Best Buy 2025
Hello~
Udah akhir tahun aja niya... udah waktunya me-review hal-hal yang terjadi selama setahun keranjang belanjaanku 😁. So far, intensitas checkout-ku menurun *horeee 🎉 karena aku lebih banyak belanja offline HAHAHAHAHA. Sebisa mungkin aku memang menghindari belanja online karena handling fee yang menyebalkan dan turut berkontribusi menggerakkan perekonomian negara warga. Kalau semuanya pada jualan siapa yang beli yekan 😌.
Seperti kalyan, saat ini aku sedang berusaha mengoptimalkan semua barang yang pernah kubeli, diatur penggunannya dan dipake sampai habis (terutama consumer goods). Selain itu aku beruntung punya adik yang agak fomo, jadi bisa laya mendapatkan hibah ini itu 😉. Meski udah jarang checkout, aku tetap screen shopping yaini bahkan punya best buy of the year, yakni: Paquito Lys de France.
Iya, Paquito yang sabun itu, yang display-nya selalu di bawah, bersebelahan dengan sabun tawon (Bee and Flower) dan Camay ✨👌🏻.
Saat belanja di Tokma (franchise-nya Borma tapi cabang vantura) aku baru ngeh Paquito sabun batang punya varian baru di luar varian original-nya yakni garden flower, wild violet dan spring blossom. Wangi-wangi sih tapi aku nggak beli karena stok sabun batang di rumah belum habis. Saat pindah ke rak fragrance aku mengkaget melihat Paquito versi EDP ter-display rapi, emejing syekali yaini.
Memang ya, untuk packaging-nya Paquito EDP ini masih pake packaging sejuta umat fragrance dengan harga di bawah Rp 35,000 untuk 100 ml macem Evangeline dan Vitalis. Isokay laya... toh harga jualnya pun beda tipis. Menariknya, semua varian aromanya Paquito EDP mengikuti varian sabun batangnya, aku sih yes ya biar matching 😁. Setelah bimbang mau pilih yang mana, akhirnya aku beli Paquito Lys de France karena aromanya yang sans dan powdery.
Aku pake Paquito Lys de France ini untuk sehari-hari, so far nggak mengecewakan. Kalau disemprot ke pakaian atau kerudung aromanya bisa ketinggalan hingga H+1 namun kalau disemprot ke kulit udah pasti butuh reapply karena terbilas air wudhu *subhanallah ukhti 🤲🏻. Tadinya aku khawatir dengan packaging-nya yang pake botol kaca, ternyata aman-aman aja siya selama kitanya nggak barbar 😁.
Saat main ke rumah Pici, doi nanya "Nyong, kamu pake parfum apa sih?". Yang kujawab dengan "pake Paquito Lys de France Cong, kenapa gitu?" doi jawab "wanginya mirip Sanex 🤭". Fyi, saat SMA aku dan manteman pake cologne dari Sanex, yang tutup biru aromanya powdery dan yang tutup hijau aromanya ada hint jeruk nipis. Aku terakhir pake Sanex saat kuliah karena udah diskontinyu, kalyan ada yang pake juga nggak?.
Sejujurnya, aku suka-suka aja pake Paquito Lys de France, namun mamaku nggak terlalu suka karena menurutnya aroma Paquito Lys de France ini mirip semut. Hah?! Semut macem apa yang aromanya kek bunga made in France 🥹. Sampai suatu hari, ada momen dimana rumahku disinggahi berbagai koloni semut yang salah satunya beraroma samar macem Paquito Lys de France ini. Ebused... *ketawa sendiri 🤭😂🤣.
Saat belanja di Tokma minggu lalu aku beli Paquito Lys d'Amore karena aromanya yang flowery macem Molto zaman dulu. Jadi feels-nya tuh macem fresh from the laundry yang semerbak mewangi sepanjang hari 😆. Selain sabun batang dan EDP ternyata Paquito ada sabun cair dan body lotion-nya loh ya... kalau di Tokma sih udah ada nggak tahu kalau di supermarket lain, mungkin bertahap.
***
Spill dong best buy kalyan 😁.


0 comments
Feel free to leave some feedback :)
Have a nice day everyone~