Micah

by - December 19, 2016


Somebody has told me about the secret of human life, it is the birth, the death and the soulmate. Everyone would die, but not everyone could find the soulmate. The death slipped between the birth and the soulmate, because only death could break the fate. That is why every marriage promises end by “... until the death separate us ...”.

Beberapa hari yang lalu Picirili menelepon, tidak seperti biasanya yang langsung bertanya “Nyong ... keur naun?” sambil cekikikan setelahnya, kali ini ia memberi jeda dan menghela nafas sebentar sebelum akhirnya bilang “Nyong ... Miftah meninggal ...”

...

...

...

Zonk!

Aku baru tahu dia adalah temanku ketika mendengar pengumuman di musholla, anggota IRM yang bertugas menyampaikan bahwa seorang santri baru baru saja kehilangan ibunya. Nama yang sama juga tertera pada kertas ucapan bela sungkawa yang ditempel oleh tim Mading di depan asramaku.

Karena santri putra dan putri hidup terpisah, aku baru tahu mukanya dengan jelas ketika rapat panitia acara Cerdas Cermat, bergabung di divisi paling rese se-Darul Arqam. PubDekDok (Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi).

Berada di divisi PubDekDok yang harus selalu stand by dari awal sampai akhir acara membuat kita sering meeting, sok-sokan ngobrolin dekorasi padahal nanti ujung-ujungnya minta disalamin. Tapi karena sering meeting itu kita jadi berteman dan ngobrol OOTT.

Ia ingin disebut Micah atau Hanamicah seperti Hanamichi di komik Slam Dunk. Aku baru mengerti kenapa ia ingin sekali disamakan dengan Hanamichi ketika menonton animenya di kampus, konyol dan sama sekali nggak keren haha

Meskipun sering roaming Micah termasuk orang yang bertanggungjawab, at least ia masih menyempatkan meeting denganku mewakili anak buahnya yang ngacir semua ke lapangan basket. Memberitahu hari ini mereka ada latihan untuk persiapan turnamen, karenanya ... untuk sementara tanggungjawab divisi PubDekDok diserahkan kepadaku.

Damn! *smirk
As a nice teammate, I agree with him. But, only in one condition ... semua kerjaan PubDekDok harus beres pas acara. Nggak mau tau gimana caranya.

Dan ... nggak tau gimana caranya juga, semua kerjaan PubDekDok bisa beres sebelum acara dimulai d(^o^)b Yeaayyy !!! We’re a team. A teammate.*baru deh diaku jadi partner

Bahkan ketika pada akhirnya kita semua lulus, urusan PubDekDok menjadi tanggungjawab Micah dkk yang jadi anak buahnya, kita mah bagian marah-marah dan sensi-sensi aja ... sering complain meski sebenarnya nggak penting-penting amat.

But he made it, itulah yang terpenting. Doesn’t matter how messed the condition, as long as it is done you had a great work!

Kadang suka kepikiran, kalau yang ngerjainnya cuma Micah dan Jajang terus yang lain ngapain aja? Nongkrongin sambil ngomentarin? Apa pura-pura nggak tahu? Wallahu a’lam bisshawab ...
BTW, It has been a decade ago ...

Micah lefted us. Ia tersengat aliran listrik ketika sedang mengganti lampu di rumahnya, tak ada yang tahu persisnya kapan, ia baru diketemukan adiknya pada pagi hari. Picirili tidak bisa hadir ke pemakamannya, namun ia menghiburku yang mendadak sedih dengan mengatakan bahwa temanku yang lain ada untuknya.

It was hurt to imagine how if my dearest friend left me as Micah did. Officially 6 tahun hidup bareng, makan bareng, tidur bareng, jajan bareng, ngeceng bareng, mandi bareng, ngebully bareng, apa-apa bareng but suddenly left.

Aku selalu mengira kita semua akan menua bersama-sama, melewati setiap fase kehidupan dengan sesekali ketemuan untuk curhat, menghadiri reuni yang diadakan 10 tahun sekali sambil menonton slide show berisi kelakuan bodoh tapi fakta yang cukup memalukan. I wish so ...

Di akhir teleponnya Picirili bilang “Nikah aja nunggu giliran ... Ya mati juga nunggu giliran”.




You can erase someone from your mind but getting them out of from your heart is another story (Eternal Sunshine of the Spotless Mind)

You May Also Like

0 comments

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.