How To Train Your Dragon 1

by - September 28, 2015


How To Train Your Dragon adalah sebuah film animasi yang diangkat dari buku bacaaan fiksi anak-anak karya Lucida Cornwell, dilengkapi dengan illustrasi gambar dan tulisan tangan childish membuat buku ini sangat menarik untuk dibaca.

Menceritakan tentang Hiccup IV seorang anak kepala suku Vikings yang dianggap pengecut oleh kawan-kawannya karena perawakannya yang kerempeng, tidak menyukai kekerasan, menyukai naga  dan (yang paling penting) sangat tidak menampakkan ciri-ciri dari seorang Viking.

Versi bukunya sendiri lebih fokus untuk pada kegiatan Hiccup selama mengikuti kelas menjadi Viking, sedangkan filmnya lebih mengedepankan asal mula Hiccup bertemu dengan naganya Toothless. Meskipun melenceng dari cerita aslinya How To Train Your Dragon adalah film yang sukses membuat penontonnya lupa akan cerita aslinya. Wajar saja, dengan karakter naga-naganya yang colorful dan sengaja dibuat mirip dengan ownernya, siapa yang tidak akan jatuh cinta ketika menontonnya?

Hiccup IV adalah seorang anak kepala suku di kepulauan Berk, berbeda dengan ayahnya yang sangat Viking – berperawakan besar, menyukai segalam macam kegiatan yang mengekspose kekuatan dan gemar berperang. Hiccup lebih suka menghabiskan waktunya di workshop membuat perkakas. Suatu hari ketika segerombolan naga menyerang desanya, ia secara tak sengaja membuat kekacauan yang menyebabkan ayahnya berang.

Ayahnya kemudian menyertakan Hiccup ke kelas Membunuh Naga, suatu skill yang harus dimiliki oleh Viking. Selain Hiccup ada Astrid, Truf dan Snuff yang bergabung di kelas itu. Pada awalnya, Hiccup dijauhi oleh teman-temannya karena dianggap merepotkan, namun seiring berjalannya waktu Hiccup akhirnya bisa mengatasi naga tanpa harus membunuhnya.

Karena penasaran, Hiccup memberanikan diri pergi sendirian ke dalam hutan untuk mencari naga yang pernah dibidiknya. Ternyata naga yang tersebut memang ada, ia tidak bisa terbang kerena sayap di ujung ekornya terluka. Hiccup tadinya berencana ingin mengambil hati ayahnya dengan memberitahukan keberadaan naga itu, tapi melihat kondisi naga yang terluka dan karakternya yang cinta damai, ia mengurungkan niatnya dan malah mendesain sayap baru untuk naga tersebut.

Perlahan-lahan, Hiccup mencoba untuk berteman dengan naga tersebut, memberinya makan dan melatihnya terbang. Hiccup bahkan menamainya Toothless karena tidak memiliki gigi. Sebelumnya Hiccup hanya tahu bahwa naga dengan jenis tersebut dijuluki The Night Fury dan tidak ada keterangan lebih lanjut selain bersembunyi dan berdoa agar The Night Fury tidak menemukanmu.

Berkat pengamatannya (mengamati Toothless / naga) akhirnya Hiccup bisa lolos dengan mudah dari kelas Membunuh Naga, hal itu memicu Astrid untuk mencari tahu tentang rahasia Hiccup. Suatu hari  Astrid membuntuti Hiccup ke dalam hutan dan terkejut mendapati Hiccup berteman dengan Toothless.

Di ujian terakhir kelas Membunuh Naga mereka diharuskan untuk membunuh Naga Api, karena suatu kesalahan naga tersebut marah dan nyaris membunuh Hiccup. Pada saat itulah muncul Toothless yang ingin menyelamatkan Hiccup, tentu saja keadaan menjadi kacau balau dalam seketika. Toothless ditangkap dan dijadikan umpan oleh ayahnya untuk memancing naga-naga keluar dari Pulau Tengkorak, sedangkan Hiccup (yeah ... you must know what’s going on him) ditinggalkan begitu saja.

Tak kehabisan akal, Hiccup pun mengajak teman-temannya untuk pergi ke Pulau Tengkorak menggunakan naga-naga peserta ujian.

Dan ... sampailah Viking ke Pulau Tengkorak, disana mereka bersiap-siap untuk menghabisi naga. Tak disangka, selain naga-naga reguler yang kerap menyerang desa mereka terdapat seekor naga besar yang menjadi pemimpin naga-naga tersebut. Alih-alih berhasil menangkap atau membunuh naga, yang ada mereka semua kocar kacir diserang naga besar tersebut, satu persatu perahu Viking hancur terkena semburan api. There’s no way out.

Hiccup dan kawan-kawan kemudian datang menyerang  naga besar tersebut. Setelah melalui perkelahian yang cukup sulit akhirnya naga tersebut bisa dikalahkan.

But, somebody’s need to pay it.

Hiccup memang kehilangan kaki kirinya pada pertempuran di Pulau Tengkorak itu, tapi akhirnya ia berasil meyakinkan ayahnya (bahkan penduduk desa Berk) bahwa naga tidak perlu dibunuh. Finally,  Viking dan naga-naga menjalani hidup berdampingan di Pulau Berk.

You May Also Like

0 comments

Feel free to leave some feedback after, also don't hesitate to poke me through any social media where we are connected. Have a nice day everyone~