Menu

  • 🌷 Hello ~
  • 📌 Place
  • 🪐 Space
  • 🍊 Taste
  • 🍀 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • 💡 Extra

demilestari

Powered by Blogger.

Hello~

Di hari minggu pagi yang terang benderang nan ngabelentrang, aku dan Widy (+ Lulu) otw menjemput mama yang menginap di rumah Mbah. Yha~ sejak ada Lembur Pakuan, perjalanan menuju rumah mbah terasa panjang. Jalan yang biasanya ramai di momen-momen tertentu tetiba mauacettt tyada duwa, bikin warlok macem kita syulit beredar *dadar kali ah 😁.

Sebelum ada Lembur Pakuan, jarak rumahku dan rumah mbah + 30 menit udah termasuk menutup pagar dan parkir. Setelah ada Lembur Pakuan, udah pasti makin lama yekan... makanya awal-awal Lembur Pakuan viral kita puyeng 😅. Sebenarnya bisa sih ke rumah mbah pake rute lain tapi mesti muter naik turun bukit dan jalannya kurang OK, kalau mau cepat ya pake tol.

Percayalah...

Baru selesai dibikin ceunah 

Dipikir-pikir, ketimbang ikutan kena macet mending turun aja nggak sih di Lembur Pakuan?! Karena ini kali pertamaku ke Lembur Pakuan, kutanyalah Widy dan Mas Bagus yang udah beberapa kali kesini. Ada apa di Lembur Pakuan? Pak Dedi kan nggak setiap minggu pulang ke rumah *anzaiii... tetangga yuteh? 🤣 Tahu nggak jawaban mereka apa?

"nggak ada apa-apa, cuma liat-liat, ikutan orang jalan-jalan"

HAHAHA 🫵🏻😭.

Ada 2 opsi memasuki Lembur Pakuan yakni melalui jalan utama dan jalan samping. Kita pilih jalan utama biar sat set, kalau jalan samping mesti melalui sawah. Sapuan bulir padi yang mulai menguning bisa bikin kulit kita gatal dan nggak nyaman. Oh ya, beberapa hari yang lalu Pak Dedi Ulang tahun, makanya warga masih tumpeh-tumpeh mencoba peruntungan ketemu doi.

Karpet merah untuk semua orang 😁

Lebih macho ketimbang macan Cisewu 😎

Selain nanggap wayang golek, Pak Dedi mengadakan sunatan masal, bisa dibayangkan gimana ramainya Lembur Pakuan. Eh, kalyan tahu wayang golek nggak sih? Singkat aja, wayang golek adalah versi 3d dari wayang kulit, karakter, alur cerita dan setting-nya mah mirip. Aku terakhir kali nonton wayang golek saat sepupuku nikah + 10 tahun yang lalu, itu pun nggak tuntas, tunduh coy 😅.

Memang ya Lembur Pakuan bikin warlok berdaya, ada yang buka warung, ada yang jual makanan, ada yang bikin parkiran, Tapi ya... imho, selama menyusuri jalan utama aku merasa semua orang mencoba menjual hal yang sama, jadi nggak ada kojonya. Selain itu nggak ada atraksi atau kegiatan yang gimana gitu, let's say... macem Saung Angklung Udjo.

Yamasa atuh kita jauh-jauh ke Lembur Pakuan cuma mau liat rumah Pak Dedi dan sawah aja? 😅.

Jajanan template 

Sebagian masih baru 

Kita jalan sampai ujung, putar balik lalu menuju parkiran. Selama sisa perjalanan aku mempertanyakan: tadi aku ngapain ya 🤣🤣🤣. Maaf banget niya warga, setelah rada ngahuleng aku sampai pada kesimpulan bahwa aku mah kurang cucok euy dengan konsep wisata rumah tetangga teh. Tidak puguh. Mana cuaca panas banget ya Allah...

Kalyan udah pernah ke Lembur Pakuan belum?

***

LEMBR PAKUAN SUKADAYA
Jl. Raya Dangdeur, Desa Sukasari, Kelurahan Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang
Jawa Barat 41271

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Apa kabar flow paket kalyan? Udah otw normal atau masih tersendat-sendat? 😁 Seiring berakhirnya momen mudik lebaran, flow paket di area-ku berangsur-angsur normal. Horeee...!!! 🥳. Demi menghindari drama perpaketan di peak season, aku menahan diri untuk nggak belanja online saat ramadan kecuali butuh banget atau barangnya nggak ada di offline store.

Sambil nonton berita arus balik lebaran biasanya aku nyambi check out, lebih sans aja gitu rasanya meski toko-toko masih pada tutup. Yuyur, nggak sanggup euy ikut war wer wor atau mencoba peruntungan per-PO-an 😅. Udah beberapa tahun ini aku nggak beli outfit lebaran dan memilih pake yang udah ada. Subang panas tjoy, salah pilih bahan berasa bagai dikukus 🥵. So, ketimbang beli outfit yang jarang dipake mending beli yang udah pasti dipake aja yekan 😉.

Siapa yang di rumahnya pake daster? Ayo ngaku 😂. Sejujurnya aku nggak suka pake daster karena emak-emak banget tapi semua berubah saat aku pake versi setelannya 😂😂😂.  Ketimbang daster berbentuk dress aku lebih suka daster berbentuk setelan (atasan dan bawahan) karena lebih leluasa dan bisa dipake keluar rumah, nggak harus pake inner lagi karena khawatir tersingkap.

Sebagai negara tropis tentcunya material yang cocok dipake di Indonesia mah katun dan rayon, kalau linen masih 50:50 ya karena yang beredar di market mah biasanya linen x polyester yang pihareudangeun. Pantesan ya emak-emak hobi banget pake daster 😁, ehh aku juga siya 😅. Gimana ya... semakin lusuh malah semakin enakeun, ademnya itu loh... nyesss... 🥹 hingga ke pori-pori kulit.

Aku dan mama cukup sering beli daster, sering trial and error, kalau nggak OK segera jadi keset, kalau OK lanjut dipake sampai jadi keset 😁. Oh ya, perputaran motif dan warna daster tuh cepat ya, karena jualan offline-nya kenceng makanya bersyukur banget kalau menemukan seller yang mau fotoin satu-satu dan melengkapi deskripsinya 🙇🏻‍♀️.

So far, kita paling sering beli daster dari Kencana Ungu, HAP dan Hengky, kalau kalyan ingin coba-coba beli daster boleh niya baca pros and cons-nya dulu 😉.

BATIK KENCANA UNGU

- bahan rayon (gramasi tergantung label)
- warna gonjreng, motif random
- untuk daster ada opsi lengan panjang, lengan 2/3 lengan pendek dan tanpa lengan
- untuk setelan ada opsi lengan panjang, lengan 2/3, lengan pendek dan tanpa lengan
- untuk setelan ada opsi celana panjang, celana 2/3 dan celana pendek
- ukuran variatif
- bisa dibeli di toko offline, online (Kencana Ungu Official) dan department store macem Yogya Group
- harga variatif tergantung model dan tempat beli ± Rp 80.000-Rp 170.000

BATIK HAP

- bahan rayon tebal
- warna lebih kalem dan motif lebih modern, cucok untuk zillenials
- ada opsi tangan panjang, tangan 3/4, tangan pendek dan tanpa lengan
- ada opsi celana panjang dan celana pendek
- ada opsi gamis
- all size
- untuk badan petite pilih seri Kenanga, untuk badan tinggi berisi pilih seri  Asmara
- bisa dibeli di toko offline dan toko online (aku beli di Toko Danita Batik dan Toko Budi Rezeki )
- harga variatif tergantung model dan tempat beli ±Rp 80.000 - Rp 100.000

BATIK HENGKY

- bahan rayon halus
- warna gonjreng, motif rapi dan cantik karena dibikin per panel
- nggak mudah luntur, punyaku bertahan hampir 10 tahun sebelum pensiun dijadikan keset 😁
- untuk daster ada opsi lengan panjang, lengan pendek dan tanpa lengan
- untuk setelen ada opsi lengan pendek dan tanpa lengan
- untuk setelan hanya ada opsi celana pendek
- all size
- bisa dibeli di toko offline dan toko online (Batik Hengky Official)
- harga variatif tergantung model dan tempat beli ± Rp 60.000 - Rp 70.000

***

Selain 3 brand ini, ada beberapa brand kita suka cuma karena mereka jualnya offline sulit cari di e-commerce. Selain itu ada yang juga yang no brand (nggak pake label) saking clueless-nya kita nggak tahu ini teh produksi mana atau brand apa 🤔. Yang begini-begini nih yang bikin gregetan, mau beli lagi bingung, nggak beli kepikiran 😂.

Leminow brand daster favorite kalyan ya 😀.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Assalamualaikum ya bestie ya family...

Telah sampailah kita di bulan ramadan, insya allah kita semua diberikan ketenangan dan kesenangan dalam menjalani ibadah. Aamiin... 🤲🏻. Tahun ini bulan ramadan diapit oleh 2 hari raya yang dirayakan di Indonesia, yakni tahun baru tionghoa (imlek) dan tahun baru saka (nyepi). Semangats para visual merchandiser 😁.

Tahun ini Muhammadiyah vs Nahdatul Ulama kembali memiliki pendapat yang berbeza mengenai hilal. Bukan hal yang baru siya, namun tetap bikin drama huhu 🥹. Sejujurnya aku nggak keberatan dengan perbedaan ini karena artinya 10 hari terakhir ramadan jadi ganjil semua 😁 *oportunis *ahli hikmah *iyain aja.

Keluargaku mah aslinya netral, namun karena aku pernah sekolah di Muhammadiyah mereka membebaskanku memilih. Kadang ikut pemerintah kadang ikut Muhammadiyah, yang penting nggak ikut Tarekat Naqsabandiyah *ytta. Untuk tahun ini aku memilih jadi warga Muhamadiyah karena, why not? Nggak ada alasan khusus siya, ingin aja.

Saat Mbah Uti masih ada, beliau selalu menyarankan kita berpuasa hanya 1/2 hari di hari terakhir bulan ramadan, just in case udah masuk bulan baru. Kebiasaan ini terlahir karena zaman dulu informasi masih sangat terbatas, apalagi kalau tinggal di kampung. Pernah kejadian udah tarawih, udah sahur, udah puasa eh ternyata Idul Fitri 😅.

AUTO PILOT
Sebagai manusia aku menyadari bahwa hubungan antara kita dan Allah selalu fluktuatif, kadang semangats kadang lesyu. Sejujurnya aku semangats menyambut ramadan namun entah kenapa pas prakna mah terasa lesyu 🥹. Yha~ mungkin aku masih butuh waktu untuk menata ulang hidupku dan kembali ke jalan yang benar 😭.

FIDYAH ATAU QADHA?
Tahun lalu mama membayar fidyah karena sedang sakit, sedang Widy membayar fidyah karena sedang hamil. Tahun ini Widy berencana membayar fidyah karena sedang menyusui, namun di last minute doi memutuskan untuk ikut berpuasa karena membayar fidyah dan membayar qadha dirasa memberatkan. Alhamdulillah tamat 👍🏻.

OLEH-OLEH
Karena Widy dan Mas Bagus + Lulu Idul Fitri di Sidoarjo, mereka cari oleh-oleh untuk dibawa mudik. Setelah menimbang dengan seksama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, mereka memutuskan beli batagor kering dan cilok goreng *udah pake kemasan vacuum. Biar vibes-nya sunda banget ceunah 😂.

RM. MARANTINA
Saat nge-pick oleh-oleh di Bandung, aku dan mama sempat makan siang di RM. Marantina yang berlokasi di sebelah Borma Lembang. Fyi, RM. Marantina ini pernah hype di eranya, makanya cucok dengan seleranya rang-o-rang tuwa. Makanannya kaya rasa dan bumbunya leqoh, yang bikin beda doi pakenya nasi merah, tapi bisa kok request nasi putih.

OPORTUNITY
Beberapa hari sebelum Idul Fitri ayah info akan kasih opor dan ketupat, jadi aku nggak usah masak. Aku sih yes ya 😁. Eh, sehari sebelum Idul Fitri Muhammadiyah beliau tetiba datang ke rumah dan kasih ayam mentah berikut bumbu rempah. Oalahhh... ternyata aku disuruh bikin opor sendiri karena Idul Fitrinya duluan 😭😭😭.

TIBA-TIBA MASAK
Tadinya aku berencana masak setelah sholat Idul Fitri biar sans dan bisa dicicipi. Eh, begitu si ayam oportunity datang mama langsung riweuh nyuruh masak, frustasi banget nih si guweh masak opor yang rasanya mesti Idul Fitri banget 🤣. Btw, aku masak sampai tengah malam, Cinderella pulang party sungkem lihat aku masih bebersih dapur 🫠.

OFFSIDE
Karena khawatir sulit mendapatkan Grab, aku minta ayah mengantarkanku sholat Idul Fitri di SMP Muhammadiyah. Mengkaget euy... Saking banyaknya jama'ah sholat Idul Fitri, shaf-nya sampai luber ke pinggir lapangan. Meski udah datang pagi aku kebagian tempat di teras kelas huhuhu. Sedang uwakku bisa kebagian shaf terdepan karena berangkat setelah sholat shubuh 🥲.

SARAPAN
Setelah salaman dengan uwak dan keluarga di lapangan, aku dan Anya memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena Anya belum sarapan kita mampir ke Mie Gacoan, sebagai penglaris senang sekali sans pilih tempat duduk dan ngobrol ini itu. Opor jerih payahku semalam akhirnya kumakan saat makan siang, rasanya enak *yaiyalah kan aku yang masak 😂.

SILATURAHMI
Tahun ini, RT baru di kompleksku berinisatif mengajak warga yang nggak mudik berkeliling blok. Kupikir cara ini lebih efektif ketimbang silaturahmi door to door ya, apalagi kalau kita jarang ketemu. Karena pergerakan mama yang terbatas beliau menunggu giliran silaturahmi sambil berjemur di teras rumah, alhamdulillah nggak tantrum 😁.

***

Semoga kita dipertmukan lagi dengan ramadan yang akan datang ya, insya allah dalam keadaan yang jauh lebih baik. Meski terlambat, minal aidzin wal faidzin ya manteman.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa minggu menuju bulan ramadan, smartphone-ku sempat bermasalah. Baterainya nge-drop sampai nggak bisa lepas dari charger, puanasss pol 🔥. Slow but sure, bagian belakang smartphone-ku menggembung macem handphone (poliponik) jadul, lalu mati. Panik nggak tuh?! 😱. Udah mah lagi riweuh-riweuhnya mempersiapkan ramadan, nggak ada smartphone cadangan, mama lagi nginep di rumah mbah dan yang terpenting, apiku mesti menyala 😭.

Semuanya bermula saat aku meng-install game bernama Selera Nusantara yang direkomendasikan oleh warga Thread. FYI, Selera Nusantara adalah simulator game dimana kita (player) berperan sebagai penjual multitasking yang bertugas menyajikan makanan secepatnya. Setiap stage-nya terdiri dari 6 lapak yang menjual berbagai makanan dan minuman yang Indonesia banget. Ada martabak, pecel lele, es dawet, sate, rawon bahkan nasi padang. Gimana nggak anteng coba akutu? 😅.

Main character bernama Siska

Semakin tinggi stage-nya semakin banyak kombinasi permintaan pembelinya. Kadang minta nggak pake sambel, kadang minta nggak pake lalap, kadang minta air teh, kadang minta pake telor, berasa jualan beneren😂. Untuk mempermudah flow penyajian, kita mesti meng-upgrade perlengkapan masak (kompor, gelas, piring) dan refill bahan. Oh ya, semakin sering di-upgrade semakin kinclong grafisnya, cobain deh 😉.

Kupikir yang paling bikin ngakak di Selera Nusantara adalah story line-nya, bayangkan pindah level gara-gara lapaknya kena gusur satpol PP 😂. Pernah juga pindah level gegara saling sikut antar karyawan, owner tiba-tiba bangkrut, sewa nggak diperpanjang, kena pungli preman dan yang paling mind blowing di sekitar lapak ada pembunuhan 😂. Gils... biasanya aku nge-skip story line karena ah pasti gitu-gitu aja, mon maap Selera Nusantara mah Indonesia banget, makanya dipantengin terus.

Siska pernah dituduh jadi pelakor gegara pelanggan fotoin Siska dan bapak owner yang sibuk melayani pembeli, ibu owner cemburu lalu bad mood 🤣

Hampir setiap hari aku main Selera Nusantara, mendadak lupa niya sama Township dan Resortopia 😅. Saking antengnya jualan bubur aku sampai lupa waktu dan meng-abuse smartphone-ku *astagfirullah ya ukhti... 🫣. Tadinya aku khawatir smartphone-nya nggak bisa diselamatkan, untungnya cuma ganti baterai, plong banget yekaannn... 😮‍💨. Biar nggak terjerumus ke candu yang sama, aku meng-uninstall game Selera Rakyat. Mungkin kelak akaun kumainkan lagi, tapi nggak tahu kapan 😅.

Kalyan kalau mau install game Selera Rakyat, install aja. Hal yang terjadi padaku belum tentcu terjadi pada kalyan.

***

*Picture were taken from Selera Rakyat page in Playstore.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Selamat hari raya duhai manteman... rasanya baru beberapa bulan yang lalu aku merayakan pergantian tahun dengan nonton Dark Nuns (review) dan makan Hokben di Transmart Buah Batu. Eh sekarang udah merayakan lagi. Alhamdulillah kini aku merayakan pergantian tahun bersama keluarga di rumah dalam keadaan yang lebih baik. Aku pun merasa sangat bersyukur punya manteman yang turut mendoakan dalam berbagai keadaan. Lopyu guise... to the moon and back 🥰.

Sejak beberapa hari yang lalu, mama udah mewanti-wanti untuk bikin acara kecil-kecilan macem mengundang keluarga makan di mana gitu... atau kumpul-kumpul aja rumah. Yha~ mengingat momen pergantian tahun adalah momennya kita berdua, yaudah sih bebas 🫡. Namun, menimbang cuaca yang nggak menentu bisa bikin level kesehatan pudar (istilah apa lagi ini 😅), akhirnya kita memutuskan untuk makan siang di rumah. Untuk menu-nya yang gampang-gampang ajalah karena aku yang masak 😁.

✨ dari aku - oleh aku - untuk aku ✨

Sejujurnya aku menghindari banget bikin tumpeng, nasi kuning atau nasi uduk karena ribet dari hulu ke hilir. Mending beli aja nggak sih? *realistis 😉. Sadar I'm not into cooking as you do, aku memilih menu yang simple namun tetap ada esensi pergantian tahunnya, yakni sup miso. Sebagai bala-bala drakor tentcunya aku pernah nonton banyak scene pergantian tahun, salah satu yang paling kuingat adalah scene Kim Go-eun bikin sup miso sebelum berangkat ke sekolah di Goblin.

Yha~ aku dan Kim Go-eun sama-sama masak sup miso 🥳.

Biar nggak sup miso teuing, aku menambahkan side dish yang mayan gampang bikinnya. So far so good ya, mama bahkan video call uwak-uwakku untuk memamerkan menu makan siangnya sekaligus kasih credit bahwa semua itu aku yang masak #leomom #aingsinga 🫶🏻. Oh ya, kita nggak ada foto bareng karena malay pake hijab dan udah waktunya makan siang, terlampau lapar yaini 😁. Cuaca yang ceudeum  tentcunya bikin pencahayaan di rumah remang-remang, makanya hampir semua fotonya nggak insta-friendly 😅.

🍳🍳🍳

SUP MISO

Biar nggak puyeng perkara takaran aku beli paket sup miso (wakame + dashi powder + miso pasta) di sini. Sejujurnya tanpa pake miso pasta rasanya udah OK, tapi kan sayang ya kalau nggak dipake 😁. Mungkin karena warna supnya yang butek dan wakame-nya pada ngambang mama mengiranya sebagai sayur lodeh, maahhh... 🫠.

SOSIS ASAM MANIS

Tadinya aku mau bikin sosis goreng, tapi setelah dipikir-pikir kasihan juga ya kalau cuma digoreng 😅. Akhirnya aku bikin sosis asam manis, ini saus asam manisnya pake udah jadi ya bukan bikin sendiri *dugaan kalyan benar yaini 😁. Biar nggak sepi-sepi banget aku tambahkan irisan wortel.

EBIFURAI

Di hari-hari hujan begini tentcunya aku nggak ada energi untuk bepergian, jangankan ke pasar, ke warung terdekat aja malay luar biasa 😂. Aku beli ebifurai yang udah jadi di O! Save dekat rumah, so far mayan laya untuk menyemarakkan meja makan mah. Kalau mau yang enak dan bergizi memang baiknya bikin sendiri siya 😅.

TAMAGO

Aku memutuskan bikin tamago di last minute karena merasa menu yang udah kubikin masih kurang.

*semua resep dan cara masaknya bisa dicari di TikTok ya 😉.

🍳🍳🍳

Semoga pergantian tahun yang akan datang giliranku yang dimasakin ya, Hayati lelah... 😅.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most.

Alone Alone Kelakone

2026 Reading Challenge

2026 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (36)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (3)
  • ▼  2026 (22)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Jul (3)
    • ▼  Aug (3)
      • Spider-Man: Brand New Day
      • Sop Burtok
      • Lontong Cibadak Dan Kembang Tahu

Friends

  • D. R. Bulan
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • St. Jauzah
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Yuki Angia

Check This Too

  • A Beautiful Mess
  • Daisy Butter
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Minimalist Baker
  • Nicoline Patricia
  • Spice The Plate

Followers

Thanks for Coming

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates