Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.

This is not a bedtime story that your mum tell before you sleeping in the night nor a bore story that your teacher tell before you falling asleep in the class. It’s not a fake story that you tell  to impressing your crush nor a funny story that you tell to cheering up your friend.


It’s just a story ... about somebody life whom you never known before ... a little secret that rarely you hear before.



You can leave.
You can stay.
And you can be both.



But you can’t controlling your mind to not curious about what the story it is.

Seriously.



Because if you don’t curious about it, why do you (still) keep reading and scrolling down your mouse?

And click ‘keep reading’ to continuing your curious? (^.^)


OK. Here you go ...

Actually, I don’t know from where I should start this story. Too many confusion and doubtful that distracted me a hundred times, also a denial that haunted me for a years. But no matter how I turned or how I run, I realized, it is mine.



I’m ‘special’.



OK. I’m different.



So ... you accept ‘different’ easier than ‘special’ right? BTW, thank you for not imagine a martabak when seeing ‘special’ word.

I’m different. I knew. I always knew.

Everybody’s is different in their way, so I am. But I’m ‘different’. I mean that ...
I don’t remember the day I was born to the world because my ears and eyes still not working yet, but I remember the days after, the early day of my life.

When I got the pain of ear piercing, when I got hospitalized in my first year, when I want to say ‘hug me’ but the only voice I made is crying, when I got puke on the first time riding angkot, when I went to minimarket for buying toddler toys, when my mother taught me about the colors name and so on. I still remember those seem it was yesterday.

Isn’t it crazy? I remember the things that should be forgotten. FYI, I also can describing how the details, if you want to ... know.

I had a good memory, really ... really good on it even isn’t like a photographic memory. But the worst part is I always remember almost everything, especially a promise that peoples made for me, Sometimes, I’m very amazed about their innocence, how could they forgot their promise while I’m still into it?’

Maybe they forgot, or ... want to forget. I don’t know, I can’t see the different of both.

There are so many kind of people I met, many kind of people touched my life, many kind of people stay around me but there only a few whom settled (with me). Only a few.

Most of peoples saw me as a vanity friend picker, the super chin up person whom love to living in small friend cycle. Yes. It’s true, I admitted.

Why? Because I can ‘see’ them.

I can ‘see’ people just by looking at them at the first sight, like scanning. But, I’m not scan their style like a fashion police nor a bullyer in high school, I scan their self. I know it’s too complicated to understand what I’m really looking for because I can’t describe how I did that exactly.

I always scanning people, especially a new person, I know if they are good or bad by looking into their heart? Soul? Self? Or whatever you name it. I’m looking into theirs to find what kind of person s/he is.

Somebody who really kind, somebody who fake their kindness, somebody who had an undercover mission, somebody who really care, somebody who always think they are right, somebody who try to digging up your secret, somebody who love to impress, somebody who never care, somebody who waiting you falling down patiently, somebody who think they are loving you enough and so on.

I’ve seen them. Sometimes I enjoyed their lies as they want to and never blame myself for throwing another lies to makes perfect.

I can analyze everything especially about human behaviour, i’d love to know the reason behind act. Yes I love watching Lie To Me, but I did that habits for a long time ago.

I always keep my eyes on every little things peoples do, how was they act, how was they talk, how was their expression, how was they treat peoples, how was their (hand) writing, how was their manner, how was their fashion sense, how was their background and so on.

My friend told me I took the wrong major, I should be took psychology or any major that related to human behaviour than Industrial Design. At this time I’m totally agree.

At the first I was think that ‘see’ peoples came from my analyze habit, but then I realize it’s more than just an analyze. It’s developed into a prediction. It’s out of mind right?

Suddenly I became an director, I can predict any possibilities in my mind like a movie scene. I would think it’s only a effect of my fun habit if those alive only in my mind, but the truth is ... it become real.

I don’t know what happened to me, but I can’t stop my brain. It worked and overloaded until I couldn’t see the different of expectation and reality.

There is some point that normal peoples doesn’t understand, I can see a correlation between life and world, seems I knew everything. Maybe only Tim Kring who understand me so well. He is the creator of Touch, a serial television that describing what is going on in my mind almost exactly, go watch Touch if you want to know.

Sometimes I want to giving up, because it’s so hard for me. I spent a hundread sleepless night, a tired days, a nonsense life. How could I’m living this?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Kuliah di Desain Produk Kampus Oranye rasanya lebih capek daripada waktu di boarding school dulu, padahal ya kalau dipikir-pikir kuliah tidaklah seberat masa sekolahku. Di boarding school aku harus bangun sekitar  pukul 03:30 demi menghindari antrian kamar mandi dan baru tertidur sekitar pukul 23:00 malam di setiap harinya, sedangkan ketika kuliah jadwal masuk paling pagi adalah pukul 08.00 pagi dari hari Senin sampai Jum’at.
Yang memberatkan adalah tugasnya, terkadang aku harus begadang tiap malam untuk menyelesaikan tugas yang nyaris gak ada habisnya. Kostan Cuma jadi tempat transit untuk tidur dan menyimpan barang-barang karena aku lebih banyak menghabiskan waktu di kampus mengerjakan tugas secara berjama’ah, jangan tanya kapan dan kemana aku pada saat weekend, kalau nggak di kampus ya di kostan ... ngerjain tugas.
Tahun pertama aku lewati dengan susah payah dan berdarah-darah, walking dead gitu deh ... kaya zombie, baju seadanya, muka kusut, kurang makan dan lingkaran hitam di mata. Tapi ya ... demi tugas mah apa sih yang nggak.
Tahun kedua masih sama, eh lebih parah malah. Project design yang kukerjakan agak ribet, mengharuskanku untuk bergaul dengan limbah rumah tangga yang baunya menyebar sampai satu gedung jurusan.
Baru di tahun ketiga aku bisa agak santai, at least aku tidak lagi mengambil baju yang pertama kali kulihat di lemari ketika bersiap-siap pergi kuliah. Aku juga bisa menonton marathon drama Korea sambil sesekali posting di Multiply dan main Farmville di Facebook.
Nah, saat itu kuliah kita mulai ada yang tidak berjalan sebagaimana tertera di KRS (Kartu Rencana Studi) sehingga ada perbedaan kelas, dari yang biasanya selalu bersama-sama menjadi sendiri-sendiri. Kadang bertemu sebentar diantara jeda mata kuliah atau ketika nogkrong geje di depan gedung.
Meski demikian kita selalu berkomunikasi via sms dan chat via YM (Yahoo Messenger) atau Ebuddy, jirr ... lawas banget kan haha Nanya-nanya info kuliah terbaru atau gossip terpanas di kampus, agak ribet juga sih sebenernya karena yang nanyain bisa sampe beberapa orang, tahu sendiri kan mahasiswa fakir pulsa.
Pada suatu hari saat kuliah mandiri, Rizma dan Oshi mengajakku ngobrol, katanya mereka punya secret projet.
Secret project tentang apa?
Tentang membuat sebuah blog rahasia (anonymous blog) untuk berbagi informasi atau gosip terbaru di kampus. Karena ternyata menjawab sms cukup menyita waktu dan pulsa jika dilakukan untuk beberapa orang sekaligus haha
Aku adalah anggota ke 3 yang direkrut Rizma setelah Oshi dan dirinya sendiri. Kami berbagi tugas untuk posting gosip dan situasi terkini di kampus Oranye secara live, tergantung situasi juga sih, kalau memang mau curhat juga bisa #eh
Saat itu aku belum berkenalan dengan serial Gossip Girl, eh, tapi gak tahu deh kalau Rizma. Jadi mengecek dan posting di blog tersebut adalah hiburan yang mengasyikkan.
Awalnya blog tersebut hanya untuk konsumsi geng cewek semata, tapi lambat laun banyak juga yang tahu. Ketika satu orang memberitahu 2 orang lainnya, masing-masing dari ke 2 orang tersebut pasti akan memberitahu 2 orang lainnya, begitu selanjutnya sampai menggurita seperti piramida MLM (Multi Level Marketing).
Dari situ kita agak gimana gitu ... intinya agak gak enak sama yang diomongin hehe apalagi kita kenal hampir semua orang di Jurusan Desain Produk Kampus Oranye. Ye kan ... meskipun sebenarnya gosip tersebut adalah fakta yang belum terungkap J
Ya sudahlah ... demi kemaslahatan ummat akhirnya blog tersebut berhenti beroperasi. Untungnya Kampus Orange sedang gencar memblokir site atau website yang memiliki konten pornografi semacam Tumblr, ya mau gak mau akhirnya tetep berhenti juga kan hehe
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

The Snow Maiden atau yang lebih dikenal dengan Snegurochka adalah cerita rakyat yang berasal dari Russia, jika pernah mendengar tentang Putri Kaguya cerita rakyat dari Jepang, maka The Snow Maiden adalah versi Russia dari Putri Kaguya, keduanya memiliki alur cerita yang agak mirip meski dengan ending yang berbeda.

The Snow Maiden bercerita tentang seorang penebang kayu dan istrinya, bertahun-tahun lamanya menikah mereka tak juga dikarunia seprang anak, ketika beranjak tua mereka sangat gelisah memikirkan hari tuanya yang kesepian.

Suatu hari di musim salju, pasangan suami istri tersebut pergi ke hutan untuk menebang kayu. Untuk menghibur diri, mereka membuat sebuah boneka dari salju yang dinamai Snegurochka. Ketika melihat Snegurochka, istri penebang kayu merasa sedih dan berharap agar Tuhan memberikannya seorang anak untuk merawatnya di hari tua.

Tiba-tiba, mata Snegurochka berkedip, pasangan suami istri tersebut tidak mempercayai apa yang mereka lihat, mereka kemudian menatap Snegurochka lagi. Salju yang menutupi Snegurochka mencair, lalu Snegurochka mulai menjelma menjadi seorang manusia nyata dengan tiara yang berkilauan dan pakaian mewah ala peri.

Mereka terkesima dengan apa yang mereka lihat sampai Snegurochka datang menghampirinya, Snegurochka mengatakan kepada mereka bahwa ia datang untuk menjadi anak yang selama ini mereka dambakan dan berjanji akan merawat mereka. Pasangan suami istri tersebut kemudian pulang ke rumah membawa Snegurochka dengan bahagia.

Hari-hari berlalu, Snegurochka tinggal bersama pasangan suami istri tersebut, ia merawat mereka dan melakukan semua kewajibannya. Istri penebang kayu kerap meminta Snegurochka pergi keluar untuk mencari teman, tetapi Snegurochka menolaknya dengan halus. Hingga suatu hari, Snegurochka meminta izin untuk pergi ke karnaval.

Di desa yang sama dengan Snegurochka, tinggallah seorang gadis cantik bernama Kupava. Karena kecantikannya, Mizgir, seorang saudagar kaya jatuh hati padanya. Semenjak itu mereka menjadi tak terpisahkan, desas desus mengatakan bahwa tak lama lagi Mizgir akan menikahi Kupava.

Di karnaval Snegurochka bertemu dengan seorang pemuda bernama Lel, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk saling menyukai. Dimana ada Snegurochka disana ada Lel.

Suatu hari Mizgir datang mengenakan pakaian wanita dan menari-nari, semua orang yang melihatnya tertawa-tawa, begitu juga dengan Kupava. Saat itu Snegurochka dan Lel ikut menari bersama-sama. Mizgir yang baru kali itu melihat Snegurochka langsung terpikat, ia kemudian memutuskan hubungannya dengan Kupava dan melupakannya.

Sejak itu tersiar kabar bahwa Mizgir sering mengunjungi Snegurochka di rumahnya, desas desus mengatakan bahwa tak lama lagi Mizgir akan menikahi Snegurochka. Kupava yang merasa kesal lantas mendatangi rumah Snegurochka, ia memarahi dan menghina Snegurochka, ia bahkan meminta agar orang tua angkatnya mengusirnya.

Tak sampai disitu, Kupava menghadap Tsar Berendei untuk mengadukan ulah Snegurochka yang (menurutnya) telah merebut Mizgir kekasihnya. Tsar Berendei yang dikenal bijak kemudian memanggil Snegurochka dan orang tua angkatnya untuk menghadap ke istana. Mereka semua ketakutan, namun tetap memenuhi panggilan tersebut

Tsar Berendei kemudian meminta Snegurocha menjelaskan tentang Mizgir, ia tidak menampik bahwa Mizgir menyukainya, namun yang sebenarnya terjadi adalah Snegurochka telah menolak Mizgir sehingga Mizgir tidak pernah mendatangainya lagi. Tsar Berendei pun mengerti duduk permasalahan kedua gadis ini. Cinta. Tsar Berendei lalu menyuruh Snegurochka dan orang tua angkatnya pulang ke rumah.

Kupava yang mengetahui keputusan Tsar menjadi hilang kendali, ia merasa sangat putus asa dan memilih untuk menceburkan dirinya ke dalam sumur. Setalah kejadian itu, Snegurochka terus berdiam diri di dalam rumah, ia tidak bisa dibujuk bahkan oleh Lel sekali pun.

Suatu hari Lel mendatangi rumah Snegurochka dan mengajaknya keluar rumah, tak disangka Snegurockhka menyetujuinya, mereka lalu berjalan-jalan hingga ke tepian hutan. Snegurochka meminta Lel untuk memainkan flutenya dan dengan senang hati Lel memainkan flutenya. Snegurochka menangis mendengarkan Lel memainkan flutenya, perlahan-lahan tubuh Snegurochka memudar dan hilang ditelan bumi. Meninggalkan Lel yang termangu menatapnya.

The Snow Maiden adalah salah satu cerita rakyat Russia yang populer, terbukti dengan tokoh Snegurochka yang sering dijadikan muse untuk ilustrasi atau boneka, salah satunya adalah The Enchanted Dolls. Karena kepopulerannya The Snow Maiden juga diangkat menjadi cerita opera dan dipentaskan sejak era 1800an.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Serial How I Meet Your Mother menceritakan tentang kehidupan 5 orang sahabat yang tinggal di kota New York, mereka adalah Ted Mosby, Robin Scherbatsky (Cobie Smulders), Barney Stinson (Neil Patrick Harris), Marshall Ericksen dan Lily Aldrin.

How I Meet Your Mother diceritakan dari point of view Ted Mosby the architect, ia menceritakan flashback bagaimana ia bertemu dengan belahan jiwanya kepada kedua anaknya. Pada awal serial diceritakan bahwa Ted merupakan kekasih Robin, namun karena berbagai hal hubungan mereka tidak berhasil.

Pribadi Robin yang cuek dan a little bit sarcasm membuatnya diterima di gang, yang ingin diketuai oleh Barney. Barney sendiri merupakan seorang yang kaya, selfish dan gemar melakukan berbagai macam challenge yang ia buat sendiri. Kata-kata favoritenya adalah Legend ... wait for it ... dary.

Sedangkan Marshall a.k.a Marshmallow adalah seorang mahasiswa hukum yang menjadi roommate Ted sejak masih kuliah, ia juga adalah pasangan Lily a.k.a Lilypad. Mereka (Marshall dan Lily) merupakan pasangan yang kompak dalam segala hal.

How I Meet Your Mother menceritakan keseharian mereka menjalani kehidupan sebagai New Yorker, yaitu bekerja, nongkrong dan dating. Mereka sering menghabiskan waktu dengan nongkrong di MacLarens dan membicarakan berbagai topik serta melakukan hal konyol, yang tentu saja diprakarsai oleh Barney.

Meski sering dibully oleh gangnya, Ted tak putus asa dan tetap optimis akan menemukan belahan jiwanya. Payung berwarna kuning yang menjadi ciri khas serial How I Meet Your Mother adalah sign dari belahan jiwa Ted, sedangkan bebek karet berwarna kuning adalah dasi Barney ketika kalah bertaruh dengan Marshall.


How I Meet Your Mother merupakan serial yang menarik sehingga sangat dinantikan oleh penonton, bahkan mampu bertahan hingga season 9. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Followers

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most. Thank you 🤍

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (32)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2026 (5)
    • ►  Jan (4)
    • ▼  Feb (1)
      • 6^2 Luncheon

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates