dan jalan menuju Seroja Bake padat merayap.

Se-fruit tips dariku... Kalau kalyan ada yang dimau (terutama di bagian lorong Pasar Cihapit) jangan dinanti-nanti, langsung beli aja, karena bisa jadi saat kita balik lagi pedagangnya udah pulang 😂. Aku beli kering kentang untuk di rumah, kukira akan bertahan minimal seminggu, eh nggak sampai 2 hari udah abis dongs. Menyesal hanya beli 1 😭.


Los Brownies Cihapit ada di antara los Rama Ramen dan los Ceu Eha X Dapur Indung yang menyajikan berbagai masakan rumahan. Karena mau dine in kita berbagi tugas, Icunk bagian order, aku bagian mengamankan kursi. Kebetulan kita dapet kursi di sebelah los Ceu Eha X Dapur Indung, wiwww... wangi 😆. Kombinasinya agak random yaini, makan brownies tapi malah menghirup aroma pepes wkwk.

Brownies Kunafa Pistachio + adds on

(ice cream vanilla, pisctachio sauce & crumble) 
Rp 42.000 + Rp 15.000

Kita order brownies-nya 1 untuk berdua, masih kenyang euy dan yha~ penasaran aja rasanya kunafa yang bukan bihun teh gimana 😂. Maaf ya manteman, aku sering ngetawain cerita rang-o-rang yang kegocek kunafa bihun yang lewat di feeds. Itu seller-nya ngide darimana sih bikin kunafa pake bihun? Mana warna pistachio-nya kadang terlihat mematikan 😁.



Brownies Tjihapit tipenya fudgy brownies yang teksturnya padat dan moist, cucok jadi teman ngopi karena makannya mesti dicuil-cuil. Kunafa pistachio-nya ada di bagian tengah, bentuknya macem parutan kelapa, tapi aslinya pastry yang di-mix dengan saus pistachio. Rasa pistachio-nya pas yaini, nggak strong macem hazelnut dan agak gurih.

Untukku, rasa kunafa pistachio-nya agak light untuk fudgy brownies-nya yang manis, that's why kita butuh ice cream untuk cooling down lidah. Kurasa opsi sharing tuh udah paling ideal siya apalagi kalau kalyan kurang suka manis. Kalau kalyan penasaran kunafa yang bukan bihun kurekomendasikan Brownies Tjihapit ini, harganya sepadan dengan pengalaman yang didapat.

***

Credit: @brownies.tjihapitt

***

BROWNIES TJIHAPIT
@brownies.tjihapitt
📍Pasar Cihapit

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hello~

Setelah hampir setahun lamanya berbalas video demi menjaga api tetep terjaga, akhirnya aku dan Icunk bertemu. Yayyy! 🎉. Karena udah tengah hari, kita memutuskan untuk menunda obrolan dan menuju ke Ceumara. Lokasinya ada di jalan Mangga, nggak terlalu nyempil kok jadi masih bisa bawa kendaraan. Untuk motor masih bisa parkir di depan kedai, sedang untuk mobil, hmmm... mesti cari-cari dulu 😁.

Kupikir Ceumara ini lebih cocok untuk quick meal ya karena tempatnya nggak terlalu luas. Di dalam ada sekitar 6 meja dengan kapasitas 2-3 orang, jelas kurang cocok untuk rombongan yang butuh ngobrol lama. Di lorong sebenarnya ada space untuk menunggu tapi terasa kurang nyaman karena berhadapan langsung dengan kompor 😅. Makanya kita memilih menunggu di seberangnya karena lebih adem.


Kita sengaja nggak order banyak karena nanti mau jajan lagi hehe

Ayam Lengket Rp 31.500
Potongan ayam yang diolah menggunakan air kelapa sehingga menciptakan tekstur juicy dan terasa lengket saat dipotong. Rasanya OK, masuk di palet lidah kita apalagi saat dipadukan dengan sambal honjenya.

Ayam Kuah Asam Rp 31.500
Garang asem kalcer 😎.

Nasi Putih Rp 8.000
Ada 2 pilihan nasi di Ceumara yakni nasi putih dan nasi honje, nasi honje memang menarik, namun menimbang kita nggak mau rasanya bertabrakan (dengan lauknya) akhirnya kita pilih nasi putih

Teh Tawar Rp 12.000 - Teh Manis Rp 17.500
Kusarankan kalyan order 1 aja karena gelasnya gede banget 😱.

