Menu

  • 🎀 Home
  • Hello ~
  • 📌 Place
  • 🔥 Space
  • 🍊 Taste
  • 🌼 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • ➕ Extra

demilestari

Powered by Blogger.

Hello~

Beberapa hari yang lalu Guillermo del Toro merilis film terbarunya yakni Frankenstein. Well... tadinya aku ingin nonton di bioskop namun menimbang aku masih minum obat yang mana bikinku ngantuk mulu 😅, aku nge-skip Frankenstein dan mencari film yang vibes-nya mirip-mirip. Ada beberapa film yang masuk list, cuma yang kebetulan ada di watchlist Letterboxd-ku adalah Poor Things, dulu aku nggak sempat nonton filmnya karena keburu turun layar.

Poor Things bercerita tentang Bella Bexter (Emma Stone) yang dihidupkan kembali oleh Dr. Godwin Baxter (Willem Dafoe) melalui cangkok otak. Untuk membantu mencatat perkembangan perilaku dan psikologis eksperimennya, Godwin merekrut mahasiswa kedokteran bernama Max McCandles (Ramy Youssef). Fyi, Bella meningal saat hamil dan entah kesambet setan mana, Godwin mencangkokkan otak janin yang masih hidup ke tubuh Bella yang udah mati.

Sampai di sini aku melongo... plot-nya fresh namun membagongkan 😆.




Meski memiliki tubuh wanita dewasa, perilaku dan psikologis Bella sesuai 'usia' otaknya. Mengkaget rasanya melihat Bella yang bertingkah macem anak kecil, makan berantakan, sulit kontrol emosi dan yang 'agak mengganggu' doi nggak mau pake baju tjoy 😭. Jangankan Max, aku aja yang nonton merasa speechless. Mungkin karena udah di-briefing, semua ART di rumah Godwin sabar banget menghadapi tingkahnya Bella.

Selama nonton Poor Things aku merasa ditendang lagi ke titik 0 penciptaan manusia. Saat masih bayi kita nggak bisa melakukan banyak hal karena keterbatasan indera dan rasa, seiring waktu kita tumbuh dan memiliki berbagai kemampuan yang sesuai dengan kapasitas tubuh. Sedang Bella, dalam 'keterbatasannya' tinggal menunggu waktu untuk menyesuaikan diri dan memegang kendali.




Untuk mempermudah pekerjaannya, Godwin berencana menikahkan Bella dan Max. Sayangnya, Bella malah kepincut pengacara culas bernama Duncan Wedderburn (Mark Rufallo) yang menjanjikan perjalanan ke Lisbon se-nyesss angin surga Mario Teguh 😏. Godwin dan Max menyadari bahwa Bella telah 'tumbuh' dan instingnya nggak bisa dibendung lagi, well... mereka akhirnya merelakan Bella pergi bersama Duncan.

Bella dan Duncan mengawali perjalanan dengan manits, namun di tengah Duncan mulai kehilangan kendali atas Bella yang mulai memahami eksistensinya. Bella menghabiskan uang Duncan karena berempati terhadap penderitaan orang lain, sialnya hal ini bikin mereka galbay dan diturunkan dari kapal di Paris. Sebagai manusia baru tentcunya Bella lebih mengandalkan naluri ketimbang nalar, makanya doi nggak masalah jadi PSK, yang penting menghasilkan uang yekan... 😅.



Setelah kepergian Bella, Godwin dan Max memberikan kehidupan baru kepada Felicity (Margareth Qualley). Entah karena kurang sabar atau memang nggak nyantol, mereka merasa kemampuan Felicity nggak bisa melampaui Bella. Makanya Max mencari Bella dan membawanya pulang ke rumah, untuk... melanjutkan eksperimen gitu ya *heu. Sedang Duncan bertemu Alfie Blessington (Christopher Abbott) yang merupakan suami sah (bukan siri ye 😁) Victoria Blessington aka Bella.

Setelah kembali ke rumahnya Bella akhirnya mengetahui alasan mengapa ia memilih mati ketimbang hidup bersama Alfie. Ia hanya ingin bebas, meski melalui jalan pintas. Dalam keputusasaannya, tuhan berwujud absurd memberikan kehidupan baru untuknya Menurutku, Bella adalah sebenar-benarnya perwujudan manifestasi Elizabeth. Yha~ kalau kata Joe Kerry mah end of beginning 😅.




Untukku, Poor Things ini mind blowing sih. Di awal kita akan dibikin kasihan kepada Bella yang diekspoitasi mulu, namun di akhir kita dibikin takjub dengan perkembangannya. Pada akhirnya Bella mampu memegang kendali atas dirinya, bahkan menyetarakan dirinya dengan cwok-cowok brengsex yang ada di hidupnya. Thanks pak Godwin. Jadi, siapa yang sebenarnya Poor Things? * yang udah nonton silakan dijawab dalam hati ya 😁.

Selama nonton Poor Things aku merasa gundah gulana gegara nggak nyaman dengan materinya yang cukup eksplisit. Lebih vulgar ketimbang dayang-dayang Suzanna dan lebih sembrono ketimbang berbagai film dengan muatan sensual. Meski begitu, aku mesti mengakui bahwa 'kepolosan' Bella merepresentasikan kemampuan berpikirnya. Semakin berkembang kemampuannya, semakin doi menutup aurat 🙏.



Outfit-nya Bella cakep-cakep yaini, perpaduan antara victoryan style, fantasi dan steampunk. Aku paling suka outfit-nya Bella saat berada di kapal, kombinasinya memang nggak nyambung-nyambung banget sih namun tetap enak dilihat 😍. Sinematografinya mah nggak usah ditanya, sungguh sangat eye pleasing, bahkan scene absurd sekalipun terasa indah dan bikin betah nontonnya.

Kalau kalyan ada waktu luang kusarankan kalyan nonton Poor Things, dengan catatan: jauhkan dari jangkauan anak-anak ya hehe.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Beberapa hari yang lalu film Abadi Nan Jaya atau The Elixir dirilis di Netflix, tadinya aku mau cek ombak dulu eh ternyata malah hanyut bacain twitwar. Gileee... (bukan Jule ya) nggak bisa dibiarkan ini, harus ikut nimbrung😁. Aku nonton film Abadi Nan Jaya via smartphone yang mana bikin pengalaman nontonku terasa kurang optimal, tapi isokay laya... karena di rumahku mah nggak pake smart TV, pakenya TV kabel *angkatan lama 😅.

Jujur aku kepikiran dengan komentar netizen yang menyebut film Abadi Nan Jaya sebagai film zombie bloon, separah itukah filmnya? 😅 Biar nggak penasaran, kuy marki-try... Aku nonton film Abadi Nan Jaya ini dua kali, kali pertama nonton sendiri sebelum tidur, kali kedua nonton berdua dengan Widy di mobil (karena mama dan mantemannya lagi botram di ruang tengah *menolak tuwa).

Oh ya, aku pernah bikin post 5 Film Zombie yang Menghibur (bisa dibaca di sini).

Sebagai sinefil amatir, ada masanya aku suka nonton film dan serial bertema zombie, dari yang serius sampai yang nggak serius (macem yang penting ada dulu deh, urusan rame atau nggak mah terserah 😂). Saking sukanya nonton aku udah berada di tahap nggak keberatan makan sambil nonton adegan berbau amis, padahal aku tipe orang yang geuleuhan. Yaudalaya... biarin aja, mungkin mbnya lagi tertekan 😢.

Memang sebelumnya udah ada film dan serial bertema zombie, namun yang benar-benar mengantarkan zombie masuk pasar Asia adalah film Train To Busan (2016). Sayangnya Peninsula (2020) nggak berhasil bikin kita kembali merasakan ketegangan yang tercipta saat para zombie merangsak dengan cepat. Yha~bedanya zombie eropa dan asia tuh ini ya, gerakannya lebih cepat, cenderung agresif dan wajahnya full pake SFX *catat.

maap nggak di-sensor, writer-nim lagi mager 

Setelah bertahun-tahun nonton The Walking Dead akhirnya aku menyerah... nggak kuwat euy alur ceritanya udah ngalor ngidul, apalagi aku udah nonton Kingdom, udahlah... bye😁. Kingdom adalah serial zombie dari Korea dengan setting abad ke 17 (Joseon), so far Kingdom berhasil melampaui batas ekspektasiku akan zombie asia. Writer-nim berhasil mengekstraksi konsepnya secara apik sehingga kita faham alur ceritanya dari hulu ke hilir.

Kupikir pemilihan judul Abadi Nan Jaya ini udah cukup Indonesia dan mewakili zombie yang konsepnya what is dead may never dies #randomcrossover. Aku pun penasaran dengan treatment yang akan Kimo Stamboel lakukan untuk menciptakan zombie di negara tropis yang tricky. Well... Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Abadi Nan Jaya yang belakangan ini menghangatkan feeds social media-ku.

***

Abadi Nan Jaya bercerita tentang drama keluarga pemilik pabrik jamu Wani Waras yang berada di ujung tanduk. Sebagai kepala keluarga, Dimin (Donny Damara) masih keukeuh mempertahankan Wani Waras meski kedua anaknya, yakni Kenes (Mikha Tambayong) dan Bambang (Marthino Lio) menentang. Hubungan orang tua-anak ini diceritakan nggak coy sejak awal, Kenes jengkel karena Dimin menikahi Karina (Eva Celia) - bestie-nya sendiri, sedang Dimin jengkel karena Bambang 'nggak dewasa'.

Saat Kenes, Rudi (Dimas Anggara) dan Raihan (Varien Arianda Calief) mengunjungi rumah Dimin guna membahas nasib Wani Waras, Dimin menggunakan kesempatan tersebut untuk mendemonstrasikan formula baru jamu awet mudanya, yakni Abadi Nan Jaya. Hasilnya bikin mereka semua takjub. Dimin pun percaya Abadi Nan Jaya bisa menyelamatkan Wani Waras yang berada di ujung tanduk.

Dimin dan bayi-bayinya

mereka berdua pernah nonton film zombie nggak sih? 

Di tengah perseteruan keluarga ini tetiba Dimin ambruk (dan mulai bertransformasi) jadi zombie, mereka semua panik dan meminta pertolongan. Keadaan bertambah ruwet saat Dimin mulai menginfeksi para pegawai yang mana bikin seisi rumah berhamburan kesana kemari. Untung Karina sempat ganti baju ya, kalau nggak mah repot banget pastinya berlarian sambil pake dress, warna putih pula 😅.

Sebelum minum Abadi Nan Jaya, ada scene Dimin dan tumbuhan kantong semar yang mewakili asal muasal senyawa zombie ini. Sejujurnya aku nggak yakin Dimin adalah satu-satunya formulator Abadi Nan Jaya. Kubilang begini karena sample Abadi Nan Jaya diantarkan oleh kurir ke rumah Dimin, yang artinya Abadi Nan Jaya ini diformulasikan di tempat lain. Pertanyaannya, siapakah pengirim sample Abadi Nan Jaya? 😶.

keluarga disfungsional ala Abadi Nan Jaya

Raihan saat melihat transformasi Dimin jadi zombie

Meski UMKM, kalau statusnya udah pabrik mah pasti punya tim R&D yekan... yang bertanggungjawab untuk menguji kelayakan produk. Kalau udah tahap sample berarti udah approve ya, apalagi sampai dikirim kepada Dimin dan relasinya, Santoso (Willem Bevers) dan Grace (Karina Suwandhi). Karena hal ini aku sempat mengira suspect pertama pasti berasal dari tim R&D Wani Waras, eh ternyata malah Dimin. 

Timeline ceritanya satset ya, cuma semalam aja, yaiyalah ngapain lama-lama 😁. Selain keluarga Wani Waras, ada Rahman (Ardit Erwandha) dan Ningsih (Claresta Taufan) yang mengakhiri kisah cintanya sedyangdut mungkin. Macem I just want to be with you till he end of time. Boro-boro sedih yang ada aku malah geli sendiri nontoninnya 😂. Eh, kalyan geli juga nggak sih? *kepo.

kasihan banget bapak muadzin *ytta

yang di dalem 😭

Sepanjang durasi aku terenyuh dengan keluguan para karakter di Abadi Nan Jaya ini, bayangkan dweh... warga yang terbiasa slow living tetiba mesti gercep lari menghindari zombie, apa nggak muntab tuh. Bisa-bisanya Karina, Rudi dan Raihan minum (bahkan makan) saat dikejar-kejar zombie, pun dengan pak polisi yang sempat-sempatnya minum setelah gagal menghalau zombie. Yukata masuk angin 😂.

Mungkin karena setting-nya terlalu relate dengan keseharian aku malah lebih banyak ketawanya ketimbang tegangnya. Widy mah misuh-misuh mulu ya. Saat para zombie melahap tamu hajatan yang clueless di atas truk. Saat Kenes, Bambang dan Rahman berusaha mengambil motor namun malah dikepung zombie. Saat Karina, Ningsih dan Raihan mau kabur pake motor tapi mesti diselah dulu. Saat Karina nggak sengaja pencet klakson telolet. Sa ae nih memancing emosinya 😅.

muatan lokal Indonesia - bepergian pake truk

zombie-nya dikit karena memang warganya juga dikit

Kurasa semua semua aktor dan aktris yang terlibat udah berperan dengan baik, termasuk extras-nya yakni para zombie. Ekspresi, gestur dan penampilan visual-nya kewren ya, meski jadi extras mereka semua terus bergerak yang mana bikin suasananya terasa hidup. Saat nonton aku notice wajah mb biduan di hajatan berubah saat jadi zombie, ternyata mb biduan ada schedule manggung di tempat lain jadi digantikan oleh aktor cowok. Pantesan ya beda wkwk.

Oh ya, karakter yang bertransformasi jadi zombie macem Diman dan Rudi tetap dipake sampai akhir, karenanya nggak ada zombie yang sia-sia 👍. FYI. Zombie terpopuler di Abadi Nan Jaya adalah zombie crop top. Salut niya dengan kekompakan warga Wanirejo yang mampu menahan diri nggak posting ini itu sebelum Abadi Nan Jaya dirilis. Seru nontonin video bts dari balik kaca jendela rumah mereka hehe.

apakah kelak berasnya mengandung senyawa zombie?

😱😱😱

Tanpa bermaksud pick me, aku sangat menikmati nonton Abadi Nan Jaya ini. Dan dengan berbagai kelemahannya aku mesti mengakui bahwa untuk saat ini Abadi Nan Jaya adalah film zombie Indonesia yang paling proper. Mungkin kita perlu 1 season lagi deh untuk tahu Dimin kesambet apa sampai tetiba ngide bikin jamu awet muda pake tumbuhan kantong semar dan yha~... aku ingin tahu siapa pengirim sample Abadi Nan Jaya *penting *tolong di-notice 🙇.

Untuk teknisnya so far so nice so good, namun untuk skenarionya eym... kurang bisa menanggung beban ekspektasi netizen yang udah pernah nonton Kingdom wkwk Akhirul kalam, kusarankan kalyan nonton Abadi Nan Jaya serileks mungkin, nggak usahlah mikirin pendapat ini pendapat itu, just enjoy the show!

***

Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copying any content from this blog without permission. Please let me know if your privacy has been violated through the content or find something that needs to be credited correctly.

Note

My post may contain affiliate links, which means I will earn a commission if you buy through the link. There is no compulsion as we have different preferences and needs. Thank you :)

Alone Alone Kelakone

2025 Reading Challenge

2025 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ▼  2025 (30)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ▼  Oct (2)
      • Abadi Nan Jaya | The Elixir
      • Poor Things
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (2)

SERIES

Annual Post Book Quaranthings Screen Shopping Blogging 101 Hari Raya Hidden Gems Series

Friends

  • D. R. Bulan
  • Dari Kata Menjadi Makna
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Jolee's Blog
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Beautiful Mess
  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Daisy Butter
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Erika Astrid
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • N. P. Malina
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Wish Wish Wish
  • Yuki Angia

Check This Too

  • Minimalist Baker
  • Spice The Plate

Thanks for Coming

Show Your Loves

Nih buat jajan

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates