The Crossing part 2

by - May 16, 2016


Finally ... I watched The Crossing part 2 ^.^

Cerita berlanjut dengan kedatangan tentara ke rumah Zhou Yunfen  (Song Hye Kyo) mengabarkan situasi terakhir di medan perang, Lei Yifang (Huang Xiaoming) dinyatakan hilang saat sedang bertugas. Tong Daqing (Tong Dawei) yang terluka parah akhirnya dirawat di rumah sakit tempat Yu Zhen (Zhang Zi Yi) bekerja, tapi karena ini film, mereka berdua tidak mengetahui satu sama lain sedangkan Yan Zenkun (Takeshi Kaneshiro) masih saja galau gara-gara Masako Shimura (Masami Nagasawa).

Zhou Yunfen datang ke kantor pemerintahan untuk mencari tahu tentang satatus suaminya, disana ia bertemu dengan Yan Zenkun yang diinterogasi karena aktivitas politik. Jadi, sebelum menjadi dokter, Yan Zenkun, kakaknya dan ayahnya pernah menjadi tentara Taiwan untuk Jepang, keduanya gugur dalam perang. Sejak saat itu keluargnya diawasi oleh pemerintah, termasuk adiknya Yang Youning yang kini menjadi aktivis.

Ibu Yan Zenkun (Yang Guimei) sebenarnya berharap Yan Zenkun mau menikahi Meifang (Angeles Woo) kakak iparnya, agar bisa melupakan Masako Shimura, namun sebaik apapun Meifang pada Yan Zenkun tak sekali pun ia peduli. Karena ... you know lahh ... dalamnya lautan bisa diselami, tapi dalamnya hati siapa yang tahu #eh. FYI, Meifang mengisi hari-hari hambarnya dengan berjualan ikan di pasar dan sesekali membantu di rumah Zhou Yunfen.

Yu Zhen yang sering membawa pelanggannya ke rumah Tn. Gu (Wang Qianyuan) dan Ny. Gu akhirnya diusir juga, dengan harga diri yang berceceran ia menggelandang dan tinggal di jalanan. Dengan keadaannya yang serba kekurangan, Yu Zhen tetap keukeuh untuk pergi ke Keelung demi mencari kekasihnya. Temannya sempat memarahinya karena terlalu bersikeras tapi Yu Zhen tak bergeming.

Semakin hari harga tiket kapal kian melambung tinggi, Yu Zhen yang sedang waving check bertemu dengan seorang bussinessman bernama Peter  (Bowie Lam), Peter menyetujui untuk membelikan satu tiket kapal sebagai bayaran jasa Yu Zhen. Sayangnya, Peter tidak bersedia memberikan tiket kapal karena Yu Zhen dianggap tidak pantas mendapatkannya, Yu Zhen yang merasa ditipu kemudian memukuli Peter dengan balok kayu hingga berdarah-darah dan kabur.

Dengan situasi politik yang kian memanas, masyarakat mulai resah dan berupaya untuk mencari suaka ke Keelung. Disaat genting seperti itu, Yan Youning memilih untuk pergi ke Shanghai demi melanjutkan perjuangan ayahnya, Yan Zenkun kemudian menyusul Yan Youning karena mengkhawatirkan ibunya yang dititipkan kepada Meifang.

Yan Zenkun menemukan Yan Youning dan memintanya untuk pulang, awalnya Yan Youning menolak namun akhirnya ia mau juga pulang setelah dipaksa. Mereka datang tepat pada saat kapal akan mengangkat sauh, banyak diantara calon penumpang kapal yang tidak bisa menaiki kapal karena sudah kelebihan muatan, ketika sedang berdesak-desakan , Yan Youning meninggalkan Yan Zenkun.

Tong Daqing yang dirawat oleh Yu Zhen dibawa pergi menggunakan kapal oleh satuannya. Ketika Yu Zhen sedang membereskan tempat tidur bekas Tong Daqing datanglah Tian Hu, ia lantas bertanya kepada Yu Zhen apa ia masih mau pergi ke Keelung, tentu saja Yu Zhen menjawab Ya. Bak mendapatkan durian runtuh, Tian Hu memberikan tiket miliknya kepada Yu Zhen karena ia memilih untuk pergi bersama pria lain.

Yu Zhen kemudian membereskan barang-barangnya dan pergi menuju pelabuhan, pada saat itu datang korban baru dari medan peperangan, dibaringkan di tempat tidur yang dibereskannya tadi. Ia adalah kekasih Yu Zhen yang dicari selama ini, tak berapa lama ia meninggal.

Yu Zhen kemudian bertemu dengan Ny. Gu dan keluarganya di kapal, ia meminta Ny. Gu membantu mencari ranjang miliknya. Alangkah terkejutnya Peter ketika melihat Yu Zhen memegang tiket milik Tian Hu, kepadanya Yu Zhen mengatakan bahwa Tian Hu tidak mau menjadi gundiknya dan sudah menemukan pria lain.

Kapal yang mereka naiki sudah kelebihan muatan sedari awal, anggap saja asian culture, seorang yang memiliki kedudukan tentunya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, mereka membawa serta keluarga besarnya melalui pengaruhnya, it’s known as nepotism. Maka tak heran jika jumlah penumpang membludak dan banyak yang ditinggalkan di pelabuhan.

Kebetulan, saat itu adalah malam tahun baru China sehingga bisa dipastikan semua penumpang merayakannnya, tak terkecuali dengan kru kapal. Ketika orang-orang sedang larut menikmati pesta meriah dengan sajian khas tahun baru diiringi live music dan gundik, kapal menabrak batu karang. Guncangan pertama sukses membuat kru kembali terjaga namun tak serta merta menyadari bahwa lambung kapal telah bocor.

Ketika mengetahu ada tentara di kapal, Yu Zhen kemudian membantu membagikan makanan sambil mencari tahu tentang kekasihnya. Pada saat itu foto pernikahan fiktif yang dipegang oleh Tong Daqing terjatuh dan diambil oleh Yu Zhen. Betapa gembiranya mereka berdua ketika mengetahui keadaan masing-masing, mereka lalu bersepakat untuk terus bersama.

Kapten kapal menyerukan agar penumpang tetap tenang, Tn. Gu yang menemukan bahwa air sudah memasuki kapal memerintahkan semua penumpang naik ke dek. Bayangkan ... adegan kapal pra tenggelam yang chaos ala Titanic dengan asian taste, lebih rempong dan lebih semrawut.

Disaat terjepit seperti inilah animals instinct muncul, saling sikut-sikutan menyelamatkan diri, rebutan pelampung sampai bunuh-bunuhan demi papan biar bisa ngambang. Padahal mereka berpotensi selamat jika mau sabar dan berbagi.

Yu Zhen dan Tong Daqing saling membantu menyelamatkan, mereka juga menyelamatkan salah satu anak Tn. Gu, jangan tanya kabar keluarga Gu yang lainnya, mereka semua tenggelam. Sedangkan Yan Zenkun yang memang tidak punya alasan untuk hidup akhirnya memilih untuk menenggelamkan diri (iya gitu ya?) karena tak sanggup lagi menjalani hidupnya yang hampa.

Di Keelung terjadi hujan badai yang membuat rumah kertas (Jepang) Zhou Yunfen rusak parah, bahkan runtuh sebagian, ia dan ibunya terjebak di rumah. Kemudian pembantunya dan Meifang membawanya ke rumah ibu Yan Zenkun untuk diobati.

Dari ribuan penumpang hanya 36 orang yang ditemukan selamat, sisanya? You know what I mean ...

Woww ... Woww ... Woww ...

Dengan jajaran cast yang menjajikan dan cerita yang apik, The Crossing part 2 ini membuat saya MaGer hehe Meski The Crossing part 1 lebih awesome, The Crossing part 2 juga tak kalah awesome ... Banyak adegan dari The Crossing part 2 yang mengingatkan akan Titanic, mungkin karena sama-sama tenggelam sehingga detail-detail adegannya tidak terlalu diperhatikan.

BTW, cool movie guys!!! Bagi yang kurang menyukai film bertema peperangan atau musibah, tak ada salahnya menonton The Crossing. It would change your mind ...

You May Also Like

0 comments

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.