*harga yang tertera udah termasuk T&C

Mungkin karena pake ayam pejantan harga ayamnya mayan mahal, tapi worth to try sih karena bumbu yang dipake juga OK dan bersih. Kalau kalyan berniat mampir ke Ceumara, kusarankan searching dulu menu yang dimau. Jangan kaya kita, udah berkali-kali nonton review-nya rang-o-rang tetep nggak ngeh gelas tehnya gede banget 😋.



***

Credit: @ceumarabdg

***

CEUMARA
@ceumarabdg
Jl. Mangga no. 26 Cihapit
Senin-Jumat 10:00-19:00
Sabtu-Minggu 08:00-20:00
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Sebelum pulang ke rumah masing-masing kita jalan-jalan di Garut, Pici mah nggak ikut ya karena ada acara di luar kota. Tadinya kita mau ke Gulapadi biar sekalian sarapan, well... tyda semudah itu Ferguso... 😅. Di long weekend ini, tentcunya Gulapadi rame banget secara doi masuk itinerary: place to go in Garut. Kalau waiting list mah isokay laya kita masih sanggup menghadapi 😁, parkirnya euy... syulit 😅. Kita udah beberapa kali muterin Gulapadi dan cari spot parkir yang bisa dijangkau (dengan jalan kaki) namun nggak nemu huhu.

Saat mencari spot parkir kita menemukan Two Days Coffee yang baru aja buka *parkir mah aman yaini 😁. Sebagai penglaris tentcunya kita punya keleluasaan untuk memilih meja dan menu tanpa tegesa-gesa. Two Days Coffee ini punya banyak meja di area indoor, dan yang menjadi highlight adalah meja di undakan tangga menuju lantai atas. Smooking area ada di belakang, bersebelahan dengan toilet dan musholla.

yang paling kanan nggak tahu siapa 🙇

panasnya 🔥

aku suka pintu ini

Ahmad Dhani's vibe

Kita udah coba duduk di undakan tangga dan lesehan di lantai atas namun undur diri karena beralaskan papan *parno mode on 😅. Kita memilih duduk di area belakang biar terhindar dari sinar matahari, panas yeuuhhh... Berdasarkan review rang-o-rang, interior Two Days Coffee ini ber-mazhab vintage aesthetic, vintage-nya udah pasti dapet laya namun aesthetic-nya seseuai selera masing-masing. Lukisan burung yang tergantung di dinding bikinku merasa berada di markas Republik Cinta-nya Ahmad Dhani 😭.

Mungkin karena masih 'pagi' nggak semua menu-nya siap, termasuk menu yang ingin kita order yakni quensadilla. Sebagai gantinya kita order roti chocolate cranberries yang di display di etalase, rasanya enak kok. Kita memang nggak order main course karena setelah dari sini kita mau makan berat yang sebenarnya 😂. Oh ya, aku order Milo Okinawa rasanya sih tidak mengecewakan namun foam-nya kebanyakan jadi berasa minum angin 😅.

dipilih... dipilih... dipilih...

Roti Chocolate Cranberries Rp 18.000

Milo Okinawa Rp 21.000 

ada kucing di sini 💓

***

Two Days Coffee
@two.days.id
📌 Jl. Cimanuk no. 21, Paminggir, Kec. Garut Kota, Garut
📆  Senin-Minggu, 09.00 - 23.00



Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Apa kabar manteman? Semoga harpitnas minggu lalu nggak kalyan sia-siakan begitu aja 😁. Meski udah nggak kerja 8-5 aku mengunakan harpitnas minggu lalu untuk mengambil jeda dari urusan domestik rumah tangga. Tadinya Pici berinisiatif mengadakan halal bihalal di Garut karena kita melewatkan bukber Ramadan. Sayangnya drama kumbara yang terjadi di balik layar smartphone bikin doi urung melempar wacana ke WAG dan mengajak kita (sapeee lagi?!) naik gunung 😅. Kita mah yes ya, apalagi udah lama kita nggak ketemu.

Biar satset aku pake WB Travel yang Subang - Bandung (Buah Batu) terus turun di Cileunyi jadi Deya bisa bablas dari Kopo, lanjut ke Nagrek untuk nge-pick up Icunk. Rencananya kita langsung ke rumah Pici dan masak untuk makan siang, eh di perjalanan Pici mengabari bahwa ia masih ada kelas tatap muka jadi makan siang di luar aja. Untuk pemilihan tempat tentcunya kita serahkan ke Pici, kan doi warloknya 😁.

Dari semua opsi kita memilih RM. Mang Iki karena lokasinya berada di area Garut Plaza, yunow yekan sesulit apa menemukan spot parkir mobil 😅. FYI, RM. Mang Iki ini viral di TikTok karena menawarkan sensasi makan di pinggir rel kereta api macem cafe di Thailand *cmiiw. Mungkin karena kita datang saat jam makan siang situesyennya rame banget, yang antri, yang makan, yang ngobrol, yang masak, yang cuci piring, semua berkumpul di situ. Melihat propabiitas makan dengan nyaman yang kecil, udalaya... kita undur diri 🙇.

Pici lalu kasih pilihan: mau yang makanannya enak tapi agak jauh atau yang deket tapi makanannya B aja?

Ya Allah Pic, pake nanya, derrr weh langsung 😁.


Dari Garut Plaza kita caw ke Lumbung Padi di daerah Bayongbong, yha~ memang agak jauh siya tapi masih di Garut kok😅. Melihat area parkir yang hampir luber kita sempat khawatir kesulitan mendapatkan meja, untungnya Lumbung Padi ini punya banyak meja jadi meski waiting list nunggunya nggak begitu lama. Kita mendapatkan meja di area belakang berupa gazebo yang dilengkapi dengan stop kontak *penting dan wastafel.

Sebagai family resto kurasa Lumbung Padi ini fasilitasnya OK, apalagi kalau bawa orang tua atau bocil. Di beberapa titik ada jalur khusus untuk pengguna kursi roda dan kolam di samping musholla yang bisa dipergunakan untuk menyedekahkan kulit mati pada ikan-ikan 😅. Selain itu ada mini zoo dan playground di bagian belakang yang bisa bikin bocil sedikit sibuk, hati--hati ya buibu jangan sampai meleng apalagi di area kolam. 


Yang kita order:

Nasi Cikur Komplit Ayam Kampung Rp 42.000
Mungkin karena bikin banyak, rasa cikur (kencur) di nasinya terasa samar macem numpang lewat doang 😅. Porsi nasinya mah biasa ya namun kalau digabung dengan lauknya jadi luar biasa. Aku butuh beberapa kali jeda untuk bisa menghabiskannya, apalagi kita order side dish yang lain. So far makanannya OK dan memuaskan, kalau kalyan yang nggak mau ribet pilih-pilih menu satuan bisa langsung pilih menu paketan. 


Jukut Goreng Rp 12.000
Rasanya mirip-mirip dengan jukut goreng pada umumnya.


Karedok Rp 24.000
Jangan tertipu dengan panampilannya yaini, di bawahnya ada kerupuk putih bundar yang bikin karedoknya tampak lebih tinggi 😁.


Es Kelapa Muda Rp 20.000
Syegarrr... Sesungguhnya akau berharap es kelapa muda ini disajikan pake gelas biar ada embun-embunnya, ternyata pake cup plastik aja, yaudalaya mungkin gelasnya belum pada dicuci 😅.


***

LUMBUNG PADI
@lumbungpadigarut_
📌 Jalan Raya Bayongbong - Garut, Muara Sanding, Kec. Garut Kota. Kab. Garut
📆 Senin-Jumat 10.00-20.30
📆 Sabtu-Minggu 09.00-20.30

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most.

Alone Alone Kelakone

2026 Reading Challenge

2026 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (36)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (3)
  • ▼  2026 (22)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Jul (3)
    • ▼  Aug (3)
      • Spider-Man: Brand New Day
      • Sop Burtok
      • Lontong Cibadak Dan Kembang Tahu

Friends

  • D. R. Bulan
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • St. Jauzah
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Yuki Angia

Check This Too

  • A Beautiful Mess
  • Daisy Butter
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Minimalist Baker
  • Nicoline Patricia
  • Spice The Plate

Followers

Thanks for Coming

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates