Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Hello~

Belakangan ini aku lagi nggak mood nonton drakor, entahlah... rasanya berat banget nonton 1 episode sampai selesai. Aku udah coba nonton beberapa drakor dengan genre yang berbeda, tapi nggak mempan coy. Kebanyakan drakor episode 1-nya selow, sedang aku maunya yang langsung dar-der-dor macem A Shop For Killers. Well... Mungkin ini saatnya aku mengambil jeda dari drakor, dan mencari tontonan lain yang lebih... calming gitu ya 😅.

Setelah nonton Marry My Husband versi Jepang aku tertarik untuk nonton dorama lagi, namun mood nontonku belum resmi terkumpul jadi aku cari tontonan yang ringan. Untungnya saat scroll thread Twitter aku menemukan thread berisi list film dan series yang kurasa cocok untuk situasiku saat ini. So far it works, namun aku malah merasa lapar setiap kali nonton wkwk. 

Di bawah ini adalah list film dan series Jepang yang kutonton, marki-check...

🍀🍀🍀

Travelling Sandwich | Tabi Suru Sandoitchi (2022)

Bercerita tentang dua orang bestie, Kurumi Enomoto (Ito Marika) dan Kaede Imamura (Tomota Miu) yang memutuskan untuk berkelana sambil berjualan sandwich. Yang bikin sandwich mereka berbeda dari sandwich lainnya adalah isiannya yang disesuaikan dengan komoditi di mana mereka singgah. Saat mereka singgah di ladang jagung maka isian sandwich-nya adalah jagung, saat mereka singgah di kebun buah-buahan maka isian sandwich-nya adalah buah-buahan.

Awalnya aku mempertanyakan gimana caranya Kurumi dan Kaede me-maintain cashflow mereka, kubilang begini karena setelah kuperhatikan mereka nggak ada income sama sekali loh ya, minus mulu karena Kurumi sering bagi-bagi sandwich 😁. Tapi setelah tahu bahwa Tabi Suru Sandoitchi ini adalah program pemerintah Jepang untuk mempromosikan komoditi daerah, yaudalaya... sok bikin lagi sandwich-nya, abis gitu mau lanjut kemana juga terserah 😉.

*hanya bisa ditonton via link haram


🍀🍀🍀

If It Sounds Good To You | O Mimi ni Aimashitara (2021)

12 episodes

Bercerita tentang Takamura Misono (Ito Mariko) seorang karyawan di perusahaan pembuat acar yang memutuskan untuk bikin podcast. Misono memilih niche kuliner karena doi memang suka makan, selain menceritakan makanan favorite-nya doi juga menceritakan hari-hari yang dilaluinya. Bestie-nya yakni Sudo Arisa (Igeta Hiroe) dan Sasaki Ryohei (Suzuki Jin) adalah kru di balik layar yang membantunya meng-improve kualitas podcast-nya.

Mungkin karena belum terbiasa dengan keekspresifan aktor/aktris made in Japan, aku merasa si Misono teh riweuh pisan, macem Kim Tae-ri di Jeongnyeon: A Star is Born 😅. Tapi lama-lama mah yaudalaya mungkin style-nya memang begitu hehe. Nonton If It Sound To You bikinku menyadari bahwa semua hal akan terasa seru kalau kita benar-benar menyukainya. Oh ya, Aku suka intro-nya yang lucu, berasa niat aja gitu bikinnya.

Bisa ditonton di sini


🍀🍀🍀

The Makanai: Cooking For Maiko House (2023)

 9 episodes

Bercerita tentang Nozuki Kiyo (Mori Nana) dan Herai Sumire (Deguchi Natsuki) yang pindah dari Aomori ke Kyoto demi menjadi maiko*. Keduanya tinggal di Saku bersama para maiko yakni Tsurukoma (Momoko Fukuchi), Kikuno (Kotono Wakayanagi) dan Kotono (Kotona Minami). Sayangnya, Kiyo nggak berhasil menyelesaikan pelatihannya karena dianggap nggak memiliki bakat. Karena suatu kejadian, akhirnya Kiyo menjadi makanai yang bertugas menyiapkan makanan para maiko.

Salah satu hal yang bikinku betah nonton The Makanai: Cooking for Maiko House adalah sinematografinya yang indah, sungguh sangat memanjakan mata. Hubungan antar karakter yang dibikin so nice so good tentcunya adem banget, pun dengan perkembangan karakter Ryoko (Aju Makita) yang stecu. Karakter favorite-ku adalah Momoko yang effortless beauty, kocak banget doi ngotot bikin ozasiki bertema zombie 😂.

*maiko (calon geiko) - geiko (sebutan untuk geisha di Kyoto)

Bisa ditonton di Netflix


Midnight Diner : Tokyo Story (2016)

 10 episodes

Bercerita tentang sebuah kedai bernama Meshiya di daerah Shinjuku (Tokyo) yang beroperasi dari tengah malam hingga dini hari. Kedai ini dikelola oleh Master (Kaoru Kobayashi) yang menyajikan menu secara suka-suka untuk para pelanggannya. Saking ikribnya, Master sampai faham permasalahan hidup rang-o-rang yang datang ke kedainya, bahkan nggak jarang turut serta membereskannya. 

Midnight Diner bukan sekedar cerita makan malam (yang kesubuhan 😁) melainkan cerita para pelanggan kedai dan makanan favorite-nya. Meski dialognya lebih banyak ketimbang makanannya *heu, aku terkesan dengan cerita yang dibawakan oleh para pelanggan kedai. Terasa dekat dan realistis. Oh ya, Master ini cukup misterius, bahkan sampai durasi berakhir nggak ada satu pun yang tanya asal mula codetnya. *apa nggak ada berani gitu ya? 😅.

Bisa ditonton di Netflix



🍀🍀🍀

Pictures were taken from Asianwiki website. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
When I was in high school, a friend and I once had one of those late-night, serious conversations before sleep. She asked me about the peak of intimacy in movies—what a topic, gurrlll… 😁.

***

“I know you like watching films and paying attention to details,” she said, “but have you ever wondered why, at the end of a movie, they’re almost always just kissing instead of having sex?”

I remember answering without much hesitation:

“Personally, because kissing is simpler than sex. In a kiss, you can pour all your emotions into one spontaneous moment. Sex requires preparation, intention, and a ‘proper’ setting.”

***

A few months ago, I finished the K-drama My Troublesome Star and found myself enjoying short clips of it on TikTok. While scrolling through the comments, I noticed someone saying the drama felt modest because it didn’t include intimate scenes like most dramas today.

Growing up in a modest environment, intimate scenes used to make me uncomfortable—even when I watched alone. Do you feel the same? 😁.

Sometimes I feel as though producers and writers feel guilty if their work doesn’t include intimacy, as if they’re obligated to seduce the audience. 

I remember my high school teacher once praising K-dramas for this very reason. “They don’t overdo it,” he said. “Just two people touching lips.” To him, that was the most modest way to visualize intimacy 😅.

Lately, I’ve found myself skipping intimate scenes altogether. Not because they offend me, and not because I’m trying to be morally superior—but because they no longer move me. They feel predictable, almost mechanical.

I miss the old days when a kiss was placed carefully at the end of a story, when it marked the emotional climax rather than serving as a routine checkpoint. Back then, sex felt like an optional side dish, not the main course we were expected to consume.

Maybe we’re living in an era obsessed with reaching the peak of intimacy as quickly and explicitly as possible. Or maybe intimacy has simply changed its language.

Or maybe—quietly, honestly—I’m just not ready to meet it where it stands now 🙂‍↕️.

And perhaps that, too, is okay.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Sejujurnya, setelah hampir setahun main Township aku merasa bosan karena kurang duit mulu *realistis 😂 jadilah aku mencari game lain yang bisa bikinku melupakan proyek-proyek mangkrak. Setelah searching sana sini, aku memutuskan untuk meng-install game Resortopia karena tertarik dengan review-nya yang so far so good. Resortopia adalah simulator game yang bisa dimainkan via smartphone dan PC, sayangnya masih mesti connect internet yaini jadi agak syulit kalau nggak pake wifi atau data tinggal dikit #mendangmendingmendungclub.

Sesuai dengan namanya, Resortopia ini mengajak kita (player) untuk mengelola resort beserta isi-isinya, dari kamar, restaurant, spa, bioskop, toko sampai taman. Ada 3 karakter inti di Resortopia, yakni Udon si manager, Titan si koki dan Bubble si penyihir yang bahu membantu menghasilkan cookies yang dipake untuk beli furniture dan upgrade skill. Seperti game pada umumnya, kita harus mau bersabar dan bersusah-susah di awal, setelahnya mah insya allah lantjar djaya.


➕➖

+ ada banyak cara mendapatkan (dan menghabiskan) cookies, candy, ticket dan leaves.
+ item-nya lucu-lucu apalagi kalau ada event.
+ sering ada seasonal event.
+ mini games-nya variatif dan cukup mudah *ssttt... gatcha-nya bikin candu 😊.
+ desain UI-nya horizontal, jadi view-nya nggak akan berubah meski lupa pencet lock screen.
+ update terus.

- mesti tekun.
- rupa karakternya absurd abis, apalagi si Udon *maap 😅.
- seasonal pass-nya mehong coy.
- zoom in zoom out terbatas.

Setelah beberapa kali main ke resort sebelah, aku termotivasi untuk mendekorasi kamar dan taman secara maksimal *ambisi. Saking stuck-nya cari cheat resep minuman aku iseng searching di Pinterest pake keyword Resortopia. Tahu nggak apa yang muncul? Yap, dekor maha maksimal yang bikinku melongo. Rango-o-rang pada makan apa sih kok desainnya bagus-bagus, yawla... ini nggak bisa dibiarkan, aku mau juga. Kurasa kalyan udah tahu apa yang kulakukan selanjutnya yekan wkwk.

Untuk kalyan yang stuck bikin resep minuman.

Cooling Mint 
It chills you to the core!
ice cubes + peppermint

Iced Cola
Cola with ice brings double the happiness.
ice cubes + cola

Iced Americano
Is it true that adding ice to an americano makes it less better?
ice cubes + coffee

Waxberry Drink
Be careful! It'll be tough to get rid of the stains if it gets on your clothes.
ice cubes + waxberry

Green Bean Smoothie
With this around, mom doesn't need to be worry about me getting heatstroke anymore...
ice cubes + green beans

Strawberry Milk
Despite containing unrefined strawberry jam, it still smells absolutely divine.
milk + strawberry

Banana Milk
A bottle during breakfast will energize your entire day.
milk + banana

Original Milk Tea
All-natural tea and milk, with zero added sugars or preservatives.
milk + black tea

Orange Juice
I like drinking orange juice whenever I'm on a plane.
orange + sugar

Watermelon Juice
This summertime exclusive is delicious and healthy.
watermelon + sugar

Hongkong-Style Tea & Coffee
A blend of eastern and western flavors, this beverage tastes of Hongkong.
milk + black tea + coffee

Jasmine Tea
What a beautiful jasmine flower...
sugar + green tea + jasmine flower

Matcha Cheese
The Matcha and cheese flavors perfectly complement each other.
milk + matcha + cheese

Honey Pomelo Tea
Pomelo pulp must be cleaned first before it can be boiled.
sugar + honey + pomelo

Apple Cassia Tea
Smells like perfume, tastes like apple-infused water hat's been boiled with tree bark.
black tea + apple + cinnamons

Cocoa Coffee
My heart thumps at the thought of combining cocoa and coffee.
sugar + coffee + chocolate

Iced Sakura Brew
It's fine if you miss out on this exclusive drink. After all, the cherry blossoms will bloom again next year.
ice cubes + sakura + sweet rice wine

Ice Lemonade
Feel refreshed after drinking this!
ice cubes + sugar + peppermint + lemon

Kitty Hot Cocoa
Look into my eyes... are you sure you don't want a cup too, meow?
sugar + milk + chocolate + marshmallow

Coconut Juice with Sagoo
Smells like coconut, tastes of summer and even has a chewy element to boot!
milk + sugar + sagoo + coconut

Rose Afternoon Tea
This drink is so exquisite that even the cream is shaped like a rose.
milk + black tea + roses + whipped cream

Iced Cocoa Milkshake
Something as beautiful as this must taste delicious as well !
strawberry milk + chocolate + cherry + whipped cream

Full of Grapes
Rejoice, lovers of grapes! No grape skins on this drink.
ice cubes + purple grape + green grape + whipped cream

Soymilk with Osmanthus Rice Cake
Burp!
milk + rice cake + roasted soy flour + osmanthus

Vibrant Tropical Tea
It's chock-full of fruits and sincerity.
green tea + orange + watermelon + lemon + pinneapple

Osmanthus Caramel Oolong
A gentle and romantic gift of autumn.
milk + oolong tea + caramel syrup + osmanthus

Summertime Iced Berries
The taste of summer is infused into a single glass!
ice cubes + ice cream + blueberry + waxberry + thyme

Heart of The Sea
This is reminiscent of that love story which involves an iceberg in the middle of the ocean...
peppermint + cherry + ice cream + pop rocks + light rum

Taro Shaved Ice
What a cute rabbit! It will definitely taste better as a frozen treat!
blueberry + shaved ice + jelly + taro ball + stardust

Stewed Snow Pear with Rock Sugar
You can enjoy this even if you're not having a cough!
rock sugar, snow pear, snow fungus, red dates, goji berry

***

Sekarang aku masih main Resortopia, kalyan ada yang main juga nggak?



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Semoga kalyan masih semangat di penghujung tahun ya 😁. Fyi, hampir seminggu ini aku mengalami flu dan batuk, udah minum obat dan istirahat namun belum jua pulih. Karenanya aku mengurangi aktivitasku dan put less effort on evertyhing, repot tcoy mana cuaca sungguh sangat labil tetiba hujan, tetiba panas, tetiba gerimis, tetiba lembab. Sambil menunggu obat yang kuminum bereaksi biasanya aku nonton, dan kemarin aku rewatch The Lord of the Rings trilogy.

The Lord of the Rings adalah film ber-genre fantasi yang populer di era 2000an yang diadaptasi dari buku berjudul sama karya J. R. R. Tolkien. Sayangnya, aku nggak punya pengalaman nonton The Lord of the Rings di bioskop karena sedang sibuk belajar nahwu dan shorof HAHAHA *kibas hijab 😎. Aku baru tahu The Lord of the Rings malah dari Cinemags (yang diselundupkan ortu demi anaknya betah di pesantren 😁), saat baca artikel proses kreatif bts-nya aku terpukau dengan CGI-nya yang wow keren.

Aku nonton The Lord of the Rings beberapa tahun setelahnya dari TV kabel, pertama kali nonton tuh rasanya nggak mau ngedip deh pokoknya wkwk 😂. Salah satu kelebihan pake TV kabel tuh film yang ada lanjutannya pasti ditayangkan berurutan, macem hari ini Divergent, besok Allegiant, lusa Insurgent. Jadi kita bisa nonton marathon asal tahu jadwalnya, rotasi filmnya random sih tapi so far variatif kok. Kalau kalyan belum punya smart TV namun ingin nonton film yang OK, opsi TV kabel ini layak dipertimbangkan 😉.

Selain menulis The Lord of the Rings, J. R. R. Tolkien menulis The Hobbit yang juga diadaptasikan menjadi film namun dipecah menjadi trilogy. Kedua trilogy tersebut disutradarai oleh Peter Jackson sedang untuk series-nya disutradarai oleh beberapa sutradara (aku belum bisa kasih review-nya masih otw nonton soale 😅). Diantara semua bukunya J. R. R. Tolkien aku cuma punya The Lord of The Rings: The Two Tower, menyesal nggak beli semuanya karena cover versi terbarunya udah beda konsep.

***

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (versi buku 1954, versi film 2001)
The Lord of the Rings: The Two Tower (versi buku 1954, versi film 2002)
The Lord of the Rings: The Return of the King (versi buku 1955, versi film 2003)
*bisa ditonton via layanan streaming

The Hobbit (versi buku 1933)
The Hobbit: An Unexpected Journey (2012) review
The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013) review
The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014) review
*bisa ditonton via layanan streaming

The Lord of the Rings: The Rings of Power season 1 (2022)
The Lord of the Rings: The Rings of Power season 2 (2024)
*hanya bisa ditonton via Amazon Prime

***

Ada banyak universe yang sambung menyambung menjadi satu dalam sinema, salah satunya adalah Marvel Cinematic Universe, salah duanya adalah Star Wars Universe dan salah tiganya adalah Salatiga *muatan lokal 😅. Untuk mempersingkat intro, mari kita menuju ke Middle Earth Universe di mana fabel, mitos dan sage melebur dalam fiksi. Kalau J. K. Rowling membawa kita pada pesona magisnya dunia sihir, maka J. R. R. Tolkien akan membawa kita pada indahnya hikayat fantasi.

The Lord of the Rings memberikan influence yang besar dalam budaya pop, bahkan beberapa penulis terang-terangan menyebutkan The Lord of the Rings sebagai inspirasinya. Salah duanya adalah George R. R. Martin (seri The Game of Thrones) dan Christopher Paolini (Eragon, Brisingr dan Inheritance). Meski banyak catatan kaki dan info kurang penting, aku suka peta middle earth dan ilustrasi mini yang mereka sematkan karena mempermudah mengolah imajinasi.

OK. Biar nggak blah bloh teuing, markimul review The Lord of the Rings dengan menjawab FAQ-nya.

ADA APA DENGAN CINCIN?
Di masa lalu elf bikin 19 cincin sakti mandraguna yang dibagikan pada para pemimpin di middle earth, konsepnya ala-ala cincin persahabatan gitu *sotoy 😅. 9 cincin untuk bangsa manusia, 7 cincin untuk bangsa kurcaci dan 3 cincin untuk bangsa peri. Salah satu penyihir pembuat cincin adalah Sauron, doi berkhianat dengan bikin 1 cincin master yang bisa mengendalikan semua cincin (dan pemakainya). Hanya ada satu cara untuk menghancurkan cincin ini yakni dimasukkan ke lahar gunung Doom, makanya Sauron bikin benteng di sana.

KENAPA SAURON HANYA MEMILIKI SATU MATA? APAKAH DOI DAJJAL?
Saat Isildur berhasil mengambil cincin tersebut dari Sauron, raganya hancur namun jiwanya tetap utuh dan terikat pada cincin (macem Voldemort dan horcrux-nya). Dengan sisa kekuatannya, Sauron hanya mampu mengambil wujud mata tanpa kelopak yang terus menerus men-scan middle earth demi menemukan cincinnya. Ia juga nggak ingin ada menyebut namanya dan menciptakan julukan The Eye layaknya you-know-who.

GOLLUM ASLINYA MAKHLUK APA?
Smeagoll aslinya adalah hobbit macem Frodo, Smeagoll dan sepupunya Deagol menemukan si cincin saat sedang memancing di sungai. Bisikan si cincin bikin Smeagol khilaf dan menghilangkan nyawa Deagol, meski menyesali perbuatannya Smeagol malah makin kameumeut sama si cincin. Saat ngomong sendiri kadang Smeagol menyebut dirinya sebagai 'kita' karena masih merasa Deagol bersamanya. Oh ya, dia disebut Gollum karena suaranya yang serak-serak jibreug.

***

Markimul review The Lord of the Rings yang sesungguhnya... 😁.

