Akhirnya (Kita) ke Ciwidey

by - January 31, 2018


Awal tahun ini dibuka dengan  one day trip ke rumahnya Nurm di Ciwidey, yang mana selalu menjadi  wacana sejak bertahun-tahun yang lalu, dari masa sekolah, kuliah, menikah sampai kini punya baby Raefal.  So ... Mission accomplished!

Perjalanan dari Bandung (bagian Timur) ke Ciwidey bisa dikatakan lancar jaya, mungkin karena orang-orang juga lagi pada istirahat ya setelah jor-joran di long yearend yang sukses bikin bokek minggu lalu hehe 💫


Disaat kita masih OTW, Deya dan Fira udah nyampe karena dianterin Bunda Etty yang mau hangout di minggu pagi. Seperti biasa ... aku dan Icunk langsung ambil posisi nyaman di seat belakang karena lelah semaleman ngobrolin diet sambil ngemilin martabak + susu. Well ... eat today, diet tomorrow ladies ... 😂.

So happy to see you girls ... meski setiap kali ketemu langsung buka forum dan ngobrol dengan tone gordes 😁. Adaaa aja yang dibahas, dikit-dikit eh Deya kena bully, maklum ya sebagai member termuda 90’s girls Deya adalah yang paling shabr dan qona’ah. Iya kan sist?

terkejoed :p

Setelah puas ngerecokin Nurm 😉 kita berencana menghabiskan sisa hari dengan main, tapi mempertimbangkan cuaca yang ke‘nca-‘ncaan dan jarak tempuh yang lumayan jauh, tempat yang dituju adalah yang searah dengan jalan pulang.

Meski semalem udah searching tetep bingung waktu ditanya “sekarang mau kemana?” Yha~ maaf ya manteman ku nggak fokeus searching gegara video call-an dengan Pici 😁 Kalau mau yang pasti ke Kawah Putih apa Ranca Upas apa Rancabali, yang searah dengan jalan pulang mah Barusen Hills.


Untuk menuju Barusen Hills kita harus melalui jalan yang berliku-liku dan sempit kaya di Punclut tapi emang dasarnya supir di Indonesia pada sakti ya, jangankan mobil Tahu Bulat Digoreng Dadakan yang banyak printilannya bis yang segede gaban dan menuh-menuhin gang pun sanggup nyampe Barusen Hills. Salute!

Duhai netizen yang seneng banget bikin review berantai dengan keyword tempat wisata di ciwidey atau tempat wisata hits kekinian di bandung demi nampang di page one, please dweehhh ... kalau bikin review yang bener napa ... 😴.


Bagi kita Barusen Hills ini zonk, mau pulang lagi sayang tapi mau masuk juga sebenernya ogah. KZL kan ya haha ... expectation vs reality-nya terlalu jauh, pelajaran bahwa nggak semua yang terlihat aesthetic dan viral sebegitu adanya di kehidupan nyata.

Dengan tiket seharga Rp 35.000 di weekend yang ‘dijual’ oleh Barusen Hills adalah kolam renang dan spot foto-foto. 


Spot foto-fotonya sedikit dan bagiku kurang menarik, terkesan seadanya dan minim safety. Bahkan untuk ayunan gantung yang nyantol di pohon pinggir tebing nggak ada safety belt atau guide, kalau pun ada guide hanya berjaga di spot foto menara bambu (yang didesain mirip dengan yang ada The Lodge Maribaya) lagi-lagi tanpa safety belt.

Jadi ... tugas guide adalah memberikan pengarahan bagaimana caranya bisa menaiki tangga tanpa harus khawatir akan jatuh. Maklum ya ... safety seharga Rp 5000 mah dapetnya baru pengarahan doang 🥲 Tapi ada aja kok yang naik.


Karena spot foto yang tidak terlalu luas pengunjung mesti ngantri dan bergantian, lebih bagus kalau punya tongsis jadi nggak usah nunggu orang yang sekiranya single untuk minta foto. Bukannya kenapa-napa ya, kita juga sempet salah cari target *elahh ...

Fira nggak sengaja minta tolong foto sama cowok yang kebetulan lewat dengan pacarnya, semacam couple usia sekolahan gitulah, selama kita difoto mbaknya menatap posesip mulu, kan asem jadinya ...  Ngana pikir kita naksyiirrr? 🤣.


Salah satu spot foto yang menjadi favorite (karena memang Cuma itu-itu aja) adalah love garden (iya gitu ya namanya?), taman yang di desain dengan bentuk love atau hati lengkap dengan segala properti hiburan yang juga berbentuk love. Bukannya julid ya tapi ini agak berlebihan sekaligus memaksakan.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi yaudahlah ... selama pengunjung senang mah ya seharusnya nggak masalah hehe Toh kini kesan tidaklah sepenting menjadi viral. Eh tapi spot foto terbaik ada di parkiran, karena kita bisa berfoto dengan latar belakang bebukitan.


Secara pribadi aku kurang sreg dengan Barusen Hills karena nggak asyik dan lebih cocok untuk wisata keluarga yang punya anak ingin berenang, mungkin kalau dengan temen segengs lebih cocok ke tempat yang lebih pasti biar puas, maklum ya kita kan mesti menafkahi feed 😂.

Tapi kalau masih penasaran sih mangga ...

Es Campur Cincin rekomendasinya Dedeyanti 

Barusen Hills
🪧 Gambung Ciwidey, Cisondari, Kabupaten Bandung
⏰ 08.00-17.00
🤑 30K weekdays, 35K weekend

You May Also Like

0 comments

Feel free to leave some feedback after, also don't hesitate to poke me through any social media where we are connected. Have a nice day everyone~