Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Hello~

Di bulan Januari ini tentcunya rang-o-rang pada bikin resolusi awal tahun yekan, yuyur aku nggak begitu tertarik bikin (lagi) karena resolusi tahun lalu terbukti ambyar semua 😂. Namun karena fyp-ku isinya hobbies to try in 2026, crafty projects I want to do in 2026, analog projects inspiration, or anything related into it seketika bikin jiwa artsy-ku tersentil. Karena... mengingatkanku pada proyek-proyek mangkrak yang nggak tahu kapan kelarnya 🤣.

Sebagai manusia banyak mau tentcunya aku punya keinginan bebikinan ini itu, yang sayangnya karena berbagai hal nggak bisa kuselesaikan. So... ketimbang bikin resolusi tahunan *yang kita tahu gitu-gitu aja, kurasa akan lebih baik kalau aku menyelesaikan apa yang pernah aku mulai meski baru wacana di otak 😅. Yha~ mumpung masih sans, kalau udah on the track mah bisa jadi malah makin mangkrak.

Dan inilah list proyek mangkrak yang ingin kulakukan dari Studio Lestari *iya, pake studio biar kewren dan desain banget 🤘🏻.

🎀🎀🎀

BEADED BAG
status: 65%
level: medium

Setelah nggak berhasil menemukan tas yang OK untuk acaranya Widy aku memutuskan untuk bikin beaded bag. Sayangnya karena masih newbie aku kurang teliti dan salah mengkalkulasikan kebutuhan bahan. Beads yang kupake udah nggak restock dongs 🥹, kalau pun ada ukuran dan warnanya nggak sama. Hal inilah yang bikinku nggak mood menyelesaikannya, bahkan hingga Widy akhirnya menikah, hamil dan punya anak proyek beaded bag ini masih mangkrak.


BEADED NECKLACE
level: easy
status: 80%

Saat belanja bahan untuk beaded bag aku nggak bisa menahan diri untuk nggak beli beads di luar kebutuhanku. Ya maap... tapi kalyan lucu-lucu sih 😆. Aku bikin aksesoris untuk self satisfaction masih belum kepikiran untuk dijual, paling dibagikan untuk para keponakan. Mungkin karena kebanyakan lihat referensi ini itu, aku jadi sering bongkar pasang aksesoris yang udah jadi makanya mangkrak mulu nih proyek 😂.


VEST
level: medium
status: 10%

Sejak ikutan YCIFI dan berhasil bikin kemeja aku jadi kepikiran jahit ini itu untuk diriku sendiri. Tadinya aku ingin bikin kulot tapi setelah dipikir-pikir malay ugha ya ngukur-ngitungnya 😅 aku berencana bikin vest biar nggak terlalu ribet. Sayangnya untuk saat ini mesin jahit Widy lagi nggak ada di tempat dan aku otw bongkar gudang cari mesin jahit cadangan. Meski secara teori mah bisa-bisa aja bikin vest pake jahit manual, akyu tyda shanggup ya pemirsahhh... 🫣.


BADINGKUT
level: medium
status: 20%

Badingkut di sini bukan badingkut seni musik ya melainkan badingkut kain macem quilting dan patchwork. Aku udah berada di tahap gregetan setiap kali melihat tumpukan pakaian dan kerudung lintas trend mangkrak di storage. Sebagian udah dihibahkan namun sebagian lagi masih ada, tepatnya belum ada yang mau ngangkut sih 😁. Karena sebagian besar bahannya pake polyester kurasa akan lebih cucok dibikin tirai, sarung cushion atau pouch.


GOUACHE PAINTING
level: medium
status: 25%

1-2 tahun yang lalu aku sempat bersemangat bikin gouache painting, udah ngumpulin berbagai referensi (teknik dan style) dan beli gouache Himi Miya. Mungkin karena terbiasa pake watercolor yang layering-nya tipis dan detail, begitu pake gouache aku agak shock ya 😅. Momen eskplorasi gouache-ku terhenti saat pindahan ke unaesthetic side of Bandung, lupa aja gitu aku teh punya proyek mangkrak. Saat kucek gouache-ku berjamur dongs, sebel deh 🥲.