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring

Bercerita tentang Frodo Baggins (Elijah Wood) yang mewarisi si cincin dari pamannya, Bilbo Baggins (Ian Holm). Gandalf (Ian McKellen) pun menyuruh Frodo untuk segera kabur karena Nazgul otw mencarinya di Shire. Frodo ditemani oleh Samwise "Sam" Gamgee (Sean Astin), Meriadoc "Merry" Brandybuck (Dominic Monaghan) dan Peregrin "Pippin" Took (Billy Boyd). Para hobbit ini ditolong oleh The Stridder aka Aragorn (Viggo Mortensen) dan diantarkan ke Rivendell.

Setelah rapat antar bangsa diputuskan bahwa Frodo dan kengkawan mengantarkan si cincin menuju gunung Doom. Mereka adalah; Sam, Merry, Pippin, Gandalf, Aragorn, Boromir (Sean Bean), Gimli (John Rhys-Davies) dan Legolas (Orlando Bloom). Kesembilan pembawa cincin ini menghadapi berbagai rintangan, termasuk jebakan yang disiapkan Sauron di tambang Moria. Di tengah perjalanan mereka dibuntuti oleh Smeagoll (Andy Serkiss), sumvah tiap kali doi ngomong 'my precious' bawaannya ingin nendang 😂.

Di antara kesembilan pembawa cincin tentcunya aku paling sebel sama Boromir karena doi kurang bisa menahan hasratnya untuk memiliki si cincin. Meski begitu karakter Boromir ini paling merepresentasikan kita sebagai manusia yang imannya labil, kadang kuat, kadang lemah, kadang kiding 😁. Scene favorite-ku adalah saat air sungai yang dijampi-jampi Arwen (Liv Tyler) berubah jadi sekawanan kuda yang menerjang para Nazgul. Wow kewren 😎.

Cinta beda dunia ala Aragorn dan Arwen tentcunya bikin bapake Elrond (Hugo Weaving) puyeng tyada duwa, mana dyangdut mulu nih si Arwen wkwk. Legolas mah nggak usah dipertanyakan lagi, a complete package of kecengan halu-halu babu, aku padamu bwang. The Lord of the Rings ini ditutup dengan keberhasilan mereka keluar dari tambang Moria dan melanjutkan perjalanan menuju gunung Doom.


The Lord of the Rings: The Two Tower

(masih) bercerita tentang sembilan delapan pembawa cincin yang mesti tercerai berai gegara diserang Uruk-Hai. Frodo dan Sam melanjutkan perjalanan menuju Mordor via Smeagoll. Sedang Aragorn, Legolas dan Gimli mengejar Uruk-Hai yang menawan Merry dan Pippin. Boromir meninggal saat menyelamatkan Pippin dari Uruk-Hai, jasadnya dilarung di sungai dan kelak ditemukan oleh adiknya, Faramir (David Wenham).

Aragorn, Legolas dan Gimli bertemu dengan pasukan Rohirrim yang dipimpin oleh Eomer (Karl Urban) yang merupakan keponakan Raja Theoden (Bernard Hill). Nun jauh di sana Merry dan Pippin bertemu dengan Treebeard yang marah karena Saruman (Christopher Lee) merusak hutan. Menyadari para pembawa cincin berkumpul di Edoras, Sauron pun memerintahkan pasukannya untuk menyerang Helm's Deep. Sayangnya meski udah digabung dengan pasukan peri, pasukan Edoras mereka tetap kalah jumlah.

Gregetan banget rasanya meihat evakuasi warga ke Helm's Deep berjalan selow, hayu atuh gaes... geura ngampih 😭. Kalau kalyan pernah nonton Game of Thrones, nah, Battle of Helm's Deep ini mirip dengan Battle of The Bastards. Tyda pernah terbayangkan bahwa pesona aki-aki bisa semenyilaukan ini 😂. Oh ya, Eomer punya adik perempuan bernama Eowyn (Miranda Otto) yang diam-diam naksir Aragorn, mon maap... kali ini giliran penonton yang puyeng haha.

Gandalf dan Saruman tadinya adalah bestie dengan visi misi yang sama, Saruman adalah penyihir putih sedang Gandalf adalah penyihir abu-abu. Mungkin karena melihat Sauron lebih berprospek menguasai middle earth, makanya Saruman merapats dan berharap mendapat potongan kue kekuasaan *kaya di mana gitu ya? 😅. Oportunisnya Saruman udah macem politikus masa kini, yang if you can't beat 'em, join 'em.


The Lord of the Rings: The Return of the King

(masih) bercerita tentang delapan pembawa cincin yang kini bersiap menghadapi serangan Sauron. Slow but sure, Smeagol berusaha menghasut Sam agar selangkah lebih dekat dengan Frodo. Setelah kekalahan di Helm's Deep, Sauron mengalihkan sasarannya ke Gondor yang dipimpin oleh Denethor (John Noble) yang masih berduka atas kematian Boromir dan Faramir. Untuk mempersiapkan pertahanan, Gandalf dan Merry diam-diam menyalakan suar untuk meminta bantuan para sekutu.

Bahkan dengan semua bantuan yang ada, pasukan mereka masih kalah jumlah. Saat itulah Elrond memberikan pedang Narsil milik Isildur dan menyarankan Aragorn untuk meminta bantuan pasukan kematian. Bahkan untuk ukuran masa kini scene peperangannya masih OK terutama oliphaunts-nya. Yuyur aku setuju dengan pendapat Gimli yang ingin mendayagunakan pasukan kematian untuk peperangan selanjutnya, sayang aja gitu kalau cuma dipake sekali #mendangmendingclub.

Sebagai manusia tenctunya aku kagum dengan stamina para pembawa cincin ini, yu bayangkan... perang 5 hari berturut-turut tapi nggak semaputs tuh gimana konsepnya coba? Mana tidurnya pada ngampar, apa nggak pada encok pegel linu 😅. Lega banget rasanya saat Eowyn dan Faramir tiba-tiba ketemu, tyda sanggup euy membayangkan Eowyn patah hati ditinggal kewong Aragorn dan Arwen yang akhirnya memilih jadi makhluk fana.

Aku suka scene saat Smeagoll dan si cincin jatuh dalam lahar gunung doom, tyda siya-siya effort doi demi si precious teh. Mungkin karena ada banyak karakter dan kejadian aku merasa Frodo nggak sespesial martabak, meski di beberapa momen doi memang mendapatkan treatment khusus. Karakter favorite-ku tenctu adalah Legolas, tyda banyak cingcong namun slay~.


***

Ketimbang versi bukunya aku lebih suka versi filmnya, kewren aja gitu 😁. Ada banyak alasan mengapa kalyan mesti nonton The Lord of The Rings trilogy at least sekali seumur hidup, Orlando Bloom in his prime adalah salah satunya 😂. Sekarang aku otw nonton The Lord of the Rings: The Ring of Power yang merupakan prekuel dari trilogy-nya, so far masih stuck di season 1.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hello~

Pertengahan tahun lalu aku sempat baca post The Bravery to be Seen Trying: Updated Bucket List Before 36 di blog ByPuty. Setelah baca aku langsung mencari-cari post yang sekiranya mirip-mirip dan belum sempat di-review 😁. Dan aku menemukannya di post 2015 Here I Come yang ku publish sekitar 10 tahun yang lalu.

Kupikir ketimbang bucket list, list tersebut lebih cocok disebut to do list siya karena goals-nya jangka pendek semua 😅. Yha~ saat itu aku memang lagi stuck paska mengalami fase quarter life crisis yang 'agak berbeza', makanya udah nggak berani bermuluk-muluk menyusun goals jangka panjang. Yaudalaya... Marki-view to do list-ku 10 tahun yang lalu.

***

1. Praying more
Salah satu alasan mengapa aku terus berdoa adalah karena aku nggak tahu jarak yang terbentang antara aku dan tujuanku, mungkin masih jauh, mungkin udah dekat atau mungkin... apa sih yang nggak mungkin 😇.

2. Have a good job and good salary
Udah pernah tercapai. Sekarang otw lagi.

3. Saving money
Allah memberikan kita rezeki untuk dimanfaatkan 😉.

4. Travelling more
Alhamdulillah aku masih punya manteman yang mau diajak jalan, jajan dan jompo 😂.

5. Caring more
OK

6. Respect more
OK

7. Writing more
Kalyan bisa cek archive untuk mengetahui apa yang udah kutulis selama 10 tahun.

8. Reading more book, magazine and people's thought
Sezuzurnya, aku lebih banyak baca caption ketimbang baca buku.

9. Go to dermatologist
Aku beberapa kali ke dokter kulit dan semua jawabannya sama, ini mah eczema... *huft.

10. Go to the eye doctor
Beberapa tahun terakhir aku melakukan cek mata tahunan di RS. Cicendo karena minus-nya udah tinggi. Cek mata tahunan ini membantuku mempertimbangkan perlu ganti lensa apa nggak sekaligus men-tracking performa mataku.

11. Go to the dentist
Di rentang 10 tahun aku udah mengalami tiga kali operasi impaksi. Operasi yang pertama bikinku menghindari dokter gigi selama bertahun-tahun. Sedang operasi yang kedua dan ketiga bikinku bersyukur ada BPJS *realistis 😅.

12. Take swimming class
Tyda tercapai karena: pandemi, nggak ada teman dan belum menemukan kelas yang OK.

13. Buy camera
Aku udah beli kamera baru #sekilasinfo.

14. Buy traveling camping equipment
Saat kuliah aku dan manteman pernah bercita-cita ingin camping sesering mungkin, karenanya kita berencana nyicil perlengkapannya sedari dini. HAHAHA lupakan semua itu bestie! Sekarang mah kita sewa aja atau glamping sekalian.

15. Attending my friends and relation invitations
Selama hiatus aku hampir nggak pernah menghadiri resepsi manteman dan kerabat, setelah hiatus mah yumari gaesss... Selama ada kesempatan sebisa mungkin aku akan menghadirinya.

16. Cleaning up my desk after used
Otenctcu, kan kebersihan sebagian daripada iman ✨👌.

17. Envy less
Mungkin karena 10 tahun yang lalu aku masih newbie, aku kadang merasa iri dengan pencapaian rang-o-rang (kecuali manteman ya karena kita seangkatan, yang artinya  sependeritaan dan sepenanggungan 😁). Lebih ke apakah aku salah mengambil keputusan dalam hidup sehingga nggak bisa berada di tempat yang sama dengan mereka? Dipikir-pikir... lieur... 😂. Sekarang mah B aja ya, bodo amat.

18. Hating less
Pernah nggak sih kalyan merasa benci kepada seseorang sampai ingin melenyapkannya hanya dalam satu jentikan? Yha~ aku pernah. Rasanya seperti ada bebatuan yang bergemuruh di hati, menyesakkan sekaligus ingin dilepaskan. Seiring waktu akhirnya menyadari bahwa frekuensi kita nggak sama coy makanya bawaannya emosi mulu 😂.

19. Lazy less
Aku nggak malas yaini hanya butuh waktu waktu untuk me-recharge energi.

20. *secret
Sezuzurnya, aku udah lupa secret-nya tuh apa 😅*tuwir detected, mungkin saat itu aku punya keinginan yang saking deep down inside my heart-nya sampai rang-o-rang nggak boleh tahu. Semoga aja udah tercapai yaini, tapi serius sih aku masih penasaran ini secret-nya tuh apa? *bertanya pada diri sendiri *malah makin bingung 😢.

***

Me-review to do list-ku 10 tahun yang lalu menyadarkan bahwa oh ternyata aku tuh diam-diam tumbuh ya 😁. Beberapa hal mungkin udah nggak relevan namun sisanya masih layak untuk dipantau perkembangannya. Sepertinya aku akan bikin bucket list lagi deh, yang tentcunya lebih spesifik karena nggak mau lupa macem si secret 😅. Kalyan mau pada bikin nggak?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most. Thank you 🤍

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (32)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2026 (4)
    • ►  Jan (3)
    • ▼  Feb (1)
      • 6^2 Luncheon

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates