2026 Reading Challenge

by - June 20, 2026

Hello~

Tahun ini aku mengikuti Reading Challenge dengan target 6 buku per tahun, errr... sounds lazy, right? 😅. Tahun lalu aku mengikuti Reading Challenge dengan target 6 buku pertahun, namun hanya sanggup menyelesaikan 1 1/2 buku (1/2nya dari buku yang masih on going). That's why aku nggak mau muluk menaikkan target, toh yang sebelumnya pun nggak tercapai heuheu 🥲. Oh ya, untuk men-tracking progress membaca aku pake aplikasi Goodreads

Keseringan baca caption dan ikut campur baca permasalahan hidup rang-o-rang di lintas platform bikinku sulit berkonsentrasi. Selain itu aku mudah bosan kalau baca teks melulu tanpa gambar pemanis, eh ini kurang penting siya, namun entah mengapa aku merasa ada kebutuhan untuk melihat visualisasi dari teks yang kubaca. Macem ada yang kurang gitu kalau nggak ada gambarnya😅.

Menyadari ada yang salah, aku meng-install (lagi) aplikasi iPusnas yang rajin under maintenance demi bisa baca buku gratis. Yha~ in this economic, kupikir agak kurang wise beli buku. Selain karena harganya bisa bikin saldoku berada di tepi jurang, euphoria-nya hanya bertahan sampai bukunya selesai kubaca. Akan kuhadapi antrian panjang para penyewa dan dan tabiat buruknya (yang pinjam banyak buku namun nggak sempat dibaca itu 😮‍💨).

Setelah memutuskan ikut Reading Challenge, aku mulai mencari buku yang sekiranya cocok untukku, ternyata syulit ya 😁. Aku ingin merasakan euphoria yang meletup-letup saat membalikkan halaman buku, menyusuri kalimat-kalimat sederhana yang memikat sejak alinea pertama. Tenggelam dalam imajinasi yang kuciptakan dari susunan detail yang terselip di paragraf. Aku ingin anteng 😉.

Di antara banyaknya buku lintas genre yang review-nya ranum aku pilih baca ulang bukunya Raditya Dika. Sebagai manusia berkembang, tentcunya aku kita akan terus memperbaharui diri dan berusaha catch up dengan hal-hal yang relevan di masa kini yekan. 20 tahun berlalu sejak Kambing Jantan diadaptasi menjadi buku, apakah kita melihat bulan yang sama? *jebakanumur 🫠.

Mungkin ekspektasiku ketinggian, namun saat baca ulang Kambing Jantan rasanya... Demmm... apeu banget deh, garing hingga remah terakhir 🥲. Punten pisan ini mah, ceritanya sering absurd, alurnya menclok sana menclok sini, Jakarta-Adelaide sentris (kurang relate untukku yang kabupaten sentris 🫡) dan eksekusinya mentah. Setelah selesai baca, aku ber-muhasabah, apa yang sebenarnya kucari dari Raditya Dika? 🤔.

Jawabannya ada di ujung langit heehhh...

Well... Aku hanya ingin feel belonging.

Because I was in there.

Udah beberapa bulan ini aku mager tyada duwa karena jengah dengan hiruk pikuk konten made in AI dengan hook yang bombastic side eyes 🫩. Ada momen di mana aku merasa kesulitan menandingi polesan manis made in AI dan segala rangkuman lintas platform-nya. Yha~ kurasa ini adalah permasalahan internasional sih 😂. Meski hanya menulis untuk blog, aku ingin tulisanku dieksekusi dengan baik.

Pada akhirnya, aku hanya ingin memvalidasi keresahanku. Bahwa isokay kalau tulisanku strukturnya berantaxan, sering typo, editing-nya nggak konsisten, pemilihan bahasanya aL4y, intro-nya ngalor ngidul, foto nggak nyambung. Intinya mah... aku dan segenap ke-nggak-capable-anku ingin sowan ke sesepuh yang menginspirasiku bikin blog di lab komputer yang bucox 🙇🏻‍♀️.

Setelah selesai baca Kambing Jantan, aku lanjut baca buku Raditya Dika lainnya (secara berurutan). Melalui diksi dan potongan horcrux yang dipilihnya kita tahu dia telah berkembang. Begitu pun blog ini. Dengan berbagai up and down-nya kadang aku merasa kalyan bisa lebih memahamiku ketimbang aku sendiri. Nya kitu welah gaesss wkwkwkwk... tah kitu welah pokona mah.

Aku berhasil menyelesaikan Reading Challenge 2026 dalam 6 bulan.

Kambing Jantan 

Cinta Brontosaurus 

Radikus Makankakus 

Babi Ngesot 

Marmut Merah Jambu 

Manusia Setengah Salmon 

Koala Kumal 

Ubur-ubur Lembur

You May Also Like

0 comments

Feel free to leave some feedback :)
Have a nice day everyone~