Menu

  • 🏠 Home
  • 🌷 Hello ~
  • 📌 Place
  • 🪐 Space
  • 🍊 Taste
  • 🍀 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • 💡 Extra
  • 🛒 Shopping List

demilestari

Powered by Blogger.

Hello~

Gimana hari pertama back to reality? Udah semangats cari wang atau masih holiday blues? 😁. Aku melalui hari pertama back to reality dengan cukup seru, yha~ meski udah nggak kerja kantoran aku mesti ke rumah sakit karena ada jadwal fisioterapi. Udalaya... intinya, hari pertama poliklinik buka paska liburan lebaran tuh hectic tyada duwa 🥺, semuanya bercampur jadi satu sampai aku kepikiran untuk pulang ke rumah 😆.

Menimbang situesyen di ruang tunggu yang kurang kondusif (saking penuhnya cuma bisa berdiri) aku memutuskan untuk caw ke bioskop sebelah 😁. Di Subang ada 2 bioskop yakni Sams Studio dan NSC, yuyur... kalau nggak searching kepanjangan dari singkatan NSC aku nggak percaya doi masih ada hubungan dengan Cineplex *maap *tapi pemilihan namanya memang kurang meyakinkan sih 😅. Let's say, NSC adalah Cineplex-nya warga kabupaten.

Fyi, lokasi NSC ini ada di lantai 2 main entrance Planet Waterboom, sayangnya nggak disabilitas friendly karena pake tangga biasa. Studio-nya nggak jauh berbeza dengan studio pada umumnya, yang membedakan ukuran studio-nya lebih minimalis, kita bahkan bisa mendengar suara 'psssttt' pengharum ruangan dengan jelas 😂. Harga tiketnya standar siya tapi udah termasuk minuman (bisa pilih Fruit Tea, Teh Botol *versi kotak atau Le Minerale) 😍.

Saat kucek, hanya ada 2 film di jadwal terpagi yakni Na Willa dan Danur: The Last Chapter. Syudah bisa ditebak ya, aku nonton Na Willa. Tadinya aku khawatir akan nonton sendirian karena anak-anak udah pada masuk sekolah, ternyata masih ada remaja yang belum masuk sekolah. Sejujurnya aku happy mereka lebih memilih nonton Na Willa ketimbang nonton Danur: The Last Chapter. Eh, apa mereka salah masuk studio gitu ya? 🤔.


***

Aku tahu Na Willa ini dari komunitas buku yang kuikuti di media sosial, nggak beli bukunya karena merasa nggak akan relate dengan alur ceritanya. Turns out, setelah tahun lalu merilis Jumbo, Ryan Ariandhi tetiba nge-spill proyek terbarunya. Tadinya kukira doi akan melanjutkan proyek DPKS DWS (dipaksa dewasa) eh ternyata Na Willa dongs 😍.

Fun fact, aku dulu follow doi karena pernah jadi bestie-nya Raditya Dika di Malam Minggu Miko *alumni Jigoku Ramen detected 😂.

Well... tahun ini line up film liburan lebaran terasa lebih variatif ya, nggak melulu film horor pendulang pundi-pundi 🤑. Kalau kalyan ingin seseruan bisa nonton Danur: The Last Chapter dan Santet: Dosa Di Atas Dosa. Kalau kalyan ingin meluapkan emosi bisa nonton Tunggu Aku Sukses Nanti atau Senin Harga Naik. Kalau kalyan ingin quality time bersama bocil bisa nonton Na Willa atau Pelangi di Mars.

Media sosial tentcunya menyuapi egoku yang menikmati konten promosi Na Willa, so far review-nya pada bagus. Salah satu hal yang bikinku merasa 'fix, harus nonton nih' adalah saat melihat rumahnya Na Willa yang supa dupa kyutaaa... aku juga mau. Thanks to Living Loving yang udah meliput dan kasih sekecup bts-nya 😁. First impression-ku... cantik dan eye pleasing, cucoklah untuk visual person kek kita-kita hehe.

Eh iya, biar nggak kelamaan intro-nya, marki-view filmnya...


CERITA YANG BIKIN NOSTALGIA

Film Na Willa in bercerita tentang kehidupan masa kecil Na Willa (Luisa Adreena) saat tinggal di gang Krembangan Surabaya di tahun 80an. Sebagaimana bocil pada umumya, Willa punya bestie kentel bernama Farida (Freaya Mikhayla), Bud (Arsenio Rafisqy) dan Dul (Azamy Syauqi). Mereka semua hidup bertetangga dan tumbuh bersama, konflik dimulai saat mereka memasuki usia sekolah.

Orang tua Na Willa, Pak (Junior Liem) dan Mak (Irma Novita Rihi) sepakat untuk mengajari Willa di rumah sebelum siap melepasnya ke jenjang pendidikan yang lebih formal. Saat satu persatu geng Krembangan mulai sekolah Mak mulai merasa gamang, di satu sisi Mak belum siap melepas Willa sedang di sisi lain Mak sadar bahwa Willa harus sekolah. Menurutku, di film ini yang paling bagus perkembangan karakternya adalah Mak.

Scene Na Willa membongkar radio bikinku senyum sendiri teringat dulu aku pernah mengira orang tuaku memelihara liliput di dalam televisi 😂. Kukira liliput-liliput itu punya space tersembunyi di dalam televisi untuk tidur, makan dan mandi. Makanya aku bolak balik mengecek televisi dari berbagai sisi dan mencoba mengintip dari sela-sela lubangnya. Ternyata memang kosyong... 🤣.

Selain itu aku teringat lagi momen pertama kali masuk sekolah. Beberapa hari sebelum sekolah mama udah mengajariku baca tulis jadi saat bu guru mengajarkan aku udah keburu bosan dan mengangkat kaki macem pemain gapleh 😂. Yang kuingat, mbahku ketawa-ketawa saat diceritakan hal ini. Ahhh... kangennya 🥹. Nonton Na Willa seketika bikin memoriku bangkit dari kubur, menyadarkan betapa nikmehnya kehidupan kanak-kanak 🥰.




CAST YANG MENGGEMASKAN

Kita mesti mengakui pemilihan cast-nya Na Willa juwara ya, aku suka semuanya. Tadinya aku heran mengapa hanya Dul yang berlogat jawa, setelah kuingat-ingat lah... ini kan setting-nya di Krembangan Surabaya, memang harusnya ngomong bahasa jawa 🤣. Menurut kesusotoyanku, bahasa Indonesia dipilih atas dasar kemudahan karena sebagian besar audience-nya Na Willa adalah anak-anak.

Nemu di mana sih anak-anak ini? Akting mereka semua luwes dan terkesan effortles. Aku suka scene saat Willa berlari ke rumah sambil nangis, tengok kanan kiri dulu sebelum menyebrangi rel kereta api. Pun Farida yang suaranya menggemaskan. Scene saat Willa dan Farida pergi mengaji oh so kyuttt... Oh ya, mbok (Mbok Tun) lucu ya, apalagi saat doi mengadukan Willa yang mengambil jatah ikan tongkolnya 😁.

Sebagian scene menggunakan low angle untuk menunjukkan pov-nya para bocil dimana semua hal tampak begitu besar saat kita kecil. Sayangnya low angle ini kurang berhasil di scene saat geng Krembangan melihat ulat dari jendela kamar. Kalau kalyan ingat, yang in frame hanya Farida, Willa dan Bud, yang in frame dari Dul hanya badan dan suaranya aja karena kepalanya terpotong... ih tega ya 😂.

Setelah Na Willa, kuyakin geng Krembangan akan mendapatkan banyak proyek baru. Aku pun berharap kalau kelak Ryan bikin film lagi doi nggak pake geng Krembangan. Selain karena karakternya udah melekat, masih banyak anak-anak bertalenta yang menunggu untuk ditemukan. Dan yang terpenting, jangan sampai ijazahnya ditahan macem Endy Arfian 🤣.




PROPERTY YANG NYEKRUZZ

Seperti yang kutulis sebelumnya, alasanku nonton Na Willa adalah karena rumahnya yang supa dupa kyuta 😍. Meski hampir semua elemennya tabrak motif dan warna warni nggak bikin siwer. Two thumbs up untuk tim produksi yang karya ciptanya hadir di dalam set, termasuk label di kemasan teh tubruk dan cuka botol. Kuyakin kalyan pasti pada bergadang mengerjakan semua ini ☺️.

Di gang Krembangan, rumah Na Willa tentcunya mudah dikenali karena 'ramai'. Yha~ Kupikir Mak dan Willa beruntung memiliki keleluasaan materi sehingga bisa melakukan banyak hal. Well... untuk bisa beli buku, mengecat rumah warna warni, melukis di pot, beli bahan pakaian dan printilan-nggak-penting-tapi-ingin-punya tuh butuh wang. Maka dari itu terima kasih Pak, udah memastikan mereka sejahtera 🙇🏻‍♀️.

Pertama kali melihat Mak, wow... cantiknya 😍. Aku suka outfit-nya Mak yang eye catching dan selaras dengan perawakannya. Kurasa yang bikin aura galaknya Bu Tini (Putri Anindya) makin menyala adalah pada bahunya yang dibikin runcing ala villain. Ada yang ngeh nggak? Mungkin karena udah dipake beberapa kali take, sayuran hijau yang dibeli Mak dari pasar selalu layu 😅.

Oh ya, pasar tempat Cik Mien (Melissa Karim) berdagang pun nggak kalah kece yaw. Entah kelewat geumpeur atau memang karakternya dibikin begitu, mang penjual anak ayam kaku amat ya?! 😅Ada scene yang menampilkan penulis buku Na Willa yakni Reda Gaudiamo, mungkin pernah lewat di FYP kalyan konten buibu paruh baya berkacamata yang menyapa audience dengan "hai nak... " nah itu beliau.




 ***

So far, setelah selesai nonton aku merasa Na Willa ini lebih cocok untuk penonton dewasa yang pernah jadi anak-anak. Eym... gimana ya menjelaskannya 😅, sebagai zillennials tentcu kita merasa relate dengan kehidupan geng Krembangan, sedang untuk alphabet belum tenctu. Segresi generasi bikin life style yang kita jalani berbeza, makanya wajar alphabet pada ngantuk saat nonton Na Willa, nggak relate soalnya.

Sejujurnya Na Willa ini adalah film yang bagus, namun sebaiknya penonton anak-anak perlu pendampingan karena ada beberapa materi yang kurang relevan. Macem kawin dan *sucino. Mungkin hal-hal semacam ini bisa lebih diperhalus lagi penyampaiannya, masih ada waktu kan mengolah naskah untuk tahun depan? 😉. Fyi, Na Willa fix punya sekuel. Horeeee!!! 🎉🎉🎉.

***

Pulang ke rumah aku cerita yekan nonton dulu sebelum fisioterapi.

Aku: Tadi mbak nonton Na Willa.
Widy: Kok nonton Na Willa? Kenapa nggak nonton Tunggu Aku Sukses Nanti?
Aku: Pengangguran coy.... nggak relate dengan ceritanya.
Kita: 🤣🤣🤣🤣🤣


Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.





•••
If you like my writing, send me some ❤️ to cheer me up.
•••
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most. Thank you 🤍

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (32)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2026 (6)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (1)
    • ▼  Apr (1)
      • Na Willa

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates