Tour de Museum : Museum Sandi Indonesia

by - 5.10.16

Quote-nya Bapak Sandi Indonesia. demilestari (c)
Quote-nya Bapak Sandi Indonesia

Selain dikenal dengan peninggalan sejarah dan budayanya, kota Yogyakarta dikenal juga sebagai kota museum, ada banyak sekali museum yang bertebaran di penjuru kota Yogyakarta. Sebut saja Museum Merapi, Museum Vredenburg, Museum Affandi dll,

Mengunjungi museum juga bisa dijadikan sebagai salah satu option bagi yang ingin menghabiskan waktu di dalam kota. Karena selain menyajikan wisata edukatif, harga tiket masuk museum cukup terjangkau atau malah gratis.

Tadinya aku berniat mengisi short trip kali ini dengan tour de museum, aku bahkan sudah menyusun list museum mana saja yang akan dikunjungi. Namun sayangnya karena berbagai hal, aku baru bisa mengunjungi museum di hari terakhir dan mempersempit list.

Museum pertama yang aku kunjungi adalah Museum Sandi Indonesia, museum ini benar-benar ada loh di Yogyakarta, merupakan satu-satunya di Indonesia dan yang pertama dunia (September 2016). Aku sendiri juga baru tahu tentang Museum Sandi Indonesia ketika searching via www.google.com .

Museum Sandi Indonesia. demilestari (c)
Museum Sandi Indonesia

Museum Sandi Indonesia terletak di Jalan FM Noto, Kotabaru, Yogyakarta. Menempati bangunan yang dulunya berfungsi sebagai Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta. Buka dari hari Senin sampai dengan hari Jum’at sejak pukul 08.00 WIB. Bagi yang ingin mengunjungi museum pada hari Sabtu dan Minggu bisa konfirmasi dulu dengan pihak pengelola.

Untuk memasuki Museum Sandi Indonesia pengunjung tidak dikenai biaya apapun (gratis) karena dikelola oleh pemerintah Yogyakarta. Pengunjung hanya harus mengisi buku tamu (guestbook) digital di main entrance.

Selanjutnya, petugas akan membimbing kita untuk memasuki ruangan presentasi, disana kita akan disuruh untuk menonton short (education) movie mengenai persandian. Sejak kapan digunakan, apa tujuannya, bagaimana perkembangannya, siapa yang berjasa meng’ngeh’kan Indonesia dan lain sebagainya.

Setelah selesai kita bisa menyusuri ruangan demi ruangan untuk melihat perkembangan sandi di Indonesia melalui diorama. Mungkin banyak yang belum tahu bahwa Indonesia memiliki Bapak Sandi yaitu dr. Roebiono Kertopati, beliaulah yang pelopor (official) yang menggagas penggunaan sandi di Indonesia.

Salah satu diorama di Museum Sandi Indonesia


Satu-satunya alasanku keukeuh ingin berkunjung ke museum sandi adalah karena penasaran ingin melihat enigma, bagi yang belum tahu apa itu enigma coba deh nonton film Imitation Game. Di film tersebut diceritakan bahwa enigma adalah mesin pemecah sandi/kode buatan Jerman yang digunakan ketika perang dunia ke 2 melawan Inggris.

Terus?

Nggak ada hehe

Tapi jika kamu penggemar Robert Langdon si cryptograph yang gemar memecahkan sandi iluminati atau Alan Turning yang gemar mengisi TTS (Teka Teki Silang), tentu berkunjung ke Museum Sandi Indonesia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Kebanyakan mesin sandi yang menjadi koleksi Museum Sandi Indonesia merupakan buatan Belanda, karena ... kita (Indonesia) perang dengan mereka (Belanda). Seiring perkembangan zaman mesin sandi pun ikut beregenerasi, dari yang awalnya sebesar mesin tik lambat laun berubah sampai seukuran kompas.

Salah satu mesin sandi di Museum Sandi Indonesia. demilestari (c)
Salah satu mesin sandi di Museum Sandi Indonesia


Makanya, pada saat perang dulu yang menjadi incaran utama musuh selain kurir pembawa pesan adalah petugas mesin sandi.

A             : Sandi atau nyawa?
B             : Atau
A             : Sandi? Nyawa?
B             : spasi
A             : W(T.T)W

Yang cukup mengejutkan untukku adalah ketika mengetahui bahwa ternyata Indonesia memiliki Sekolah Tinggi Sandi, sayangnya lokasi Sekolah Tinggi Sandi itu tidak disebutkan. Yang diperlihatkan hanyalah foto bangunan dan seragam yang digunakan oleh siswanya, kemungkinan besar Sekolah Tinggi Sandi tersebut berada di bawah naungan departemen tertentu karena keberadaannya yang jarang diketahui publik.

Seragam yang dikenakan oleh siswa/i Sekolah Tinggi Sandi Indonesia
Seragam yang dikenakan oleh siswa/i Sekolah Tinggi Sandi Indonesia


Jika di lantai 1 pengunjung akan melihat diorama dan koleksi mesin sandi dari masa ke masa, di lantai 2 pengunjung akan melihat memorabilia milik Bapak Sandi Indonesia dan Ketua Sandi se-Indonesia dari masa ke masa. Memang sih agak kurang nyambung V(^.^)

Di ruangan lainnya terdapat display foto-foto dan dummy (benda tiruan) yang bisa digunakan sebagai simulasi. Lalu ada interaktif multimedia yang lebih cocok untuk pengunjung anak-anak.

Memorabilia di Museum Sandi Indonesia. demilestari (c)
Memorabilia di Museum Sandi Indonesia
Menurutku, tak ada salahnya untuk menambahkan bagian khusus untuk membahas hacker (peretas). Karena di masa kini sandi/kode lebih banyak dibuat dan dipecahkan di dunia digital ketimbang dunia nyata.

Sebagai museum pelopor tentu ada beberapa kekurangan yang perlu ditingkatkan, salah satunya adalah mengenai benda koleksi. Tidak mudah bagi pengelola untuk mendapatkan benda krusial semacam mesin sandi, apalagi jika benda tersebut sudah menjadi incaran kolektor.


Semoga dengan berdirinya Museum Sandi Indonesia ini akan bisa meningkatkan awareness masyarakat mengenai dunia persandian dan benda bersejarah. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin terbuka juga kesempatan museum untuk mendapatkan koleksi.

FYI. Ana keukeuh menyebut cryptograph sebagai sandiman.

You May Also Like

3 komentar

Feel free to give comment and feedback also don't hesitate to contact me by demilestari@gmail.com.

Thank you.