WATERCOLOR PAINTING
level: medium
status: 25%

Di antara berbagai coloring media aku paling suka watercolor karena at some points bisa bikinku rileks. Objek favorite-ku ofkors adalah makanan, karena detailing-nya yang menantang. Sayangnya, watercolor painting ini cukup menyita waktu dan ini kurang cocok untukku yang weekend-nya syibuk bener 😆. Oh ya, aku masih pake watercolor yang sama dari 13 tahun yang lalu, saking jarangnya dipake malah jadi awet 🤗.


MIX MEDIA
level: medium
status: 25%

Sejak tahun lalu aku udah ngecengin mix media ini namun belum ada mood untuk memulainya 🤭. Untuk bikin 1 video singkat diperlukan banyak slides terkurasi yang tentcunya butuh effort untuk menyelesaikannya. Oh ya, mix media ini konsepnya mirip dengan kolase dimana kita bisa mengkombinasikan berbagai style dalam satu ruang, mungkin aku akan mencoba bikin 1 dulu *nggak usah muluk yaini semoga berhasil ya 🫡.


JOURNALING
level: medium
status: 25%

Udah bertahun-tahun aku mencoba journaling namun nggak ada satu pun yang selesai 🥲. Sesungguhnya aku malah terdistraksi dengan printilan-nggak penting-tapi-ingin-punya macem sticker, washi tape, pulpen warna warni dan semuamuanya. AAAAA... tyda semudah itu Ferguso memulai journaling 🥹. Semoga aku bisa segera mendapatkan pencerahan untuk segera menyelesaikan proyek mangkrak ini.


ZINE
level: medium
status: 25%

Sejujurnya aku masih 50:50 memasukkan zine ke list ini karena aku merasa konsep zine mirip dengan blog. Zine terkesan indie sedang blog terkesan personal, keduanya sama-sama dibikin untuk mengekpresikan diri. Sampai saat ini aku masih bimbang mau bikin zine apa nggak karena kontennya pasti ya itu-itu aja 😂. Yha~ sepertinya aku masih harus menyelam lebih dalam sampai menemukan flow yang mengantarkanku pada audience-ku di zine.


🎀🎀🎀

Kalyan ada rencana bebikinan apa di tahun ini? Ada yang sama nggak dengan list ini?

***

*pictures were taken randomly from Pinterest
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hello~

Apa kabar jemuran kalyan? Masih basah atau udah otw kering? Jemuranku mah nggak kering-kering yaini, mataharinya ngumpet mulu😅. Kombinasi antara hujan + petir + angin tentcunya bikin kita semua waswas dan waspada, khawatir banget dengan berita-berita kurang baik yang berseliweran. Oh ya... meski udah pake jaket dan mengurangi intensitas keluar rumah, aku tetap masuk angin dongs huhu *angger 🥹.

Beberapa hari yang lalu aku dan Widy pergi mengambil laundry, pulangnya kita mampir di Mera Noodle Bar. Sejujurnya, meski hampir setiap hari melewatinya aku nggak ada keinginan untuk mampir, karena... dekat rumah 😂. Berasa tanggung aja gitu makan di sana sementara rumahku dekat. Well... Mumpung cuacanya mayan okey dan kitanya lagi sans, let's give them a try 😉.

Fyi, Mera Noodle Bar ini berlokasi di jalan masuk ke kompleks perumahanku, dulu di sebelahnya ada lapangan futsal namun kini udah jadi kios sayuran. Fyi lagi, Meera Noodle Bar ini aslinya rumah tinggal yang masih satu rumpun dengan rumah-rumah perkebunan lainnya. Iyaps, kompleks perumahanku dulunya perkebunan dan kolam renang yang ada di ujung sana udah eksis sejak zaman hollander.

Kita memilih meja di area depan biar terang dan terkena angin sepoi-sepoi, untungnya ada baby seat jadi Lulu bisa anteng... sebentar 😁. Kita order Mera Tantan, Mera Tomyum dan Fried Enoki, dibutuhkan waktu +- 10 menit untuk menyelesaikan semua order. Sambil menunggu kita ngobrolin to-do-list selama Ramadan dan Idul Fitri biar pembagian job desk-nya jelas 🤔 .

Tadinya kukira order-an kita tertukar ternyata udah benar yaini, saat order tadi aku lupa menanyakan tomyum-nya pedas apa nggak. Ternyata pedas 🥲. So far, rasanya okey kok, tekstur mienya kenyal (nggak beukah) dan kuahnya creamy. Cucok laya untuk dimakan di cuaca begini mah. Tenctunya aku butuh waktu untuk menghabiskannya, pedasnya agak PR niya 😁.

Sebagai ramen pertama yang kumakan setelah setahun lebih, Mera Noodle Bar ini nggak mengecewakan ✨👌🏻.

Kapan terakhir kali kalyan makan ramen?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Selamat tahun baru manteman... 🥳.

Seperti byasa, post ini adalah annual post yang tertunda atas nama distraksi duniawi. Di rentang 10 tahun, bisa kubilang tahun 2025 ini adalah tahun tersibuk, kalau byasanya aku sibuk mencari kesibukan, kali ini aku sibuk beneran *monanges 🥺. Hal-hal yang terjadi sepanjang tahun begitu... liar gitu ya 😅, yang mana bikinku mesti take a step behind dan beradaptasi dengan situesyen yang terjadi di luar kendali.

Mungkin pernah lewat di feed kalyan konten mengenai refleksi spiritual yang menjelaskan bahwa tahun 2025 adalah tahun reset, tahun pembersihan, tahun penyelesaian atau tahun apalah itu. Makanya banyak rang-o-rang yang memutuskan untuk berpisah, mengalami berbagai ujian hidup atau berpulang. Maap banget nih pemirsa, kalau memang semesta lagi declutter sepertinya aku masuk kloter pertama deh 😁.

***

Biar bacanya enakeun, aku membaginya jadi: mind, body dan soul.

MIND

Awal tahun ini aku pindah ke Subang karena mama kena stroke ke 2, alhamdulillah kita berhasil mengoptimalkan golden time-nya. Bersyukur sekali punya tetangga dan keluarga yang bisa diandalkan saat genting seperti ini 🥺. Mungkin karena saat stroke ke 1 beliau bersamaku, saat stroke ke 2 ini beliau berulang kali bilang "mbak nggak usah kerja, di sini aja nemenin mama" heuheuheu gamang banget yekan... apalagi aku memang malay misqueen suka kerja 😅.

Kuharap kalyan percaya bahwa salah satu doa mustajab datang dari doa orang tua kepada anak-anaknya. Beberapa hari setelah menyuruhku menemaninya di rumah, aku di-cut atas nama efisiensi 💆. Perusahaanku memutuskan menutup tempat produksi dan memilih order barang dari you-know-who, dalam hal ini peran desainer memang nggak dibutuhkan. Kupikir ini adalah hal jenaka mengingat kegalauanku selama beberapa hari ini memikirkan mau resign apa nggak 😉.

Dalam perjalanan pulang di bis aku baca From The Unaesthetic Side of Bandung dan merasa amazed dengan cara Allah menjawab pertanyaanku. Uhukkk... *brb bikin list pertanyaan 😆. Setelah tahu akan pindah ke Subang, aku segera beberes rumah, packing barang, bayar ini itu, scalling gigi dan cek mata tahunan di Cicendo. Yha~ based on my personal experience... saat mengurus orang byasanya kita akan lupa mengurus diri sendiri *heu 😅.

Aku nggak sempat mengabari kepindahanku ini kepada kalyan sekalyan, hanya teman kantor *yaeyalah 😁 dan manteman yang pada saat itu sedang berinteraksi denganku yakni Memed dan Fira (karena kita ada rencana ngobrol berkedok ngopi). Icunk dan Deya mah udah nggak usah ditanya ya, ada api yang mesti dinyalakan setiap harinya 😂. Manteman kantorku mengadakan farewell satset yang ditutup pake nasi liwet Teh Aning dan (tentcunya) J. Co.

Long story short, selama setahun ini mama masih dalam masa pemulihan, jadi kita masih mesti bolak balik rumah sakit untuk kontrol ke dokter dan fisioterapi. Dalam sebulan kita bisa 2-4 kali ke rumah sakit, dari jadi pasien kloter pertama hingga jadi pasien kloter terakhir *sini sungkem sama suhu 😁. Saking rutinnya, ibu kantin sampai hafal aku mau jajan apa 😂. Lemi telyu... hanya ada 2 alasan mengapa pasien berhenti ke dokter, kalau nggak sembuh ya meninggal.

Aku mesti mengakui bahwa proses adaptasiku nggak se-smooth slime, bawaannya tantrum mulu yaini... 🙂‍↕️. Ada masanya aku tetiba marah, tetiba sedih, tetiba semangat, tetiba mellow, tetiba craving *ah... ini mah PMS 😅. 10 tahun berlalu sejak mama kena stroke ternyata aku masih gini-gini aja. Fyi, aku sans sih karena ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbuka, mungkin kini giliran pintu surga yang terbuka 😇.

BODY

Sebagai ciwik berhijab so pasti rambutku rontok parah, sejauh mata memandang hanya ada rambut, rambut dan rambut. Sampai malay nyapu akutu wkwk. Setelah tinggal di Subang rambutku udah nggak begitu rontok *yippie 🎉. Tahu nggak kenapa? Rambutku dipotong pendek sampai nggak bisa dikucir, karenanya aku pake jepit atau jedai (mini), selain itu aku punya waktu untuk mengeringkan rambut secara alami.

Seperti yang kalyan tahu, aku sempat mengalami sakit mata yang luar biasa durjana. Bukan cuma mata aja yang sakit, aku bahkan nggak bisa beranjak dari tempat tidur gegara sakit kepala dan demam menggigil. Feels-nya macem koronces tapi versi mata 🙃. Butuh sekitar 2 minggu sampai mataku berangsur-angsur membaik, termasuk area sekitar mata yang bengkak ala KDRT. Seumur hidup belum pernah aku merasakan sakit mata yang sebegini repotnya.

Saat scalling, dokter mengingatkan bahwa gigi gerahamku posisinya udah tidur (melintang) dan butuh tindakan secepatnya. Setelah Idul Adha aku cek ke dokter dan direkomendasikan untuk operasi impaksi, kukira hanya 1 gigi ternyata 2 gigi dongs 🥲. Berdasarkan peraturan BPJS terbaru, operasi impaksi hanya bisa dilakukan untuk 1 gigi dengan jeda 1 bulan untuk operasi tambahan. Udalaya... kuyakin kalyan faham gimana ngilunya gusi ini... 😭.

Operasi impaksiku terjeda selama 2-3 bulan karena prosedurnya yang mayan panjang. Bahkan untuk operasi ke 2 aku mesti menunggu dokter selesai cuti nataru untuk bisa lepas jahitan, mon maap... jahitannya akhirnya lepas sendiri 😌 jadi aku rumah sakit hanya untuk mengecek sisa benang. Aku butuh 3 minggu untuk penyembuhan *lama ugha ea, termasuk flu gegera ngemilin es batu mulu 😆. Sumvah nggak enak banget nggak bisa mangap, aku sampai pake sendok kue untuk makan.

Menjelang natal, sendi tangan dan pergelangan tanganku terasa nyeri yang mana bikinku sulit beraktivitas, aku bahkan nge-skip mandi gegara nggak bisa mengangkat gayung 😂. Karena libur nataru dan prosedur BPJS yang mayan panjang, aku baru bisa ke dokter saraf 3 minggu kemudian, beliau bilang "harusnya sebelum 2 minggu kamu minta disuntik di dokter, kalau udah begini kan lama penyembuhannya".

Andai kau tahu dok... untuk bisa mendapatkan surat rujukan kita mesti bolak balik faskes 1 hingga 2-3 kali, hingga mereka yakin penyakit kita udah nggak bisa di-handle. Argghhh 😤... Gegara hal ini aku jadi kepikiran untuk pindah faskes, ribet euy. Oh ya, aku kena carpal tunnel syndrome karena aktivitas berlebihan, nyerinya merembet hingga pangkal lengan dan punggung *astagana tuwa 🤭. Sekarang otw pemulihan, minum obat, banyak istirahat dan fisioterapi.

So... jangan nungguin post terbaru ya 😉.

SOUL

Pertengahan tahun ini keluargaku sibuk luar biasa menyambut kehadiran Lulu, akhirnya ayah dan mama resmi jadi kakek dan nenek. Cieee... update mulu niye... 😆. Tadinya aku di-hire Widy untuk mendokumentasikan proses persalinannya, alih-alih aku malah jadi Jill of all trades. Proses persalinan Widy berlangsung selama 3 hari 3 malam *udah macem staycation aja 😅, keluarga tentcunya udah panik dan bolak balik menghubungi sampai aku puyeng mau reply yang mana dulu.

Alhamdulillah, setelah proses yang puanjaaannnnggggg... akhirnya Lulu berhasil dibujuk keluar. Sebagai anggota termuda tentcunya doi mendapatkan perhatian semua orang, namanya cucu pertama yekan. Hari-hari dan gallery-ku isinya Lulu mulu sampai nggak ada foto sendiri kalyan begini juga kan? ayo ngaku 😁. Sampai sekarang aku masih bimbang mau dipanggil apa oleh Lulu kelak, plis kasih aku ide... aku nggak mau dipanggil Wawa karena mengingatkanku pada Agus Sedih 🥹.

Tahun ini giliran Emih (nenek-ibunya ayah) yang berpulang, sejujurnya bukan hal yang mengejutkan mengingat kondisinya yang semakin memburuk. Selama 10 tahun terakhir Emih terkena dementia yang bikin kita mesti bolak balik memperkenalkan diri saat bertemu. Ada kalanya beliau menanak nasi dalam porsi besar (untuk para pegawainya *dulu), menyelinap jalan-jalan, mandi berkali-kali dan meracaukan memorinya saat diajak merantau ke Jakarta.

Meski jarak antara rumahku dan rumah Emih bisa dijangkau dengan jalan kaki, aku nggak punya banyak memori dengannya karena udah lama hidup masing-masing 🥲. Aku terakhir bertemu dengan Emih saat beli ketoprak, beliau baru aja dimandikan dan meracau 😉. Fyi, hidup panjang umur tuh nggak mudah ya manteman... semua saudara dan kerabat yang seangkatan dengan Emih udah berpulang sejak lama, yha~ beliau adalah yang terakhir di generasinya.

Setelah merayakan ulang tahunnya yang ke 100 giliran Emak (ibunya uwak) yang berpulang, beliau adalah mertuanya uwakku yang ikrib karena sama-sama pernah tinggal di ma'had. Kalyan mungkin mengenalnya sebagai mertua Pak Nasrun *ytta. Aku terakhir bertemu dengan Emak saat resepsinya Atsni, meski udah renta beliau masih mengenaliku. Menanyakan FAQ standar, kapan nikah? sambil makan kue kacang.

Selain Emih dan Emak ada beberapa kerabat dan kenalan yang berpulang, feels-nya udah macem pandemi yaini coyyy... Hampir tiap bulan kita (aku dan keluarga) mendapat berita duka, saking seringnya kita akhirnya terbiasa. Macem yaudalaya... semua yang bernyawa pasti akan mati 🙂. Well... Semoga semua yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan kesabaran serta kemudahan dalam menjalani hari-hari yang akan datang.

***

Aku nggak akan tanya "gimana tahun 2025 kalyan?" karena kuyakin situesyen kita nggak jauh berbeza 😁, namun aku akan sangat bersyukur kalau ternyata kalyan menjalani tahun 2025 dengan gembira. Kuharap kita semua mendapatkan banyak kemudahan dan keberlimpahan di tahun-tahun yang datang (termasuk tahun ini). Oh ya, aku berencana untuk mengambil jeda dan mengurangi interaksi di social media karena merasa terlampau lelah 🫠. Meski begitu kalyan masih bisa mengecekku via blog, e-mail atau whatsapp.

*serius, aku kangen dikirimi e-mail personal yang isinya 1-2 kalimat.

Have a blessed life everyone 🤗
Lestari
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most. Thank you 🤍

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (32)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Jan (3)
      • Tahun Tersibuk
      • Ramen Pertama
      • Project I Wanna Do In 2026
    • ►  Feb (1)

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates