Menu

  • 🌷 Hello ~
  • 📌 Place
  • 🪐 Space
  • 🍊 Taste
  • 🍀 Personal Thoughts
  • 🎬 Spoiler
  • 🎨 Studio
  • 💡 Extra

demilestari

Powered by Blogger.
Hello~

Tahun ini aku mengikuti Reading Challenge dengan target 6 buku per tahun, errr... sounds lazy, right? 😅. Tahun lalu aku mengikuti Reading Challenge dengan target 6 buku pertahun, namun hanya sanggup menyelesaikan 1 1/2 buku (1/2nya dari buku yang masih on going). That's why aku nggak mau muluk menaikkan target, toh yang sebelumnya pun nggak tercapai heuheu 🥲. Oh ya, untuk men-tracking progress membaca aku pake aplikasi Goodreads. 

Keseringan baca caption dan ikut campur baca permasalahan hidup rang-o-rang di lintas platform bikinku sulit berkonsentrasi. Selain itu aku mudah bosan kalau baca teks melulu tanpa gambar pemanis, eh ini kurang penting siya, namun entah mengapa aku merasa ada kebutuhan untuk melihat visualisasi dari teks yang kubaca. Macem ada yang kurang gitu kalau nggak ada gambarnya😅.

Menyadari ada yang salah, aku meng-install (lagi) aplikasi iPusnas yang rajin under maintenance demi bisa baca buku gratis. Yha~ in this economic, kupikir agak kurang wise beli buku. Selain karena harganya bisa bikin saldoku berada di tepi jurang, euphoria-nya hanya bertahan sampai bukunya selesai kubaca. Akan kuhadapi antrian panjang para penyewa dan dan tabiat buruknya (yang pinjam banyak buku namun nggak sempat dibaca itu 😮‍💨).

Setelah memutuskan ikut Reading Challenge, aku mulai mencari buku yang sekiranya cocok untukku, ternyata syulit ya 😁. Aku ingin merasakan euphoria yang meletup-letup saat membalikkan halaman buku, menyusuri kalimat-kalimat sederhana yang memikat sejak alinea pertama. Tenggelam dalam imajinasi yang kuciptakan dari susunan detail yang terselip di paragraf. Aku ingin anteng 😉.

Di antara banyaknya buku lintas genre yang review-nya ranum aku pilih baca ulang bukunya Raditya Dika. Sebagai manusia berkembang, tentcunya aku kita akan terus memperbaharui diri dan berusaha catch up dengan hal-hal yang relevan di masa kini yekan. 20 tahun berlalu sejak Kambing Jantan diadaptasi menjadi buku, apakah kita melihat bulan yang sama? *jebakanumur 🫠.

Mungkin ekspektasiku ketinggian, namun saat baca ulang Kambing Jantan rasanya... Demmm... apeu banget deh, garing hingga remah terakhir 🥲. Punten pisan ini mah, ceritanya sering absurd, alurnya menclok sana menclok sini, Jakarta-Adelaide sentris (kurang relate untukku yang kabupaten sentris 🫡) dan eksekusinya mentah. Setelah selesai baca, aku ber-muhasabah, apa yang sebenarnya kucari dari Raditya Dika? 🤔.

Jawabannya ada di ujung langit heehhh...

Well... Aku hanya ingin feel belonging.

Because I was in there.

Udah beberapa bulan ini aku mager tyada duwa karena jengah dengan hiruk pikuk konten made in AI dengan hook yang bombastic side eyes 🫩. Ada momen di mana aku merasa kesulitan menandingi polesan manis made in AI dan segala rangkuman lintas platform-nya. Yha~ kurasa ini adalah permasalahan internasional sih 😂. Meski hanya menulis untuk blog, aku ingin tulisanku dieksekusi dengan baik.

Pada akhirnya, aku hanya ingin memvalidasi keresahanku. Bahwa isokay kalau tulisanku strukturnya berantaxan, sering typo, editing-nya nggak konsisten, pemilihan bahasanya aL4y, intro-nya ngalor ngidul, foto nggak nyambung. Intinya mah... aku dan segenap ke-nggak-capable-anku ingin sowan ke sesepuh yang menginspirasiku bikin blog di lab komputer yang bucox 🙇🏻‍♀️.

Setelah selesai baca Kambing Jantan, aku lanjut baca buku Raditya Dika lainnya (secara berurutan). Melalui diksi dan potongan horcrux yang dipilihnya kita tahu dia telah berkembang. Begitu pun blog ini. Dengan berbagai up and down-nya kadang aku merasa kalyan bisa lebih memahamiku ketimbang aku sendiri. Nya kitu welah gaesss wkwkwkwk... tah kitu welah pokona mah.

Aku berhasil menyelesaikan Reading Challenge 2026 dalam 6 bulan.

Kambing Jantan 

Cinta Brontosaurus 

Radikus Makankakus 

Babi Ngesot 

Marmut Merah Jambu 

Manusia Setengah Salmon 

Koala Kumal 

Ubur-ubur Lembur
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

How was your day? Mine wasn't good at all... 😶

Aku nggak jadi nonton Para Perasuk karena sesi fisioterapiku selesai sebelum jam 12 (jarang-jarang yekan) yang mana nggak match dengan jadwal tayang filmnya. Bisa sih nunggu dulu, namun aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena kanjeng mami tantrum gegara aku nggak pamit pergi tadi pagi 😅. Yaudalaya... Sampai di rumah aku menyerahkan upeti 1 cup buah segar dan 1 cup bubur sumsum, mohon diterima nyi... 🙇🏻‍♀️.

Malamnya aku nonton Memories of Murder-nya Bong Joon-ho yang udah masuk watch list-ku sejak entah kapan.

Sejujurnya selama nonton aku merasa ada janggal, macem: kok ceritanya nggak kaya di review rang-o-rang ya? apakah aku kurang teliti baca review-nya? Kenapa doi malah pikun? Ini Song Kang-ho kapan keluarnya? Dari tadi yang muncul Kim Nam-gil mulu 🤔.


Setelah film berakhir biasanya aplikasi akan kasih rekomendasi film sejenis yekan. Salah satu film yang direkomendasikan adalah Memories of Murder, lahhh... bukannya aku barusan nonton ini ya? Kenapa direkomendasikan? 🤔. Setelah kucek tenyata film yang kutonton adalah Memoirs of A Murderer, hahahanjirrr... Bisa-bisanya salah baca judul film 🫵🏻😭, mana nonton sampai selesai pula *puk-pukin diri sendiri.

Meski bitter, aku mesti mengakui Memoirs of A Murderer ini sangat worth to watch apalagi kalau kalyan suka tontonan ber-genre psychological thriller. Mantips 👍🏻. Sepanjang durasi kita dibikin bingung karena persepsi kita bagai di-ping-pong, mantul sana mantul sini. Batas antara kenyataan dan imajinasi beda tipis coy makanya gregetan mulu 😯. Biar intro-nya nggak kepanjangan marki-view Memoir of A Murderer


***

Memoirs of A Murderer adalah film yang diadaptasi dari novel berjudul A Murderer's Guide to Memorization karya Kim Young-ha yang dirilis pada tahun 2013. Bercerita tentang mantan pembunuh berantai bernama Kim Byeong-soo (Sul Kyung-gu) yang berusaha melindungi Kim Eun-hye (Kim Seol-hyun) dari Tae-joo (Kim Nam-gil) yang diyakininya sebagai pembunuh berantai.

Filmnya sendiri dibuka dengan scene mobil Kim Byeong-soo dan Tae-joo yang bertabrakan saat hujan di hutan. Tanpa sengaja Kim Byeong-soo melihat kantong mayat di bagasinya Tae-jo. Sebagai mantan pembunuh berantai tentcunya insting Kim Byeong-soo langsung menyala yekan 📶, dan begitu melihat Tae-jo doi langsung merasa terkoneksi. Gils... apakah ini saatnya sertijab? 🤔.


Kim Byeong-soo dan Kim Eun-hae tinggal di sebuah kota kecil di kaki gunung, setelah pensiun Kim Byeong-soo membeli kebun bambu dan menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. Mereka hidup adem ayem hingga suatu hari kota kecil mereka digemparkan oleh kasus pembunuhan beruntun. Sayangnya, karena keterbatasan SDM dan teknologi kepolisian belum bisa memecahkan kasus-kasus tersebut.

Sebagai pembunuh berantai insyaf *ceunah, Kim Byeong-soo melaporkan temuannya dan meminta Byeong-man (Oh Dal-su) menyelidiki Tae-joo. Sebagai kepala kepolisian tentcunya Byeong-man nggak bisa menahan Tae-joo begitu aja. Yang pertama, doi adalah child fruit-nya di kantor. Yang kedua, nggak ada barang bukti. Yang ketiga, Kim Byeong-soo mengidap alzheimer.



Bayangkan, yu disuruh rang pikun menahan child fruit bermodal insting, apa nggak puyeng tuh pak kepala diteror 'udah belum nangkepnya?' 😅. Sadar bahwa laporannya 'kurang dianggap' Kim Byeong-soo berusaha membuktikan bahwa Tae-joo adalah seorang pembunuh berantai. Alih-alih jadi pembunuh berantai, yang ada Tae-joo malah jadi pacarnya Kim Eun-hae, makin kelabakan aja yekan bapake yang satu ini 😁.

Nah, di momen ini aku meraba-raba, apakah Tae-joo sebenarnya memory slip-nya Kim Byeong-soo? Atau pure sebel aja Tae-joo pacaran dengan Kim Eun-hye makanya bikin doi menuduhnya jadi pembunuh berantai? 🤔. Jujur, aku merasa Kim Byeong-soo udah terlalu renta untuk kembali ke khittoh-nya sebagai pembunuh, pikawatireun pisanlah pokona mah.



Slow but sure, Tae-joo yang tadinya objek berubah menjadi subjek. Sialnya, satu-satunya yang sadar Tae-joo memanipulasi keadaan hanyalah Kim Byeong-soo (dan kita tentcunya 😉). Masalahnya, siapa yang akan percaya rang pikun? Di sini aku cuma bisa melongo karena transisi antara pov-nya Kim Byeong-soo dan Tae-joo sungguh sangat smooth. Daebak!

Oh ya, A Memoirs of A Murderer ini adalah tipikal fim slow burn, that's why kalyan mesti sabar menunggu sampai... film berakhir. Nggak deng. Minimal sampai Tae-Joo fix jadi pembunuh berantai dan semua imajinasinya Kim Byeong-soo menjadi kenyataan. Well... Aku nggak akan nge-spill ending-nya karena kalyan harus nonton sendiri untuk merasakan apa yang kurasakan 😂.



Sejujurnya, setelah nonton Memoirs of A Murderer ini aku mengalami moment of silence (selain karena salah pilih judul film 😅) sebab pikiranku terlanjur diacak-acak oleh si tuwa bangka Kim Byeong-soo. Tapi ya.. Aku udah di tahap nggak sanggup marah karena karena judul novelnya memang A Murderer's Guide to Memorization 🥲. Kalau kalyan suka film dengan twist lapis legit kurasa kalyan mesti nonton Memoirs of A Murderer ini.

Ingat ya, Memoirs of A Murderer.

***

Pictures were taken from IMDb website
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Apakah kita merasakan panas yang sama? 🥵.

Sejak Idul Fitri cuaca berangsur menghangat, matahari mulai menampakkan taji dan hujan mulai berkemul. Menurut info dari BMKG, saat ini Indonesia otw menuju kemarau godzilla (eh, atau gomera ya *lupa 😅) makanya akhir-akhir ini hawanya ngelekeb macem lagi dikukus. Saking panasnya, es di kopi fancy-ku mencair dalam perjalanan dari RS ke rumah yang berjarak +5 menit. Cawerang coy... Udah nggak enak 😭.

Belakangan ini aku jarang meng-update blog, byasa laya distraksi duniawi. Tanganku udah agak enakan namun masih mesti kontrol ke dokter saraf dan fisioterapi. Bukan hal yang menyenangkan tentcunya mengingat pekerjaanku mengandalkan keterampilan tangan, yaudalaya... mungkin udah saatnya aku cuti sekedip. Sejujurnya aku berharap tanganku bisa segera pulih karena ada banyak hal yang ingin kulakukan.

Seminggu ini aku memutuskan untuk #stayathome karena kacamataku patah 🥲. Sebagai pengguna kacamata hardcore tentcunya aku mengalami kesulitan dalam beraktifitas karena penglihatanku yang nge-blur, macem masak sering gosong, nyapu nggak bersih, nginjek mainan Lulu, salah ambil baju, kaki kepentok kursi dan serta mertanya. Gregetan banget rasanya melakukan hal dengan terbata-bata.

2-3 bulan yang lalu kacamataku menunjukkan tanda-tanda penuaan, ujung frame (kanan kiri) retak karena sering terjatuh dan terduduki sebab warnanya yang nyaru dengan sofa. Kali pertama dan kedua tangkainya patah aku masih bisa menyelamatkannya pake lem koriya, namun melihat lensanya yang baret-baret aku pun sadar 'waktunya udah dekat'. Benar aja ya, minggu lalu mama nggak sengaja menduduki kacamataku di sofa, mematahkan kedua tangkainya 🫵🏻😭.

Sejak tangkai kacamataku patah aku langsung gercep mencari dan menandai beberapa item yang cakep di website, nggak langsung check out yaini karena kacamataku masih bisa diselamatkan dan yha~ nungguin promo 😉. Setelah mengalami trial and error dalam membeli kacamata aku bisa bilang Optik Melawai adalah opsi terbaik, trust me deh. Kacamatanya tahan banting coy, cucoklah untuk kita-kita yang hardcore ini 👍🏻.

Sebelum kenal Optik Melawai dalam setahun aku bisa ganti kacamata minimal 1 kali, beberapa ada yang bertahan sampai 1 tahun itu pun kondisinya udah lemah lunglai dan mengsle sana sini. Ofkors duwitku paling berhamburan di pos kacamata. Oh ya, kacamataku yang beli di Optik Melawai rerata bertahan hingga 1,5-2 tahun, memang ya ada rupa ada harga, tapi kalau udah ada budget-nya mah gpp 😁. Ingat ya, boros itu over budget bukan mahal.

After sales-nya OK yaini, aku pernah cuci kacamata sambil try on beberapa item kecenganku, belinya mah tetep online siya hehe. Nah, perlu kalyan tahu gambar yang ada di website-nya nggak 100% mirip dengan produk aslinya, makanya kita mesti double check ke gerainya. Kagak faham hamba gimana approval-nya, namun editing-nya kadang berlebihan, aku pernah beli frame warna light grey eh yang datang malah warna light brown.

Aku sengaja nunggu promo b1g1 karena mau beli 2 frame, untuk cadangan just in case tahun depan stok frame-nya udah habis. Tadinya aku mau beli frame yang hitam dan cokelat, sayangnya yang hitam udah habis jadi cokelat dua-duanya. Isokay laya... *menghibur diri Beberapa tahun ini kalau kita beli online (website dan e-commerce) udah nggak dikasih lap, mungkin efisiensi *eh tapi kalau beli di gerainya sih dikasih ya.

Setelah seminggu #stayathome, akhirnya hari-hari nge-blur-ku berakhir, yay 🥳! Lega sekali rasanya bisa melihat tanpa menerka-nerka, semua yang kulihat auto kinclong wkwk *lebay. Aku masih pilih cat eyes karena bikin mataku terlihat tajam dan terkesan sophiscated, betul begitu buibu? ☺️. Kali ini frame pilihanku agak pendek dan lebih runcing di ujungnya namun yang kusuka adalah ornamen terrazzo yang bikinku merasa ada alis tambahan.

Butuh waktu 2-3 hari sampai mataku bisa menyesuaikan dengan lensa baru, awalnya memang pegal tapi lama-lama mah biasa. Hal yang pertama kulakukan setelah pake kacamata baru tentcunya pamer di WAG dongs 😁, terus video call dengan Lulu yang udah pindah nun jauh disana. Sebenarnya nggak ada yang spesial di hari itu, tapi karena kacamataku baru semuanya jadi terasa sespesial martabak 🥰.

Tungguin post selanjutnya ya, aku udah punya kacamata baru nih 😉.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hello~

Minggu lalu, saat akan merotasi sprei di kamar aku dikejutkan dengan rayap-rayap syalan yang bersemayam di lemari penyimpanan 🫠. Tadinya aku hanya ingin mengambil sprei di kolom bawah namun aku malah salfok dengan remahan tanah yang muncul di sela tumpukan sprei. Karena penasaran akhirnya kutarik semua sprei di kolom tersebut dan mendapati sebagian sprei udah dimakan rayap 😱😱😱.

Hal pertama yang kulakuan adalah melapor ke mama, yang menanggapiku dengan "hah? masa? rumah kita dulunya memang kebun sih..." dan lanjut menceritakan pengalamannya menghadapi krisis rayap. Sejujurnya aku berharap mama akan lebih ekspresif dan berapi-api 🤯🔥 karena krisis rayap +20 tahun yang lalu pernah meluluhlantakkan lemari buku dan bikinku nangis berhari-hari. Eh, ternyata B aja 🥹.

Fyi, krisis rayap terjadi saat aku dan Widy kuliah. Rayap-rayap syalan ini bekerja siang malam memanen kertas hingga suatu hari Bi Kenda (yang pendengarannya agak terganggu) mulai mendengar suara-suara dari lemari buku. Nggak perlulah kuceritakan gimana hebohnya situesyen saat itu, yang pasti banyak buku rusak dan bocel termasuk Harry Potter 😭. Makanya mama dan Widy sepakat merahasiakan krisis rayap ini dariku.

Sampai suatu hari kita (bertiga ajalah, kan trio 😅) ngobrol di kosan dan nggak sengaja menyinggung tentang lemari buku. Mama dan Widy lalu saling tatap, "gimana? mau dikasih tahu sekarang?" detik-detik menuju kebenaran tersingkap tegang banget yaini. Mana mereka ngomongnya serius, kek mau kasih tahu aku sebenarnya adalah anak pungut 😅. Saat itu aku mencoba menanggapinya dengan sans, lalu nangis berhari-hari 😭.

Setelah mengganti sprei di kamar aku mengevakuasi para sprei ke tempat yang lebih aman dan membersihkan tanah beserta tower-nya. Aku sengaja mengosongkan 2 kolom di bawah lemari karena khawatir ada koloni rayap yang tersisa. Hari pertama mah aman, hari kedua juga aman, hari ketiga hahahasyouuu... 🤬. Rayap-rayap syalan ini menginvasi kolom 3 dan 4, serta seksi di sebelahnya.

Tadinya aku mau mempensiunkan dini lemari penyimpanan, tapi nggak jadi ya karena kita belum punya lemari pengganti. Untuk mempermudah proses pembasmian rayap aku menggeser lemari ke tengah kamar, ternyata rayap-rayap syalan ini datang dari lubang kecil di sudut tembok yang lembab. Kamarku berantaxan banget karena isi lemari yang berhamburan dan tanah sisa tower tanah yang bertebaran. Huft. 🥹.

Oh ya, ini barang-barang yang aku beli selama krisis rayap.

Anti Rayap 

Mama menyarankan pake minyak tanah atau lerak, namun aku pilih pake Klinforce Basterm (500 ml) karena udah include semprotan wkwk. Seller-nya gercep, instruksinya lengkap dan aroma cairannya nggak semenyengat dugaanku. Aku semprot anti rayap ini ke penjuru lemari dan sudut tembok, setelah itu lemarinya kuangin-anginkan. Untuk hasil yang maksimal, keesokan harinya lemarinya kusemprot ulang.

Tas Plastik Mika

Beberapa sprei rusak dimakan rayap, yang berbahan katun mah udah pasti bolong yaini sedang yang berbahan polyester ketempelan tanah (susah copot, mesti dikerik 😮‍💨). Aku berinisiatif beli tas plastik mika untuk melindungi tekstil rumah tangga macem sprei, handuk, taplak dan gorden dari debu jalanan. Aku pilih yang pake resleting tanpa handle biar nggak kewer-kewer pas di susun di lemari 😁.

Silica Gel

Tadinya aku mau pake kapur barus kek biasa, tapi setelah dipikir-pikir kayanya konsep 1 butir kapur barus untuk 1 tas plastik mika kurang cucok euy. Lebih cucok pake silica gel. Kalyan merasa nggak kalau kapur barus masa kini lebih cepat menyublim? 🤔.

Alas Roban Lemari

Ramadan tahun lalu aku mengganti semua alas lemari di rumah pake kertas kraft. Niatnya mah biar lebih awet dan enak dilihat, nyatanya malah kalah sama gigi rayap 🥲. Kaget banget rayap-rayap syalan bisa bikin kertas kraft compang camping kek outfit-nya dementor hanya dalam beberapa hari. Kali ini aku coba pake kertas kado yang glossy, sejujurnya aku nggak suka motifnya yang tabrak lari tapi yaudalaya 😁.

***

Aku nggak sempat mendokumentasikan krisis rayap karena udah keburu capek mengevakuasi isi lemari dan bebersih. Di antara semua to do list, kupikir yang paling menantang adalah melipat tekstil rumah tangga (yang tentcunya punya berbagai ukuran) sesuai ukuran tas plastik mika 😅. Yha~ semoga rayap-rayap syalan nggak pernah mampir lagi di rumahku.

Kalyan pernah nggak mengalami krisis rayap? Kalau pernah, berapa lama?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hello~

Aku ingin kalyan tahu hari ini aku nonton Project Hail Mary 😭😭😭.

Tadinya aku ingin menikmati weekend (yang udah terasa bagai weekday 😅) dengan sans karena Widy main ke Bandung dan mama menginap di rumah mbah. Dipikir-pikir gabut juga ya hamba 😁 sambil ngemil kue sisa ramadan aku ngecek akunnya NSC kali aja ada film yang OK untuk kutonton seteleh fisioterapi. Eh, Project Hail Mary udah ada dongs... kuy markinton! Menimbang sore mah biasanya hujan aku nonton di jam siang, buseddd... panas pisan di luar 🫠.

Project Hail Mary ini adalah film sci-fi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Andy Weir yang juga menulis The Martian. Eh, udah pada nonton belum? Project Hail Mary terlambat masuk ke Indonesia karena terhalang Idul Fitri makanya kita nggak bisa vibing the hype bareng 🥲. Alasanku gercep nonton Project Hail Mary tuh karena khawatir filmnya keburu turun layar, dan menyesal aja gitu dulu nggak nonton Interstellar di bioskop 🥹.

***

Project Hail Mary bercerita tentang misi menyelamatkan bumi yang disebabkan oleh meredupnya matahari. Tanpa matahari umat manusia akan kesulitan bertahan hidup entah karena supply chain makanan yang terganggu, perpecahan dan perebutan sumber daya, perubahan iklim atau ancaman wabah. Para ilmuwan tentcunya nggak tinggal diam dongs, mereka bekerja keras menemukan solusi agar matahari tetap bersinar 🌞.

Para ilmuwan menemukan bahwa ada garis infra merah yang terbentang antara matahari dan planet Venus (garis Petrova). Ternyata garis infra merah itu adalah mikro organisme asing yang memakan energi dan radiasi elektromagnetik, kelak dinamai astrophage. Hanya ada satu bintang di tata surya yang nggak terpengaruh oleh astrophage yakni Tau Ceti, karenanya uni eropa bikin proyek Hail Mary yang bertujuan untuk menemukan alasan mengapa hanya Tau Ceti yang 'selamat' 🤔.

Ada kuda nggak di luar angkasa? *ytta

Makanya ke Tau Ceti dongs 😅

Ryland Grace (Ryan Gosling) adalah seorang ilmuwan biologi molekuler yang shifting career menjadi pengajar di SMP, suatu hari Eva Stratt (Sandra Hullër) 'mampir' dan memintanya untuk bergabung di proyek Hail Mary. Doi bertugas mempersiapkan Martin Dubois (Malachi Kirby) dan Annie Sapiro (Liz Kingsman), sayangnya terjadi masalah yang bikin Grace mesti menggantikan mereka ke Tau Ceti bersama Yao Li-jie (Ken Leung) dan Olesya Ilyukhina (Milana Vayntrub).

Saat terbangun Grace mendapati Yao dan Ilyukhina meninggal dalam perjalanan, ada fase denial dulu dongs ya... Bayangkan, betapa bitter-nya Grace... dipaksa pergi, sendiri di luar angkasa, jauh dari mana-mana, udah gitu mesti kerja 😂. Karena jarak bumi dan Tau Ceti yang panjang (± 4 tahun) bahan bakarnya hanya cukup untuk pergi aja. Makanya ada scene Yao dan Ilyukhina saling nge-spill gimana mereka akan mengakhiri proyek Hail Mary.

Yawla... Gini banget ya hidup 😭

🤣🤣🤣🤣🤣

Menyadari bahwa doi adalah harapan umat manusia yang tersisa, ceilahhh... 👩🏻‍🎤 Grace akhirnya back on the track. Saat mengamati garis Petrova, Grace menyadari bahwa ada makhluk lain selain dirinya di sana. Sumvah scene mereka main benteng-bentangan tuh kocak banget deh 😂, macem mau kemana nih? Ayo... Ayo... Hadapi aku 🤣. Pun scene kirim-kirim santet paket antar pesawat, astaga... sungguh sangat su'udzhon 😭.

Jujur, ada untungnya aku belum baca buku Project Hail Mary, udah degdegan aja niya khawatir Grace akan berhadapan dengan alien predator macem yang udah-udah. Ternyata malah lenong 🤣🤣🤣... Rocky (tanpa Gerung dongs) adalah alien dari planet Eridian, bentukannya berbatu-batu namun bergerak seperti laba-laba. Yang mana mengingatkanku pada pokemon Geodude yang berevolusi jadi Graveler.

Bayangkan... Tidur sambil diliatin 😁

Kebersamaan Grace dan Rocky di simulator 

Seperti Grace, Rocky adalah yang terakhir di krunya. Bisa dimengerti laya mengapa Rocky begitu excited menjalin hubungan diplomatik antar galaksi 😆. Puluhan tahun dalam keheningan gitu loh, syukur nggak gila 😅. Yha~ namanya juga luar angkasa... tentcunya ada banyak moment of silence yang terasa mencekam dan mengerikan. Nggak mungkin yekan tetiba ada mang nasgor lewat di jendela kokpit pesawat macem di jendela kampus 🥲.

Perlu kalyan tahu, scoring-nya Project Hail Mary ini juwara ya... sungguh sangat menggugah sanubari 🥰. Kukira komposernya Hans Zimmer, ternyata Daniel Pamberton. Aku suka saat Stratt yang (biasanya) kaku kek kanebo kering menyanyikan Sign of Time-nya Harry Styles, hadudu manitsnya... 😍. Pemilihan Two of Us-ya The Beatles juga cucok untuk mengiringi Grace dan Rocky yang bekerja keras demi bisa pulang kampung.

Kacamata yu viral bwanggg...

Living for the moment... Sebelum kerja keras bagai kuda
*lah kesebut lagi 😅

Untuk Rocky, tim produksi memilih mengunakan animatronik macem di film Jurassic Park dan E. T. . Jauh sebelum ada CGI dan AI, kita pernah mengalami era puncak craftmanship dalam film, dimana setting dan property dibikin secara tradisional. It's so damn good. Secara teknis animatronik agak merepotkan namun feel-nya lebih dapet. Kenapa kita nggak melakukannya lagi?.

Kebetulan Project Hail Mary ini dirilis berdekatan dengan misi Artemis II yang berhasil mengelilingi bulan, beneran to the moon and back... 😁. Syudah bisa ditebak ya... fyp-ku isinya gantian antara Project Hail Mary dan Artemis II, aku sih yes ya... mengingat sejauh apa usaha manusia untuk melampaui batas semesta. Di tengah pergolakan tambang minyak dan cup plastik yang mehong, berita tentang misi Artemis II tentcunya berhasil ngademin pikiranku 😆.

From this 

To this 

Menurutku Project Hail Mary ini adalah a complete package of cinematic experience, saking terpukaunya aku sampai lupa minum 😅. Alur ceritanya asyik, twist-nya lapis legit, editing-nya smooth dan flashback-nya pun nggak clingy. Ryan Gosling bonus laya 😁. Beberapa bulan yang lalu aku nonton Barbie, makanya ngeh banget koreografinya doi saat bertemu dengan Rocky, bersyukr nggak ada kuda di luar angkasa 😭.

Scene favorite-ku tentcu adalah saat Grace ada di garis Petrova, dimana astrophage berkelap kelip macem kunang-kunang, absolut cinema ✨👌🏻 . Yha~ kurasa ini favorite scene sejuta umat siya 😁.  Selama nonton hatiku berisik, bangsaaddd... memang harus nonton di IMAX ini mah hahahasyeuummm.... 🫵🏻😭. Kalau kalyan ada waktu dan kebetulan Project Hail Mary masih tayang, kuy geura nonton...

📌Pictures were taken from @watchmen.id Twitter thread.

***

Di bawah ini adalah list film yang menurutku masih satu universe dengan Project Hail Mary, mungkin bisa masuk watch list kalyan.

Gravity (2013)
Interstellar (2014) 
The Martian (2015)
The Arrival (2016)
The Silent Sea (2021)





•••
If you like my writing, send me some ❤️ to cheer me up.
•••
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Newer Posts
Older Posts

Paused Moments

Let's Get In Touch

  • Behance
  • Letterboxd
  • LinkedIn

Disclaimer

It is prohibited to copy any content from this blog without prior permission. If you believe your privacy has been violated or notice content that requires proper credit, please let me know.

Note

Some links in the post may be affiliate links, which means I may earn a small commission if you buy through them. There’s no pressure at all—what works for you is what matters most.

Alone Alone Kelakone

2026 Reading Challenge

2026 Reading Challenge
Lestari has read 0 books toward her goal of 6 books.
hide
0 of 6 (0%)
view books

Archives

  • ►  2011 (7)
    • ►  May (1)
    • ►  Nov (6)
  • ►  2012 (19)
    • ►  Jan (1)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (8)
    • ►  Jun (2)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (1)
    • ►  Nov (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Oct (1)
  • ►  2014 (20)
    • ►  Jan (2)
    • ►  May (1)
    • ►  Aug (1)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (8)
  • ►  2015 (62)
    • ►  Jan (6)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  Jun (7)
    • ►  Jul (1)
    • ►  Aug (10)
    • ►  Sep (7)
    • ►  Oct (11)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (7)
  • ►  2016 (64)
    • ►  Jan (5)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (2)
    • ►  May (6)
    • ►  Jun (1)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (7)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (9)
    • ►  Nov (6)
    • ►  Dec (11)
  • ►  2017 (76)
    • ►  Jan (10)
    • ►  Feb (5)
    • ►  Mar (6)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (12)
    • ►  Jun (10)
    • ►  Jul (7)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (6)
  • ►  2018 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (7)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (5)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (3)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (5)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (1)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2020 (48)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (2)
    • ►  Mar (7)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (3)
    • ►  Oct (7)
    • ►  Nov (3)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2021 (44)
    • ►  Jan (2)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (4)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (3)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (4)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (5)
  • ►  2022 (47)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (4)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (5)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (5)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (3)
  • ►  2023 (41)
    • ►  Jan (3)
    • ►  Feb (3)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (3)
    • ►  Jul (5)
    • ►  Aug (4)
    • ►  Sep (6)
    • ►  Oct (3)
    • ►  Nov (2)
    • ►  Dec (4)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (5)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (4)
    • ►  Jun (5)
    • ►  Jul (4)
    • ►  Aug (5)
    • ►  Sep (4)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (5)
    • ►  Dec (2)
  • ►  2025 (36)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (4)
    • ►  Mar (2)
    • ►  Apr (4)
    • ►  May (1)
    • ►  Jun (6)
    • ►  Jul (2)
    • ►  Aug (2)
    • ►  Sep (2)
    • ►  Oct (2)
    • ►  Nov (4)
    • ►  Dec (3)
  • ▼  2026 (18)
    • ►  Jan (4)
    • ►  Feb (1)
    • ►  Mar (3)
    • ►  Apr (3)
    • ►  May (2)
    • ►  Jun (2)
    • ▼  Jul (3)
      • Pixie Polisi Cut
      • Ceumara
      • Brownies Tjihapit

Friends

  • D. R. Bulan
  • Ikan Kecil Ikugy
  • Mazia Chekova
  • Noblesse Oblige
  • Perjalanan Kehidupan
  • Pici Adalah Benchoys
  • St. Jauzah
  • The Random Journal

Blogmarks

  • A Plate For Two
  • Berada di Sini
  • Cinema Poetica
  • Dhania Albani
  • Diana Rikasari
  • Dinda Puspitasari
  • Evita Nuh
  • Fifi Alvianto
  • Kae Pratiwi
  • Lucedale
  • Mira Afianti
  • Monster Buaya
  • N Journal
  • Nazura Gulfira
  • Puty Puar
  • Rara Sekar
  • What An Amazing World
  • Yuki Angia

Check This Too

  • A Beautiful Mess
  • Daisy Butter
  • Kherblog
  • Living Loving
  • Minimalist Baker
  • Nicoline Patricia
  • Spice The Plate

Followers

Thanks for Coming

Community

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates