Menu

  • 🌷 Hello ~
  • 📌 Place
  • 🪐 Space
  • 🍊 Taste
  • 🍀 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • 💡 Extra

demilestari

Powered by Blogger.

Hello~

How was your day? Mine wasn't good at all... 😶

Aku nggak jadi nonton Para Perasuk karena sesi fisioterapiku selesai sebelum jam 12 (jarang-jarang yekan) yang mana nggak match dengan jadwal tayang filmnya. Bisa sih nunggu dulu, namun aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena kanjeng mami tantrum gegara aku nggak pamit pergi tadi pagi 😅. Yaudalaya... Sampai di rumah aku menyerahkan upeti 1 cup buah segar dan 1 cup bubur sumsum, mohon diterima nyi... 🙇🏻‍♀️.

Malamnya aku nonton Memories of Murder-nya Bong Joon-ho yang udah masuk watch list-ku sejak entah kapan.

Sejujurnya selama nonton aku merasa ada janggal, macem: kok ceritanya nggak kaya di review rang-o-rang ya? apakah aku kurang teliti baca review-nya? Kenapa doi malah pikun? Ini Song Kang-ho kapan keluarnya? Dari tadi yang muncul Kim Nam-gil mulu 🤔.


Setelah film berakhir biasanya aplikasi akan kasih rekomendasi film sejenis yekan. Salah satu film yang direkomendasikan adalah Memories of Murder, lahhh... bukannya aku barusan nonton ini ya? Kenapa direkomendasikan? 🤔. Setelah kucek tenyata film yang kutonton adalah Memoirs of A Murderer, hahahanjirrr... Bisa-bisanya salah baca judul film 🫵🏻😭, mana nonton sampai selesai pula *puk-pukin diri sendiri.

Meski bitter, aku mesti mengakui Memoirs of A Murderer ini sangat worth to watch apalagi kalau kalyan suka tontonan ber-genre psychological thriller. Mantips 👍🏻. Sepanjang durasi kita dibikin bingung karena persepsi kita bagai di-ping-pong, mantul sana mantul sini. Batas antara kenyataan dan imajinasi beda tipis coy makanya gregetan mulu 😯. Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Memoir of A Murderer


***

Memoirs of A Murderer adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul A Murderer's Guide to Memorization karya Kim Young-ha yang dirilis pada tahun 2013. Bercerita tentang mantan pembunuh berantai bernama Kim Byeong-soo (Sul Kyung-gu) yang berusaha melindungi Kim Eun-hye (Kim Seol-hyun) dari Tae-joo (Kim Nam-gil) yang diyakininya sebagai pembunuh berantai.

Filmnya sendiri dibuka dengan scene mobil Kim Byeong-soo dan Tae-joo yang bertabrakan saat hujan di hutan. Tanpa sengaja Kim Byeong-soo melihat kantong mayat di bagasinya Tae-jo. Sebagai mantan pembunuh berantai tentcunya insting Kim Byeong-soo langsung menyala yekan 📶, dan begitu melihat Tae-jo doi langsung merasa terkoneksi. Gils... apakah ini saatnya sertijab? 🤔.


Kim Byeong-soo dan Kim Eun-hae tinggal di sebuah kota kecil di kaki gunung, setelah pensiun Kim Byeong-soo membeli kebun bambu dan menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. Mereka hidup adem ayem hingga suatu hari kota kecil mereka digemparkan oleh kasus pembunuhan beruntun. Sayangnya, karena keterbatasan SDM dan teknologi kepolisian belum bisa memecahkan kasus-kasus tersebut.

Sebagai pembunuh berantai insyaf *ceunah, Kim Byeong-soo melaporkan temuannya dan meminta Byeong-man (Oh Dal-su) menyelidiki Tae-joo. Sebagai kepala kepolisian tentcunya Byeong-man nggak bisa menahan Tae-joo begitu aja. Yang pertama, doi adalah child fruit-nya di kantor. Yang kedua, nggak ada barang bukti. Yang ketiga, Kim Byeong-soo mengidap alzheimer.



Bayangkan, yu disuruh rang pikun menahan child fruit bermodal insting, apa nggak puyeng tuh pak kepala diteror 'udah belum nangkepnya?' 😅. Sadar bahwa laporannya 'kurang dianggap' Kim Byeong-soo berusaha membuktikan bahwa Tae-joo adalah seorang pembunuh berantai. Alih-alih jadi pembunuh berantai, yang ada Tae-joo malah jadi pacarnya Kim Eun-hae, makin kelabakan aja yekan bapake yang satu ini 😁.

Nah, di momen ini aku meraba-raba, apakah Tae-joo sebenarnya memory slip-nya Kim Byeong-soo? Atau pure sebel aja Tae-joo pacaran dengan Kim Eun-hye makanya bikin doi menuduhnya jadi pembunuh berantai? 🤔. Jujur, aku merasa Kim Byeong-soo udah terlalu renta untuk kembali ke khittoh-nya sebagai pembunuh, pikawatireun pisanlah pokona mah.



Slow but sure, Tae-joo yang tadinya objek berubah menjadi subjek. Sialnya, satu-satunya yang sadar Tae-joo memanipulasi keadaan hanyalah Kim Byeong-soo (dan kita tentcunya 😉). Masalahnya, siapa yang akan percaya rang pikun? Di sini aku cuma bisa melongo karena transisi antara pov-nya Kim Byeong-soo dan Tae-joo sungguh sangat smooth. Daebak!

Oh ya, A Memoirs of A Murderer ini adalah tipikal fim slow burn, that's why kalyan mesti sabar menunggu sampai... film berakhir. Nggak deng. Minimal sampai Tae-Joo fix jadi pembunuh berantai dan semua imajinasinya Kim Byeong-soo menjadi kenyataan. Well... Aku nggak akan nge-spill ending-nya karena kalyan harus nonton sendiri untuk merasakan apa yang kurasakan 😂.



Sejujurnya, setelah nonton Memoirs of A Murderer ini aku mengalami moment of silence (selain karena salah pilih judul film 😅) sebab pikiranku terlanjur diacak-acak oleh si tuwa bangka Kim Byeong-soo. Tapi ya.. Aku udah di tahap nggak sanggup marah karena karena judul novelnya memang A Murderer's Guide to Memorization 🥲. Kalau kalyan suka film dengan twist lapis legit kurasa kalyan mesti nonton Memoirs of A Murderer ini.

Ingat ya, Memoirs of A Murderer.

***

Pictures were taken from IMDb website
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Apakah kita merasakan panas yang sama? 🥵.

Sejak Idul Fitri cuaca berangsur menghangat, matahari mulai menampakkan taji dan hujan mulai berkemul. Menurut info dari BMKG, saat ini Indonesia otw menuju kemarau godzilla (eh, atau gomera ya *lupa 😅) makanya akhir-akhir ini hawanya ngelekeb macem lagi dikukus. Saking panasnya, es di kopi fancy-ku mencair dalam perjalanan dari RS ke rumah yang berjarak +5 menit. Cawerang coy... Udah nggak enak 😭.

Belakangan ini aku jarang meng-update blog, byasa laya distraksi duniawi. Tanganku udah agak enakan namun masih mesti kontrol ke dokter saraf dan fisioterapi. Bukan hal yang menyenangkan tentcunya mengingat pekerjaanku mengandalkan keterampilan tangan, yaudalaya... mungkin udah saatnya aku cuti sekedip. Sejujurnya aku berharap tanganku bisa segera pulih karena ada banyak hal yang ingin kulakukan.

Seminggu ini aku memutuskan untuk #stayathome karena kacamataku patah 🥲. Sebagai pengguna kacamata hardcore tentcunya aku mengalami kesulitan dalam beraktifitas karena penglihatanku yang nge-blur, macem masak sering gosong, nyapu nggak bersih, nginjek mainan Lulu, salah ambil baju, kaki kepentok kursi dan serta mertanya. Gregetan banget rasanya melakukan hal dengan terbata-bata.

2-3 bulan yang lalu kacamataku menunjukkan tanda-tanda penuaan, ujung frame (kanan kiri) retak karena sering terjatuh dan terduduki sebab warnanya yang nyaru dengan sofa. Kali pertama dan kedua tangkainya patah aku masih bisa menyelamatkannya pake lem koriya, namun melihat lensanya yang baret-baret aku pun sadar 'waktunya udah dekat'. Benar aja ya, minggu lalu mama nggak sengaja menduduki kacamataku di sofa, mematahkan kedua tangkainya 🫵🏻😭.

Sejak tangkai kacamataku patah aku langsung gercep mencari dan menandai beberapa item yang cakep di website, nggak langsung check out yaini karena kacamataku masih bisa diselamatkan dan yha~ nungguin promo 😉. Setelah mengalami trial and error dalam membeli kacamata aku bisa bilang Optik Melawai adalah opsi terbaik, trust me deh. Kacamatanya tahan banting coy, cucoklah untuk kita-kita yang hardcore ini 👍🏻.

Sebelum kenal Optik Melawai dalam setahun aku bisa ganti kacamata minimal 1 kali, beberapa ada yang bertahan sampai 1 tahun itu pun kondisinya udah lemah lunglai dan mengsle sana sini. Ofkors duwitku paling berhamburan di pos kacamata. Oh ya, kacamataku yang beli di Optik Melawai rerata bertahan hingga 1,5-2 tahun, memang ya ada rupa ada harga, tapi kalau udah ada budget-nya mah gpp 😁. Ingat ya, boros itu over budget bukan mahal.

After sales-nya OK yaini, aku pernah cuci kacamata sambil try on beberapa item kecenganku, belinya mah tetep online siya hehe. Nah, perlu kalyan tahu gambar yang ada di website-nya nggak 100% mirip dengan produk aslinya, makanya kita mesti double check ke gerainya. Kagak faham hamba gimana approval-nya, namun editing-nya kadang berlebihan, aku pernah beli frame warna light grey eh yang datang malah warna light brown.

Aku sengaja nunggu promo b1g1 karena mau beli 2 frame, untuk cadangan just in case tahun depan stok frame-nya udah habis. Tadinya aku mau beli frame yang hitam dan cokelat, sayangnya yang hitam udah habis jadi cokelat dua-duanya. Isokay laya... *menghibur diri Beberapa tahun ini kalau kita beli online (website dan e-commerce) udah nggak dikasih lap, mungkin efisiensi *eh tapi kalau beli di gerainya sih dikasih ya.

Setelah seminggu #stayathome, akhirnya hari-hari nge-blur-ku berakhir, yay 🥳! Lega sekali rasanya bisa melihat tanpa menerka-nerka, semua yang kulihat auto kinclong wkwk *lebay. Aku masih pilih cat eyes karena bikin mataku terlihat tajam dan terkesan sophiscated, betul begitu buibu? ☺️. Kali ini frame pilihanku agak pendek dan lebih runcing di ujungnya namun yang kusuka adalah ornamen terrazzo yang bikinku merasa ada alis tambahan.

Butuh waktu 2-3 hari sampai mataku bisa menyesuaikan dengan lensa baru, awalnya memang pegal tapi lama-lama mah biasa. Hal yang pertama kulakukan setelah pake kacamata baru tentcunya pamer di WAG dongs 😁, terus video call dengan Lulu yang udah pindah nun jauh disana. Sebenarnya nggak ada yang spesial di hari itu, tapi karena kacamataku baru semuanya jadi terasa sespesial martabak 🥰.

Tungguin post selanjutnya ya, aku udah punya kacamata baru nih 😉.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most.

Alone Alone Kelakone

2026 Reading Challenge

2026 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (36)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (3)
  • ▼  2026 (18)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ▼  May (2)
      • Blurry Days
      • Memoirs of A Murderer
    • ►  Jun (2)
    • ►  Jul (3)

Friends

  • D. R. Bulan
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • St. Jauzah
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Yuki Angia

Check This Too

  • A Beautiful Mess
  • Daisy Butter
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Minimalist Baker
  • Nicoline Patricia
  • Spice The Plate

Followers

Thanks for Coming

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates