Hiatus

by - 8.3.16




Sudah hampir setahun lamanya mama sakit, ia terkena serangan (stroke) dalam perjalanannya ke kantor di pagi hari, sepupuku lantas membawanya ke Rumah Sakit namun tak berapa lama kemudian separuh tubuhnya dinyatakan tidak berfungsi. Aku yang memang sedang berada di rumah pasca resign tak pernah mengira, bahwa hal yang paling dikhawatirkan mama akan terjadi juga.

Lalu, setelah dirasa cukup pulih, dokter di Rumah Sakit mengizinkan mama pulang. Yang terjadi setelahnya adalah perjalanan panjang ala Pendeta Tom Sam Chong di serial Kera Sakti. Aku mewakili keluargaku membawa mama berobat kesana kemari. Berbagai pengobatan pernah dicoba. Berbagai dokter pernah dikunjungi. Berbagai obat-obatan pernah diminum. Tapi hasilnya nihil. 

Aku yang belum bekerja lagi memutuskan untuk menjadi volunteer, dengan main project mengurus mama hehehe Bagiku menjadi volunteer merupakan pilihan terbaik daripada jadi pengangguran yang sering diasumsikan dengan tidak memiliki pekerjaan dan tidak melakukan apa-apa. Mungkin bagi sebagian orang pekerjaanku kurang menguntungkan karena tidak menghasilkan dan tidak keren. Memang. Aku sudah tahu.

Atas saran dari keluarga, kami pun hijrah ke rumah Mbah yang terletak di daerah Kalijati, di desa dekat perkebunan karet yang kini ditanami pohon pisang. Aku tidak terlalu menyukainya karena merasa dijauhkan dari peradaban hahaha ... Tidak ada sinyal provider yang stabil. Tidak ada TV kabel. Tidak ada warnet (pliss dehh ... hari gini ...). Tidak ada buku bacaan. Tidak ada pedagang di malam hari. Mmhhh ... Banyak alasan bagiku untuk menolak. Tapi apa daya, mama ingin tinggal disana. Membuatku khawatir bahwa suatu saat aku dan mama akan pindah ke rumah Mbah secara permanen T.T 

Perlu lebih dari 3 kali untuk mengangkut barang bawaan selama hijrah, sisanya menyusul ketika aku ‘main’ ke rumah. Jika untuk waktu 2 minggu saja diperlukan barang bawaan yang banyak, apalagi jika nanti benar-benar pindah. Mungkin butuh lebih dari 10 truk untuk mengangkut semua barang di rumah dan itu belum termasuk dengan printilan-printilannya.
Setiap hari aku terbangun karena suara kokok ayam ketawa yang baru-baru ini dipelihara oleh Wa Gun, yang dengan suaranya yang parau dan terbata-bata, ketawanya jauh dari kata merdu. Setelah sholat shubuh biasanya aku akan memasak air untuk mandi mama, tapi jika kompor gasnya sedang fully booked, aku akan pindah menggunakan hawu (tungku) di bagian belakang rumah. 

Lalu ... aku akan memasak tahu dan menyeduh susu diabetes. Lalu ... aku akan membereskan kamar dan menyetrika baju. Lalu ... aku akan ikut menonton Gangga dan Uttaran hanya karena mama suka. Lalu ... aku akan mengobrol sampai malas. Lalu ... aku akan membereskan tas dan bersiap-siap pergi ke dokter. Lalu ... aku akan ... akan ... akan ... mmmhhh ... akan ... akan ... Yasudahlah. Kira-kira  begitulah setiap harinya. Membosankan. 

Eh. Kecuali. Menonton Andre dan Hesty memasak dengan modus (modal dusta) di NET.

Satu-satunya hiburan adalah Candy Crush Saga dan Candy Crush Soda yang selalu aku mainkan secara maraton setiap kali ada waktu kosong. Atau menyalakan laptop hanya demi mendengarkan All I Ask nya Adele berulang-ulang sepanjang hari. Kadang-kadang membaca ulang blog content yang pernah dipublish untuk sekedar mengisi waktu luang. Sisanya aku habiskan dengan pekerjaan rumah reguler yang sangat menyita waktu.

Meskipun aku membawa serta design tools ketika hijrah, jarang sekali aku bisa menggunakannya secara bebas. Karena sepupu kecilku terlalu ingin tahu mengacak-ngacak meja kerja yang sudah aku tata. Dan demi kebaikan semua design tools yang aku miliki, aku memilih untuk doodling secara rahasia dan tersembunyi.
Sorry buddy ... Family first. I’ll call you later OK!

Aku tidak melakukan semua hobbyku untuk menyenangkan orang lain, aku melakukannya untuk diriku sendiri. karena aku akan bahagia jika bisa melakukannya ... Sayangnya, not everyone understand as well as I am.

You May Also Like

0 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.