Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Hello~

Semoga kalyan masih semangat di penghujung tahun ya 😁. Fyi, hampir seminggu ini aku mengalami flu dan batuk, udah minum obat dan istirahat namun belum jua pulih. Karenanya aku mengurangi aktivitasku dan put less effort on evertyhing, repot tcoy mana cuaca sungguh sangat labil tetiba hujan, tetiba panas, tetiba gerimis, tetiba lembab. Sambil menunggu obat yang kuminum bereaksi biasanya aku nonton, dan kemarin aku rewatch The Lord of the Rings trilogy.

The Lord of the Rings adalah film ber-genre fantasi yang populer di era 2000an yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya J. R. R. Tolkien. Sayangnya, aku nggak punya pengalaman nonton The Lord of the Rings di bioskop karena sedang sibuk belajar nahwu dan shorof HAHAHA *kibas hijab 😎. Aku baru tahu The Lord of the Rings malah dari Cinemags (yang diselundupkan ortu demi anaknya betah di pesantren 😁), saat baca artikel proses kreatif bts-nya aku terpukau dengan CGI-nya yang wow keren.

Aku nonton The Lord of the Rings beberapa tahun setelahnya dari TV kabel, pertama kali nonton tuh rasanya nggak mau ngedip deh pokoknya wkwk 😂. Salah satu kelebihan pake TV kabel tuh film yang ada lanjutannya pasti ditayangkan berurutan, macem hari ini Divergent, besok Allegiant, lusa Insurgent. Jadi kita bisa nonton marathon asal tahu jadwalnya, rotasi filmnya random sih tapi so far variatif kok. Kalau kalyan belum punya smart TV namun ingin nonton film yang OK, opsi TV kabel ini layak dipertimbangkan 😉.

Selain menulis The Lord of the Rings, J. R. R. Tolkien menulis The Hobbit yang juga diadaptasikan menjadi film namun dipecah menjadi trilogy. Kedua trilogy tersebut disutradarai oleh Peter Jackson sedang untuk series-nya disutradarai oleh beberapa sutradara (aku belum bisa kasih review-nya masih otw nonton soale 😅). Diantara semua bukunya J. R. R. Tolkien aku cuma punya The Lord of The Rings: The Two Tower, menyesal nggak beli semuanya karena cover versi terbarunya udah beda konsep.

***

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (versi buku 1954, versi film 2001)
The Lord of the Rings: The Two Tower (versi buku 1954, versi film 2002)
The Lord of the Rings: The Return of the King (versi buku 1955, versi film 2003)
*bisa ditonton via layanan streaming

The Hobbit (versi buku 1933)
The Hobbit: An Unexpected Journey (2012) review
The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013) review
The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014) review
*bisa ditonton via layanan streaming

The Lord of the Rings: The Rings of Power season 1 (2022)
The Lord of the Rings: The Rings of Power season 2 (2024)
*hanya bisa ditonton via Amazon Prime

***

Ada banyak universe yang sambung menyambung menjadi satu dalam sinema, salah satunya adalah Marvel Cinematic Universe, salah duanya adalah Star Wars Universe dan salah tiganya adalah Salatiga *muatan lokal 😅. Untuk mempersingkat intro, mari kita menuju ke Middle Earth Universe di mana fabel, mitos dan sage melebur dalam fiksi. Kalau J. K. Rowling membawa kita pada pesona magisnya dunia sihir, maka J. R. R. Tolkien akan membawa kita pada indahnya hikayat fantasi.

The Lord of the Rings memberikan influence yang besar dalam budaya pop, bahkan beberapa penulis terang-terangan menyebutkan The Lord of the Rings sebagai inspirasinya. Salah duanya adalah George R. R. Martin (seri The Game of Thrones) dan Christopher Paolini (Eragon, Brisingr dan Inheritance). Meski banyak catatan kaki dan info kurang penting, aku suka peta middle earth dan ilustrasi mini yang mereka sematkan karena mempermudah mengolah imajinasi.

OK. Biar nggak blah bloh teuing, markimul review The Lord of the Rings dengan menjawab FAQ-nya.

ADA APA DENGAN CINCIN?
Di masa lalu elf bikin 19 cincin sakti mandraguna yang dibagikan pada para pemimpin di middle earth, konsepnya ala-ala cincin persahabatan gitu *sotoy 😅. 9 cincin untuk bangsa manusia, 7 cincin untuk bangsa kurcaci dan 3 cincin untuk bangsa peri. Salah satu penyihir pembuat cincin adalah Sauron, doi berkhianat dengan bikin 1 cincin master yang bisa mengendalikan semua cincin (dan pemakainya). Hanya ada satu cara untuk menghancurkan cincin ini yakni dimasukkan ke lahar gunung Doom, makanya Sauron bikin benteng di sana.

KENAPA SAURON HANYA MEMILIKI SATU MATA? APAKAH DOI DAJJAL?
Saat Isildur berhasil mengambil cincin tersebut dari Sauron, raganya hancur namun jiwanya tetap utuh dan terikat pada cincin (macem Voldemort dan horcrux-nya). Dengan sisa kekuatannya, Sauron hanya mampu mengambil wujud mata tanpa kelopak yang terus menerus men-scan middle earth demi menemukan cincinnya. Ia juga nggak ingin ada menyebut namanya dan menciptakan julukan The Eye layaknya you-know-who.

GOLLUM ASLINYA MAKHLUK APA?
Smeagoll aslinya adalah hobbit macem Frodo, Smeagoll dan sepupunya Deagol menemukan si cincin saat sedang memancing di sungai. Bisikan si cincin bikin Smeagol khilaf dan menghilangkan nyawa Deagol, meski menyesali perbuatannya Smeagol malah makin kameumeut sama si cincin. Saat ngomong sendiri kadang Smeagol menyebut dirinya sebagai 'kita' karena masih merasa Deagol bersamanya. Oh ya, dia disebut Gollum karena suaranya yang serak-serak jibreug.

***

Markimul review The Lord of the Rings yang sesungguhnya... 😁.

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring

Bercerita tentang Frodo Baggins (Elijah Wood) yang mewarisi si cincin dari pamannya, Bilbo Baggins (Ian Holm). Gandalf (Ian McKellen) pun menyuruh Frodo untuk segera kabur karena Nazgul otw mencarinya di Shire. Frodo ditemani oleh Samwise "Sam" Gamgee (Sean Astin), Meriadoc "Merry" Brandybuck (Dominic Monaghan) dan Peregrin "Pippin" Took (Billy Boyd). Para hobbit ini ditolong oleh The Stridder aka Aragorn (Viggo Mortensen) dan diantarkan ke Rivendell.

Setelah rapat antar bangsa diputuskan bahwa Frodo dan kengkawan mengantarkan si cincin menuju gunung Doom. Mereka adalah; Sam, Merry, Pippin, Gandalf, Aragorn, Boromir (Sean Bean), Gimli (John Rhys-Davies) dan Legolas (Orlando Bloom). Kesembilan pembawa cincin ini menghadapi berbagai rintangan, termasuk jebakan yang disiapkan Sauron di tambang Moria. Di tengah perjalanan mereka dibuntuti oleh Smeagoll (Andy Serkiss), sumvah tiap kali doi ngomong 'my precious' bawaannya ingin nendang 😂.

Di antara kesembilan pembawa cincin tentcunya aku paling sebel sama Boromir karena doi kurang bisa menahan hasratnya untuk memiliki si cincin. Meski begitu karakter Boromir ini paling merepresentasikan kita sebagai manusia yang imannya labil, kadang kuat, kadang lemah, kadang kiding 😁. Scene favorite-ku adalah saat air sungai yang dijampi-jampi Arwen (Liv Tyler) berubah jadi sekawanan kuda yang menerjang para Nazgul. Wow kewren 😎.

Cinta beda dunia ala Aragorn dan Arwen tentcunya bikin bapake Elrond (Hugo Weaving) puyeng tyada duwa, mana dyangdut mulu nih si Arwen wkwk. Legolas mah nggak usah dipertanyakan lagi, a complete package of kecengan halu-halu babu, aku padamu bwang. The Lord of the Rings ini ditutup dengan keberhasilan mereka keluar dari tambang Moria dan melanjutkan perjalanan menuju gunung Doom.


The Lord of the Rings: The Two Tower

(masih) bercerita tentang sembilan delapan pembawa cincin yang mesti tercerai berai gegara diserang Uruk-Hai. Frodo dan Sam melanjutkan perjalanan menuju Mordor via Smeagoll. Sedang Aragorn, Legolas dan Gimli mengejar Uruk-Hai yang menawan Merry dan Pippin. Boromir meninggal saat menyelamatkan Pippin dari Uruk-Hai, jasadnya dilarung di sungai dan kelak ditemukan oleh adiknya, Faramir (David Wenham).

Aragorn, Legolas dan Gimli bertemu dengan pasukan Rohirrim yang dipimpin oleh Eomer (Karl Urban) yang merupakan keponakan Raja Theoden (Bernard Hill). Nun jauh di sana Merry dan Pippin bertemu dengan Treebeard yang marah karena Saruman (Christopher Lee) merusak hutan. Menyadari para pembawa cincin berkumpul di Edoras, Sauron pun memerintahkan pasukannya untuk menyerang Helm's Deep. Sayangnya meski udah digabung dengan pasukan peri, pasukan Edoras mereka tetap kalah jumlah.

Gregetan banget rasanya meihat evakuasi warga ke Helm's Deep berjalan selow, hayu atuh gaes... geura ngampih 😭. Kalau kalyan pernah nonton Game of Thrones, nah, Battle of Helm's Deep ini mirip dengan Battle of The Bastards. Tyda pernah terbayangkan bahwa pesona aki-aki bisa semenyilaukan ini 😂. Oh ya, Eomer punya adik perempuan bernama Eowyn (Miranda Otto) yang diam-diam naksir Aragorn, mon maap... kali ini giliran penonton yang puyeng haha.

Gandalf dan Saruman tadinya adalah bestie dengan visi misi yang sama, Saruman adalah penyihir putih sedang Gandalf adalah penyihir abu-abu. Mungkin karena melihat Sauron lebih berprospek menguasai middle earth, makanya Saruman merapats dan berharap mendapat potongan kue kekuasaan *kaya di mana gitu ya? 😅. Oportunisnya Saruman udah macem politikus masa kini, yang if you can't beat 'em, join 'em.


The Lord of the Rings: The Return of the King

(masih) bercerita tentang delapan pembawa cincin yang kini bersiap menghadapi serangan Sauron. Slow but sure, Smeagol berusaha menghasut Sam agar selangkah lebih dekat dengan Frodo. Setelah kekalahan di Helm's Deep, Sauron mengalihkan sasarannya ke Gondor yang dipimpin oleh Denethor (John Noble) yang masih berduka atas kematian Boromir dan Faramir. Untuk mempersiapkan pertahanan, Gandalf dan Merry diam-diam menyalakan suar untuk meminta bantuan para sekutu.

Bahkan dengan semua bantuan yang ada, pasukan mereka masih kalah jumlah. Saat itulah Elrond memberikan pedang Narsil milik Isildur dan menyarankan Aragorn untuk meminta bantuan pasukan kematian. Bahkan untuk ukuran masa kini scene peperangannya masih OK terutama oliphaunts-nya. Yuyur aku setuju dengan pendapat Gimli yang ingin mendayagunakan pasukan kematian untuk peperangan selanjutnya, sayang aja gitu kalau cuma dipake sekali #mendangmendingclub.

Sebagai manusia tenctunya aku kagum dengan stamina para pembawa cincin ini, yu bayangkan... perang 5 hari berturut-turut tapi nggak semaputs tuh gimana konsepnya coba? Mana tidurnya pada ngampar, apa nggak pada encok pegel linu 😅. Lega banget rasanya saat Eowyn dan Faramir tiba-tiba ketemu, tyda sanggup euy membayangkan Eowyn patah hati ditinggal kewong Aragorn dan Arwen yang akhirnya memilih jadi makhluk fana.

Aku suka scene saat Smeagoll dan si cincin jatuh dalam lahar gunung doom, tyda siya-siya effort doi demi si precious teh. Mungkin karena ada banyak karakter dan kejadian aku merasa Frodo nggak sespesial martabak, meski di beberapa momen doi memang mendapatkan treatment khusus. Karakter favorite-ku tenctu adalah Legolas, tyda banyak cingcong namun slay~.


***

Ketimbang versi bukunya aku lebih suka versi filmnya, kewren aja gitu 😁. Ada banyak alasan mengapa kalyan mesti nonton The Lord of The Rings trilogy at least sekali seumur hidup, Orlando Bloom in his prime adalah salah satunya 😂. Sekarang aku otw nonton The Lord of the Rings: The Ring of Power yang merupakan prekuel dari trilogy-nya, so far masih stuck di season 1.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Pertengahan tahun lalu aku sempat baca post The Bravery to be Seen Trying: Updated Bucket List Before 36 di blog ByPuty. Setelah baca aku langsung mencari-cari post yang sekiranya mirip-mirip dan belum sempat di-review 😁. Dan aku menemukannya di post 2015 Here I Come yang ku publish sekitar 10 tahun yang lalu.

Kupikir ketimbang bucket list, list tersebut lebih cocok disebut to do list siya karena goals-nya jangka pendek semua. Yha~ saat itu aku memang lagi stuck paska mengalami fase quarter life crisis yang 'agak berbeza', makanya udah nggak berani bermuluk-muluk menyusun goals jangka panjang. Yaudalaya... Marki-view to do list-ku 10 tahun yang lalu.

***

1. Praying more
Salah satu alasan mengapa aku terus berdoa adalah karena aku nggak tahu jarak yang terbentang antara aku dan tujuanku, mungkin masih jauh, mungkin udah dekat atau mungkin... apa sih yang nggak mungkin 😇.

2. Have a good job and good salary
Udah pernah tercapai. Sekarang otw lagi.

3. Saving money
Allah memberikan kita rezeki untuk dimanfaatkan 😉.

4. Travelling more
Alhamdulillah aku masih punya manteman yang mau diajak jalan, jajan dan jompo 😂.

5. Caring more
OK

6. Respect more
OK

7. Writing more
Kalyan bisa cek archive untuk mengetahui apa yang udah kutulis selama 10 tahun.

8. Reading more book, magazine and people thought
Sezuzurnya, aku lebih banyak baca caption ketimbang baca buku.

9. Go to dermatologist
Aku beberapa kali ke dokter kulit dan semua jawabannya sama, ini mah eczema... *huft.

10. Go to the eye doctor
Beberapa tahun terakhir aku melakukan cek mata tahunan di RS. Cicendo karena minus-nya udah tinggi. Cek mata tahunan ini membantuku mempertimbangkan perlu ganti lensa apa nggak sekaligus men-tracking performa mataku.

11. Go to the dentist
Di rentang 10 tahun aku udah mengalami tiga kali operasi impaksi. Operasi yang pertama bikinku menghindari dokter gigi selama bertahun-tahun. Sedang operasi yang kedua dan ketiga bikinku bersyukur ada BPJS *realistis 😅.

12. Take swimming class
Tyda tercapai karena: pandemi, nggak ada teman dan belum menemukan kelas yang OK.

13. Buy camera
Aku udah beli kamera baru #sekilasinfo.

14. Buy traveling camping equipment
Saat kuliah aku dan manteman pernah bercita-cita ingin camping sesering mungkin, karenanya kita berencana nyicil perlengkapannya sedari dini. HAHAHA lupakan semua itu bestie! Sekarang mah kita sewa aja atau glamping sekalian.

15. Attending my friends and relation invitations
Selama hiatus aku hampir nggak pernah menghadiri resepsi manteman dan kerabat, setelah hiatus mah yumari gaesss... Selama ada kesempatan sebisa mungkin aku akan menghadirinya.

16. Cleaning up my desk after used
Otenctcu, kan kebersihan sebagian daripada iman ✨👌.

17. Envy less
Mungkin karena 10 tahun yang lalu aku masih newbie, aku kadang merasa iri dengan pencapaian rang-o-rang (kecuali manteman ya karena kita seangkatan yang sependeritaan dan sepenanggungan 😁). Lebih ke apakah aku salah mengambil keputusan dalam hidup sehingga nggak bisa berada di tempat yang sama dengan mereka? Dipikir-pikir... lieur... 😂. Sekarang mah B aja ya, bodo amat.

18. Hating less
Pernah nggak sih kalyan merasa benci kepada seseorang sampai ingin melenyapkannya hanya dalam satu jentikan? Yha~ aku pernah. Rasanya seperti ada bebatuan yang bergemuruh di hati, menyesakkan sekaligus ingin dilepaskan. Seiring waktu akhirnya menyadari bahwa frekuensi kita nggak sama coy makanya bawaannya emosi mulu 😂.

19. Lazy less
Aku nggak malas yaini hanya butuh waktu waktu untuk me-recharge energi.

20. *secret
Sezuzurnya, aku udah lupa secret-nya tuh apa 😅*tuwir detected, mungkin saat itu aku punya keinginan yang saking deep down inside my heart-nya sampai rang-o-rang nggak boleh tahu. Semoga aja udah tercapai yaini, tapi serius sih aku masih penasaran ini secret-nya tuh apa? *bertanya pada diri sendiri *malah makin bingung 😢.

***

Me-review to do list-ku 10 tahun yang lalu menyadarkan bahwa oh ternyata aku tuh diam-diam tumbuh ya 😁. Beberapa hal mungkin udah nggak relevan namun sisanya masih layak untuk dipantau perkembangannya. Sepertinya aku akan bikin bucket list lagi deh, yang tentcunya lebih spesifik karena nggak mau lupa macem si secret 😅. Kalyan mau pada bikin nggak?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu Guillermo del Toro merilis film terbarunya yakni Frankenstein. Well... tadinya aku ingin nonton di bioskop namun menimbang aku masih minum obat yang mana bikinku ngantuk mulu 😅, aku nge-skip Frankenstein dan mencari film yang vibes-nya mirip-mirip. Ada beberapa film yang masuk list, cuma yang kebetulan ada di watchlist Letterboxd-ku adalah Poor Things, dulu aku nggak sempat nonton filmnya karena keburu turun layar.

Poor Things bercerita tentang Bella Bexter (Emma Stone) yang dihidupkan kembali oleh Dr. Godwin Baxter (Willem Dafoe) melalui cangkok otak. Untuk membantu mencatat perkembangan perilaku dan psikologis eksperimennya, Godwin merekrut mahasiswa kedokteran bernama Max McCandles (Ramy Youssef). Fyi, Bella meningal saat hamil dan entah kesambet setan mana, Godwin mencangkokkan otak janin yang masih hidup ke tubuh Bella yang udah mati.

Sampai di sini aku melongo... plot-nya fresh namun membagongkan 😆.




Meski memiliki tubuh wanita dewasa, perilaku dan psikologis Bella sesuai 'usia' otaknya. Mengkaget rasanya melihat Bella yang bertingkah macem anak kecil, makan berantakan, sulit kontrol emosi dan yang 'agak mengganggu' doi nggak mau pake baju tjoy 😭. Jangankan Max, aku aja yang nonton merasa speechless. Mungkin karena udah di-briefing, semua ART di rumah Godwin sabar banget menghadapi tingkahnya Bella.

Selama nonton Poor Things aku merasa ditendang lagi ke titik 0 penciptaan manusia. Saat masih bayi kita nggak bisa melakukan banyak hal karena keterbatasan indera dan rasa, seiring waktu kita tumbuh dan memiliki berbagai kemampuan yang sesuai dengan kapasitas tubuh. Sedang Bella, dalam 'keterbatasannya' tinggal menunggu waktu untuk menyesuaikan diri dan memegang kendali.




Untuk mempermudah pekerjaannya, Godwin berencana menikahkan Bella dan Max. Sayangnya, Bella malah kepincut pengacara culas bernama Duncan Wedderburn (Mark Rufallo) yang menjanjikan perjalanan ke Lisbon se-nyesss angin surga Mario Teguh 😏. Godwin dan Max menyadari bahwa Bella telah 'tumbuh' dan instingnya nggak bisa dibendung lagi, well... mereka akhirnya merelakan Bella pergi bersama Duncan.

Bella dan Duncan mengawali perjalanan dengan manits, namun di tengah Duncan mulai kehilangan kendali atas Bella yang mulai memahami eksistensinya. Bella menghabiskan uang Duncan karena berempati terhadap penderitaan orang lain, sialnya hal ini bikin mereka galbay dan diturunkan dari kapal di Paris. Sebagai manusia baru tentcunya Bella lebih mengandalkan naluri ketimbang nalar, makanya doi nggak masalah jadi PSK, yang penting menghasilkan uang yekan... 😅.



Setelah kepergian Bella, Godwin dan Max memberikan kehidupan baru kepada Felicity (Margareth Qualley). Entah karena kurang sabar atau memang nggak nyantol, mereka merasa kemampuan Felicity nggak bisa melampaui Bella. Makanya Max mencari Bella dan membawanya pulang ke rumah, untuk... melanjutkan eksperimen gitu ya *heu. Sedang Duncan bertemu Alfie Blessington (Christopher Abbott) yang merupakan suami sah (bukan siri ye 😁) Victoria Blessington aka Bella.

Setelah kembali ke rumahnya Bella akhirnya mengetahui alasan mengapa ia memilih mati ketimbang hidup bersama Alfie. Ia hanya ingin bebas, meski melalui jalan pintas. Dalam keputusasaannya, tuhan berwujud absurd memberikan kehidupan baru untuknya Menurutku, Bella adalah sebenar-benarnya perwujudan manifestasi Elizabeth. Yha~ kalau kata Joe Kerry mah end of beginning 😅.




Untukku, Poor Things ini mind blowing sih. Di awal kita akan dibikin kasihan kepada Bella yang diekspoitasi mulu, namun di akhir kita dibikin takjub dengan perkembangannya. Pada akhirnya Bella mampu memegang kendali atas dirinya, bahkan menyetarakan dirinya dengan cwok-cowok brengsex yang ada di hidupnya. Thanks pak Godwin. Jadi, siapa yang sebenarnya Poor Things? * yang udah nonton silakan dijawab dalam hati ya 😁.

Selama nonton Poor Things aku merasa gundah gulana gegara nggak nyaman dengan materinya yang cukup eksplisit. Lebih vulgar ketimbang dayang-dayang Suzanna dan lebih sembrono ketimbang berbagai film dengan muatan sensual. Meski begitu, aku mesti mengakui bahwa 'kepolosan' Bella merepresentasikan kemampuan berpikirnya. Semakin berkembang kemampuannya, semakin doi menutup aurat 🙏.



Outfit-nya Bella cakep-cakep yaini, perpaduan antara victoryan style, fantasi dan steampunk. Aku paling suka outfit-nya Bella saat berada di kapal, kombinasinya memang nggak nyambung-nyambung banget sih namun tetap enak dilihat 😍. Sinematografinya mah nggak usah ditanya, sungguh sangat eye pleasing, bahkan scene absurd sekalipun terasa indah dan bikin betah nontonnya.

Kalau kalyan ada waktu luang kusarankan kalyan nonton Poor Things, dengan catatan: jauhkan dari jangkauan anak-anak ya hehe.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu film Abadi Nan Jaya atau The Elixir dirilis di Netflix, tadinya aku mau cek ombak dulu eh ternyata malah hanyut bacain twitwar. Gileee... (bukan Jule ya) nggak bisa dibiarkan ini, harus ikut nimbrung😁. Aku nonton film Abadi Nan Jaya via smartphone yang mana bikin pengalaman nontonku terasa kurang optimal, tapi isokay laya... karena di rumahku mah nggak pake smart TV, pakenya TV kabel *angkatan lama 😅.

Jujur aku kepikiran dengan komentar netizen yang menyebut film Abadi Nan Jaya sebagai film zombie bloon, separah itukah filmnya? 😅 Biar nggak penasaran, kuy marki-try... Aku nonton film Abadi Nan Jaya ini dua kali, kali pertama nonton sendiri sebelum tidur, kali kedua nonton berdua dengan Widy di mobil (karena mama dan mantemannya lagi botram di ruang tengah *menolak tuwa).

Oh ya, aku pernah bikin post 5 Film Zombie yang Menghibur (bisa dibaca di sini).

Sebagai sinefil amatir, ada masanya aku suka nonton film dan serial bertema zombie, dari yang serius sampai yang nggak serius (macem yang penting ada dulu deh, urusan rame atau nggak mah terserah 😂). Saking sukanya nonton aku udah berada di tahap nggak keberatan makan sambil nonton adegan berbau amis, padahal aku tipe orang yang geuleuhan. Yaudalaya... biarin aja, mungkin mbnya lagi tertekan 😢.

Memang sebelumnya udah ada film dan serial bertema zombie, namun yang benar-benar mengantarkan zombie masuk pasar Asia adalah film Train To Busan (2016). Sayangnya Peninsula (2020) nggak berhasil bikin kita kembali merasakan ketegangan yang tercipta saat para zombie merangsak dengan cepat. Yha~bedanya zombie eropa dan asia tuh ini ya, gerakannya lebih cepat, cenderung agresif dan wajahnya full pake SFX *catat.

maap nggak di-sensor, writer-nim lagi mager 

Setelah bertahun-tahun nonton The Walking Dead akhirnya aku menyerah... nggak kuwat euy alur ceritanya udah ngalor ngidul, apalagi aku udah nonton Kingdom, udahlah... bye😁. Kingdom adalah serial zombie dari Korea dengan setting abad ke 17 (Joseon), so far Kingdom berhasil melampaui batas ekspektasiku akan zombie asia. Writer-nim berhasil mengekstraksi konsepnya secara apik sehingga kita faham alur ceritanya dari hulu ke hilir.

Kupikir pemilihan judul Abadi Nan Jaya ini udah cukup Indonesia dan mewakili zombie yang konsepnya what is dead may never dies #randomcrossover. Aku pun penasaran dengan treatment yang akan Kimo Stamboel lakukan untuk menciptakan zombie di negara tropis yang tricky. Well... Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Abadi Nan Jaya yang belakangan ini menghangatkan feeds social media-ku.

***

Abadi Nan Jaya bercerita tentang drama keluarga pemilik pabrik jamu Wani Waras yang berada di ujung tanduk. Sebagai kepala keluarga, Dimin (Donny Damara) masih keukeuh mempertahankan Wani Waras meski kedua anaknya, yakni Kenes (Mikha Tambayong) dan Bambang (Marthino Lio) menentang. Hubungan orang tua-anak ini diceritakan nggak coy sejak awal, Kenes jengkel karena Dimin menikahi Karina (Eva Celia) - bestie-nya sendiri, sedang Dimin jengkel karena Bambang 'nggak dewasa'.

Saat Kenes, Rudi (Dimas Anggara) dan Raihan (Varien Arianda Calief) mengunjungi rumah Dimin guna membahas nasib Wani Waras, Dimin menggunakan kesempatan tersebut untuk mendemonstrasikan formula baru jamu awet mudanya, yakni Abadi Nan Jaya. Hasilnya bikin mereka semua takjub. Dimin pun percaya Abadi Nan Jaya bisa menyelamatkan Wani Waras yang berada di ujung tanduk.

Dimin dan bayi-bayinya

mereka berdua pernah nonton film zombie nggak sih? 

Di tengah perseteruan keluarga ini tetiba Dimin ambruk (dan mulai bertransformasi) jadi zombie, mereka semua panik dan meminta pertolongan. Keadaan bertambah ruwet saat Dimin mulai menginfeksi para pegawai yang mana bikin seisi rumah berhamburan kesana kemari. Untung Karina sempat ganti baju ya, kalau nggak mah repot banget pastinya berlarian sambil pake dress, warna putih pula 😅.

Sebelum minum Abadi Nan Jaya, ada scene Dimin dan tumbuhan kantong semar yang mewakili asal muasal senyawa zombie ini. Sejujurnya aku nggak yakin Dimin adalah satu-satunya formulator Abadi Nan Jaya. Kubilang begini karena sample Abadi Nan Jaya diantarkan oleh kurir ke rumah Dimin, yang artinya Abadi Nan Jaya ini diformulasikan di tempat lain. Pertanyaannya, siapakah pengirim sample Abadi Nan Jaya? 😶.

keluarga disfungsional ala Abadi Nan Jaya

Raihan saat melihat transformasi Dimin jadi zombie

Meski UMKM, kalau statusnya udah pabrik mah pasti punya tim R&D yekan... yang bertanggungjawab untuk menguji kelayakan produk. Kalau udah tahap sample berarti udah approve ya, apalagi sampai dikirim kepada Dimin dan relasinya, Santoso (Willem Bevers) dan Grace (Karina Suwandhi). Karena hal ini aku sempat mengira suspect pertama pasti berasal dari tim R&D Wani Waras, eh ternyata malah Dimin. 

Timeline ceritanya satset ya, cuma semalam aja, yaiyalah ngapain lama-lama 😁. Selain keluarga Wani Waras, ada Rahman (Ardit Erwandha) dan Ningsih (Claresta Taufan) yang mengakhiri kisah cintanya sedyangdut mungkin. Macem I just want to be with you till he end of time. Boro-boro sedih yang ada aku malah geli sendiri nontoninnya 😂. Eh, kalyan geli juga nggak sih? *kepo.

kasihan banget bapak muadzin *ytta

yang di dalem 😭

Sepanjang durasi aku terenyuh dengan keluguan para karakter di Abadi Nan Jaya ini, bayangkan dweh... warga yang terbiasa slow living tetiba mesti gercep lari menghindari zombie, apa nggak muntab tuh. Bisa-bisanya Karina, Rudi dan Raihan minum (bahkan makan) saat dikejar-kejar zombie, pun dengan pak polisi yang sempat-sempatnya minum setelah gagal menghalau zombie. Yukata masuk angin 😂.

Mungkin karena setting-nya terlalu relate dengan keseharian aku malah lebih banyak ketawanya ketimbang tegangnya. Widy mah misuh-misuh mulu ya. Saat para zombie melahap tamu hajatan yang clueless di atas truk. Saat Kenes, Bambang dan Rahman berusaha mengambil motor namun malah dikepung zombie. Saat Karina, Ningsih dan Raihan mau kabur pake motor tapi mesti diselah dulu. Saat Karina nggak sengaja pencet klakson telolet. Sa ae nih memancing emosinya 😅.

muatan lokal Indonesia - bepergian pake truk

zombie-nya dikit karena memang warganya juga dikit

Kurasa semua semua aktor dan aktris yang terlibat udah berperan dengan baik, termasuk extras-nya yakni para zombie. Ekspresi, gestur dan penampilan visual-nya kewren ya, meski jadi extras mereka semua terus bergerak yang mana bikin suasananya terasa hidup. Saat nonton aku notice wajah mb biduan di hajatan berubah saat jadi zombie, ternyata mb biduan ada schedule manggung di tempat lain jadi digantikan oleh aktor cowok. Pantesan ya beda wkwk.

Oh ya, karakter yang bertransformasi jadi zombie macem Diman dan Rudi tetap dipake sampai akhir, karenanya nggak ada zombie yang sia-sia 👍. FYI. Zombie terpopuler di Abadi Nan Jaya adalah zombie crop top. Salut niya dengan kekompakan warga Wanirejo yang mampu menahan diri nggak posting ini itu sebelum Abadi Nan Jaya dirilis. Seru nontonin video bts dari balik kaca jendela rumah mereka hehe.

apakah kelak berasnya mengandung senyawa zombie?

😱😱😱

Tanpa bermaksud pick me, aku sangat menikmati nonton Abadi Nan Jaya ini. Dan dengan berbagai kelemahannya aku mesti mengakui bahwa untuk saat ini Abadi Nan Jaya adalah film zombie Indonesia yang paling proper. Mungkin kita perlu 1 season lagi deh untuk tahu Dimin kesambet apa sampai tetiba ngide bikin jamu awet muda pake tumbuhan kantong semar dan yha~... aku ingin tahu siapa pengirim sample Abadi Nan Jaya *penting *tolong di-notice 🙇.

Untuk teknisnya so far so nice so good, namun untuk skenarionya eym... kurang bisa menanggung beban ekspektasi netizen yang udah pernah nonton Kingdom wkwk Akhirul kalam, kusarankan kalyan nonton Abadi Nan Jaya serileks mungkin, nggak usahlah mikirin pendapat ini pendapat itu, just enjoy the show!

***

Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Adakah di antara kalyan yang main Township? Kalau ada, udah level berapa? Kalau nggak, gpp siya... hanya ingin menyapa warga sekalyan😇. Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan notifikasi dari Township Team, ternyata udah setahun niya aku jadi walikota wkwk. So far aku masih betah main Township dan belum punya game baru untuk ditekuni 😅.

Township adalah simulator game macem Harvest Moon, Farmville atau Hay Day, kalyan main juga nggak? Setelah 10 tahun akhirnya aku meng-unistall Harvest Moon di netbook karena sulit jadian heuheuheu udah pdkt sana sini namun memang belum rezeki 😅. Alhamdulillah, semua kekayaanku didapatkan dari kerja keras bagai quda tanpa cheat *ayo sini sungkem sama suhu 😉.


Tahun lalu aku ganti smartphone yekan, nah... mumpung storage-nya masih luas aku install beberapa game salah satunya adalah Township. Sejujurnya aku cap cip cup pilih game, kupilih yang rating-nya paling OK dan grafisnya cekas *penting. Sebelumnya, aku berhenti main Hay Day karena nggak kuwat dengan tone-nya yang kekuning-kuningan, siwer mata hamba 😢.

Setelah beberapa minggu main Township aku iseng tanya Widy lagi main game apa, ternyata doi main Township juga dongs. Tinggal serumah nggak menjamin penghuninya saling kenal wkwk, pantesan ya kita rajin ngampih ke kamar singhoreng teh pada main Township. Saat itu Widy level-nya lebih tinggi jadi kalau bingung aku tinggal tanya-tanya, selebihnya cari review di TikTok.


Jujur, awal main Township aku pusyinnggg... bangunan pada mangkrak, pembebasan lahan sulit dan kurang duit mulu huhu. Kalau nggak sabar menunggu panen dan kirim upeti sebenarnya ada opsi beli seasonal pass yang temanya ganti-ganti, lucu-lucu deh pokoknya. Sejauh ini aku masih bertahan dengan mode kerja keras, meski sebenarnya mupeng lihat kota sebelah yang full decorated 😍.

Yha~ aku betah main Township karena bisa mengatur layout dan dekor sana sini. Kalau soal ketekunan mah nggak usah ditanya ya, aku tekun banget.... sampai bisa meluangkan waktu seharian hanya untuk mengatur ulang layout dan memindahkan dekorasi. Biasanya aku ganti layout beberapa bulan sekali, tapi kalau lagi rajin mah bisa seminggu sekali.


Oh ya, aku tipe walikota yang realistis ya, jadi semua tata kelola bangunan kupikirkan dengan serius. Macem, lokasi tambang harus agak terpencil dan dekat dengan air, rumah-rumah warga harus punya akses jalan biar mobil bisa masuk, kantor polisi mesti satu area dengan kantor pengadilan jadi warga yang problematik bisa langsung diproses 😁.

Tim Township kewren siya, doi gercep mengembalikan grand prize bangunan paska di-complain para walikota. Pun dengan kualitas grafis yang terus update, so nice so good *chef kiss ✨👌. Yang bikinku sebel hanyalah fakta bahwa semua bangunan di Township permanen, jadi nggak bisa dipindah ke storage biar agak legaan dikit lahannya.

Kuy main Township 😉

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copying any content from this blog without permission. Please let me know if your privacy has been violated through the content or find something that needs to be credited correctly.

Note

My post may contain affiliate links, which means I will earn a commission if you buy through the link. There is no compulsion as we have different preferences and needs. Thank you :)

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2025 (31)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (3)
    • ▼  Dec (2)
      • Mengkalibrasi Rasa
      • Recap Drakor 2025 part 2

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates