Hello~
Minggu lalu, saat akan merotasi sprei di kamar aku dikejutkan dengan rayap-rayap syalan yang bersemayam di lemari penyimpanan 🫠. Tadinya aku hanya ingin mengambil sprei di kolom bawah namun aku malah salfok dengan remahan tanah yang muncul di sela tumpukan sprei. Karena penasaran akhirnya kutarik semua sprei di kolom tersebut dan mendapati sebagian sprei udah dimakan rayap 😱😱😱.
Hal pertama yang kulakuan adalah melapor ke mama, yang menanggapiku dengan "hah? masa? rumah kita dulunya memang kebun sih..." dan lanjut menceritakan pengalamannya menghadapi krisis rayap. Sejujurnya aku berharap mama akan lebih ekspresif dan berapi-api 🤯🔥 karena krisis rayap +20 tahun yang lalu pernah meluluhlantakkan lemari buku dan bikinku nangis berhari-hari. Eh, ternyata B aja 🥹.
Fyi, krisis rayap terjadi saat aku dan Widy kuliah. Rayap-rayap syalan ini bekerja siang malam memanen kertas hingga suatu hari Bi Kenda (yang pendengarannya agak terganggu) mulai mendengar suara-suara dari lemari buku. Nggak perlulah kuceritakan gimana hebohnya situesyen saat itu, yang pasti banyak buku rusak dan bocel termasuk Harry Potter 😭. Makanya mama dan Widy sepakat merahasiakan krisis rayap ini dariku.
Sampai suatu hari kita (bertiga ajalah, kan trio 😅) ngobrol di kosan dan nggak sengaja menyinggung tentang lemari buku. Mama dan Widy lalu saling tatap, "gimana? mau dikasih tahu sekarang?" detik-detik menuju kebenaran tersingkap tegang banget yaini. Mana mereka ngomongnya serius, kek mau kasih tahu aku sebenarnya adalah anak pungut 😅. Saat itu aku mencoba menanggapinya dengan sans, lalu nangis berhari-hari 😭.
Setelah mengganti sprei di kamar aku mengevakuasi para sprei ke tempat yang lebih aman dan membersihkan tanah beserta tower-nya. Aku sengaja mengosongkan 2 kolom di bawah lemari karena khawatir ada koloni rayap yang tersisa. Hari pertama mah aman, hari kedua juga aman, hari ketiga hahahasyouuu... 🤬. Rayap-rayap syalan ini menginvasi kolom 3 dan 4, serta seksi di sebelahnya.
Tadinya aku mau mempensiunkan dini lemari penyimpanan, tapi nggak jadi ya karena kita belum punya lemari pengganti. Untuk mempermudah proses pembasmian rayap aku menggeser lemari ke tengah kamar, ternyata rayap-rayap syalan ini datang dari lubang kecil di sudut tembok yang lembab. Kamarku berantaxan banget karena isi lemari yang berhamburan dan tanah sisa tower tanah yang bertebaran. Huft. 🥹.
Oh ya, ini barang-barang yang aku beli selama krisis rayap.
Anti Rayap
Mama menyarankan pake minyak tanah atau lerak, namun aku pilih pake Klinforce Basterm (500 ml) karena udah include semprotan wkwk. Seller-nya gercep, instruksinya lengkap dan aroma cairannya nggak semenyengat dugaanku. Aku semprot anti rayap ini ke penjuru lemari dan sudut tembok, setelah itu lemarinya kuangin-anginkan. Untuk hasil yang maksimal, keesokan harinya lemarinya kusemprot ulang.
Tas Plastik Mika
Beberapa sprei rusak dimakan rayap, yang berbahan katun mah udah pasti bolong yaini sedang yang berbahan polyester ketempelan tanah (susah copot, mesti dikerik 😮💨). Aku berinisiatif beli tas plastik mika untuk melindungi tekstil rumah tangga macem sprei, handuk, taplak dan gorden dari debu jalanan. Aku pilih yang pake resleting tanpa handle biar nggak kewer-kewer pas di susun di lemari 😁.
Silica Gel
Tadinya aku mau pake kapur barus kek biasa, tapi setelah dipikir-pikir kayanya konsep 1 butir kapur barus untuk 1 tas plastik mika kurang cucok euy. Lebih cucok pake silica gel. Kalyan merasa nggak kalau kapur barus masa kini lebih cepat menyublim? 🤔.
Alas Roban Lemari
Ramadan tahun lalu aku mengganti semua alas lemari di rumah pake kertas kraft. Niatnya mah biar lebih awet dan enak dilihat, nyatanya malah kalah sama gigi rayap 🥲. Kaget banget rayap-rayap syalan bisa bikin kertas kraft compang camping kek outfit-nya dementor hanya dalam beberapa hari. Kali ini aku coba pake kertas kado yang glossy, sejujurnya aku nggak suka motifnya yang tabrak lari tapi yaudalaya 😁.
***
Aku nggak sempat mendokumentasikan krisis rayap karena udah keburu capek mengevakuasi isi lemari dan bebersih. Di antara semua to do list, kupikir yang paling menantang adalah melipat tekstil rumah tangga (yang tentcunya punya berbagai ukuran) sesuai ukuran tas plastik mika 😅. Yha~ semoga rayap-rayap syalan nggak pernah mampir lagi di rumahku.
Kalyan pernah nggak mengalami krisis rayap? Kalau pernah, berapa lama?

























