Hello~
Beberapa hari yang lalu film Abadi Nan Jaya atau The Elixir dirilis di Netflix, tadinya aku mau cek ombak dulu eh ternyata malah hanyut bacain twitwar. Gileee... (bukan Jule ya) nggak bisa dibiarkan ini, harus ikut nimbrung😁. Aku nonton film Abadi Nan Jaya via smartphone yang mana bikin pengalaman nontonku terasa kurang optimal, tapi isokay laya... karena di rumahku mah nggak pake smart TV, pakenya TV kabel *angkatan lama 😅.
Jujur aku kepikiran dengan komentar netizen yang menyebut film Abadi Nan Jaya sebagai film zombie bloon, separah itukah filmnya? 😅 Biar nggak penasaran, kuy marki-try... Aku nonton film Abadi Nan Jaya ini dua kali, kali pertama nonton sendiri sebelum tidur, kali kedua nonton berdua dengan Widy di mobil (karena mama dan mantemannya lagi botram di ruang tengah *menolak tuwa).
Oh ya, aku pernah bikin post 5 Film Zombie yang Menghibur (bisa dibaca di sini).
Sebagai sinefil amatir, ada masanya aku suka nonton film dan serial bertema zombie, dari yang serius sampai yang nggak serius (macem yang penting ada dulu deh, urusan rame atau nggak mah terserah 😂). Saking sukanya nonton aku udah berada di tahap nggak keberatan makan sambil nonton adegan berbau amis, padahal aku tipe orang yang geuleuhan. Yaudalaya... biarin aja, mungkin mbnya lagi tertekan 😢.
Memang sebelumnya udah ada film dan serial bertema zombie, namun yang benar-benar mengantarkan zombie masuk pasar Asia adalah film Train To Busan (2016). Sayangnya Peninsula (2020) nggak berhasil bikin kita kembali merasakan ketegangan yang tercipta saat para zombie merangsak dengan cepat. Yha~bedanya zombie eropa dan asia tuh ini ya, gerakannya lebih cepat, cenderung agresif dan wajahnya full pake SFX *catat.
![]() |
| maap nggak di-sensor, writer-nim lagi mager |
Setelah bertahun-tahun nonton The Walking Dead akhirnya aku menyerah... nggak kuwat euy alur ceritanya udah ngalor ngidul, apalagi aku udah nonton Kingdom, udahlah... bye😁. Kingdom adalah serial zombie dari Korea dengan setting abad ke 17 (Joseon), so far Kingdom berhasil melampaui batas ekspektasiku akan zombie asia. Writer-nim berhasil mengekstraksi konsepnya secara apik sehingga kita faham alur ceritanya dari hulu ke hilir.
Kupikir pemilihan judul Abadi Nan Jaya ini udah cukup Indonesia dan mewakili zombie yang konsepnya what is dead may never dies #randomcrossover. Aku pun penasaran dengan treatment yang akan Kimo Stamboel lakukan untuk menciptakan zombie di negara tropis yang tricky. Well... Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Abadi Nan Jaya yang belakangan ini menghangatkan feeds social media-ku.
***
Abadi Nan Jaya bercerita tentang drama keluarga pemilik pabrik jamu Wani Waras yang berada di ujung tanduk. Sebagai kepala keluarga, Dimin (Donny Damara) masih keukeuh mempertahankan Wani Waras meski kedua anaknya, yakni Kenes (Mikha Tambayong) dan Bambang (Marthino Lio) menentang. Hubungan orang tua-anak ini diceritakan nggak coy sejak awal, Kenes jengkel karena Dimin menikahi Karina (Eva Celia) - bestie-nya sendiri, sedang Dimin jengkel karena Bambang 'nggak dewasa'.
Saat Kenes, Rudi (Dimas Anggara) dan Raihan (Varien Arianda Calief) mengunjungi rumah Dimin guna membahas nasib Wani Waras, Dimin menggunakan kesempatan tersebut untuk mendemonstrasikan formula baru jamu awet mudanya, yakni Abadi Nan Jaya. Hasilnya bikin mereka semua takjub. Dimin pun percaya Abadi Nan Jaya bisa menyelamatkan Wani Waras yang berada di ujung tanduk.
![]() |
| Dimin dan bayi-bayinya |
![]() |
| mereka berdua pernah nonton film zombie nggak sih? |
Di tengah perseteruan keluarga ini tetiba Dimin ambruk (dan mulai bertransformasi) jadi zombie, mereka semua panik dan meminta pertolongan. Keadaan bertambah ruwet saat Dimin mulai menginfeksi para pegawai yang mana bikin seisi rumah berhamburan kesana kemari. Untung Karina sempat ganti baju ya, kalau nggak mah repot banget pastinya berlarian sambil pake dress, warna putih pula 😅.
Sebelum minum Abadi Nan Jaya, ada scene Dimin dan tumbuhan kantong semar yang mewakili asal muasal senyawa zombie ini. Sejujurnya aku nggak yakin Dimin adalah satu-satunya formulator Abadi Nan Jaya. Kubilang begini karena sample Abadi Nan Jaya diantarkan oleh kurir ke rumah Dimin, yang artinya Abadi Nan Jaya ini diformulasikan di tempat lain. Pertanyaannya, siapakah pengirim sample Abadi Nan Jaya? 😶.
![]() |
| keluarga disfungsional ala Abadi Nan Jaya |
![]() |
| Raihan saat melihat transformasi Dimin jadi zombie |
Meski UMKM, kalau statusnya udah pabrik mah pasti punya tim R&D yekan... yang bertanggungjawab untuk menguji kelayakan produk. Kalau udah tahap sample berarti udah approve ya, apalagi sampai dikirim kepada Dimin dan relasinya, Santoso (Willem Bevers) dan Grace (Karina Suwandhi). Karena hal ini aku sempat mengira suspect pertama pasti berasal dari tim R&D Wani Waras, eh ternyata malah Dimin.
Timeline ceritanya satset ya, cuma semalam aja, yaiyalah ngapain lama-lama 😁. Selain keluarga Wani Waras, ada Rahman (Ardit Erwandha) dan Ningsih (Claresta Taufan) yang mengakhiri kisah cintanya sedyangdut mungkin. Macem I just want to be with you till he end of time. Boro-boro sedih yang ada aku malah geli sendiri nontoninnya 😂. Eh, kalyan geli juga nggak sih? *kepo.
![]() |
| kasihan banget bapak muadzin *ytta |
![]() |
| yang di dalem 😭 |
Sepanjang durasi aku terenyuh dengan keluguan para karakter di Abadi Nan Jaya ini, bayangkan dweh... warga yang terbiasa slow living tetiba mesti gercep lari menghindari zombie, apa nggak muntab tuh. Bisa-bisanya Karina, Rudi dan Raihan minum (bahkan makan) saat dikejar-kejar zombie, pun dengan pak polisi yang sempat-sempatnya minum setelah gagal menghalau zombie. Yukata masuk angin 😂.
Mungkin karena setting-nya terlalu relate dengan keseharian aku malah lebih banyak ketawanya ketimbang tegangnya. Widy mah misuh-misuh mulu ya. Saat para zombie melahap tamu hajatan yang clueless di atas truk. Saat Kenes, Bambang dan Rahman berusaha mengambil motor namun malah dikepung zombie. Saat Karina, Ningsih dan Raihan mau kabur pake motor tapi mesti diselah dulu. Saat Karina nggak sengaja pencet klakson telolet. Sa ae nih memancing emosinya 😅.
![]() |
| muatan lokal Indonesia - bepergian pake truk |
Kurasa semua semua aktor dan aktris yang terlibat udah berperan dengan baik, termasuk extras-nya yakni para zombie. Ekspresi, gestur dan penampilan visual-nya kewren ya, meski jadi extras mereka semua terus bergerak yang mana bikin suasananya terasa hidup. Saat nonton aku notice wajah mb biduan di hajatan berubah saat jadi zombie, ternyata mb biduan ada schedule manggung di tempat lain jadi digantikan oleh aktor cowok. Pantesan ya beda wkwk.
Oh ya, karakter yang bertransformasi jadi zombie macem Diman dan Rudi tetap dipake sampai akhir, karenanya nggak ada zombie yang sia-sia 👍. FYI. Zombie terpopuler di Abadi Nan Jaya adalah zombie crop top. Salut niya dengan kekompakan warga Wanirejo yang mampu menahan diri nggak posting ini itu sebelum Abadi Nan Jaya dirilis. Seru nontonin video bts dari balik kaca jendela rumah mereka hehe.
![]() |
| apakah kelak berasnya mengandung senyawa zombie? |
![]() |
| 😱😱😱 |
Tanpa bermaksud pick me, aku sangat menikmati nonton Abadi Nan Jaya ini. Dan dengan berbagai kelemahannya aku mesti mengakui bahwa untuk saat ini Abadi Nan Jaya adalah film zombie Indonesia yang paling proper. Mungkin kita perlu 1 season lagi deh untuk tahu Dimin kesambet apa sampai tetiba ngide bikin jamu awet muda pake tumbuhan kantong semar dan yha~... aku ingin tahu siapa pengirim sample Abadi Nan Jaya *penting *tolong di-notice 🙇.
Untuk teknisnya so far so nice so good, namun untuk skenarionya eym... kurang bisa menanggung beban ekspektasi netizen yang udah pernah nonton Kingdom wkwk Akhirul kalam, kusarankan kalyan nonton Abadi Nan Jaya serileks mungkin, nggak usahlah mikirin pendapat ini pendapat itu, just enjoy the show!
***
Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.














