Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.

Hello~

Pertengahan tahun lalu aku sempat baca post The Bravery to be Seen Trying: Updated Bucket List Before 36 di blog ByPuty. Setelah baca aku langsung mencari-cari post yang sekiranya mirip-mirip dan belum sempat di-review 😁. Dan aku menemukannya di post 2015 Here I Come yang ku publish sekitar 10 tahun yang lalu.

Kupikir ketimbang bucket list, list tersebut lebih cocok disebut to do list siya karena goals-nya jangka pendek semua. Yha~ saat itu aku memang lagi stuck paska mengalami fase quarter life crisis yang 'agak berbeza', makanya udah nggak berani bermuluk-muluk menyusun goals jangka panjang. Yaudalaya... Marki-view to do list-ku 10 tahun yang lalu.

***

1. Praying more
Salah satu alasan mengapa aku terus berdoa adalah karena aku nggak tahu jarak yang terbentang antara aku dan tujuanku, mungkin masih jauh, mungkin udah dekat atau mungkin... apa sih yang nggak mungkin 😇.

2. Have a good job and good salary
Udah pernah tercapai. Sekarang otw lagi.

3. Saving money
Allah memberikan kita rezeki untuk dimanfaatkan 😉.

4. Travelling more
Alhamdulillah aku masih punya manteman yang mau diajak jalan, jajan dan jompo 😂.

5. Caring more
OK

6. Respect more
OK

7. Writing more
Kalyan bisa cek archive untuk mengetahui apa yang udah kutulis selama 10 tahun.

8. Reading more book, magazine and people thought
Sezuzurnya, aku lebih banyak baca caption ketimbang baca buku.

9. Go to dermatologist
Aku beberapa kali ke dokter kulit dan semua jawabannya sama, ini mah eczema... *huft.

10. Go to the eye doctor
Beberapa tahun terakhir aku melakukan cek mata tahunan di RS. Cicendo karena minus-nya udah tinggi. Cek mata tahunan ini membantuku mempertimbangkan perlu ganti lensa apa nggak sekaligus men-tracking performa mataku.

11. Go to the dentist
Di rentang 10 tahun aku udah mengalami tiga kali operasi impaksi. Operasi yang pertama bikinku menghindari dokter gigi selama bertahun-tahun. Sedang operasi yang kedua dan ketiga bikinku bersyukur ada BPJS *realistis 😅.

12. Take swimming class
Tyda tercapai karena: pandemi, nggak ada teman dan belum menemukan kelas yang OK.

13. Buy camera
Aku udah beli kamera baru #sekilasinfo.

14. Buy traveling camping equipment
Saat kuliah aku dan manteman pernah bercita-cita ingin camping sesering mungkin, karenanya kita berencana nyicil perlengkapannya sedari dini. HAHAHA lupakan semua itu bestie! Sekarang mah kita sewa aja atau glamping sekalian.

15. Attending my friends and relation invitations
Selama hiatus aku hampir nggak pernah menghadiri resepsi manteman dan kerabat, setelah hiatus mah yumari gaesss... Selama ada kesempatan sebisa mungkin aku akan menghadirinya.

16. Cleaning up my desk after used
Otenctcu, kan kebersihan sebagian daripada iman ✨👌.

17. Envy less
Mungkin karena 10 tahun yang lalu aku masih newbie, aku kadang merasa iri dengan pencapaian rang-o-rang (kecuali manteman ya karena kita seangkatan yang sependeritaan dan sepenanggungan 😁). Lebih ke apakah aku salah mengambil keputusan dalam hidup sehingga nggak bisa berada di tempat yang sama dengan mereka? Dipikir-pikir... lieur... 😂. Sekarang mah B aja ya, bodo amat.

18. Hating less
Pernah nggak sih kalyan merasa benci kepada seseorang sampai ingin melenyapkannya hanya dalam satu jentikan? Yha~ aku pernah. Rasanya seperti ada bebatuan yang bergemuruh di hati, menyesakkan sekaligus ingin dilepaskan. Seiring waktu akhirnya menyadari bahwa frekuensi kita nggak sama coy makanya bawaannya emosi mulu 😂.

19. Lazy less
Aku nggak malas yaini hanya butuh waktu waktu untuk me-recharge energi.

20. *secret
Sezuzurnya, aku udah lupa secret-nya tuh apa 😅*tuwir detected, mungkin saat itu aku punya keinginan yang saking deep down inside my heart-nya sampai rang-o-rang nggak boleh tahu. Semoga aja udah tercapai yaini, tapi serius sih aku masih penasaran ini secret-nya tuh apa? *bertanya pada diri sendiri *malah makin bingung 😢.

***

Me-review to do list-ku 10 tahun yang lalu menyadarkan bahwa oh ternyata aku tuh diam-diam tumbuh ya 😁. Beberapa hal mungkin udah nggak relevan namun sisanya masih layak untuk dipantau perkembangannya. Sepertinya aku akan bikin bucket list lagi deh, yang tentcunya lebih spesifik karena nggak mau lupa macem si secret 😅. Kalyan mau pada bikin nggak?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu Guillermo del Toro merilis film terbarunya yakni Frankenstein. Well... tadinya aku ingin nonton di bioskop namun menimbang aku masih minum obat yang mana bikinku ngantuk mulu 😅, aku nge-skip Frankenstein dan mencari film yang vibes-nya mirip-mirip. Ada beberapa film yang masuk list, cuma yang kebetulan ada di watchlist Letterboxd-ku adalah Poor Things, dulu aku nggak sempat nonton filmnya karena keburu turun layar.

Poor Things bercerita tentang Bella Bexter (Emma Stone) yang dihidupkan kembali oleh Dr. Godwin Baxter (Willem Dafoe) melalui cangkok otak. Untuk membantu mencatat perkembangan perilaku dan psikologis eksperimennya, Godwin merekrut mahasiswa kedokteran bernama Max McCandles (Ramy Youssef). Fyi, Bella meningal saat hamil dan entah kesambet setan mana, Godwin mencangkokkan otak janin yang masih hidup ke tubuh Bella yang udah mati.

Sampai di sini aku melongo... plot-nya fresh namun membagongkan 😆.




Meski memiliki tubuh wanita dewasa, perilaku dan psikologis Bella sesuai 'usia' otaknya. Mengkaget rasanya melihat Bella yang bertingkah macem anak kecil, makan berantakan, sulit kontrol emosi dan yang 'agak mengganggu' doi nggak mau pake baju tjoy 😭. Jangankan Max, aku aja yang nonton merasa speechless. Mungkin karena udah di-briefing, semua ART di rumah Godwin sabar banget menghadapi tingkahnya Bella.

Selama nonton Poor Things aku merasa ditendang lagi ke titik 0 penciptaan manusia. Saat masih bayi kita nggak bisa melakukan banyak hal karena keterbatasan indera dan rasa, seiring waktu kita tumbuh dan memiliki berbagai kemampuan yang sesuai dengan kapasitas tubuh. Sedang Bella, dalam 'keterbatasannya' tinggal menunggu waktu untuk menyesuaikan diri dan memegang kendali.




Untuk mempermudah pekerjaannya, Godwin berencana menikahkan Bella dan Max. Sayangnya, Bella malah kepincut pengacara culas bernama Duncan Wedderburn (Mark Rufallo) yang menjanjikan perjalanan ke Lisbon se-nyesss angin surga Mario Teguh 😏. Godwin dan Max menyadari bahwa Bella telah 'tumbuh' dan instingnya nggak bisa dibendung lagi, well... mereka akhirnya merelakan Bella pergi bersama Duncan.

Bella dan Duncan mengawali perjalanan dengan manits, namun di tengah Duncan mulai kehilangan kendali atas Bella yang mulai memahami eksistensinya. Bella menghabiskan uang Duncan karena berempati terhadap penderitaan orang lain, sialnya hal ini bikin mereka galbay dan diturunkan dari kapal di Paris. Sebagai manusia baru tentcunya Bella lebih mengandalkan naluri ketimbang nalar, makanya doi nggak masalah jadi PSK, yang penting menghasilkan uang yekan... 😅.



Setelah kepergian Bella, Godwin dan Max memberikan kehidupan baru kepada Felicity (Margareth Qualley). Entah karena kurang sabar atau memang nggak nyantol, mereka merasa kemampuan Felicity nggak bisa melampaui Bella. Makanya Max mencari Bella dan membawanya pulang ke rumah, untuk... melanjutkan eksperimen gitu ya *heu. Sedang Duncan bertemu Alfie Blessington (Christopher Abbott) yang merupakan suami sah (bukan siri ye 😁) Victoria Blessington aka Bella.

Setelah kembali ke rumahnya Bella akhirnya mengetahui alasan mengapa ia memilih mati ketimbang hidup bersama Alfie. Ia hanya ingin bebas, meski melalui jalan pintas. Dalam keputusasaannya, tuhan berwujud absurd memberikan kehidupan baru untuknya Menurutku, Bella adalah sebenar-benarnya perwujudan manifestasi Elizabeth. Yha~ kalau kata Joe Kerry mah end of beginning 😅.




Untukku, Poor Things ini mind blowing sih. Di awal kita akan dibikin kasihan kepada Bella yang diekspoitasi mulu, namun di akhir kita dibikin takjub dengan perkembangannya. Pada akhirnya Bella mampu memegang kendali atas dirinya, bahkan menyetarakan dirinya dengan cwok-cowok brengsex yang ada di hidupnya. Thanks pak Godwin. Jadi, siapa yang sebenarnya Poor Things? * yang udah nonton silakan dijawab dalam hati ya 😁.

Selama nonton Poor Things aku merasa gundah gulana gegara nggak nyaman dengan materinya yang cukup eksplisit. Lebih vulgar ketimbang dayang-dayang Suzanna dan lebih sembrono ketimbang berbagai film dengan muatan sensual. Meski begitu, aku mesti mengakui bahwa 'kepolosan' Bella merepresentasikan kemampuan berpikirnya. Semakin berkembang kemampuannya, semakin doi menutup aurat 🙏.



Outfit-nya Bella cakep-cakep yaini, perpaduan antara victoryan style, fantasi dan steampunk. Aku paling suka outfit-nya Bella saat berada di kapal, kombinasinya memang nggak nyambung-nyambung banget sih namun tetap enak dilihat 😍. Sinematografinya mah nggak usah ditanya, sungguh sangat eye pleasing, bahkan scene absurd sekalipun terasa indah dan bikin betah nontonnya.

Kalau kalyan ada waktu luang kusarankan kalyan nonton Poor Things, dengan catatan: jauhkan dari jangkauan anak-anak ya hehe.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu film Abadi Nan Jaya atau The Elixir dirilis di Netflix, tadinya aku mau cek ombak dulu eh ternyata malah hanyut bacain twitwar. Gileee... (bukan Jule ya) nggak bisa dibiarkan ini, harus ikut nimbrung😁. Aku nonton film Abadi Nan Jaya via smartphone yang mana bikin pengalaman nontonku terasa kurang optimal, tapi isokay laya... karena di rumahku mah nggak pake smart TV, pakenya TV kabel *angkatan lama 😅.

Jujur aku kepikiran dengan komentar netizen yang menyebut film Abadi Nan Jaya sebagai film zombie bloon, separah itukah filmnya? 😅 Biar nggak penasaran, kuy marki-try... Aku nonton film Abadi Nan Jaya ini dua kali, kali pertama nonton sendiri sebelum tidur, kali kedua nonton berdua dengan Widy di mobil (karena mama dan mantemannya lagi botram di ruang tengah *menolak tuwa).

Oh ya, aku pernah bikin post 5 Film Zombie yang Menghibur (bisa dibaca di sini).

Sebagai sinefil amatir, ada masanya aku suka nonton film dan serial bertema zombie, dari yang serius sampai yang nggak serius (macem yang penting ada dulu deh, urusan rame atau nggak mah terserah 😂). Saking sukanya nonton aku udah berada di tahap nggak keberatan makan sambil nonton adegan berbau amis, padahal aku tipe orang yang geuleuhan. Yaudalaya... biarin aja, mungkin mbnya lagi tertekan 😢.

Memang sebelumnya udah ada film dan serial bertema zombie, namun yang benar-benar mengantarkan zombie masuk pasar Asia adalah film Train To Busan (2016). Sayangnya Peninsula (2020) nggak berhasil bikin kita kembali merasakan ketegangan yang tercipta saat para zombie merangsak dengan cepat. Yha~bedanya zombie eropa dan asia tuh ini ya, gerakannya lebih cepat, cenderung agresif dan wajahnya full pake SFX *catat.

maap nggak di-sensor, writer-nim lagi mager 

Setelah bertahun-tahun nonton The Walking Dead akhirnya aku menyerah... nggak kuwat euy alur ceritanya udah ngalor ngidul, apalagi aku udah nonton Kingdom, udahlah... bye😁. Kingdom adalah serial zombie dari Korea dengan setting abad ke 17 (Joseon), so far Kingdom berhasil melampaui batas ekspektasiku akan zombie asia. Writer-nim berhasil mengekstraksi konsepnya secara apik sehingga kita faham alur ceritanya dari hulu ke hilir.

Kupikir pemilihan judul Abadi Nan Jaya ini udah cukup Indonesia dan mewakili zombie yang konsepnya what is dead may never dies #randomcrossover. Aku pun penasaran dengan treatment yang akan Kimo Stamboel lakukan untuk menciptakan zombie di negara tropis yang tricky. Well... Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Abadi Nan Jaya yang belakangan ini menghangatkan feeds social media-ku.

***

Abadi Nan Jaya bercerita tentang drama keluarga pemilik pabrik jamu Wani Waras yang berada di ujung tanduk. Sebagai kepala keluarga, Dimin (Donny Damara) masih keukeuh mempertahankan Wani Waras meski kedua anaknya, yakni Kenes (Mikha Tambayong) dan Bambang (Marthino Lio) menentang. Hubungan orang tua-anak ini diceritakan nggak coy sejak awal, Kenes jengkel karena Dimin menikahi Karina (Eva Celia) - bestie-nya sendiri, sedang Dimin jengkel karena Bambang 'nggak dewasa'.

Saat Kenes, Rudi (Dimas Anggara) dan Raihan (Varien Arianda Calief) mengunjungi rumah Dimin guna membahas nasib Wani Waras, Dimin menggunakan kesempatan tersebut untuk mendemonstrasikan formula baru jamu awet mudanya, yakni Abadi Nan Jaya. Hasilnya bikin mereka semua takjub. Dimin pun percaya Abadi Nan Jaya bisa menyelamatkan Wani Waras yang berada di ujung tanduk.

Dimin dan bayi-bayinya

mereka berdua pernah nonton film zombie nggak sih? 

Di tengah perseteruan keluarga ini tetiba Dimin ambruk (dan mulai bertransformasi) jadi zombie, mereka semua panik dan meminta pertolongan. Keadaan bertambah ruwet saat Dimin mulai menginfeksi para pegawai yang mana bikin seisi rumah berhamburan kesana kemari. Untung Karina sempat ganti baju ya, kalau nggak mah repot banget pastinya berlarian sambil pake dress, warna putih pula 😅.

Sebelum minum Abadi Nan Jaya, ada scene Dimin dan tumbuhan kantong semar yang mewakili asal muasal senyawa zombie ini. Sejujurnya aku nggak yakin Dimin adalah satu-satunya formulator Abadi Nan Jaya. Kubilang begini karena sample Abadi Nan Jaya diantarkan oleh kurir ke rumah Dimin, yang artinya Abadi Nan Jaya ini diformulasikan di tempat lain. Pertanyaannya, siapakah pengirim sample Abadi Nan Jaya? 😶.

keluarga disfungsional ala Abadi Nan Jaya

Raihan saat melihat transformasi Dimin jadi zombie

Meski UMKM, kalau statusnya udah pabrik mah pasti punya tim R&D yekan... yang bertanggungjawab untuk menguji kelayakan produk. Kalau udah tahap sample berarti udah approve ya, apalagi sampai dikirim kepada Dimin dan relasinya, Santoso (Willem Bevers) dan Grace (Karina Suwandhi). Karena hal ini aku sempat mengira suspect pertama pasti berasal dari tim R&D Wani Waras, eh ternyata malah Dimin. 

Timeline ceritanya satset ya, cuma semalam aja, yaiyalah ngapain lama-lama 😁. Selain keluarga Wani Waras, ada Rahman (Ardit Erwandha) dan Ningsih (Claresta Taufan) yang mengakhiri kisah cintanya sedyangdut mungkin. Macem I just want to be with you till he end of time. Boro-boro sedih yang ada aku malah geli sendiri nontoninnya 😂. Eh, kalyan geli juga nggak sih? *kepo.

kasihan banget bapak muadzin *ytta

yang di dalem 😭

Sepanjang durasi aku terenyuh dengan keluguan para karakter di Abadi Nan Jaya ini, bayangkan dweh... warga yang terbiasa slow living tetiba mesti gercep lari menghindari zombie, apa nggak muntab tuh. Bisa-bisanya Karina, Rudi dan Raihan minum (bahkan makan) saat dikejar-kejar zombie, pun dengan pak polisi yang sempat-sempatnya minum setelah gagal menghalau zombie. Yukata masuk angin 😂.

Mungkin karena setting-nya terlalu relate dengan keseharian aku malah lebih banyak ketawanya ketimbang tegangnya. Widy mah misuh-misuh mulu ya. Saat para zombie melahap tamu hajatan yang clueless di atas truk. Saat Kenes, Bambang dan Rahman berusaha mengambil motor namun malah dikepung zombie. Saat Karina, Ningsih dan Raihan mau kabur pake motor tapi mesti diselah dulu. Saat Karina nggak sengaja pencet klakson telolet. Sa ae nih memancing emosinya 😅.

muatan lokal Indonesia - bepergian pake truk

zombie-nya dikit karena memang warganya juga dikit

Kurasa semua semua aktor dan aktris yang terlibat udah berperan dengan baik, termasuk extras-nya yakni para zombie. Ekspresi, gestur dan penampilan visual-nya kewren ya, meski jadi extras mereka semua terus bergerak yang mana bikin suasananya terasa hidup. Saat nonton aku notice wajah mb biduan di hajatan berubah saat jadi zombie, ternyata mb biduan ada schedule manggung di tempat lain jadi digantikan oleh aktor cowok. Pantesan ya beda wkwk.

Oh ya, karakter yang bertransformasi jadi zombie macem Diman dan Rudi tetap dipake sampai akhir, karenanya nggak ada zombie yang sia-sia 👍. FYI. Zombie terpopuler di Abadi Nan Jaya adalah zombie crop top. Salut niya dengan kekompakan warga Wanirejo yang mampu menahan diri nggak posting ini itu sebelum Abadi Nan Jaya dirilis. Seru nontonin video bts dari balik kaca jendela rumah mereka hehe.

apakah kelak berasnya mengandung senyawa zombie?

😱😱😱

Tanpa bermaksud pick me, aku sangat menikmati nonton Abadi Nan Jaya ini. Dan dengan berbagai kelemahannya aku mesti mengakui bahwa untuk saat ini Abadi Nan Jaya adalah film zombie Indonesia yang paling proper. Mungkin kita perlu 1 season lagi deh untuk tahu Dimin kesambet apa sampai tetiba ngide bikin jamu awet muda pake tumbuhan kantong semar dan yha~... aku ingin tahu siapa pengirim sample Abadi Nan Jaya *penting *tolong di-notice 🙇.

Untuk teknisnya so far so nice so good, namun untuk skenarionya eym... kurang bisa menanggung beban ekspektasi netizen yang udah pernah nonton Kingdom wkwk Akhirul kalam, kusarankan kalyan nonton Abadi Nan Jaya serileks mungkin, nggak usahlah mikirin pendapat ini pendapat itu, just enjoy the show!

***

Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Adakah di antara kalyan yang main Township? Kalau ada, udah level berapa? Kalau nggak, gpp siya... hanya ingin menyapa warga sekalyan😇. Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan notifikasi dari Township Team, ternyata udah setahun niya aku jadi walikota wkwk. So far aku masih betah main Township dan belum punya game baru untuk ditekuni 😅.

Township adalah simulator game macem Harvest Moon, Farmville atau Hay Day, kalyan main juga nggak? Setelah 10 tahun akhirnya aku meng-unistall Harvest Moon di netbook karena sulit jadian heuheuheu udah pdkt sana sini namun memang belum rezeki 😅. Alhamdulillah, semua kekayaanku didapatkan dari kerja keras bagai quda tanpa cheat *ayo sini sungkem sama suhu 😉.


Tahun lalu aku ganti smartphone yekan, nah... mumpung storage-nya masih luas aku install beberapa game salah satunya adalah Township. Sejujurnya aku cap cip cup pilih game, kupilih yang rating-nya paling OK dan grafisnya cekas *penting. Sebelumnya, aku berhenti main Hay Day karena nggak kuwat dengan tone-nya yang kekuning-kuningan, siwer mata hamba 😢.

Setelah beberapa minggu main Township aku iseng tanya Widy lagi main game apa, ternyata doi main Township juga dongs. Tinggal serumah nggak menjamin penghuninya saling kenal wkwk, pantesan ya kita rajin ngampih ke kamar singhoreng teh pada main Township. Saat itu Widy level-nya lebih tinggi jadi kalau bingung aku tinggal tanya-tanya, selebihnya cari review di TikTok.


Jujur, awal main Township aku pusyinnggg... bangunan pada mangkrak, pembebasan lahan sulit dan kurang duit mulu huhu. Kalau nggak sabar menunggu panen dan kirim upeti sebenarnya ada opsi beli seasonal pass yang temanya ganti-ganti, lucu-lucu deh pokoknya. Sejauh ini aku masih bertahan dengan mode kerja keras, meski sebenarnya mupeng lihat kota sebelah yang full decorated 😍.

Yha~ aku betah main Township karena bisa mengatur layout dan dekor sana sini. Kalau soal ketekunan mah nggak usah ditanya ya, aku tekun banget.... sampai bisa meluangkan waktu seharian hanya untuk mengatur ulang layout dan memindahkan dekorasi. Biasanya aku ganti layout beberapa bulan sekali, tapi kalau lagi rajin mah bisa seminggu sekali.


Oh ya, aku tipe walikota yang realistis ya, jadi semua tata kelola bangunan kupikirkan dengan serius. Macem, lokasi tambang harus agak terpencil dan dekat dengan air, rumah-rumah warga harus punya akses jalan biar mobil bisa masuk, kantor polisi mesti satu area dengan kantor pengadilan jadi warga yang problematik bisa langsung diproses 😁.

Tim Township kewren siya, doi gercep mengembalikan grand prize bangunan paska di-complain para walikota. Pun dengan kualitas grafis yang terus update, so nice so good *chef kiss ✨👌. Yang bikinku sebel hanyalah fakta bahwa semua bangunan di Township permanen, jadi nggak bisa dipindah ke storage biar agak legaan dikit lahannya.

Kuy main Township 😉

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Photo by Anna Shvets

Hello~

Jumpa lagi dengan annual post edisi bulan Agustus, yihaaa?! 🐎 Sejak akhir bulan lalu, di rumahku udah terpasang bendera dan umbul-umbul untuk menyemarakkan hari jadi Indonesia yang ke 80. Masih hidup kan gan? wkwk 😁. Sebagai warga negara yang budiman (berbudi dan beriman), tentcunya kita tetap berusaha memelihara spirit hari jadi meski sebenarnya mah ya Allah udah malay pisan. To be honest... I still love being Indonesian, except the goverment. Do you?

***

DWIKORA

Kurasa satu-satunya yang excited menyambut bulan Agustus di keluargaku adalah mama, apalagi kalau bukan karena doi berulang tahun. Yha~ mamaku tipikal orang tua yang gemar merayakan milestone di kehidupannya, ulang tahun tumpengan, lulus kuliah tumpengan, keterima kerja tumpengan, nggak ada apa-apa juga tumpengan 😁. Kalau tahun-tahu lalu kita merayakan pake kue lemon, tahun ini kita merayakan pake kue kartun *cmiiw. Alhamdulillah kita semua masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat.

GAIRAH YANG REDUP

Ketimbang tahun-tahun lalu, kurasa bulan Agustus tahun ini terasa kurang bergairah, apakah kalyan merasakan hal yang sama? Iklim politik yang pancaroba mulu berimbas pada kinerja pemerintul yang menghadeh, menciptakan situesyen yang mendorong perekonomian hingga ke tepi jurang. #agustuscore masih ada namun udah nggak semeriah biasanya, perhatian kita lebih tersita pada pejabat publik yang gemar mempermalukan diri sendiri 😡.

MULYONO, MULYANI, MULYADI

Let me introduce you to the most popular trio on (my) social media.

MULYONO

Perkembangan kasus ijazah palsu ini udah macem perkembangan cerita sinetron stripping, sungguh sangat ecapwek dwehhh... Ketimbang ribut mencari kebenaran dari kasus ijazah Jokowow, kenapa nggak langsung tanyakan aja ke partai yang mengusungnya dulu, kuyakin merekalah yang paling tahu mengenai perkara ijazah ini 🤔. Jujur, konsep Roy Suryo yang ceunah mah pakar telematika tapi pernah bikin meme nggak etis ini bikinku mempertanyakan kredibilitasnya.

MULYANI

Kagak faham hamba hal apa gerangan yang mengejar-ngejarnya sampai rajin malakin rakyat jelita. BU banget yu teh? Sebenarnya yang bikin kita malay bayar pajak tuh karena sasaran yang nggak tepat guna, macem menggaji anggota DPR yang nggak produktif nan problematik atau meng-hire buzzer untuk memperbaiki citra chitato. Aksinya menaikkan dan menurunkan PPN di pergantian tahun tentcunya bikin segenap tax officer meradang, yha~ trending topik pembukai tahun 2025 adalah misuh-misuh perkara PPN.

MULYADI

Aku tahu KDM gegara mama sering share video-nya di WAG keluarga, awal-awal nonton tuh macem: naon sih ieuuu... Untukku, nonton mantan pejabat publik yang blusukan dan berinteraksi dengan warga kurang menarik *yha~ aku bukan market-nya 😅. Keputusan KDM mempublikasikan akivitasnya bikinku khawatir doi nggak akan kerja karena sibuk ngonten mulu *yang udah-udah begitu soale *ealah *siapa sih ini *pura-pura lupa 😅. Ternyata pendekatan populisnya terbukti efektif untuk merangkul warga yang sebelumnya berjarak dan bikin situesyen cair.

YANG TERBIT DAN YANG TENGGELAM

Kurasa salah satu alasan mengapa KDM begitu dielu-elukan oleh segenap netizen adalah karena kita kekurangan figur di Jawa Barat. Maaf banget niya, branding-nya RK mah udah luluh lantak paska persekutuannya dengan LM terungkap dan jadi berita nasional. Well.... Sejujurnya kita sih masa bodo dengan hasil tes DNA-nya, fakta bahwa doi berselingkuhlah yang bikin kita ilfil. Mau dibawa kemana karir politik yang berhamburan ini... Eh iya, aku tuh nungguin kelanjutan dari kasus BJB-nya, kok belum ada ya? 🤔.

MEMANTIK SARI PATI

Di pertengahan bulan Agustus warga Pati kompak menolak kenaikan PBB-P2 sebesar 250% yang digagas oleh bupati Sadewo. Ketimbang berdiskusi dan menanggapi keresahan warga yang lagi seret, doi malah menantang balik, yaiyalahhh... ditanggapi 😅. Yang bikinku nggak habis pikir doi dengan percaya diri menolak mengundurkan diri dari jabatannya, belum balik modalkah yu? Berkaca dari sejarah, Pati memang memiliki riwayat panjang dengan pajak dan kesewenangan. Aksi warga Pati ini berhasil memantik semangat warga dari daerah lain untuk melakukan hal yang sama.

UPDATE
Warga Pati otw ke KPK untuk melaporkan bupati Sadewo yang disinyalir melakukan tindak pidana.

TRIAS POLITICA

Just in case kalyan udah lupa, sebagai negara demokrasi Indonesia membagi kekuasaan menjadi 3 cabang yakni:
- lembaga eksekutif (presiden/perdana menteri): melaksanakan kebijakan publik, administrasi negara dan penegakan hukum.
- lembaga legislatif (MPR/DPR/DPD): membuat undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan.
- lembaga yuridikatif (MA/MK/KY): menjalankan pelaksanaan undang-undang (termasuk menegakkan atau mengadili para pelanggar hukum).

Tujuan trias politica adalah untuk mencegah kekuasaan absolut sekaligus check and balace, jadi ketiga lembaga ini bisa saling mengawasi demi menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Pertanyaannya, bisa nggak nih ketiga lembaga ini bekerja sama tanpa menyelipkan kepentingan partai? Kubilang begini karena yang udah-udah ketiga lembaga ini malah bersekongkol mengkhianati rakyat jelita. Kan asyemmm... 😭.

FINDING SAHRONI

Semua huru hara yang tercipta di penghujung bulan Agustus ini bermuara dari cocote Sahroni saat menanggapi wacana pembubaran DPR. Hal ini tentcunya menyulut kemarahan warga +62 yang memang udah jengkel dengan kelakuan anggota DPR. Menurutku doi adalah definisi sebenarnya dari: sok petantang petenteng, giliran ditantang kaya ayam sayur lewat 😅. Bisa-bisanya ngatain rakyat tolol, begitu diajak debat oleh mb Salsa malah ngacir ke Singapura. Cemen.

UPDATE
Saat ini giliran diaspora Singapura yang piket, cari Sahroni sampai ketemu

MELEBUR EMOSI

Menonton video penjarahan rumah Sahroni bikinku spechless, karena... wow... apakah doi merasa dirinya Tony Stark? 🤯. Melihat koleksi action figure-nya dimutilasi dan dijadikan properti foto, mengingatkanku pada koleksi action figure-nya Zumi Zola yang bikin doi kena kasus. Kurasa rakyat jelita cukup bersenang-senang di rumah Sahroni, mereka berhasil memuaskan rasa penasaran akan barang-barang yang dibeli kalau uang bukan masalah. Barang-barang yang masuk katagori sungguh sangat berharga tentcunya udah diamankan duluan ya, yang ada di rumah mah sisa aja.

BARE MINIMUM

Penemuan ijazah sekolah Sahroni dengan nilai rerata 6 dan 7 bikin kita menyadari the bitter truth, bahwa nggak perlu nilai tinggi untuk menapaki tangga kejayaan. Hal ini tentcunya bikin kita makin mantips menuntut penetapan bare minimum untuk anggota DPR, di antaranya (minimal) lulus S2 dan nilai TOEFL 500. At least dari jenjang pendiikan yang pernah diambil kita jadi tahu doi tuh expert di bidang apa . Percayalah... nggak semua anggota DPR bisa bahasa Inggris, makanya doi pake asisten mulu. 

PR CRISIS

Seperti yang udah kubilang di post Agustusan, para pejabat publik butuh tim PR untuk mengkomunikasikan maksud dan tujuannya, biar nggak blunder mulu. Nggak usah jauh-jauh deh, saat si Syahroni mengklarifikasi maksudnya ngatain rakyat tolol dengan: iya, tolol itu maksudnya pinter. Hah? Hah? Hah? Benar apa kata netizen, Rajin pangkal Salsa, malas pangkal Syahroni. Tunjangan komunikasi, ketimbang dipake untuk meng-hire buzzer, mending dipake untuk ikut kelas public speaking, public relation, presentation atau apa kek untuk meng-upgrade skill.

KITA SEMUA SAMA DI MATA TUHAN

Semua orang yang kerja pasti punya jabatan, mau itu jadi cleaner, staff, supervisor, PA atau owner. Yang membedakan adalah kita swasta, yu pemerintul. Untukku, jabatan itu berlaku hanya di jam kerja, di luar jam kerja mah kita kembali jadi rakyat jelita. Makanya kadang suka heran kalau ada yang bawa-bawa jabatan saat berseteru, macem... naon sih maneh wkwk. Udah saatnya kita mengingatkan pejabat publik pada fitrahnya yakni melayani kepentingan publik.

REGENERASI

Beberapa tahun yang lalu salah satu temanku pernah bilang: kalau mau Indonesia maju, kita harus bisa melenyapkan generasi di atas kita. Yha~ udah saatnya pejabat publik beregenerasi, semakin lambat proses regenerasi akan semakin banyak masalah yang timbul. Salah satu alasan mengapa kita nggak pernah cocok dengan pemerintul karena frekuensi yang berbeza. Zaman udah berubah coy. Meski udah berusaha melakukan pembaharuan dengan meng-hire staff gen-Z, tetap nggak akan berhasil selama atasannya nggak diganti 😅. Regenerasi adalah proses alami untuk mempertahankan organisasi, pensiun mah healing atuh bukan ngerecokin.

***

Beberapa hari ini muncul seruan untuk menandai rang-o-rang yang nggak 'mengambil peran' di social media dan memilih untuk diam. Well... FYI, diam itu (c)emas 😅. Kurasa kita udah cukup dewasa untuk saling memahami bahwa nggak semua hal mesti berjalan sesuai yang kalyan mau. Hanya karena aku jarang (atau malah nggak pernah) me-repost posting-an tentang demo, pejabat publik X rakyat jelita, brave pink-hero green atau 17+8 bukan berarti aku tone deaf dan nggak faham dengan apa yang terjadi saat ini. Yha~kalau nggak faham nggak mungkin dongs aku bikin post ini 😅.

Aku hanya memilih audience-ku.

***
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copying any content from this blog without permission. Please let me know if your privacy has been violated through the content or find something that needs to be credited correctly.

Note

My post may contain affiliate links, which means I will earn a commission if you buy through the link. There is no compulsion as we have different preferences and needs. Thank you :)

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2025 (32)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ▼  Dec (2)
      • Mengkalibrasi Rasa
      • Recap Drakor 2025 part 2

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates