Dangal

by - 20.4.18



Selain film-film vampire mandarin di hari sabtu siang, masa kecilku pernah diisi oleh telenovela dan film-film India yang dangdut abis. Pokoknya, setiap kali nonton TV sepulang sekolah pasti nemu channel yang menayangkan film India, mau itu yang seri atau sekali tamat, termasuk diantaranya Kuch Kuch Hotta Hai, Mann dan Nagin. Selalu ada scene inspektur Vijay mengejar penjahat sambil bawa pistol atau scene nyanyi sambil lari-larian bawa selendang  berkibar-kibar diantara pepohonan.

#meanwhileinindia part nyanyinya lebih cetar ketimbang alur ceritanya haha πŸ˜‚πŸ˜

Tapi itu dulu ya ... kini industri perfilman India sudah berbenah dan menghasilkan banyak film berkualitas, yang sayangnya belum sempat ku tonton. Film India ter-uptodate yang kutonton adalah 3 Idiots dan My Name Is Khan, selainnya, hanya menonton ulang film-film lawas India yang ditayangkan di TV. Film seri nggak termasuk ya ... ku KZL liat drama hidupnya Ichah vs Tafasya + Damini + si nenek yang  susah banget kelarnya 😭😭😭

Pertama kali tahu film Dangal ini dari tweet-nya @ikanatassa hampir 2 tahun yang lalu, dan berhubung ku sadar di Subang nggak ada di bioskop jadi Cuma bisa mantengin review-nya di akun moviegoers, Yawla ... sebegini kurang hiburannya ya Subang. Kalau baca dari review-nya film Dangal ini bagus nggak bikin bosan meski berdurasi 2 jam lebih, wajar sih lama ... karena hampir semua film India mengawali ceritanya dengan kelahiran πŸ‘Ά.

Secara garis besar film Dangal ini menceritakan tentang cita-cita dan ambisi seorang ayah akan olahraga gulat, ya, Dangal adalah bahasa Hindi untuk gulat. Filmnya sendiri bergenre family drama + sport, alur ceritanya pun terbilang lengkap, ada sedihnya, bahagianya, ada ngenesnya, ada gemesnya, ada keselnya dan ada deg-degannya. Dan seperti film-film ber-genre sport pada umumnya yang dibuat inspiratif, sulit rasanya untuk nggak terharu 😹.

Mahavir Singh Phogat (Amir Khan) adalah seorang mantan pegulat yang memilih untuk banting stir menjadi pegawai kantoran demi menghidupi keluarganya, kurang lebih beginilah nasib para atlet di kehidupan nyata ... nggak peduli seberapa berprestasinya, ujung-ujungnya selalu dihadapkan pada urusan perut. Harusnya pada punya DPLK nih haha 😻

BTW, opening film Dangal ini syungguh sangat memorable yha~ ... ehehe Kapan lagi coba liat cowok-cowok kekar bercawat dan berkumis ala Bahadur pamer body diiringi lagu berlirik “Dangal ... Dangal ... Dangal ...” Kan jadi bimbang ... antara terkesima, tergelitik dan ternganga πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚Temen-temenku yang diliatin opening film Dangal ini malah melongo lah, saking bingungnya nggak tahu mau ngomong apa ...πŸ˜•


Mahavir yang mengharapkan anak lelaki di keluarganya harus kecewa karena keempat anaknya adalah perempuan, ia terpaksa mengubur impiannya untuk mengajarkan anaknya gulat dan menjadikannya sebagai juara. Seiring berjalannya waktu, hari-hari suram Mahavir lambat laun mulai berseri lantaran kedua anak perempuannnya yaitu Geeta Kumari Phogat (Zaira Wasim) dan Babita Kumari Phogat (Suhani Bhatnagar) mulai menunjukkan ‘tanda-tanda‘ pegulat.

Alih-alih mendidik Geeta dan Babita sebagaimana anak perempuan lainnya, Mahavir melatih Geeta dan Babita untuk menjadi pegulat. Bukan hanya istrinya yang menentang keputusan Mahavir, tetangga pun ikut bergunjing, tapi ya bisa apa ... komentar, kritik dan saran mereka hanya ‘numpang lewat’ di telinga Mahavir. Geeta dan Babita pun hanya bisa pasrah dengan nasibnya saat ini.

Di India sendiri gulat adalah olahraga yang cukup populer seperti halnya sepakbola di Amerika latin namun kurang terdengar gaungnya, iya sih, aku juga baru tahu gulat adalah olahraga populer di India dari film Dangal ini, dikira Cuma kriket doang yang eksis.

Dalam menjalani latihannya, Geeta dan Babita ditemani oleh Omkar (Aparshakti Kurana) sepupu lelakinya sekaligus narator di film Dangal ini. Meski awalnya ogah-ogahan lama kelamaan mereka menikmati latihannya. Mengawali karir sebagai pegulat di pertandingan antar desa, Geeta dan Babita mulai memenangkan berbagai macam pertandingan namun tetap belum cukup menyurutkan ambisi Mahavir.

Setelah memenangkan pertandingan tingkat nasional, Mahavir keukeuh ingin anak-anaknya memenangkan pertandingan tingkat internasional. Hadehh babehh ... 😫Mereka yang gulat, bapaknya yang ambisius kok kenapa aku yang capek yha~ ehehe Tapi salut sih dengan kegigihan Mahavir yang all out dalam melatih Geeta dan Babita, Omkar juga ya ... sebagai asisten pelatih yang saban hari dimarahi Mahavir.

Film Dangal ini adalah biopic dari perjalanan Geeta dan Babita untuk mewujudkan mimpi Mahavir; memenangkan pertandingan gulat internasional. Semua perjuangan mereka akhirnya terbayar meski harus mengalami berbagai halangan dan rintangan. Mahavir mampu membuktikan bahwa ambisinya benar-benar berbuah manis dan mampu membawa perubahan bagi lingkungannya, termasuk di dalamnya meningkatkan awareness masyarakat India terhadap olahraga gulat.


Meski di awal film kita akan melihat Geeta dan Babita berjuang bersama-sama, di pertengahan film pembagian porsi karakter akan dikerucutkan pada karakter Geeta saja. Babita ada, namun porsi karakternnya hanya sebagai pelengkap karakter Geeta bukan berdampingan seperti di awal film. Mungkin Disney juga agak kewalahan ya kalau mesti menceritakan keduanya, mesti dibuat part 1 dan part 2 kaya film Hunger Games; Mockingjay.

Ada banyak issue yang ditampilkan di film Dangal ini, diantaranya adalah kesetaraan gender dan peran seorang lelaki dalam keluarga. Terkesan too good to be true karena pesan moralnya disisipkan terlalu sering, tapi balik lagi ya ... kan ini film dan ciri khasnya filmnya Disney ya yang seperti itu.

Entah mesti digendutin berapa kilo, tapi Aamir Khan cucok bangetlah jadi Mahavir yang jidatnya kerang kerung  mulu, Geeta dan Babita waktu masih kecil nggak kalah ngegemesin meski waktu udah dewasa tetep keliatan lebih cakep daripada yang seharusnya. Scene tetangga yang sotoy di opening juga nggak kalah menarik, alangkah miripnya dengan Indonesahh ... hallahh ... hallahh ...

Dulu aku nggak ngerti sama sekali dengan olahraga gulat, paling liat di eskul-eskulnya film barat remaja dan itu pun Cuma selingan belaka. Setelah nonton film Dangal ini agak-agak ngertilah dikit karena (film ini) dibawakan dengan cukup enak, kita jadi nggak bosan dan mengamati terus tanpa ingin dicepet-cepetin. Terutama untuk scene pertandingan gulatnya, pengambilan angle-nya juara dongs, tapi yang paling penting film Dangal ini menggunakan native language bukan Bahasa Inggris jadi lebih dapet feel-nya.

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa diceritakan dari film Dangal ini, banyak ya ... saking banyaknya ku jadi lupa ehehe Eh iya, ada nyanyi-nyanyinya kok tapi nggak pake nari-nari, nggak masalah sih karena ku malah gagal fokeus bacain liriknya ehehe  ❤❤❤ So, kalau kamu ada waktu tontonlah Dangal niscaya kamu akan percaya bahwa film India bukan melulu tentang scene nyanyi sambil lari-larian bawa selendang berkibar-kibar diantara pepohonan.

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.