Hello~
Belakangan ini aku lagi nggak mood nonton drakor, entahlah... rasanya berat banget nonton 1 episode sampai selesai. Aku udah coba nonton beberapa drakor dengan genre yang berbeda, tapi nggak mempan coy. Kebanyakan drakor episode 1-nya selow, sedang aku maunya yang langsung dar-der-dor macem A Shop For Killers. Well... Mungkin ini saatnya aku mengambil jeda dari drakor, dan mencari tontonan lain yang lebih... calming gitu ya 😅.
Setelah nonton Marry My Husband versi Jepang aku tertarik untuk nonton dorama lagi, namun mood nontonku belum resmi terkumpul jadi aku cari tontonan yang ringan. Untungnya saat scroll thread Twitter aku menemukan thread berisi list film dan series yang kurasa cocok untuk situasiku saat ini. So far it works, namun aku malah merasa lapar setiap kali nonton wkwk.
Di bawah ini adalah list film dan series Jepang yang kutonton, marki-check...
🍀🍀🍀
Travelling Sandwich | Tabi Suru Sandoitchi (2022)
Bercerita tentang dua orang bestie, Kurumi Enomoto (Ito Marika) dan Kaede Imamura (Tomota Miu) yang memutuskan untuk berkelana sambil berjualan sandwich. Yang bikin sandwich mereka berbeda dari sandwich lainnya adalah isiannya yang disesuaikan dengan komoditi di mana mereka singgah. Saat mereka singgah di ladang jagung maka isian sandwich-nya adalah jagung, saat mereka singgah di kebun buah-buahan maka isian sandwich-nya adalah buah-buahan.
Awalnya aku mempertanyakan gimana caranya Kurumi dan Kaede me-maintain cashflow mereka, kubilang begini karena setelah kuperhatikan mereka nggak ada income sama sekali loh ya, minus mulu karena Kurumi sering bagi-bagi sandwich 😁. Tapi setelah tahu bahwa Tabi Suru Sandoitchi ini adalah program pemerintah Jepang untuk mempromosikan komoditi daerah, yaudalaya... sok bikin lagi sandwich-nya, abis gitu mau lanjut kemana juga terserah 😉.
*hanya bisa ditonton via link haram
If It Sounds Good To You | O Mimi ni Aimashitara (2021)
12 episodes
Bercerita tentang Takamura Misono (Ito Mariko) seorang karyawan di perusahaan pembuat acar yang memutuskan untuk bikin podcast. Misono memilih niche kuliner karena doi memang suka makan, selain menceritakan makanan favorite-nya doi juga menceritakan hari-hari yang dilaluinya. Bestie-nya yakni Sudo Arisa (Igeta Hiroe) dan Sasaki Ryohei (Suzuki Jin) adalah kru di balik layar yang membantunya meng-improve kualitas podcast-nya.
Mungkin karena belum terbiasa dengan keekspresifan aktor/aktris made in Japan, aku merasa si Misono teh riweuh pisan, macem Kim Tae-ri di Jeongnyeon: A Star is Born 😅. Tapi lama-lama mah yaudalaya mungkin style-nya memang begitu hehe. Nonton If It Sound To You bikinku menyadari bahwa semua hal akan terasa seru kalau kita benar-benar menyukainya. Oh ya, Aku suka intro-nya yang lucu, berasa niat aja gitu bikinnya.
Bisa ditonton di sini
🍀🍀🍀
The Makanai: Cooking For Maiko House (2023)
9 episodes
Bercerita tentang Nozuki Kiyo (Mori Nana) dan Herai Sumire (Deguchi Natsuki) yang pindah dari Aomori ke Kyoto demi menjadi maiko*. Keduanya tinggal di Saku bersama para maiko yakni Tsurukoma (Momoko Fukuchi), Kikuno (Kotono Wakayanagi) dan Kotono (Kotona Minami). Sayangnya, Kiyo nggak berhasil menyelesaikan pelatihannya karena dianggap nggak memiliki bakat. Karena suatu kejadian, akhirnya Kiyo menjadi makanai yang bertugas menyiapkan makanan para maiko.
Salah satu hal yang bikinku betah nonton The Makanai: Cooking for Maiko House adalah sinematografinya yang indah, sungguh sangat memanjakan mata. Hubungan antar karakter yang dibikin so nice so good tentcunya adem banget, pun dengan perkembangan karakter Ryoko (Aju Makita) yang stecu. Karakter favorite-ku adalah Momoko yang effortless beauty, kocak banget doi ngotot bikin ozasiki bertema zombie 😂.
*maiko (calon geiko) - geiko (sebutan untuk geisha di Kyoto)
Bisa ditonton di Netflix
Midnight Diner : Tokyo Story (2016)
10 episodes
Bercerita tentang sebuah kedai bernama Meshiya di daerah Shinjuku (Tokyo) yang beroperasi dari tengah malam hingga dini hari. Kedai ini dikelola oleh Master (Kaoru Kobayashi) yang menyajikan menu secara suka-suka untuk para pelanggannya. Saking ikribnya, Master sampai faham permasalahan hidup rang-o-rang yang datang ke kedainya, bahkan nggak jarang turut serta membereskannya.
Midnight Diner bukan sekedar cerita makan malam (yang kesubuhan 😁) melainkan cerita para pelanggan kedai dan makanan favorite-nya. Meski dialognya lebih banyak ketimbang makanannya *heu, aku terkesan dengan cerita yang dibawakan oleh para pelanggan kedai. Terasa dekat dan realistis. Oh ya, Master ini cukup misterius, bahkan sampai durasi berakhir nggak ada satu pun yang tanya asal mula codetnya. *apa nggak ada berani gitu ya? 😅.
Bisa ditonton di Netflix
🍀🍀🍀
Pictures were taken from Asianwiki website.














































